IMG-LOGO
Internasional

Perdana, PCI Fatayat NU Mesir Luncurkan Taman Pendidikan Al-Quran

Selasa 26 Maret 2019 5:0 WIB
Bagikan:
Perdana, PCI Fatayat NU Mesir Luncurkan Taman Pendidikan Al-Quran
TPQ Fatayat NU Mesir dibuka perdana
Jakarta, NU Online
Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Fatayat Nahdlatul Ulama Mesir tahun ini meluncurkan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Fatayat untuk pertama kalinya di negara tersebut. Karena perdana, untuk sementara kegiatan TPQ digelar sekali dalam seminggu, yakni tiap Sabtu mulai pukul 15.00 hingga 17.00 waktu setempat.

Ketua PCI Fatayat NU Mesir Habibah Masruroh mengatakan hal tersebut saat dihubungi NU Online dari Jakarta, Senin (25/3). “Tahun-tahun sebelumnya TPQ belum ada. Kemungkinan ada dalam rencana, namun realisasi belum terlaksana,” ujarnya.

Habibah bercerita, awalnya ia menampung usulan para ibu muda yang berstatus mahasiswi dan beberapa tabik (yang ikut suami) di sana. “Lalu, saya koordinasi dengan orang tua di kampung. Alhamdulillah, ibu saya merestui sekaligus memberi bekal alat peraga dan bahan ajar untuk TPQ,” tuturnya.

Usai rapat untuk menampung usulan, lanjut dia, secara kebetulan ada temannya asal Lumajang Jawa Timur yang pulang ke Indonesia. Oleh orang tua Habibah, peralatan dan bahan ajar untuk TPQ dititipkan kepada teman tersebut yang akan kembali ke Mesir. Habibah kemudian langsung mensosialisasikannya kepada para pengurus.

“Teman-teman merespons sangat baik dan semangat. Pamflet pun dibuat. Lalu, Kami buka pendaftaran. Alhamdulillah, satu-dua kali pertemuan yang belajar masih sedikit. Lama kelamaan, TPQ Fatayat semakin ramai,” ucap Habibah seraya bersyukur.

Menurut Ketua Fatayat NU Mesir yang baru dilantik 7 Februari 2019 ini, TPQ yang ia rintis baru berjalan sekitar satu bulan. Setidaknya 14 anak di daerah Hay Asyir, pinggiran kota Kairo, terdaftar sebagai anak didik di TPQ tersebut. Angka itu menurut dia sudah cukup lumayan untuk anak-anak Indonesia yang ada di Negeri Kinanah ini.

“Karena faktor jarak yang lumayan jauh, beberapa ibu di grup Fatayat menginginkan ada cabang darrasah. Namun, tenaga pengajar belum mumpuni. Insya Allah, ke depan akan ada jemputan menggunakan mobil milik NU untuk memudahkan mereka belajar Al-Quran. Semoga terealisasi,” harap mahasiswi Jurusan Akidah Falsafah, Fakultas Ushuluddin, Universitas Al-Azhar Kairo ini. 

Soal cara yang digunakan, gadis kelahiran Gresik, 11 September 1996, ini menyebut TPQ yang ia kelola bersama timnya menggunakan metode Tilawati. “Kebetulan saya lulusan Tilawati dan sudah punya syahadah mengajar. Jadi sementara ini yang saya ingin realisasikan. Kalau memang ke depan ibu-ibu kurang cocok dan ada usulan tambahan, maka bisa diperbaiki,” tandasnya.

Bersama kawan-kawan pengurus, alumnus SMA Al-Azhar Pesantren Darul Ihsan, Menganti, Gresik Jawa Timur ini telah menyiapkan sejumlah program unggulan. “Di harlah Fatayat nanti, akan kami adakan kompetisi Duta Fatayat dari mahasiswi Mesir. Ditambah ada Takrim Lihamalatil Quran untuk anak-anak. Terkhusus untuk peserta didik TPQ Fatayat. Juga lomba kepenulisan,” pungkas Habibah. (Musthofa Asrori)

Bagikan:
Selasa 26 Maret 2019 19:30 WIB
Pengurus Tanfidziyah NU dan Fatayat NU Pakistan Dilantik
Pengurus Tanfidziyah NU dan Fatayat NU Pakistan Dilantik
Pelantikan Pengurus Tanfidziyah NU dan Fatayat NU Pakistan.
Islamabad, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Pakistan resmi melantik pengurus Tanfidziyah NU dan Fatayat NU masa khidmat 2019-2020, Ahad (24/3). Kegiatan juga diisi istighotsah kubra dan pembacaan shalawat Asygil dalam rangka memperingati hari lahir ke-96 Nahdlatul Ulama.

Pelantikan berlangsung sederhana, khidmat dan penuh semangat kekeluargaan. Kegiatan dimulai pembacaan ayat suci al-Qur’an dan dilanjutkan menyanyikan lagu mars Ya Ahlal Wathan.

Mustasyar PCI-NU Pakistan, Ustadz Eris Rismatullah dalam sambutannya mengatakan bahwa NU didirikan atas keikhlasan dan tirakat ulama terdahulu. “Untuk itu barangsiapa yang saat ini berusaha dalam memajukan jamiyah, maka sudah menjadi golongan yang mendapat keberkahan dari para pendahulu,” katanya.

Dirinya mengajak seluruh warga kembali mengingat visi dan misi perjuangan NU serta menumbuhkan-kembangkan rasa tanggung jawab dan dedikasi untuk memajukan agama Islam.

“Semoga penggurus selanjutnya dapat menjalankan roda organisasi ini dengan lebih baik dari sebelumnya, dan semakin semangat, istikamah dan bergerak bersama dalam menjalankan serta memajukan jamiyah Nadhlatul Ulama,” tandasnya. 

Setelah memberikan sambutan, Mustasyar PCI-NU Pakistan memanggil seluruh pengurus Tanfidziyah NU dan Pengurus Fatayat NU untuk berdiri berjajar secara teratur di hadapan nahdliyyin dan tamu undangan untuk  dilantik dan diambil sumpahnya. Zulkifli Reza Fahmi, selaku ketua baru tampak berdiri memimpin pembacaan teks pelantikan dan sumpah jabatan.

Acara diakhiri istighotsah kubra dan pembacaan Shalawat Asygil sebagai upaya untuk kedamaian negeri di tengah memanasnya suhu perpolitikan. Kegiatan juga bagian dari rasa syukur atas perjalanan NU yang sudah mencapai usia ke-96.
Istighosah dipimpin salah satu warga NU Pakistan, Zulfikri Hasibuan. 

Dirinya mengemukakan bahwa sudah menjadi tanggung jawab spiritual NU sejak lama yang dimulai ulama terdahulu. “Mereka selalu mendoakan agar Indonesia terus aman dan damai melalui kegiatan istighotsah,” pungkasnya. 

Susunan Pengurus:
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Pakistan
Periode 2019-2020
Mustasyar
H. Muladi Mughni, Lc, LLM.
Eris Rismatullah, S. Fil.I
Syuriah
Rais: Hasanuddin Tosimpak, S.Pd.I
Wakil: Ahmad Azizuddin, SE.
Katib: Syarif Husain
Tanfidziyah
Ketua: Zulkifli Reza Fahmi, S.Th.I
Wakil Ketua: Abdurrahman
Sekretaris: Fahmi Zahiruddin Akbar
Bendahara: Muhammad Yusuf Sairi

Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia NU
Koordinator: Arif Maulana

Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama
Koordinator: M. Sandy Sundusi Effendy

Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama
Koordinator: Nisarrobbi Ahmada

Lajnah Ta'lif wan-Nasyr Nadlatul Ulama
Koordinator: Sohib Bunnyanuddin

Lajnah Bahtsul Masail Nadlatul Ulama
Koordinator: Ibnu Fikri Ghozali

Pengurs Fatayat PCI-NU Pakistan Periode 2019-2020
Ketua: Eka Saryanti
Wakil Ketua: Siti Nur Yasinta
Sekretaris : Naila Amalia
Bendahara : Pirna Rifqah Nurrisa

Dakwah: 
Koordinator: Savira Alfani Hasnah

Litbang (Penelitian dan Pengembangan)
Koordinator: Acyntia Pararsa Ruphashampana Puteri

Publikasi dan Komunikasi: 
Koordinator: Nisa Cahyani 

Kesehatan: 
Koordinator: Yuniarti Tri. (Eka Saryanti/Ibnu Nawawi)






 

Ahad 24 Maret 2019 16:45 WIB
HARLAH KE-96 NU
PCINU Tiongkok: Jadilah Menara Ilmu
PCINU Tiongkok: Jadilah Menara Ilmu
Istighotsah Harlah NU ke-96 PCINU Tiongkok.
Changchun, NU Online
Memperingati hari lahir ke-96 NU versi hijriyah, pengurus dan warga NU di luar negeri tak ketinggalan turut menggelar istighotsah kubro, salah satunya Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok.

Acara diadakan di kediaman Katib Syuriah PCINU Tiongkok, Su’udut Tasiq di Kota Changchun, Tiongkok mulai pukul 10.00 waktu setempat. Kegiatan ini disiarkan langsung melalui aplikasi Zoom agar bisa dijangkau warga Nahdlyin di berbagai wilayah Tiongkok.

Baik ketua tanfidziyah maupun rais syuriyah hadir pada kegiatan ini. Ketua Tanfidziah Nurwidiyanto mengajak kepada para peserta untuk terus mencintai NU. "Kita harus bangga menjadi bagian dari NU dan harus terus mencintai NU. Untuk itu kita harus meneruskan perjuangan para pendahulu NU," ujar Widi dalam sambutannya.

Lebih lanjut Widi yang juga Dosen Unwahas Semarang, Jawa Tengah ini mengajak kepada para pengurus PCINU Tiongkok untuk menjadi menara ilmu di negeri Tirai Bambu.

"Kepada para pengurus PCINU Tiongkok yang mayoritas alumni pesantren, harus menyebarkan ilmu yang didapat di pesantren terutama menyebarkan ajaran Ahlussunah wal Jamaah Annahdliyah. Apalagi di negeri minoritas seperti ini. Kita harus menjadi menara ilmu," harapnya.

Rais Syuriyah KH Imron Rosyadi mengatakan, sebagai organisasi yang menjunjung tinggi perdamaian, NU harus menjadi agen perdamaian di Tiongkok.

"NU sebagai organisasi yang mengusung perdamaian sudah tentu kita sebagai Nahdliyin yang berada di Tiongkok ini ikut andil dalam menyebarkan perdamaian. Apalagi dalam menyongsong satu abad lahirnya NU, PCINU Tiongkok harus menjadi bagian dalam mempromosikan Islam ala Ahlussunah wal Jamaah Annahdliyah di negeri ini," paparnya.

Ia menyebutkan, kejadian penembakan terhadap umat Islam yang tengah mengerjakan shalat Jumat di New Zealand menjadi pelajaran bersama, agar hal serupa tidak terjadi. (Waki Ats Tsaqofi/Kendi Setiawan)


 

Ahad 24 Maret 2019 14:30 WIB
HARLAH KE-96 NU
PCINU Lebanon Gelar Istighotsah Harlah ke-96 NU di Empat Kota
PCINU Lebanon Gelar Istighotsah Harlah ke-96 NU di Empat Kota
Ilustrasi (Ist.)

Lebanon, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Lebanon ikut melaksanakan kegiatan istighosah, tahlil, dan pembacaan shalawat Asyghil dalam rangka memperingati Harlah ke-96 NU menurut penanggalan tahun Hijriah. Hal ini sesuai dengan instruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Rangkaian acara harlah tersebut dilaksanakan serentak oleh Nahdliyin Lebanon pada Sabtu (23/3) atau bertepatan dengan 16 Rajab 1440 H, di empat kota, yakni di asrama mahasiswa Daawa University Beirut, asrama mahasiswa Beirut Islamic University-Bekka Branch untuk daerah Bekka, asrama mahasiswa University of Tripoli, Tripoli, dan asrama mahasiswa Beirut Islamic University-Akkar Branch, Akkar.


Foto: Suasana Istighotsah

Ketua Tanfidziyah PCINU Lebanon Hamid Hodir menyampaikan kepada seluruh pengurus untuk selalu bersyukur dan bangga menjadi bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama.

“Momentum harlah ini, harus menjadi penyemangat lagi bagi pengurus NU Lebanon, selalu bersyukur dan bangga menjadi bagian dari NU,” kata Hamid di Universitas Dawaa, Beirut, Lebanon.

Ia menambahkan bahwa tidak perlu kecil hati menjadi bagian dari keluarga besar NU Lebanon. Sebab, menjadi bagian darinya sama saja dengan menjadi tangan kanan perjuangan para ulama NU untuk wilayah Lebanon dalam rangka menyebarkan islam Rahmatan lil Alamin, Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah.

Sementara itu, Rais Syuriyah PCINU Lebanon Nurul Fattah memotivasi para pengurus PCINU Lebanon agar terus berkhidmat dengan ifadah dan istifadah.

"Kita harus terus semangat untuk ifadah (memberi manfaat) dan dengan itu kita istifadah (memperoleh manfaat darinya),” kata mahasiswa Beirut Islamic University, Bekka, Lebanon itu.

Usai istighotsah, Nahdliyin di Tripoli menikmati hidangan pisang goreng. Mereka sedang rindu tanah air sehingga kerinduan itu dituntaskan dengan makan makanan khas Indonesia. Sementara Nahdliyin di kota lainnya menikmati Halawiyat, manisan khas Lebanon. (Syakir NF/Muhammad Faizin)    


IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG