::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Istighotsah dan Munajat Jamaah Umrah untuk Kebaikan Negeri

Rabu, 20 Maret 2019 17:00 Internasional

Bagikan

Istighotsah dan Munajat Jamaah Umrah untuk Kebaikan Negeri
Ustadz Fauzi di hadapan jamaah umrah di pelataran Masjid Nabawi.
Madinah, NU Online
Setiap warga bangsa pasti mengharapkan suasana di negerinya aman dan tentram. Segala potensi yang ada dapat dioptimalkan bagi kebahagiaan dan kesejahteraan penduduknya. Hajatan pemilihan pemimpin dan wakil rakyat hendaknya menjadi wahana memupuk ukhuwah atau kebersamaan.

Sejumlah  harapan tersebut mengemuka pada kegiatan munajat berjamaah yang dilakukan jamaah umrah saat berada di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Rabu (20/3). 

“Indonesia milik semua komponen bangsa, terutama umat Islam. Karena itu, kami mendoakan keselamatan dan kesejahteraan bangsa sebagai bukti tanggung jawab bersama,” kata Ustadz Nur Fauzi Ahsan kepada media ini.

Senyampang sedang berada di tanah suci, dirinya bersama puluhan jamaah secara khusus memberikan perhatian terhadap kebaikan bangsa. “Mumpung sedang di tanah suci, bersama jamaah Nurul Hayat Surabaya yang memiliki latar belakang yang tidak sama, kami bermunajat dalam kemasan istighotsah untuk keselamatan bangsa,” ungkapnya.

Dalam pandangan pimpinan rombongan umrah ini, hajatan pemilihan presiden yang kian dekat hendaknya dapat dijadikan sarana untuk mengurangi perbedaan. “Kita meminimalisir sekat. Karena kerukunan, kebersamaan, keharmonisan, perlu dijunjung untuk menjaga harkat dan martabat,” kata Pengurus Wilayah Aswaja Nahdlatul Ulama Center Jawa Timur ini.

Bersama jamaah yang menempati latar Masjid Nabawi, Ustadz Nur Fauzi mengingatkan siapapun yang nanti terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, serta wakil rakyat merupakan kalangan yang takwa kepada Allah SWT. 

“Misi jabatannya berorientasi pada kemasalahatan umat, bukan yang lain,” jelasnya.

Kegiatan ini diikuti jamaah umrah yang berjumlah 44 orang dan berlangsung pukul 03.00 dini hari waktu Madinah. (Ibnu Nawawi)