IMG-LOGO
Daerah

Ini Tiga Ciri Khas Pendiri NU dalam Berjuang di Jamiyah

Senin 25 Maret 2019 13:30 WIB
Bagikan:
Ini Tiga Ciri Khas Pendiri NU dalam Berjuang di Jamiyah
Rombongan PWNU Jatim silaturahim di makam KH Nachrowi Thohir.
Malang, NU Online
Pengurus Wilayah NU Jawa Timur menggelar napak tilas ziarah ke makam pendiri atau muassis NU. Ada enam kota yang menjadi tujuan para pengurus NU Jawa Timur di antaranya Surabaya, Jombang, Bangkalan, Situbondo, Pasuruan dan Malang. 

Malang menjadi lokasi pertama yang dikunjungi PWNU Jawa Timur dalam momentum hari lahir ke-96 NU. “Di Malang ini terdapat makam KH Nachrowi Thohir, salah satu pendiri NU dan pernah menduduki jabatan Ketua Umum PBNU 1946 hingga 1948,” kata KH Romadhon Khotib, ketua rombongan ziarah zona Malang, Ahad (24/3). 

Menurutnya, ziarah dan napak tilas pada pendiri NU ini sangat diperlukan untuk menyambung silaturahim baik lahiriah atau batiniah. Pada tahun ini, memang banyak sejarah yang mulai ditemukan. “Ini pertama kali dalam harlah ke-96 PWNU Jatim menggelar ziarah ke makam Kiai Nachrowi Thohir,” ungkapnya.  

Wakil Katib PWNU Jawa Timur ini mengatakan kiai NU semasa perjuangannya selalu meminta petunjuk kepada Allah. Ada tiga hal yang dilakukan muassis NU dalam memperjuangkan bangsa dan negara ini. Pertama, selalu melaksanakan shalat istikharah untuk meminta petunjuk. 

“Istikharh selalu menjadi landasan dalam melangkah,” jelasnya.

Setelah melaksanakan istikharah, masyakhih NU tidak lantas memutuskan sendirian, melainkan terlebih dahulu dimusyawarahkan bersama para kiai lain. "Itulah ciri kedua," tegasnya.

Dan ketiga, kalau apa yang diangan berhasil sesuai harapan, kiai NU tidak pernah sombong, pamer atau menceritakan kepada masyarakat luas apa yang telah diraihnya. “Inilah yang sulit ditiru pada masa sekarang,” tegasnya. 

Bahkan untuk menjaga keikhlasan itu, para kiai tidak pernah menceritakan kepada siapapun, termasuk kepada keluarga, anak, suami dan cucu-cucunya.

“Hal itu ditunjukkan oleh almagfurllah Kiai Nachrowi Thohir yang tidak pernah menceritakan peran dan kiprahnya di NU,” pungkasnya. (Rof Maulana/Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Senin 25 Maret 2019 22:30 WIB
HARLAH KE-96 NU
Nahdliyin Parepare Doakan Kedamaian Indonesia dan Dunia
Nahdliyin Parepare Doakan Kedamaian Indonesia dan Dunia
Istoghtsah NU Parepare.
Parepare, NU Online
Peringatan hari lahir ke-96 Nahdlatul Ulama (NU), Sabtu (23/3) serentak terlaksana di cabang-cabang NU di Indonesia dan dunia. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Parepare, Sulawesi Setalan turut melaksanakan istighotsah kubro dan tahlilan bersama warga NU se-Kota Parepare dengan mengangkat tema Mengokohkan Semangat Ke-Indonesia-an, Bersatu Membangun Negeri.

Selain mendoakan kedamaian Indonesia, KH Arief Pasih yang memimpin doa juga turut mendoakan korban terorisme di Selandia Baru. Acara lalu dilanjutkan dengan doa khusus oleh Ketua NU Care-LAZISNU Parepare, Gurutta' Shodiq Asli Umar untuk seluruh donatur dan dermawan yang telah ikut serta berperan aktif memberikan kontribusi demi pembangunan Gedung Kantor NU Parepare, Istana Tahfidzul Qur'an, dan juga persiapan pembangunan Pesantren NU di Parepare.

"Terima kasih kepada seluruh warga NU dan juga kepada seluruh masyarakat yang telah membantu, maupun juga yang belum kita doakan semoga semua bantuan menjadi amal jariyah dan mendapatkan keberkahan dari Allah Swt," ungkap Kiai Hannani Yunus, ketua Tanfidziyah NU Parepare.

Kegiatan yang dihadiri warga dari seluruh Banom NU se-Kota Parepare ini sendiri ditutup dengan beberapa penyampaian dan mendoakan pelaku sejarah yang berperan membesarkan NU di Kota Parepare, H Abd Muiz Kabry dan Rahman Idrus.

Dan paling akhir mengumandangkan lagu Ya Lal Wathon dengan komando dari Panglima Laskar Santri Kota Parepare, Syekh Abdullah. (Ibrahim Laiman/Kendi Setiawan)

 
Senin 25 Maret 2019 22:0 WIB
HARLAH KE-96 NU
PCNU Majalengka Ajak Nahdliyin Wujudkan Harmoni
PCNU Majalengka Ajak Nahdliyin Wujudkan Harmoni
Istighotsah NU Majalengka.
Majalengka, NU Online
Panjatan doa dan keikhlasan Nahdliyin dalam menjaga keutuhan bangsa mutlak diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat agar terwujud keharmonisan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.

Demikian diungkapkan oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, H Dedi Mulyadi, dalam sambutan Harlah ke-96 NU di Aula Al Hasany PCNU Kabupaten Majalengka, Sabtu (23/3) malam.

Ia pun menambahkan dalam momentum Harlah ini, sebagai warga NU punya kewajiban untuk terus bersatu bergerak seirama sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing memberikan pencerahan dan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya tetap menjaga kebersamaan dan persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terlebih ditahun politik saat ini.

"Kita semua warga nahdliyin dibawah bimbingan para kiai harus terus turun dan mendekati masyarakat agar terhindar dari ajakan golongan-golongan yang mencoba memberikan pemahaman baru tentang berkehidupan kebangsaan di NKRI tercinta ini, apalagi di tahun politik saat ini," tambahnya.

Pria yang biasa disapa Kang Dedi ini juga dalam akhir sambutannya mengajak kaum Nahdliyin khususnya kaum muda NU di Majalengka untuk terus menjaga soliditas dan menggali potensi yang ada agar mampu meramaikan kantor NU dengan berbagai aktivitas positif dan syiar NU di Majalengka lebih massif lagi.

"Malam ini melalui rangkaian istighosah kubro ini, kami mengajak semua Nahdliyin khususnya kaum muda NU Majalengka siap tampil meramaikan syiar NU melalui kegiatan-kegiatan positif yang imbasnya bisa dirasakan oleh masyarakat. Silahkan gunakan dan ramaikan kantor ini dengan berbagai aktifitas positif," ajaknya dengan penuh semangat.

Acara yang ditutup dengan ngaji bersama KH Buya Syakur, dari Indramayu dengan tema utama shalat itu harus mampu mempersatukan umat. Tampak hadir Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Majalengka, jajaran tanfidziyah PCNU Kabupaten Majalengka, para ketua badan otonom NU beserta jajarannya dan ratusan perwakilan warga Nahdliyin dari setiap kecamatan se-Kabupaten Majalengka. (Tata Irawan/Kendi Setiawan)
Senin 25 Maret 2019 20:30 WIB
Ajak Generasi Tidak Golput, PMII NTB Gelar Seminar Pemilu
Ajak Generasi Tidak Golput, PMII NTB Gelar Seminar Pemilu
Seminar Pemilu di Mataram NTB

Mataram, NU Online

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bali-Nusa Tenggara menggelar seminar tentang Pemilu bertema meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan hak pilih di Pemilu 2019. Acara yang terpusat di aula gedung PGRI NTB Jalan Kaktus Kota Mataram, Senin (25/3), berlangsung lancar.


Pada acara tersebut dihadiri anggota Bawaslu NTB Umar Ahmad Seth, Anggota KPU NTB Agus Salim, dan akademisi UIN Mataram Dr Kadri. Selain itu juga hadir lebih kurang 100 peserta dari berbagai lapisan masyarakat dan kader PMII NTB.


Ketua PKC PMII NTB Aziz Muslim dalam sambutannya menyampaikan pentingnya anak muda membantu KPU dalam mewujudkan pemilu berintegritas.


Hal ini menurutnya disebabkan oleh beberapa fenomena yang menguap ke permukaan. Misalnya, banyak oknum yang menganjurkan masyarakat untuk menjadi golput dan penggelindingan isu untuk tidak percaya pada penyelenggara Pemilu.


“Pemilu merupakan buah dari reformasi yang pada zamannya diraih dengan penuh pengorbanan dari senior-senior kita,” jelasnya.


Peran kita sebagai OKP sekarang adalah menjaga Pemilu ini jauh dari intrik- kejahatan seperti hoaks, politik uang dan kampanye hitam. 


Pemerintah, tambahnya, sebagai penanggung jawab Pemilu seharusnya juga memahami kebutuhan masyarakat sehingga bisa bergandengan tangan untuk bersama-sama menciptakan pemilu berintegritas.


Pemerintah provinsi NTB yang diwakili staf Kesbangpol Kemendagri NTB, Normal Suzana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kaum muda harus menjadi pelopor dalam pelaksanaan Pemilu 2019. 


“Kepeloporan tersebut dapat dibuktikan dengan berdiri paling depan untuk melawan segala macam hoaks dan politik uang di masyarakat,” harapnya. (Hadi/Musthofa Asrori)


IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG