::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kiai Marzuki Mustamar Ingatkan Godaan Akhir Zaman

Kamis, 28 Maret 2019 13:30 Daerah

Bagikan

Kiai Marzuki Mustamar Ingatkan Godaan Akhir Zaman
Kegiatan Harlah di MWCNU Sungai Kakap, Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Kubu Raya, NU Online
Akhir-akhir ini banyak kalangan yang berusaha membuat kegaduhan dengan mempertajam perbedaan. Yang harus dilakukan adalah tetap menjaga kebersamaan, menghindari fitnah, dan perilaku negatif yang lain.

Amanah tersebut disampaikan KH Marzuki Mustamar pada kegiatan hari lahir Nahdlatul Ulama ke-96 yang diisi tabligh akbar dan istighatsah kubra. Kegiatan dipusatkan di halaman MIS Miftahul Ulum, Sungai Bemban, Desa Punggur Kecil, Sungai Kakap, Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu (27/3).

“Jangan pernah sekali-kali ingin keluar dan coba-coba lepas dari Nahdlatul Ulama,” kata kiai yang juga Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur tersebut.

Kiai Marzuki menjelaskan betapa mirisnya hidup di zaman akhir. “Hingga kini banyak umat selalu dipecah belah dengan berbagai golongan,” ungkapnya. 

Menurut dosen di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut, hingga kini banyak kalangan ingin menghancurkan umat sesama Muslim dengan mempertajam perbedaan. “Mereka saling menghina  dan memfitnah, serta menyatakan bahwa NU tidak lagi Ahlussunnah wal Jamaah,” jelasnya. 

Akibat dari ulah sejumlah kalangan tersebut banyak yang justru mengafirkan. “Bahkan tidak sedikit yang membeturkan ulama dengan habaib agar umat pecah serta bingung ke mana mencari ketenangan,” kata pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang tersebut. 

KH Abdussalam selaku Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kubu Raya bangga dengan acara ini. Diharapkan pada acara yang juga diisi pelantikan kepengurusan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sungai Kakap tersebut sebagai angin segar lantaran lama vakum

“Dan semoga dengan adanya jamiyah Nahdlatul Ulama ini akan lebih adem menghadapi suhu panas politik,” ungkapnya. 

Dirinya juga berharap dengan dilantiknya pengurus MWCNU akan diikuti daerah lain secara berjenjang hingga se-Kubu Raya. “Sealigus mengharap berkah dari para wali Allah serta pendiri Nahdlatul Ulama yang berlatarbelakang pondok pesantren, kita dapat jaminan sebagai kalangan yang selamat,” tegasnya.

Acara diawali istighatsah kubra, dan dilanjut prosesi sakral yakni pelantikan MWCNU Sungai Kakap masa khidmat 2019 - 2023. Kegiatan dipandu Sekretaris PCNU Kubu Raya, Kiai Hasan Subhi, dan dilanjutkan KHAbdussalam untuk memasrahkan kepada KH Marzuki Mustamar untuk membaitat pengurus.

Hadir pada kegiatan ini Ahmad Faruki selaku Ketua PCNU Kota Pontianak,KH Zainuddin Asy'ari dari Pengurus Wilayah Rabithah Ma'ahid Islamiah NU Kalimantan Barat. Tampak pula M Nurdin selaku Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Kalimantan Barat, MWC NU se-Kubu Raya, badan otonom NU se-Kecamatan Sungai Kakap, PC IPNU - IPPNU Kubu Raya, Polsek Kakap, pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum dan Pondok Pesantren Hidayatul Muhsinin. (Ulil Abshor/Ibnu Nawawi)