Hati-Hati Pilih Panutan di Tengah Maraknya Ustadz Baru

Hati-Hati Pilih Panutan di Tengah Maraknya Ustadz Baru
Ilustrasi (Ist.)
Ilustrasi (Ist.)
Malang, NU Online
Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kecamatan Kepanjen, Malang, Jawa Timur, KH Zainul Arifin mengaku prihatin atas kondisi umat Islam sekarang ini. Pasalnya, ia menilai pada masa sekarang masyarakat sering salah dalam memilih panutan dalam beragama.

Hal itu dikarenakan banyaknya ustadz-ustadz baru bermunculan dan memiliki semangat beragama yang tinggi namun tidak dibarengi dengan pemahaman agama yang luas dan mendalam.

Hal ini disampaikan Kiai Zainul Arifin dalam acara Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad 1440 Hijriyah yang dilaksanakan di Masjid Besar Baiturrahman, Kepanjen Malang, Ahad (31/3).

“Saya prihatin dengan kondisi umat Islam sekarang. Karena sekarang ini sedikit-sedikit sudah bisa dianggap ulama," katanya di hadapan sekitar 3000 masyarakat kepanjen yang hadir.

Oleh karena itu ia mengajak seluruh masyarakat kepanjen untuk senantiasa meningkatkan, meneguhkan, dan mempertahankan tradisi dzikir dan tradisi keilmuan ulama Ahlussunnah wal Jama'ah di Nusantara yang telah berlangsung sejak sangat lama adanya.

“Marilah kita kembali kepada konsep Ulul Albab dalam Al-Qur’an. Siapakah Ulul Albab itu dalam Al-Qur’an? Alladzina yadzkuruna Allaha Qiyaman wa Qu’udan wa ala junubihim. Wayatafakkaruna fi khalqissamawati wal ardl. Rabbana ma khalaqta hadza batilan," lanjutnya.

Menurut Kiai Zainul berdasarkan ayat tersebut, Ulul Albab adalah orang-orang yang senantiasa berdzikir dan berfikir.

"Lha orang sekarang ini diajak dzikir malah ndak mau,” katanya.

Dengan kondisi ini ia meminta kepada masyarakat untuk senantiasa memperbanyak kegiatan dzikir bersama sebagaimana tradisi Nahdlatul Ulama.

“Kalau pinter saja, tak diimbangi oleh dzikir akan sulit diajak kepada kebenaran," pungkasnya. (R Ahmad Nur Kholis/Muhammad Faizin)
BNI Mobile