IMG-LOGO
Daerah

Usai Dilantik, Ini yang Akan Dilakukan PCNU Kota Bekasi

Ahad 17 Maret 2019 10:0 WIB
Bagikan:
Usai Dilantik, Ini yang Akan Dilakukan PCNU Kota Bekasi
Pelantikan PCNU Kota Bekasi, Jabar
Bekasi, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi masa khidmat 2018-2023 telah resmi dilantik, di Gedung NU Centre El-Sa'id, Jalan Bambu Kuning 200, Sepanjangjaya, Rawalumbu, pada Jumat (15/3).

Sekretaris PCNU Kota Bekasi Ustadz Ayi Nurdin mengungkapkan bahwa tema Perkuat Khidmat Jam'iyah, Wujudkan Bekasi Sebagai Kota Aswaja merupakan bagian dari cerminan pengurus baru.

“Tema itu bagian dari cerminan pengurus NU Kota Bekasi yang ingin mengoptimalkan kita (PCNU) ke depan, yakni soal bagaimana Bekasi ini bisa menjadi basis Ahlussunnah wal Jama’ah,” ungkapnya kepada NU Online, Sabtu (16/3).

Ia juga telah mengukur basis Ke-NU-an di Bekasi hari ini yang masih dalam tataran NU kultur atau yang biasa dikenal dengan NU amaliyah, terutama warga Bekasi yang belum cukup sampai pada fikrah (pemikiran) ke-NU-an.

“Jadi kalau bisa kita bilang, NU Bekasi di atas 50 persen lebih berbasis kultur. Bisa ditanya, Muhammadiyah bukan, disebut Persis bukan, tapi kalo diaku NU pasti bilang iya, meskipun mereka bukan (tidak mengenal) NU," katanya.

Artinya lanjut Ayi, saat ini NU di Bekasi masih di dalam tataran kultur. Hal tersebut menjadikan PCNU Kota Bekasi memiliki program ke depan untuk menjadikan warga NU paham terhadap fikrah NU, bukan hanya amaliyah saja. "(Dan) itu harus dilakukan dengan mengidentifikasi simbol-simbol NU. Seperti simbol NU di masjid, lembaga pendidikan, dan pesantren," katanya.

Dikatakan, hingga saat ini sebagian besar masjid di Kota Bekasi dibangun karena ada kesamaan soal tradisi ke-NU-an yang sudah dilakukan selama ini. 

"Masjid itu bisa menjadi juga (pusat penyebaran) fikrah NU dan bahkan kita perlu meningkatkan masjid itu dari sekedar NU fikrah menjadi NU harakah (pergerakan). Kemudian pesantren dan lembaga-lembaga pendidikan," jelas pria yang akrab disapa Kang Ayi ini.

Ke depan, Lanjut Kang Ayi, PCNU Kota Bekasi harus bisa menghadirkan fikrah (pemikiran) NU ke masjid-masjid dan lembaga pendidikan yang mulai terpapar ideologi takfiri-wahabi.

"Maka, prioritas PCNU Kota Bekasi adalah melakukan ideologisasi keaswajaan dan ke-NU-an kepada masyarakat," jelas Sarjana Hukum jebolan UIN Sunan Gunung Djati, Bandung ini.

Kang Ayi juga mengatakan bahwa sebenarnya PCNU telah memiliki program atau metode untuk menanggulangi warga NU Bekasi yang selama ini ahistoris terhadap Aswaja.

"Pertama secara formal, yakni melalui diklat yang sudah disediakan NU secara kelembagaan. Ada Madrasah Kader NU, tapi ketika bicara Madrasah Kader itukan waktunya lama, maka kita juga akan bikin kaderisasi tersendiri," tuturnya.

Dikatakan, PCNU sudah merumuskan soal penyelenggaran tentang pendidikan Aswaja atau Madrasah Aswaja yang waktunya hanya sebentar tapi memberikan pemahaman keaswajaan secara komprehensif.

"Pesertanya kita ambil dari pengurus masjid dan mushala yang ada di kampung-kampung. Sehingga rumah ibadah kita di Kota Bekasi tidak ada lagi ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan Aswaja An-Nahdliyah," jelas Kang Ayi.

Selain itu, PCNU Kota Bekasi akan memberdayakan Lembaga Takmir Masjid (LTM) dan Lembaga Dakwah (LD) NU untuk mengadakan program yang sifatnya bukan hanya sekadar seremoni belaka. "Artinya, melalui LD dan LTMNU, kita adakan program ideologisasi, bukan lagi seremoni," katanya.

Ia menginginkan kepengurusan NU Kota Bekasi yang baru dilantik ini melakukan ideologisasi agar mampu hadir di semua lini kehidupan masyarakat.

"Kita harus berpikir bagaimana caranya ideologisasi itu bisa menyentuh semua lini kehidupan masyarakat yang hari ini mengaku NU, tapi hanya sebatas amaliyah saja, sedangkan fikrah dan harakahnya beda," pungkas Kang Ayi. (Khaifah IP/Aru Elgete/Muiz)
Tags:
Bagikan:
Ahad 17 Maret 2019 20:0 WIB
Lantunan Shalawat Veve Zulfikar Hipnotis Ribuan Kader IPNU-IPPNU
Lantunan Shalawat Veve Zulfikar Hipnotis Ribuan Kader IPNU-IPPNU
Veve Zulfikar duwet dengan ayahnya di Harlah IPNU-IPPNU di Tegal
Tegal, NU Online
Puncak Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-65 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Hari Lahir (Harlah) ke-64 Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (16/3) malam berlangsung meriah. 

Gedung Indoor GOR Trisanja Slawi Kabupaten Tegal dipadati ribuan Pelajar NU dari Kabupaten / Kota se Jawa Tengah. Acara yang dikemas dalam 'Ngaji dan Shalawat Untuk Bangsa' mengusung tema Pelajar Hebat Cinta NKRI

Kegiatan dihadiri Pengasuh Ponpes API Tegalrejo Magelang KH Yusuf Chudlori, Wakil Sekretaris PW NU Jateng KH Imam Fadhilah, Anggota DPR RI H Bahrudin Nasori, Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU Aswandi Jaelani, Bupati Tegal Hj Umi Azizah, Perwakilan Gubernur Jateng dan Polda Jateng, Forkompinda Kabupaten Tegal, Pengurus Cabang NU Kabupaten Tegal dan ribuan kader IPNU IPPNU se Jawa Tengah.

Selain itu, acara dimeriahkan oleh Pelantun Shalawat asal Sidoarjo Jawa Timur Veve Zulfikar bersama ayahnya Ustadz Qori Zulfikar yang menjadi magnet pada malam itu. Ribuan Pelajar NU semakin histeris saat Veve tampil berduet dengan sang Ayah, Ustad Qori Zulfikar. 

Berduet dengan sang ayah, Veve sang mantan juara MTQ membawakan sejumlah lagu – lagu bernuasa Shalawat dengan Assalamu Alaika sebagai lagu pembuka. Selanjutnya Shalawat An Nahdliyah menjadi lagu kedua yang dilantunkan. Peserta Harlah terhanyut dalam suasana sendu namun meriah. 

Sejumlah lagu bernuasa Sholawat lainnya yang dilantukan antara lain Qomarun, Laukanal Bainanal Habib, Ya Habibi Ya Muhammad, Mabruk Alfa Mabruk dan Shalawat Asghil yang dibawakan Ustadz Qori Zulfikar berduet dengan Menpora RI H Imam Nahrawi. 

Menteri Pemuda dan Olahraga RI H Imam Nahrawi saat menghadiri acara Harlah IPNU-IPPNU tahun 2019 di GOR Indoor Trisanja Slawi, Kabupaten Tegal meminta kader IPNU-IPPNU bisa menjadi Gedung Olahraga (GOR), yakni IPNU-IPPNU bisa menjadi wahana menggali dan mengembangkan bakat para pelajar NU.

"Saya harap ke depan IPNU-IPPNU ini bisa menjadi wadah untuk mengembangkan potensi bakat kader. Sehingga, dengan bakat yang dikembangkan itu dapat membuat bangga bangsa Indonesia. Harus punya masa depan dan bisa membuat harum nama bangsa dan negara,” ujar Menpora. (Nurkhasan/Muiz)
Ahad 17 Maret 2019 19:0 WIB
Ketua PWNU Jatim Ajak Nahdliyin Bojonegoro Bangun Bangsa
Ketua PWNU Jatim Ajak Nahdliyin Bojonegoro Bangun Bangsa
Ketua PWNU Jatim (pegang mik) di Bojonegoro
Bojonegoro, NU Online
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar mengajak seluruh warga nahdliyin membangun bangsa. 

"Membangun Bangsa kita bukan hanya orang Islam, tapi juga non muslim berjasa sehingga NKRI berdiri atas jasa semua. Maka tidak relevan dalam konteks pergaulan kita menyebut kafir pada warga negara," ucap Yai Marzuki.

Hal itu disampaikan saat menghadiri acara Kenep Bershalawat, dalam rangka peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang diadakan Takmir Masjid Al-Ishlahiyah Desa Kenep Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jum'at (15/3) malam.

Pimpinan Pondok Pesantren Sabilul Rosyad, Gasek, Malang, Jawa Timur itu menyebut, tetapi dalam konteks aqidah yang tidak mengimani Allah tetap disebut kafir. Namun yang dimaksud NU di mata negara muslim dan non muslim diperlakukan sama.

"Pilihan politik berbeda akan tetapi jangan sampai kita mengkafirkan orang yang beda pilihan dengan kita ini terjadi. Seperti doa Neno Warisman yang seolah-olah mengkafirkan yang tidak sefaham politik dengan dia," tuturnya.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli mengungkapkan, sekarang ini banyak hoaks bertebaran jadi jangan disebar sebelum dicek dulu kebenaranya. "Jaga keamanan jangan sampai pilihan beda politik menjadi perpecahan pertengkaran di antara tetangga," pesannya.

Tampak kegiatan Kenep Bershalawat, ribuan warga nahdliyin dari beberapa kecamatan menghadiri kegiatan tersebut, termasuk syekhermania juga terhanyut dalam lantunan shalawat nabi yang dilantunkan dengan semangat.

Hadir juga Pengurus PCNU Kabupaten Bojonegoro, MWCNU Kecamatan Balen dan warga nahdliyin juga mengikuti pengajian tersebut. Selain dihadiri Ketua PWNU Jawa Timur dan Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli juga ada kelompok shalawat Ahbabul Musthofa menyemarakkan kegiatan Kenep Bershalawat. (M Yazid/Muiz)
Ahad 17 Maret 2019 18:0 WIB
MAN 1 Pringsewu Raih Juara Pertama Kontes Robot Se-Lampung
MAN 1 Pringsewu Raih Juara Pertama Kontes Robot Se-Lampung
Tim Robotik MAN 1 Pringsewu
Bandarlampung, NU Online
Setelah berkompetisi menghadapi tim-tim tangguh dari sekolah se-Provinsi Lampung dan beberapa tim dari Jawa dan Sumatera, tim robotik MAN 1 Pringsewu berhasil merebut juara pertama Kontes Robot Teknokrat 2019 tingkat SMA/SMK sederajat di Indoor Gelanggang Mahasiswa, Bandarlampung, Ahad (17/3).

Pada kontes yang diselenggarakan oleh Universitas Teknokrat Indonesia ini, MAN 1 Pringsewu mengirimkan dua tim yakni Tim Revolusi A dan Revolusi B yang berlaga pada kelas Robot Line Follower (Race and Transporter).

Pada kelas ini peserta beradu balap menggunakan robot sejenis tamiya yang memiliki sensor. Robot tersebut harus mengikuti garis yang sudah ditentukan panitia. Untuk tingkat kesulitan, peserta diberi tantangan dengan tanjakan dan sesi mematikan api.

"Alhamdulillah kedua tim kami bisa masuk semifinal. Dan setelah berlaga di final Tim Revolusi A dengan anggota Adisty Duhita SJ dan Milatul Munawaroh berhasil menjadi juara pertama. Sementara Tim Revolusi B atas nama Achmad Nasrulloh dan Ika Selviana berhasil meraih juara keempat," kata Yunizar, Pembina Robotik MAN 1 Pringsewu sesaat setelah pengumuman juara.

Pada babak final, Tim Revolusi A berhasil mengalahkan Tim Ekstrogama dari SMK Gajah Mada Bandarlampung. Kedua tim ini bisa lolos ke babak final setelah mengalahkan 14 tim lainnya pada kompetisi yang bertema Advanced Robotics for Industrial Revolution 4.0.

Prestasi ini menurut Yunizar semakin menunjukkan bahwa siswa madrasah mampu unggul bukan hanya pada bidang agama. Siswa madrasah juga mampu unggul dan berprestasi pada berbagai disiplin bidang ilmu di antaranya bidang teknologi.

Sementara Kepala MAN 1 Pringsewu H Almadi mengungkapkan rasa syukur dan bangganya terhadap prestasi level provinsi yang sudah diraih duta madrasahnya. Ia berharap prestasi ini bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk level yang lebih tinggi.

"Duta MAN 1 Pringsewu telah menunjukkan bahwa Madrasah Hebat Bermartabat bukan hanya slogan semata. MAN 1 Pringsewu mampu mewujudkan slogan madrasah di bawah Kementerian Agama ini," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kemampuan teknologi saat ini sangat penting dikuasai oleh para generasi muda khususnya siswa dan siswi madrasah untuk menghadapi revolusi industri 4.0 yang berbasis mesin dan teknologi. Prestasi ini lanjutnya menjadi inspirasi bagi seluruh pelajar madrasah untuk terus mempersiapkan diri meraih masa depan cerah.

Berdasarkan informasi dari panitia, Lomba ini terbagi dalam tiga kategori, yakni Pesawat Glider, Robot Line Follower (Race and Transporter) dan Roket Air. Ada 172 siswa dari 51 tim atau sekolah di Provinsi Lampung dan regional Sumatera dan Jawa yang berpartisipasi.

Peserta kontes robot Teknokrat tahun ini Iebih luas dari tahun-tahun sebelumnya. Ada yang berasal dari Madrasah Aliyah (MA) KMM Padang Panjang di Provinsi Sumatera Utara, SMAI Nurul Fikri Boarding School Serang dan berbagai sekolah tingkat SMA se-Lampung. (Muhammad Faizin)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG