IMG-LOGO
Daerah

Hoaks, Efek Negatif Tingginya Syahwat Politik

Kamis 21 Maret 2019 14:6 WIB
Bagikan:
Hoaks, Efek Negatif Tingginya Syahwat Politik
Seminar KPU di Universitas Hasyim Asy'ari Jombang
Jombang, NU Online
Mudir Pondok Pesantren Madrasatul Quran (MQ) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur KH A Mustain Syafi’i mengatakan salah satu efek negatif dari syahwat politik yang tinggi adalah menghalalkan segara cara seperti menyebarkan kabar hoaks dan fitnah. Hal ini bisa dilihat di era saat ini khususnya di berbagai media sosial.

"Sekarang musim-musimnya informasi palsu atau hoaks dan lain-lain. Trik-trik apapun akan dijalankan demi sebuah syahwat dan kemenangan politik dan itu sudah mendunia sampai sekarang,” papar Kiai Mustain.

Dikatakannya, hoaks juga sudah dibahas didalam Al-Quran dan Hadits. Hoaks tersebut berhubungan langsung dengan masalah pribadi Nabi Muhammad di antaranya hoaks perselingkuhan istrinya, Aisyah dengan Shafwan. Kedua adalah masalah politik yang kemudian disangkutkan dengan isu agama dengan turunnya surah an-Najm.

Suatu hari Nabi Muhammad membaca surat An-Najm. Banyak orang kafir yang terharu-haru, tertegun, terpaku, dan terpana. Diakhir surah ada perintah sujud, maka nabi sujud dan diikuti orang kafir tapi bukan sujud keimanan.

Pada saat orang-orang kafir ikut sujud bersama nabi lalu diabadikan oleh 'wartawan-wartawan' Quraisy. Dan disampaikan kepada rombongan Utsman bahwa orang kafir sudah masuk Islam bersama nabi. Maka tidak perlu mencari dukungan di negara lain dan kemudian pulang lah rombangan tersebut. Dan ternyata kabar itu tidak benar.

“Sebagai seorang muslim kita ini perlu meminimalisir bahwa menahan berita yang tidak benar itu menjadi kewajiban kita. Tetapi dalam dunia politik kadang orang itu meng-hoaks-kan yang tidak hoaks. Membuat sendiri hoaks lalu membagikan,” paparnya.

Ia menceritakan salah satu hoaks terbesar yaitu saat Amerika menghabisi dan menyerang di Irak. Sebelum menyerang, mereka membuat isu di dunia dengan memberitakan bahwa terdapat bom kimia yang harus diberantas di Irak. Namun setelah Irak hancur isu itu pun tetap tak jelas.

“Kita harus benar-benar tabayyun berhati-hati. Kita sebagai umat muslim jangan sampai karena syahwat politik yang membabi buta akan merusak keimanan kita sendiri,” katanya dalam seminar nasional yang diadakan oleh mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng, Rabu (20/3).

Kiai Musta'in juga mengingatkan, taruhan orang yang memegang amanah adalah keimanan. Bisa jadi keimanan itu bisa tereduksi disebabkan terlalu ambisinya di dalam kepemimpinan.

Menurut Kiai Musta'in, menjadi pemimpin itu seperti anak bayi yang menyusu kepada ibunya. Kalau syahwat politik seseorang tinggi, maka akan seperti anak kecil yang tidak mau disapih. Ia akan terus melakukan segala upaya, tidak peduli keadaan seperti apa, layak atau tidak, mampu apa tidak dalam memimpin.

“Di dalam dunia politik itu kalau orang sudah mempunyai syahwat politik tinggi maka hilang akal sehatnya. Lihat, siapa pun kalau syahwat politiknya tinggi sudah tidak akan memikirkan amanah yang akan dipikul. Maka oleh Imam asy-sya’rawi dianggap orang yang memburu seperti itu seperti orang yang kecanduan khamr,” bebernya. (Syarif Abdurrahman/Muhammad Faizin)
Bagikan:
Kamis 21 Maret 2019 22:0 WIB
Peringati Harlah Ke-96, Pengusaha NU Pekalongan Gelar Diskon
Peringati Harlah Ke-96, Pengusaha NU Pekalongan Gelar Diskon
foto: ilustrasi
Pekalongan, NU Online
Ada yang beda pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-96 Nahdlatul Ulama di Kota Pekalongan. Jika di tahun-tahun sebelumnya cukup diisi dengan pengajian dan istighotsah, kali ini selain menggelar apel santri juga ada 8 agenda kegiatan yang telah dipersiapkan.

Bahkan sejak beberapa hari terakhir tersiar kabar via selebaran, para aktivis NU yang juga pengusaha menyediakan diskon khusus bagi yang belanja di outletnya pada tanggal 21 s/d 29 Maret 2019.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan membenarkan selebaran yang beredar di tengah-tengah masyarakat. Hal itu dimaksudkan agar masyarakat Pekalongan dan sekitarnya lebih mengenal produk usaha warga NU.

"Ini sekaligus sebagai tanda syukur kami atas usia NU yang telah memasuki tahun ke-96, dan Alhamdulillah teman-teman merespon cukup baik," ujarnya kepada NU Online, Kamis (21/3).

Dikatakan, ke depan pihaknya akan mengajak teman-teman yang lain dengan produk usaha yang lebih variatif, sehingga Harah NU tidak sekedar seremonial saja, akan tetapi lebih dari itu juga mengenalkan kepada masyarakat atas berbagai usaha yang telah ditekuni warga NU di Pekalongan.

Selain gelar diskon, PCNU Kota Pekalongan telah menyiapkan beberapa agenda pada peringatan Harlah NU, yakni: 
- Jumat (15/3) pemasangan bendera NU serentak se Kota Pekalongan
- Jumat (15/3) pendataan warga NU
- Jumat (22/3) kerja bakti masal di masiing-masing Ranting NU
- Jumat (22/3) ziarah makam aulia Pekalongan jam 07.00
- Jumat (22/3) istighotsah dan khotmil qur'an jam 13.00 di Gedung Aswaja
- Jumat (22/3) taushiyah Habib Luthfi di Masjid Al Muttaqin Medono jam 19.30
- Sabtu (23/3) upacara Harlah ke-96 NU di Alun Alun Kota Pekalongan jam 07.00
- Sabtu (23/3) lomba baduan suara 'Ya lal Wathan' jam 09.30
- Sabtu (23/3) pentas seni di Gd Aswaja jam 19.30 (Muiz)
Kamis 21 Maret 2019 20:15 WIB
Peringati Harlah Ke-96, NU Pekalongan Gelar Apel Santri
Peringati Harlah Ke-96, NU Pekalongan Gelar Apel Santri
foto: ilustrasi
Pekalongan, NU Online
Menyemarakkan Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-96 Nahdlatul Ulama, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan telah mengagendakan beberapa kegiatan.

"Ada beberapa agenda kegiatan yang telah dipersiapkan oleh PCNU Kota Pekalongan untuk semarak Harlah tahun 2019 berdasarkan kalender hijriyah," ujar Ketua PCNU Kota Pekalongan H Muhtarom kepada NU Online, Kamis (21/3).

Dikatakan, peringatan kali ini tergolong istimewa. Pasalnya, Di samping kegiatan keagamaan seperti istighotsah sesuai instruksi dari PBNU, PCNU Kota Pekalongan akan menggelar apel santri, lomba paduan suara Ya Lal Wathan, ziarah kubur, dan kerja bakti bersih-bersih masjid. 

"Ada 9 agenda yang telah dipersiapkan panitia untuk peringatan ke-96 sekaligus merespons isntruksi PBNU untuk memperingati hari lahir (harlah) Nahdlatul Ulama ke-96 versi tahun Hijriah dengan melaksanakan istighotsah secara serentak," ujarnya.

Untuk menyambut Harlah ke-96, PBNU telah menginstruksikan seluruh warga NU untuk memperingati hari lahir (harlah) Nahdlatul Ulama ke-96 versi tahun Hijriah dengan melaksanakan istighotsah secara serentak di daerah masing-masing pada 16 Rajab 1440 H yang bertepatan dengan 23 Maret 2019 pukul 06.00 waktu setempat. 

Menurut Ketua PBNU Robikin Emhas instruksi ini untuk seluruh pengurus NU dari anak ranting hingga pusat serta pengurus 14 lembaga dan 18 badan otonom NU dari cabang hingga pusat, 36 pengurus NU di luar negeri (PCINU) serta pesantren dan majelis ta’lim, serta warga NU pada umumnya.

“Tujuan kegiatan ini adalah memohon pertolongan kepada Allah agar keluarga masyarakat dan bangsa kita senantiasa menjadi keluarga, mayarakat, dan bangsa yang aman damai, makmur, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur; kegiatan ini juga bertujuan untuk mendoakan para ulama, pejuang, para syuhada shalihin yang merupakan perintis kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya di Gedung PBNU, Jakarta.

Berikut kegiatan PCNU Kota Pekalongan menyambut Harlah ke-96:
- Jumat (15/3) pemasangan bendera NU serentak se Kota Pekalongan
- Jumat (15/3) pendataan warga NU
- Jumat (22/3) kerja bakti masal di masiing-masing ranting NU
- Jumat (22/3) ziarah makam aulia Pekalongan jam 07.00
- Jumat (22/3) istighotsah dan khotmil qur'an jam 13.00 di Gedung Aswaja
- Jumat (22/3) taushiyah Habib Luthfi di Masjid Al Muttaqin Medono jam 19.30
- Sabtu (23/3) upacara Harlah ke-96 NU di Alun Alun Kota Pekalongan jam 07.00
- Sabtu (23/3) lomba baduan suara 'Ya lal Wathan' jam 09.30
- Sabtu (23/3) pentas seni di Gd Aswaja jam 19.30 (Muiz)
Kamis 21 Maret 2019 20:0 WIB
Puluhan Ribu Umat Islam Hadiri Istighotsah di Kudus
Puluhan Ribu Umat Islam Hadiri Istighotsah di Kudus
Rapat persiapan istighotsah di Kudus
Kudus, NU Online
Gema Shalawat dan Istighotsah Kebangsaan bertajuk Merajut Ukhuwah Wathaniyah Menuju 1 Abad Nahdlatul Ulama Untuk Menjaga Kedaulatan NKRI yang akan digelar di Alun–alun Simpang Tujuh Kudus Jawa Tengah pada Ahad 7 April 2019 mendatang, dipastikan akan diikuti puluhan ribu jamaah dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Panitia istighotsah M Tarjono kepada NU Online, Kamis (21/3) mengatakan, kegiatan yang digelar Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Jawa Tengah ini telah dipersiapkan sebaik mungkin. Panitia telah menggelar serangkaian rapat persiapan dan telah meminta restu kepada sejumlah pihak.

"Untuk konteks Kudus, Rais Syuriyah PCNU Kudus KHM Ulil Albab Arwani  dan Ketua PCNU Kudus H Asyrofi mendukung penuh istighotsah kebangsaan ini," ujarnya.

Dia mengemukakan, dua pekan menjelang gelaran istighotsah kebangsaan ini, sudah puluhan ribu peserta yang telah memastikan hadir. "Sekitar 40 ribu jam’ah telah memastikan hadir dalam istighasah ini, yang berasal dari 10 kabupaten/kota di Jawa Tengah," ungkapnya.

Dari Kabupaten Kudus sendiri tak kurang dari 15 ribu jamaah diperkirakan akan hadir. "Kami sudah koordinasi dengan LP Ma’arif dan menjalin silaturahmi dengan pondok–pondok pesantren," paparnya.

Selain itu terangnya, Kantor/ Dinas instansi di Kudus Insyaallah juga akan ikut bergabung dalam istighotsah, seperti Kesbangpol dan Dinas Perhubungan. "Istighotsah ini untuk NU dan NKRI yang aman, maju, kondusif, barakah dan senantiasa dilimpahi ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala," pungkas Tarjono. (Farid/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG