IMG-LOGO
Nasional

Jenazah KH Saiful Masjkur Pejuang Gerilya Dimakamkan di Singosari Malang

Rabu 3 April 2019 9:34 WIB
Bagikan:
Jenazah KH Saiful Masjkur Pejuang Gerilya Dimakamkan di Singosari Malang
KH Saiful Masjkur (kiri)
Jakarta, NU Online
Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un. KH Saiful Islam bin Masjkur meninggal dunia dini hari tadi, Rabu (3/3) pukul 01.00 WIB. Jenazah pejuang gerilya 1948-1949 dan pendiri Yayasan Unisma Malang ini disemayamkaan di kediamannya Jl Imam Bonjol Menteng Jakarta Pusat dan akan dikebumikan di Pemakaman Keluarga di Pondok Pesantren Bungkuk Singosari, Malang.

Info yang diterima NU Online, sejak pukul 07.00 WIB tadi jenazah sudah dimandikan. Diperkirakan jenazah diberangkatkan dari rumah duka di Jakarta pada pukul 10.00 menuju Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, dan akan mendarat di Bandara Abdurrahman Saleh Malang pada pukul 14.00 dan langsung dibawa dengan ambulan ke Bungkuk untuk dishalatkan. 

Pada umur 10 tahun, Saiful kecil ikut bergerilnya bersama ayahnya Kiai Masjkur dari Ibu Kota melintas Yogyakarta - Solo - Termas Pacitan - Trenggalek - Ponorogo, menghindari kejaran pasukam Belanda. Mereka bertaktik bersama Panglima Besar Jenderal Sudirman.

Ketika itu Belanda melakukan agresi militer kedua, 1948-1949. Presiden Soekarno dan beberapa pejabat penting ditangkap. Keberadaan Kiai Masjkur yang bertahan sebagai anggota kabinet dan selamat dari tentara Belanda ini penting dalam Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) untuk memberikan semangat kepada para pejuang yang masih tersisa sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa pemerintahan RI masih ada. (Abdurrahim/Anam)

Tags:
Bagikan:
Rabu 3 April 2019 23:59 WIB
Ratusan Guru Al-Quran Ikuti Pelatihan Tahfidz bersama JQH NU Depok
Ratusan Guru Al-Quran Ikuti Pelatihan Tahfidz bersama JQH NU Depok
Suasana pelatihan Tahfidz Al-Quran oleh JQH NU Depok
Depok, NU Online
Ratusan guru Al-Quran mengikuti Pelatihan Tahfidz Al-Quran Bersanad Metode ILHAMQU (Jarimatika), Rabu (3/4). Acara yang digelar di Aula lantai 2 Gedung PCNU Kota Depok, Jl Kalimulya, Cilodong, Depok, Jawa Barat ini diinisiasi pengurus Jam’iyyatul Qurro' Wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQH NU) Kota Depok. 

Ketua JQH NU Kota Depok Imam Nafi' Junaidi di sela acara mengatakan, para guru Al-Quran tersebut mengajar Tahfidz (menghafal-red) di sejumlah TK, TPQ, Madrasah, dan Pesantren se-Jabodetabek. Menurut dia, dari kegiatan tersebut diharapkan para peserta mengenal metode tahfidz di NU yang bersanad atau memiliki legalitas yang tersambung hingga Rasulullah SAW.

“Tentunya, agar mereka tak salah memiliki guru yang tidak bersanad. Karena, dikhawatirkan banyak anak didik yang memiliki semangat tinggi dalam menghafal Al-Quran, tetapi sanad tahfidznya terputus. Jika demikian, akan kering dari pemahaman agama,” ujar Imam Nafi'. 

Dengan metode tahfidz bersanad, lanjut dia, diharapkan mendapat berkah dan petunjuk. “Jangan sampai muncul generasi seperti Abdurrahman bin Muljam, penghafal Al-Quran 30 juz, gemar puasa di siang hari dan tahajud di malam hari, tetapi memiliki pemahaman yang salah sekaligus menyimpang,” tandasnya.

Pria asal Pati ini menambahkan, dalam kesempatan tersebut yang didaulat sebagai narasumber adalah Wakil Rais Majelis llmi PP JQH NU KH Luqman Hakim. Untuk total peserta, setidaknya 211 guru tahfidz terdaftar sebagai peserta pelatihan.

Senada dengan Nafi', Rais Majelis Ilmi JQH NU Kota Depok KH Jazim Hamidi mengaku sangat bersyukur atas antusiasme peserta. “Tertulis di daftar presensi peserta ada 211 nama. Setelah dicek lagi ternyata ada 250 orang termasuk yang datang belakangan. Ini tentu menggembirakan sekaligus di luar dugaan,” ujar Kiai Jazim.

Di tempat yang sama, Ketua PCNU Kota Depok Achmad Solechan berharap agar para pencinta, penghafal, dan pengajar Al-Qur'an berguru kepada kiai yang bersambung sanadnya hingga Rasulullah sebagai penerima wahyu Al-Quran. “Dengan demikian, kita akan dapat berkah dan petunjuk dari Al-Quran,” ujarnya.

Menurut dia, di era milenial ini semua bidang ilmu dengan mudah didapat melalui kecanggihan teknologi seperti google dan media sosial. Banyak kalangan yang belajar tanpa guru. Mereka merasa cukup mengandalkan teknologi informasi. Padahal dalam mempelajari Al-Quran sekaligus menghafalkannya perlu sanad yang tersambung kepada Rasulullah.

“Mengutip pernyataan Imam Abdulah bin Mubarok. Sanad itu dari agama. Seandainya tanpa sanad maka orang berkata sesukanya. Sama halnya dengan tahfidz, juga diperlukan sanad,” terang Alek, sapaan akrabnya.

Menurut dia, para guru tahfidz cukup antusias saat mengikuti materi pelatihan. Pasalnya, tidak hanya teori yang mereka terima. Namun, peserta juga langsung mempraktikkannya menggunakan jari. “Nanti ada pelatihan edisi kedua. Insya Allah di kediaman Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri,” pungkas Alek. (Aan Humaidi/Musthofa Asrori)

Rabu 3 April 2019 22:30 WIB
DPR dan Kadin Apresiasi Kebijakan Kementan soal Ketentuan Harga Gabah
DPR dan Kadin Apresiasi Kebijakan Kementan soal Ketentuan Harga Gabah
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (berkemeja putih)
Jakarta, NU Online
Kementerian Pertanian (Kementan) meminta Badan Urusan Logistik (Bulog), termasuk semua pihak yang terlibat di sektor pertanian agar melakukan penyerapan gabah hasil panen raya di sejumlah daerah. Langkah ini perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga di pasaran.

"Kita harapkan Bulog segera melakukan penyerapan gabah petani secara masif. Kemudian pembelian harga gabah petani juga tidak boleh di bawah Rp4.070 per kilogram, pokoknya harus sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Rabu (3/4).

Mengenai hal ini, Anggota DPR dari Komisi IV, Endang Srikarti Handayani mendukung imbauan Kementerian Pertanian sekaligus arahan Presiden tersebut. Kata Endang, upaya ini sudah tepat sasaran karena mampu mengurangi potensi kerugian akibat merosotnya harga gabah kering.

"Kalau sudah ada ajakan untuk menyerap gabah hasil panen milik petani, itu kan bentuk komitmen kepedulian pemerintah untuk menstabilkan lagi harga. Upaya ini harus kita dukung," katanya.

Menurut Endang, Kementan dibawah pimpinan Andi Amran Sulaiman berhasil menjalin relasi yang sangat baik dengan para petani di seluruh Indonesia. Karenanya, Amran tidak mungkin mengabaikan nasib dan kesejahteraan petani.

"Pemerintah sudah serius dan fokus ke kesejahteraan petani. Apalagi kondisi sekarang sudah kelihatan ada permintaan Amran Sulaiman supaya dilakukan penyerapan gabah besar-besaran," ucap Endang.

Adapun saat ditanya soal turunya harga gabah, Endang mengatakan bahwa kondisi ini sebaiknya dilihat secara obyektif. Misalnya, kata dia, tingkat produksi yang tinggi bisa menjadi indikator sejauh mana kesejahteraan petani berdasarkan nilai tukarnya.

Disisi lain, pencapaian pemerintah dalam meningkatkan produksi berdampak pada naiknya skala ekspor. Kenaikan ini rupanya menuai banyak pujian dari sejumlah pihak. Salah satunya datang dari Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesian, Rosan P Roeslandi.

Rosan mengapresiasi capaian ekspor komoditas pertanian Indonesia sesuai data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS). Adapun data yang disebut Rosan mencatat adanya skala ekspor komoditas perdagangan pertanian pada April ini yang mencapai 6,11 persen (month on month) dan 7,38 persen (year on year).

Menurut dia, capaian tersebut menandakan bukti keseriusan Mentan Amran Sulaiman untuk mengoptimalkan potensi alam Indonesia selama empat tahun terakhir.

"Harus diapresiasi perhatian Mentan Amran Sulaiman tehadap kemampuan sumber daya alam kita. Beliau serius mengelolanya untuk ekonomi bangsa," ujarnya.

Rosan menilai, meroketnya angka ekspor komoditas pertanian di era Amran juga tak lepas dari kepedulian dan keinginannya bersinergi dengan kalangan pengusaha.

"Amran Sulaiman ingin soal ekspor pertanian tidak dipersulit. Ingin cepat serta efisien. Makanya banyak aturan dan peraturan yang dirubah menjadi lebih efisien," katanya.

Seperti diketahui bersama, Kementan dibawah pimpinan Amran Sulaiman telah mempermudah aturan izin berinvestasi. Hasilnya, peningkatan nilai ekspor berdasarkan data yang dirilis BPS menunjukan keberhasilan pemerintah Jokowi dalam membangun sektor pertanian yang berkualitas.

Akhir Maret lalu misalnya, Kementerian Pertanian (Kementan) melepas ekspor 12 ton beras ke Papua Nugini. Ekspor beras tersebut merupakan hasil produksi pertanian dari Merauke, Papua. Sedangkan di Samarinda, Kalimantan Timur, ekspor olahan kayu juga dilepas oleh dengan negara tujuan India, Cina dan Myanmar.

Sementara dari Medan, Sumatera Utara. Kementan mampu meningkatkan ekspor minyak kelapa sawit ke Brazil, Yordania dan beberapa negara di Asia maupun Afrika. Begitu juga di Pangandaran, Jawa Barat, Kementan berhasil mengekspor komoditas kelapa kelapa ke Australia sebanyak 15 ton. (Red: Kendi Setiawan)
Rabu 3 April 2019 20:15 WIB
Menaker Ingin Reformasi Ekosistem Ketenagakerjaan
Menaker Ingin Reformasi Ekosistem Ketenagakerjaan
Kepulauan Riau, NU Online
Menteri Ketenagakerjaan ( Menaker) M Hanif Dhakiri mengatakan, salah satu problem utama dalam dunia ketenagakerjaan yakni ekosistem ketenagakerjaan yang kaku dan rigid.

Karena itu diperlukan transformasi reformasi ketenagakerjaan di masa depan dari sebuah ekosistem ketenagakerjaan yang kaku dan rigid itu menjadi ekosistem yang fleksibel

"Ekosistem fleksibel sangat diperlukan karena dunia industri sudah semakin fleksibel, " kata Hanif Dhakiri saat acara dialog interaktif Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) Apindo ke-29, di Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (2/4).

Untuk itu, Menteri Hanif Dhakiri meminta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan kalangan serikat kerja memberikan berbagai masukan guna memastikan agar ekosistem ketenagakerjaan lebih fleksibel.

Lebih lanjut, Hanif Dhakiri menjelaskan kakunya ekosistem ketenagakerjaan akhirnya membuat pertumbuhan investasi tidak sesuai harapan. Sebab, investasi yang selama ini datang cenderung padat modal, padahal Indonesia butuh investasi padat karya yang banyak menyerap tenaga kerja dan pengangguran

Karenanya, Hanif Dhakiri meyakini bila ekosistem ketenagakerjaan diperbaiki dan direformasi, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh lebih tinggi dari sekarang, yakni lima persen.

"Empat dari 10 hambatan investasi di Indonesia bidang ketenagakerjaan, semuanya masuk dalam ranah ekosistem ketenagakerjaan. Jadi kalau reformasi ketenagakerjaan kami lakukan, pertumbuhan ekonominya akan lebih besar lagi, " ujarnya.

Jaga Keseimbangan

Sementara itu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang hadir dalam Rakerkonas tersebut meminta Apindo untuk menjaga keseimbangan hubungan antara pekerja dan pengusaha.

Hal itu diperlukan mengingat keseimbangan hubungan tersebut merupakan kunci untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. "Apindo harus menjaga keseimbangan antara pekerja, pengusaha dan pemerintah, karena pemerintah berkepentingan dalam urusan pajak," kata Wapres JK dalam sambutan pembukaan acara tersebut.

Lebih jauh Wapres JK menjelaskan bahwa hubungan antara pekerja dan pengusaha merupakan simbiosis mutualisme, sehingga kedua belah pihak harus dapat saling memajukan satu sama lain.

"Kepentingan pengusaha dan kepentingan pekerja itu sama adalah memajukan usaha, memajukan ekonomi, sehingga pengusaha dan juga pekerja dapat maju bersama," kata JK.

Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani yang turut hadir di acara itu mengatakan, Rakornas Apindo merupakan pertemuan tahunan untuk mencermati dan menyikapi perkembangan dunia usaha. Terlebih masalah ketenagakerjaan serta hubungan industrial dan perkembangan investasi.

"Dengan Rakerkonas ini para pelaku usaha diharapkan mampu bersinergi dengan pemerintah untuk meningkatkan kinerja perekonomian di masing-masing daerahnya yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing nasional," jelasnya.

Sebagai informasi, Rakornas bertemakan Meningkatkan Daya Saing melalui Reformasi Ketenagakerjaan dan Output Produksi Nasional. Selain Menaker dan Wapres JK, acara tersebut juga dihadiri oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Soemarno, Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Gubernur Kepri Nurdin Basirun Ketum Apindo Hariyadi B Sukamdani dan Ketua Apindo Kepulauan Riau, Cahya. (Red: Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG