IMG-LOGO
Daerah

Bupati Brebes Berkomitmen Layani Penyandang Disabilitas

Selasa 26 Maret 2019 11:30 WIB
Bagikan:
Bupati Brebes  Berkomitmen Layani Penyandang Disabilitas

Brebes, NU Online
Pemerintah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah berkomitmen untuk memberi perhatian khusus terhadap penyandang disabilitas melalui program Inklusif. Salah satu wujudnya adalah pembuatan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)  tentang penyandang disabilitas, penyusunan kelompok kerja penyandang disabilitas, dan penganggaran yang  memadai untuk memfasilitasi manusia berkebutuhan khusus itu.

Demikian disampaikan oleh Bupati Brebes,  Hj Idza Priyanti saat beraudiensi dengan Pimpinan Wilayah (PW) LP Maarif NU, Jawa Tengah dan Unicef di Pendopo Kabupaten Brebes, Senin (25/3).

Dalam kesempatan itu, Bupati Hj Idza juga menyampaikan apresiasi terhadap PW LP Ma'arif Jawa Tengah dan Unicef  yang telah mempercayakan intervensi pendidikan inklusif di Kabupaten Brebes. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Brebes bisa mencontoh pengalaman daerah lainnya  yang telah menyelenggarakan pendidikan inklusif,  yakni Kebumen, Banyumas dan Kabupaten Semarang.

"Kami akan melakukan kunjungan ke ketiga Kabupaten itu bersama tim, untuk mempercepat Brebes menjadi kabupaten inklusif," terang Idza.

Sementara itu, Ketua PW LP Ma'arif NU Jawa Tengah, R Andi Irawan menegaskan bahwa pendekatan inklusi dipahami sebagai layanan pendidikan yang membuka kesempatan bagi anak berkebutuhan khusus untuk belajar di sekolah atau madrasah terdekat di kelas biasa bersama teman-teman seusianya.

“Sekolah atau madrasah menyediakan program pendidikan yang layak, menantang, tetapi disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap murid maupun bantuan dan dukungan yang diberikan oleh para guru, agar anak-anak berhasil,” urainya.

PW LP Maarif NU Jawa Tengah sejak tahun 2013 sudah mengelola 5 madrasah inklusif, hasil kerjasama dengan berbagai pihak. Sedangkan kerjasama dengan Unicef telah berlangsung sejak tahun 2015.

"LP Maarif NU Jawa Tengah selanjutnya menginisiasi terbentuknya Pokja (kelompok kerja)  Inklusif di Kabupaten Semarang dan Kebumen serta bermitra dengan Pokja Kabupaten Banyumas yang baru saja terbentuk," pungkasnya. (Wasdiun/Aryudi AR).

Tags:
Bagikan:
Selasa 26 Maret 2019 23:0 WIB
Bersih-bersih Masjid, Merajut Ukhuwah Islamiyah untuk Wathaniyah
Bersih-bersih Masjid, Merajut Ukhuwah Islamiyah untuk Wathaniyah
Kegiatan BBM di Indramayu, Jaa Barat.
Indramayu, NU Online
Sejumlah masjid di Indramayu, Jawa Barat, seperti Masjid Jamie Al-Hikmah Desa Bangkaloa Ilir Kecamatan Widasari, Masjid Jamie Baiturrahman Desa Losarang Kecamatan Losarang, dan masjid Jamie Al-Barkah Desa Lanjan Kecamatan Lohbener oleh Tim Khusus Bersih-bersih Masjid disulap mengkilap laiknya mall megah hanya dalam waktu 3 hari, yakni 16, 17 dan 18 Maret 2019.

Para DKM dan tokoh masyarakat beserta pengurus Lembaga Takmir Masjid (LTM) Nahdlatul Ulama Indramayu turut menyaksikan bagaimana tim khusus bersih-bersih ini diterjunkan langsung oleh LTM Pusat bekerjasama dengan LTM NU Jawa Barat dalam program Bersih-bersih Masjid.
 
Sejatinya, program ini merupakan pengejawantahan dari lokakarya para kader dai di Karawang tempo hari. Berkat komunikasi yang apik dan respons cepat oleh para kader dai yang terlibat dalam pengkaderan tersebut, mereka terjun langnsung ke lapangan untuk mendata masjid mana yang patut untuk diberikan prioritas. 

Respons positif dari landingnya program ini dinyatakan para DKM setempat. Mereka sangat berterimakasih program ini sangat berarti bagi kami dalam menghidupkan masjid di tengah isu teroris yang saat ini sedang viral. Semoga masjid ini menjadi masjid percontohan dari LTM NU dalam menangkal aksi teroris bersama jama’ah dan masyarakat sekitar. Tentu, program lain sangat dinantikan seperti kajian-kajian Islam yang bersifat praktis dan akidah ahlus sunnah wal jama’ah yang sesuai dengan semangat merawat kebangsaan dan kebhinekaan.

M Jalal, sebagai koordinator menyambut baik dan siap menampung aspirasi dari DKM dan tokoh masyarakat dalam menjaga masjid dari tindak radikalisme yang mengancam keutuhan NKRI. Semoga dengan program ini, warga masjid terbangun jiwa gotong royong, semangat persaudaraan dan sehingga terhindar dari perilaku-perilaku yang radikal, yang salah satu cirinya mereka emoh bermasyarakat, eksklusif bahkan apatis terhadap keutuhan NKRI.

Sebagai nara hubung LTM Pusat dan LTM Wilayah, Suhendi menegaskan bahwa program ini adalah gerakan murni dakwah Islamiyah.

"Meskipun saat ini masa-masa politik, kami pastikan tidak ada atribut apa pun yang bersifat kampanye. Kami siap mengawal apapun bentuknya untuk menghidupkan syiar Islam. Sebab, kami perihatin yang mendalam melihat fenomena dakwah Islam yang justru jauh dari nilai-nilai substansi da’wah itu sendiri," kata Suhendi.

Suhendi juga berharap, semoga ke depan, program LTM ini tidak hanya menerjunkan tim bersih-bersih masjid lebih dari itu masjid-masjid memerlukan standar manajemen masjid yang berbasis pada pengembangan agar masjid memiliki fungsi sosial yang konkret dan berkelanjutan. (Dede Wahyudin/Kendi Setiawan)

Selasa 26 Maret 2019 22:30 WIB
Ketua PCNU Kota Medan 2019-2024 Terpilih Aklamasi
Ketua PCNU Kota Medan 2019-2024 Terpilih Aklamasi
Medan, NU Online
Konferensi Cabang ke-18 Kota Medan, Sumatera Utara telah dilangsungkan di Kantor PWNU Sumut Jalan Sei Batang Hari Medan, Ahad (24/3) dengan aman dan lancar. Pada Konfercab ini terpilih secara aklamasi Burhanuddin sebagai Ketua PCNU Medan untuk masa khidmat 2019-2024.

H Abrar M Dawud sebagai pimpinan Sidang Pleno dan juga Katib Suriyah PWNU Sumut mengatakan, bahwa Konfercab telah dijalankan sesuai tahapan-tahapan dan mekanisme yang berlaku dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU.

"Jadi terpilihnya saudara Burhanuddin sebagai Ketua Tanfidziyah dan KH Ali Syahbana Dalimunthe sebagai Rais Syuriyah PCNU Medan telah sesuai dengan AD/ART yang ada," ucapnya.

Pada awalnya Konfercab akan dimulai pukul 17.00 WIB hingga akhirnya dilaksanakan pukul 19.30 WIB. Itu pun kepada peserta MWC masih diberi peluang untuk melengkapi persyaratan sebagai peserta dalam menentukan Rais dan Ketua PCNU Kota Medan. Apalagi PWNU Sumut telah berkoordinasi dengan PBNU di Jakarta agar Konfercab dilaksanakan sesuai dengan tahapan dan AD/ART sehingga tidak ada yang kita kesampingkan, dimulai dari persyaratan sebagai peserta, persyaratan calon dan proses tahapan yang dilalui semua sudah dipenuhi dengan baik, sambungnya.

Ketua Panitia H Misran Sihaloho menjelaskan bahwa semua peserta Konfercab terdiri dari 11 MWCNU se-Kota Medan. Terdapat dua MWC tidak lengkap administrasi persyaratan yakni MWC NU Kecamatan Medan Denai dan MWC NU Kecamatan Medan Tembung, kemudian dua MWC NU walk out meninggalkan arena konfercab yakni MWC NU Kecamatan Medan Petisah dan Medan Amplas dan satu MWC NU Kecamatan Medan Johor gugur karena tidak ada kesepakatan dalam pengurusan sehingga Konfercab terus dilanjutkan sesuai dengan peraturan yang ada, ucapnya. 

Dengan adanya MWCNU yang tidak lengkap administrasi, walk out dan ada yang gugur sehingga enam MWC NU Kecamatan Medan Baru, Medan Deli, Medan Belawan, Medan Selayang, Marelan dan Medan Labuhan sepakat mendukung dan memilih Burhanuddin SE secara aklamasi sehingga Burhanuddin sah sebagai Ketua PCNU Kota Medan.

Sekretaris Caretaker PCNU Medan H Khairuddin Hutasuhut menambahkan, dengan terpilihnya Ketua PCNU Kota Medan, PBNU dan PWNU Sumut berharap agar PCNU Medan bangkit kembali dengan membenahi ketertinggalan yang ada, dimulai dari pembenahan struktur organisasi MWC dan mengaktifkan kegiatan-kegiatan PCNU. MWCNU kecamatan se Kota Medan periode sebelum Ketua PCNU Medan Ahmad Firdausi Hutasuhut sudah ada 20 MWC NU, namun pada masa Ahmad Firdausi Hutasuhut tinggal 11 MWC NU.

"Jadi kita berharap kepada ketua terpilih Burhanuddin SE agar segera melakukan konsolidasi organisasi agar MWC NU terpenuhi di seluruh Kecamatan di Kota Medan," ungkapnya.

Sementara itu Ketua Caretaker PCNU Kota Medan H Adlin Damanik mengatakan, Peserta Konfercab PC NU Kota Medan terdiri dari 11 MWC, namun dalam perjalannya, karena mungkin 6 MWC NU mendukung saudara Burhanuddin lebih banyak sehingga 5 MWC yang lain meninggalkan arena konfercab sehingga konfercab tetap dilaksanakan dan terpilihlah Burhanuddin sebagai Ketua PC NU Kota Medan, ucapnya.

Dengan kepemimpinan NU yang baru diharapkan kepada pengurus NU Kota Medan agar kompak, dengan melaksanakan berbagai kegiatan yang positif dengan melibatkan kader dan sayap-sayap NU seperti GP Ansor, Fatayat, Muslimat NU, Banser, PPNU dan lainnya sehingga NU nantinya dapat maju dan berkembang, ucapnya.

PCNU Kota Medan adalah jumlah kadernya yang terbanyak dari PC NU lainnya sehingga PC NU Kota Medan menjadi barometer perubahan bagi NU sendiri sebagai ibukota Provinsi Sumatera Utara sehingga lebih maju dan PC NU lainnya. Kota Medan terdiri dari 21 Kecamatan sehingga diharapkan Ketua PC NU Medan dapat mengembangkan NU Medan hingga ada di 21 Kecamatan se-Kota Medan. (Zulkarnain/Kendi Setiawan)



Selasa 26 Maret 2019 21:30 WIB
Di Bumiayu, Kiai Basith Jelaskan Salah Kaprah Makna Hijrah
Di Bumiayu, Kiai Basith Jelaskan Salah Kaprah Makna Hijrah
Cafe Milenial di KIC Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah.

Jakarta, NU Online

Saat ini banyak sekali wacana tentang hijrah. Sayangnya, tidak sedikit yang salah dalam mengartikan kata hijrah. Ketua 2 LDNU Jawa Tengah, Kiai Abdul Basith dari Semarang, Jawa Tengah, menjelaskan hijrah pada dasarnya adalah saat Rasulullah pindah dari Makkah ke Madinah.

Kemudian mengalami pelebaran makna dengan berpindah dari sesuatu yang belum baik atau kurang baik menjadi lebih baik. Hijrah dalam hal budaya dikenal dengan tradisi menjaga dan melestarikan sesuatu yang baik dan mengambil sesuatu yang lebih baik.

"Jadi hijrah dalam hal budaya adalah mengambil budaya yang baik dan tidak harus budaya yang serba datangnya dari Arab," tegas Kiai Abdul Basith pada gelaran Cafe Aswaja Milenial yang diadakan Majelis Taklim Kanzul Ilmi Center di Jalan Raya Talok, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah pekan lalu.

Dalam ajaran Islam, kata Kiai Basith, akhlakul karimah merupakan ajaran yang harus dikedepankan. Seperti akhlak seorang murid kepada guru, dan guru kepada murid. Atau akhlak anak kepada orang tua. Semua tuntas dibahas di dalam Islam.

"Namun banyak orang mengikuti hijrah justru berbuat salah kaprah. Sekarang ini banyak anak yang justru mengatur orang tua, murid mengatur gurunya," lanjutnya.

Kiai Basith menyebutkan contoh, ada seorang murid yang memprotes gurunya dengan berkata, "Harusnya Bapak dalam mengajar saya harus dengan metodologi yang bagus, jadi saya mudah memahami pelajaran."

Ada juga seorang anak yang memprotes ibunya dengan, "Harusnya Ibu memberi saya uang jajan yang cukup agar saya dapat membeli berbagai macam kebutuhan saya."

Sering kali, kata Kiai Basith, kalimat seperti itu keluar dari mulut seorang murid kepada gurunya atau seorang anak kepada orang tuanya. Ini merupakan hal yang tidak benar dan karenanya masyarakat harus bisa hijrah. Pindah dari hal yang tidak baik menjadi lebih baik.

Keteladanan Masyayikh

Kiai Basith lalu menceritakan kekagumannya kepada kepada masyayikh saat dirinya belajar di Al-Azhar, Kairo, Mesir dan mengalami kesulitan uang. Di tahun 1990-an, di mana masyarakat Indonesia mengalami krisis ekonomi, banyak anak-anak Indonesia yang sekolah di Mesir, menjadi bingung bagaimana meneruskan pendidikan mereka.

"Maka apa yang dilakukan oleh masyayikh di Al-Azhar? Mereka menyampaikan bahwa, kamu jangan pulang, jangan takut, jangan khawatir. Kalau ada masalah finansial maka pintu kantorku terbuka sebelum pintu rumahku. Insyaallah dibantu, untuk keperluan diktat ataupun untuk makan," kisahnya.

Hal ini seperti yang berlaku di pesantren, saat kiai memberikan makan gratis dan sekolah tanpa biaya kepada para santrinya. Lalu para santri pun, setelah pulang sekolah membantu kiai. Hal itu sangat memberi arti yang mendalam kepada para santri. Adab murid kepada guru pun terjaga dengan baik.

Hal tersebut berbeda dengan yang terjadi di media sosial. Karena merasa sudah pintar, banyak pengguna medsos memberikan komentar tanpa adab, tanpa sopan santun.

"Seperti di medsos, orang yang tidak pernah belajar agama berani menghina kiai yang belajar agama dari kecil hingga tua. Makanya kita semua harus selektif, jangan mudah percaya. Tanya pada orang yang kompeten jika tidak tahu," pungkasnya. (Kendi Setiawan)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG