IMG-LOGO
Daerah

Harlah IPNU-IPPNU Bojonegoro Ditutup dengan Pentas Seni dan Expo Pelajar

Rabu 20 Maret 2019 0:40 WIB
Bagikan:
Harlah IPNU-IPPNU Bojonegoro Ditutup dengan Pentas Seni dan Expo Pelajar

Bojonegoro, NU Online

Setelah mengadakan serangkaian kegiatan kemeriahan Harlah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ke-65 dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama' (IPPNU) ke-64, Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Bojonegoro menutup puncak acara dengan pentas seni dan expo pelajar di Alun-alun Desa Tejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (16/3) malam.

Ketua Umum IPPNU Bojonegoro, Nurul Azizah mengatakan, setidaknya ada sekitar 26 tampilan dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU IPPNU se-Kabupaten Bojonegoro. "Dari berbagai pertunjukan antara lain yakni ada hadroh, tari tradisional, oklik, elekton, perkusi, tari sufi, akustik dan masih banyak lagi," kata Nurul Azizah.

Pelajar putri asal Kecamatan Balen itu juga menjelaskan, tak hanya pentas budaya saja yang memeriahkan malam puncak. Tetapi puluhan stand aneka makanan dan mimunan, serta produk-produk lokal juga ikut eksis, sehingga akan menambah kemeriahan suasana.

"Pada kesempatan ini ada puluhan stand yang ikut memeriahkan puncak harlah. Semoga acara dapat berjalan dengan lancar hingga selesai nanti," jelasnya.

Serta yang mendirikan stand tersebut merupakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU se-Kebupaten Bojonegoro, yang menjajakan berbagai macam makanan dan minuman serta produk lokal dari kecamatan masing-masing. "Harga dari berbagai macam aneka makanan dan minuman tersebut sangat miring dari harga asli, alias murah meriah," tuturnya.

Sementara itu salah satu penjaga stan, Ana Rahma mengatakan, PAC yang membuka stand tidak mengutamakan keuntungan dari stand tersebut. Namun, stand-stand tersebut dibuka bertujuan untuk ikut serta memeriahkan puncak Harlah IPNU IPPNU tersebut.

"Antusias para pelajar NU dan masyarakat untuk membeli jajanan di stand sangat luar biasa, terlihat dari awal pembukaan acara saja, sudah banyak stand yang kehabisan stok makanan dan minuman," terangnya.

Sukron Bajuri, selaku ketua PC IPNU Bojonegoro menambahkan, sejak tanggal 15 Februari hingga 16 Maret ini serangkaian acara sudah diadakan. Tujuan utamanya untuk merefleksikan diri untuk khidmat kepada ulama dan NKRI, menjaga budaya dan kultur yang dipunya. "Kita juga ingin buktikan bahwa IPNU IPPNU Bojonegoro cinta budaya," imbuh Sukron, pelajar asal Kecamatan Kepohbaru.

Tampak dalam puncak acara, hingga tengah malam para pelajar NU yang berasal dari berbagai wilayah yang ada di Bojonegoro masih memilih untuk tetap menikmati 19 sajian berbagai tampilan tersebut, mulai dari pantomim, perkusi, tari tradisional, dan lain sebagainya.(M Yazid/Ahmad Rozali)

Tags:
Bagikan:
Rabu 20 Maret 2019 23:45 WIB
Berdayakan Pesantren Harus Libatkan Banyak Pihak
Berdayakan Pesantren Harus Libatkan Banyak Pihak
Workshop budidaya jamur tiram di Malang, Jatim
Malang, NU Online
Sinergitas antara Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (RMI) dan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Malang kiranya patut untuk ditiru. 

Bagaimana tidak, lembaga dan badan otonom NU Kabupaten Malang telah mencanangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren dan saat ini sedang melakkukan Workshop pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren dengan fokus garapan budidaya jamur.

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pengembangan Pertanan Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Malang H Hamim kepada NU Online di sela-sela Pelatihan budidaya jamur tiram di Pesantren Al-Huda Patokpicis Kecamatan Wajak Kabupaten Malang, Rabu (20/3).

"Pemberdayaan di lingkungan pesantren memang harus melibatkan banyakpihak, tidak bisa berjalan sendiri. Jika perlu, bersiergi antar lembaga dan badan otonom di lingkungan NU," ujarnya.

Dikatakan, pada awalnya Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Malang menyampaikan ke Pengurus Wilayah (PW) LPPNU PPNU JawaTimur dan  RMI perluya pemberdayaan pesantren.

“Embrio kegiatan ini bermula dari gagasan LPPNU Kabupaten Malang. Kemudian ini dikomunikasikan dengan beberapa pihak seperti Ketua Wilayah LPPNU Jawa Timur dan RMI,” Kata Ketua LPPNU Kabupaten Malang H Hamim.

Kegiatan workshop bekerjasama dengan Pimpinan Pusat RMI di iikuti dari Malang serta delegasi dari beberapa daerah di Jawa Timur, seperti Bojonegoro, Lumajang, Kediri, Banyuwangi, dan bahkan Lampung.

"Workshop pemberdayaan pesantren dalam bidang membudidayakan jamur tiram lebih dari 4000 baglog yang sudah menunggu panen. Dan dalam pelaksanaannya LPPNU dan RMI telah bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang dan PT Perusahaan Gas Nasional (PGN) Tbk," paparnya.

Dalam waktu dekat, atas inisiatif dari RMI workshop serupa juga akan dilaksanakan di beberapa pesantren yang lain.  Malang adalah sebagai percontohannya. “Kegiatan semacam ini oleh Ketua Umum PP RMI akan dilaksanakan juga di pesantren-pesantren yang lain,” jelas H Hamim. (Ahmad Nur Kholis/Muiz)

Rabu 20 Maret 2019 21:0 WIB
Bupati Pamekasan: Jaga Persatuan, Hindari Ujaran Kebencian
Bupati Pamekasan: Jaga Persatuan, Hindari Ujaran Kebencian
Bupati Pamekasan, H Baddrut Tamam
Pamekasan, NU Online
Bupati Pamekasan, H Baddrut Tamam mengajak segenap elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Itu penting dilakukan utamanya di tahun politik jelang pemilu 17 April 2019 mendatang.

"Salah satunya dengan menjauhkan diri dari mengucapkan, menulis, dan menebar ujaran kebencian," ujar Baddrut di tengah istighotsah kubra di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (19/3).

Menurut A’wan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur ini, ujaran kebencianlah yang kerap menjadi pemicu konflik. Muaranya, keamanan dan kenyamanan dalam berbangsa dan beragama menjadi terganggu.

"Kami mengajak seluruh masyarakat Madura, utamanya masyarakat Kabupaten Pamekasan untuk hidup bahagia tanpa ujaran kebencian," tegas Baddrut.

Baddrut Tamam merupakan kader terbaik NU yang dua periode mengemban amanah sebagai wakil rakyat di DPRR Jawa Timur. Dia baru saja menjalani 100 hari kerja sebagai Bupati Pamekasan.

Pada momentum syukuran 100 hari kerja, Baddrut Tamam membuat sejarah baru di Jawa Timur. Bahkan, di Indonesia. Yaitu, meraih dua penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia atau Muri sekaligus.

Penghargaan tersebut berkaitan dengan Mall Pelayanan Publik tercepat dan branding batik mobil dinas satu-satunya di Indonesia. (Hairul Anam/Ibnu Nawawi)

Rabu 20 Maret 2019 20:50 WIB
PWNU Sumut Gelar Diklat Manajemen Masjid di Batubara
PWNU Sumut Gelar Diklat Manajemen Masjid di Batubara
Batubara, NU Online
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumut Gelar Diklat Manajemen Masjid di Batubara-Puluhan pengurus Masjid di Kabupaten Batubara antusias mengikuti pendidikan dan pelatihan manajemen Masjid oleh Lembaga Ta’mir (LTM) PWNU Sumatera Utara, di Aula RM Banyu Wangi, Kecamatan Lima Puluh, Selasa (19/3).

Kegiatan bertema Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid sebagai Pusat Pelayanan dan Pemakmuran Jamaah, pelatihan tersebut tidak hanya dihadiri oleh pengurus masjid di Kabupaten Batubara, peserta juga berasal dari Padang Sidempuan, Labuhan Batu Utara, dan Tanjung Balai.

Bupati Batubara Zahir mengatakan pengelolaan atau pengurusan masjid harus ditangani bersama, tidak hanya oleh pengurus masjid yang sudah dibentuk, melainkan juga keterlibatan aparat desa. Sebab, masjid merupakan salah satu aset desa, sehingga dapat menjadi sentral kehidupan umat.

Untuk melestarikan dan mengembangkan masjid diperlukan pemikiran dan gagasan inovatif sekaligus kemauan semua pihak, terutama para pengurus masjid. Mengelola Masjid di zaman sekarang ini memerlukan ilmu dan keterampilan manajemen.

Kegiatan diklat manajemen masjid, merupakan upaya memberikan pembinaan dibidang dakwah dan pengkajian, pemberdayaan organisasi dan pengembangan SDM, kesehatan, lingkungan hidup dan kepemudaan, pengembangan ekonomi umat dan iptek, hukum dan wakaf serta zakat, infak, dan sedekah.

Kegiatan diklat manajemen masjid, selain sebagai wahana silaturahim, juga untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas SDM bagi para pengurus masjid. "Melalui kegiatan ini, saya harapkan menjadi kunci terciptanya kualitas masjid yang lebih baik dan memiliki arti luas seperti masalah keindahan, kebersihan termasuk masalah kemakmuran jamaah masjid," katanya.

Ketua Panitia Diklat Manajemen Masjid, Abdul Khalik menuturkan kegiatan pendidikan dan pelatihan manajemen masjid ini didasari oleh pemikiran bersama yang berkeinginan untuk memakmurkan masjid.

“Ini hasil pemikiran kita bersama yang berkeinginan untuk memakmurkan masjid," ujarnya. (Red: Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG