IMG-LOGO
Daerah

IPNU-IPPNU Jember Garap Pedesaan

Senin 18 Maret 2019 22:30 WIB
Bagikan:
IPNU-IPPNU Jember Garap Pedesaan

Jember, NU Online
Penetrasi pengurus IPNU-IPPNU di Jember Timur mulai menampakkan hasil. Hal ini bisa dilihat dari sambutan para pelajar terhadap pembentukan Pengurus Anak Cabang IPNU-IPPNU di Kecamatan Silo, belum lama ini. Bahkan saat Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) digelar, pesertanya membludak. Namun panitia membatasi demi efektifitas.

“Kami saring pesertanya. Jadi mereka yang memang benar-benar mau mengabdi  di IPNU-IPPNU, kami rekrut,” tukas Ketua PAC IPNU Silo, Alvin Mudatsir saat memberikan sambutan dalam pembukaan Makesta di gedung Madrasah Ibtidaiyah Negeri 03, Desa Sempolan, Jember, Ahad (17/3).

Sementara itu, Ketua PC IPNU Jember, Ardi Wiranata menegaskan bahwa pihaknya kedepan akan menggarap IPNU-IPPNU di Jember timur dan utara. Sebab, di dua daerah tersebut, IPNU-IPPNU seolah mati suri meskipun potensinya cukup bagus.

“Selama ini, IPNU-IPPNU hanya ‘gemuk’ di Jember selatan, maka kedepan di Jember timur dan utara kita harus eksis,” tukas Ardi saat memberikan pengarahan.

Ia menambahan, desa-desa terutama di  Jember timur dan utara, IPNU-IPPNU tidak boleh kalah dengan yang lain. Sebab, masyarakat desa butuh pendampingan untuk berbagai hal, termasuk untu mengantisipasi menyusupnya aliran yang menyimpang.

“Tugas IPNU-IPPNU adalah mengedukasi masyarakat, sekaligus memberikan  pendampingan,” lanjut Ardi.
Makesta yang diikuti oleh 40 peserta itu akan berakhir hari ini, Senin (18/3). (Aryudi AR)

Tags:
Bagikan:
Senin 18 Maret 2019 23:30 WIB
Ngaji di Harlah IPNU-IPPNU, Gus Yusuf Sebut Dua Tugas Kader NU
Ngaji di Harlah IPNU-IPPNU, Gus Yusuf Sebut Dua Tugas Kader NU
Pengasuh PP API Magelang, KH Yusuf Chudlori
Tegal, NU Online
Pengasuh Pengasuh Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo Magelang KH Yusuf Chudlori menyebutkan, ada dua tugas yang diemban kader Nahdlatul Ulama (NU). Tugas tersebut yakni pertama, Khirosatuddin, menjaga ajaran agama kita, Islam Ahlussunnah Wal jamaah (Aswaja). 

Hal dikatakan Gus Yusuf saat "Ngaji dan Sholawat untuk Bangsa" dalam rangka Harlah ke-65 IPNU dan Harlah ke-64 IPPNU Pimpinan Wilayah IPNU IPPNU Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (16/3) malam di GOR Indoor Trisanja Slawi Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Menurut Gus Yusuf, menjaga agama Ahlussunah wal jamaah untuk kalian (pelajar NU) yaitu dengan terus mencari ilmu kepada para alim ulama, ngaji kitab kepada kiai NU.

Di hadapan ribuan kader IPNU IPPNU se Jawa Tengah Gus Yusuf menjelaskan, semenjak masa reformasi ketika pintu demokrasi terbuka lebar, kebebasan berpendapat dan lainnya, ada dua dampak yang muncul pascareformasi yakni dampak positif dan negatif. 

"Selain dampak positif yang menguntungkan rakyat, kesempatan tersebut diambil sekelompok orang yang tidak menginginkan Islam di Indonesia kokoh hingga munculnya paham Islam liberal, wahabisme dan paham anti NKRI," jelasnya.

Maka dengan itu, ajak Gus Yusuf, mari kita kuatkan pondasi kita dengan terus berkhidmat di NU, terus mencari ilmu sebagai bekal agar Indonesia aman dari sekelompok orang yang ingin menghancurkan NKRI.

Lebih lanjut dikatakan, selain dibekali dengan terus mencari ilmu, IPNU-IPPNU juga harus waras berakhlakul Karimah. Hal ini sangat penting, ketika seseorang memiliki banyak ilmu namun akhlaknya bejat, maka hidupnya akan sia-sia. Karena Al-akhlak fauqal Ilmi, akhlak itu di atasnya ilmu.

"IPNU-IPPNU juga harus mencerminkan akhlak yang mulia, kedepankan akhlak daripada ilmu. Jangan sampai punya ilmu tetapi akhlaknya tidak ada," ujarnya.

Tugas yang kedua menurut Gus Yusuf adalah menguasai media sosial, dengan cara mengimbangi berita berita yang tidak benar. "Maka Ayo IPNU IPPNU ambil smartphone kalian, perangi mereka yang selalu menebar kebencian, hoaks, dan isu-isu yang menghantam martabat NU," katanya.

Gus Yusuf meminta IPNU-IPPNU harus ambil bagian dalam memerangi lewat media sosial. Karena generasi yang sangat strategis di zaman ini adalah kader IPNU IPPNU. "Semoga dengan dua tugas tersebut melalui kader IPNU-IPPNU, Nahdlatul Ulama tetap diberi kekuatan lahir dan batin dalam menjaga NKRI," pungkasnya.

Kegiatan yang mengusung tema Pelajar Hebat Cinta NKRI dihadiri Menpora RI H Imam Nahrawi, Perwakilan Gubernur Jateng, Wakil Sekretaris PW NU Jateng KH Imam Fadhilah, Anggota DPR RI H Bahrudin Nasori, Ketua Umum PP IPNU Aswandi Jaelani, Bupati Tegal Hj Umi Azizah, Forkompinda Kabupaten Tegal dan undangan lainnya. (Amiril/Nurkhasan/Muiz)
Senin 18 Maret 2019 23:15 WIB
LAZISNU dan LKKNU Kabupaten Mojokerto Santuni Seribu Yatim
LAZISNU dan LKKNU Kabupaten Mojokerto Santuni Seribu Yatim
PC LAZISNU dan LKKNU Mojokerto memberi santunan seribu yatim.
Mojokerto, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur mengadakan doa bersama seribu anak yatim. Kegiatan yang rutin dilaksanakan tersebut, kali ini dipusatkan di kantor NU setempat, Ahad (17/3).

“Doa bersama seribu anak yatim ini adalah kegiatan awal dari PC LAZISNU dan LKKNU Mojokerto. Nantinya akan didata lagi jumlah anak yatim yang ada,” kata Innani Sulfiyah.

Menurut Ketua PC LKKNU Kabupaten Mojokerto ini, doa bersama seribu yatim merupakan salah satu kegiatan LAZISNU bekerja sama dengan LKKNU yang sudah berjalan. “Namanya LKKNU, tugasnya tertuju pada ranah sosial yaitu mengentas kemiskinan, manajemen keuangan keluarga, dan menyantuni yatim, serta duafa,” ungkap Innani, sapaan akrabnya.

Rencana setelah doa bersama seribu yatim ini, dirinya memiliki planning misalkan ada orang yang memiliki potensi mendirikan warung diajak kerja sama. Nantinya akan dikelola oleh ibu anak yatim, yang ketika anak yatim ingin beli ke warung tersebut tidak perlu membayar alias gratis.

“Anak yatim tersebut cukup berdoa di warung. Di mana dalam hadits dijelaskan bahwa doa anak yatim sangat mustajabah,” jelasnya.

Demikian pula, LKKNU memiliki program yang akan dikembangkan setelah doa bersama seribu yatim ini. “Yakni pembekalan bagi calon pengantin dan parenting, yakni sebuah cara bagaimana orang tua mendidik anak,” urainya.

Sebelumnya parenting sudah berjalan dua kali, kegiatannya adalah masuk ke sejumlah sekolah yang berada di jenjang MI atau SD, serta MTs dan SMP. “Untuk jenjang SMA masih dalam proses dengan melibatkan wali murid yang  diundang ke sekolah . Salah satu masalah yang banyak dikeluhkan wali murid adalah perilaku atau moral anak,” ujarnya.

Masalah lain banyak menjadi keluhan yaitu pernikahan muda. Karena selama setahun terakhir, angka perceraian di Mojokerto kurang lebih tiga ribu kasus. Hal ini dipicu oleh faktor ketidaksiapan mental dalam membangun rumah tangga. 

“Karenanya, LKKNU akan mengadakan yang namanya pembekalan calon pengantin yang diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meminimalisir angka perceraian,” katanya.

KH Abdul Adzim Alwy selaku Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Mojokerto berharap ikhtiar yang dilakukan mendapat imbalas terbaik, “Dengan adanya kegiatan ini kita selalu mendapatkan ridha dari Allah SWT dan memperoleh berkah di dunia dan akhirat kelak,” katanya.

Hadir pada kegiatan ini Rais PCNU Mojokerto KH Mashul Ismail, sejumlah  badan otonom seperti Muslimat NU, Fatayat NU, Gerakan Pemuda Ansor, serta IPNU dan IPPNU. (Syaiful Alfuat/Ibnu Nawawi)

Senin 18 Maret 2019 22:0 WIB
Hadapi UNBK, IPNU-IPPNU Adakan Doa Bersama dan Hipnoterapi
Hadapi UNBK, IPNU-IPPNU Adakan Doa Bersama dan Hipnoterapi
Doa bersama dan hipnoterapi PAC IPNU-IPPNU Gedeg, Mojokerto.
Mojokerto, NU Online
Sebentar lagi para siswa kelas akhir akan menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer atau UNBK. Sejumlah pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di kawasan ini menggelar doa bersama dan hipnoterapi. Hal tersebut agar menambah rasa percaya diri.

Kegiatan digagas IPNU dan IPPNU Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Ahad (17/3). Dan acara dipusatkan di pendopo kecamatan setempat.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Gedeg, M Ali Masykuri menjelaskan, bahwa doa bersama kali ini tidak hanya mengumandangkan istighatsah. “Tapi juga kita mengisi motivasi kepada para peserta untuk menambah semangat jelang UNBK,” katanya. 

Tidak berhenti sampai di situ, juga para siswa dan siswi diajak munajat. “Di akhir acara, para peserta diajak untuk bermunajat dan refleksi hipnoterapi oleh narasumber Siti Aisyah Rosyadi,” jelas Masykuri. 

Dalam paparannya, Siti Aisyah Rosyadi mengingatkan para peserta makna dari ujian. "Jangan belajar untuk ujian, tapi ujianlah untuk belajar,” ungkapnya.

Pada kegiatan doa bersama, peserta tidak bisa menahan tangis. “Kata-kata motivator menambah suasana semakin haru, sehingga mereka tak kuasa menahan air mata,” ungkap Masykuri.

Setelah acara digelar, para siswa terlihat lebih percaya diri. “Senyum ratusan peserta yang terdiri dari sekolah SMP hingga SMA sederajat di wilayah Mojokerto ini siap menghadapi ujian nasional yang sudah semakin dekat,” terang Masykuri.

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Mojokerto, Mujibatur Rohman berharap yang hadir dapat termotivasi untuk terus semangat dalam belajar. “Dan semoga dapat meraih apa yang diimpikan di masa depan kelak,” katanya. 

Tampak hadir dalam doa bersama ini, Ketua PC IPNU dan Ketua IPPNU Kabupaten Mojokerto, Mujibatur Rohman dan Nurafni Aulya. Juga Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Gedeg, badan otonom NU seperti Fatayat NU, Muslimat NU, serta Gerakan Pemuda Ansor. (Syaiful Alfuat/Ibnu Nawawi)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG