IMG-LOGO
Daerah

Pengurus Fatayat NU se-Tangsel Resmi Dilantik

Jumat 5 April 2019 22:0 WIB
Bagikan:
Pengurus Fatayat NU se-Tangsel Resmi Dilantik
Suasana Pelantikan Pengurus Fatayat NU se-Tangsel
Tangsel, NU Online
Pengurus Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Tangerang Selatan dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se-Kota Tangerang Selatan masa khidmat 2019-2024 resmi dilantik, Jumat (5/4) sore. Pelantikan sekaligus Rapat Kerja tersebut digelar di Wisma I Universitas Terbuka Pondok Cabe Udik, Pamulang, Tangsel.

Dalam sambutannya, Ketua PC Fatayat NU Kota Tangsel Nurul Mudrika menyampaikan harapan kepada seluruh pengurus agar mampu bersinergi dan mewarnai Kota Tangsel dengan warna yang cantik sekaligus berani dalam bertindak.

“Saya juga berharap agar ke depannya Fatayat NU Kota Tangerang Selatan lebih maju lagi,” kata Nurul Mudrika disambut tepuk tangan hadirin.

Menurut Rika, sapaan akrabnya, pelantikan tersebut diikuti seluruh PAC Fatayat NU dari tujuh kecamatan yang ada di Tangsel. “Ketujuh PAC yang dilantik yaitu dari Kecamatan Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Setu, Serpong, dan Serpong Utara,” paparnya.

Pelantikan sekaligus Rapat Kerja tersebut dijadwalkan, lanjut dia, dijadwalkan dua hari, Jumat-Sabtu, 5-6 April 2019. Secara khusus, pihaknya berterima kasih kepada UT yang telah memfasilitasi tempat penyelenggaraan acara. "Juga kepada Danone selaku sponsorship di acara ini," ujar Rika. 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PW Fatayat NU Provinsi Banten Miftahul Jannah mengungkapkan, dengan dilantik dan dikukuhkannya seluruh pengurus maka itu menjadi harapan baru bagi Kota Tangsel. Sebagai badan otonom NU, Fatayat memiliki dua mandat yang harus dilaksanakan. Pertama, tugas kaderisasi agar fatayat NU terus menumbuhkan kader-kader baru terutama di wilayah Tangsel. 

“Kedua, terkait program. Kota Tangerang Selatan adalah kota yang sudah cukup maju. Kota ini kecil tapi maju. Jadi, para pengurus tidak perlu mencari-cari program yang sifatnya mampu menunjang organisasi hingga ke Jakarta,” paparnya.

Di akhir pidato, Miftah menyampaikan bahwa tugas dari kader-kader Fatayat NU ini adalah menjaga anak-anak bangsa menjadi anak yang mandiri, yang solih dan mampu mengabdi kepada bangsa dan negara.

Hadir dalam pelantikan tersebut, perwakilan Polres Tangsel Iptu Oslan Gultom, Dekan FE UT Ali Muktianto, Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama UT Listyodono Bawono, Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Umum UT Muzammil. Mewakili Walikota Tangsel, hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Hj Khairati. (Nuri Farikhatin/Musthofa Asrori)

Bagikan:
Jumat 5 April 2019 23:0 WIB
Klinik Pratama MWCNU Jombang Siap Terima Pasien
Klinik Pratama MWCNU Jombang Siap Terima Pasien
Klinik Pratama MWCNU Jombang Kota siap terima pasien
Jombang, NU Online
Klinik Pratama yang berada di bawah naungan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Jombang Kota (Jomkot) siap menerima pasien. Kesiapan ini ditandai dengan telah disediakannya peralatan kesehatan yang memadai dan beberapa tenaga medis yang cukup andal.

Beberapa waktu lalu, tepatnya Selasa (2/4) juga sudah digelar grand opening dalam rangka menyosialisasikan kepada masyarakat luas terkait dibukanya Klinik Pratama secara resmi. Pada kesempatan itu dilangsungkan pula pengobatan gratis terhadap 100 warga setempat.

"Klinik Pratama MWCNU Jombang Kota sudah resmi dibuka dan siap menerima pasien," kata Kepala Klinik Pratama MWCNU Jombang Subagiyo kepada NU Online, Jumat (5/4).

Klinik Pratama MWCNU Jombang merupakan Klinik NU satu-satunya saat ini berdiri di Jombang yang dikelola langsung oleh warga NU sendiri. Meski begitu, pendirian Klinik tersebut nantinya diharapkan menjamur di sejumlah kecamatan dan dimotori oleh MWCNU.

Pasalnya, hal itu merupakan salah satu program Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat yang dimandatkan kepada MWCNU-MWCNU untuk direalisasikan, dan MWCNU Jombang Kota yang pertama melaksanakannya.

Pria yang juga Ketua LPBHNU Jombang ini memaparkan, jadwal pelayanan dimulai hari Senin hingga Sabtu dari pukul 08.00 sampai 20.00 WIB. Sejumlah petugas medis pada jadwal itu dipastikan siap melayani pasien.

Ada beberapa pelayanan yang disediakan Klinik, di antaranya UGD 12 jam, poli umum, poli gigi, pengobatan dasar, bedah minor sederhana, laboratorium sederhana, instalasi farmasi, dan nebul atau uap.

Dia memaparkan, Klinik Pratama tersebut sebagai wujud dari ikhtiar nahdliyin di Kota Santri untuk membantu masyarakat dalam hal pelayanan kesehatan. Ia bahkan menilai hal itu sebagai solusi warga NU khususnya saat hendak berobat atau memeriksakan kesehatannya.

Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, Klinik diresmikan oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuqi Mustamar pada Ahad, 25 November 2018 lalu. (Syamsul Arifin/Muiz)
Jumat 5 April 2019 22:30 WIB
Pastikan Kekuatan di Madura, NU Jatim Gelar Turba di Pamekasan
Pastikan Kekuatan di Madura, NU Jatim Gelar Turba di Pamekasan
Surabaya, NU Online
Setelah melakukan konsolidasi berupa turun ke bawah atau turba di sejumlah kota di Jawa Timur, kini Nahdlatul Ulama akan melaksanakan kegiatan serupa di Madura. Bertindak sebagai tuan rumah adalah Pondok Pesantren Miftahul Anwar, Klompek, Kadur, Pamekasan. 

“Besar harapan, kegiatan turba di Pamekasan ini bisa menjadi salah satu faktor penanda kekuatan NU di Jawa Timur, khususnya di Madura,” kata KH Abd A’la, Jumat (5/4).

Menurut Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini, kegiatan yang akan berlangsung Sabtu (6/4) siang tersebut dihadiri Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Madura. “Yaitu Bangkalan, Sampang, Masalembu, Kangean, Sumenep, serta Pamekasan sebagai tuan rumah,” jelasnya. 

Ketua PCNU Pamekasan, KH Taufik Hasyim menyampaikan konsolidasi dan turba juga dihadiri Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Madura dan Ranting NU se-Pamekasan. 

“Ditambah pengurus lembaga dan badan otonom termasuk Muslimat NU, Fatayat NU, Gerakan Pemuda Ansor, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Barisan Ansor Serba Guna, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama, Pagar Nusa, dan lainnya,” ujarnya.

Turba akan dihadiri para kiai pengasuh pesantren dan PWNU Jawa Timur. Mereka di antaranya KH Anwar Manshur (Rais PWNU Jatim/PP Lirboyo Kediri), KH Nawawi Abd Jalil (Mustasyar PWNU Jatim), KH Anwar Iskandar (Kediri), KH Jazuli Nur (Bangkalan), KH Mas Abd Adzim (Bangkalan), KH Marzuqi Mustamar (Ketua PWNU Jatim), dan masyayikh sepuh Jatim, serta pengasuh pesantren di Madura.

Informasi yang dihimpun media ini, pada kegiatan tersebut akan diawali pemberian ijazah kubra kitab Hirzul Jawsyan oleh KH Anwar Manshur. Acara dilanjut shalat Dhuhur berjamaah dan istighatsah. (Ibnu Nawawi)

Jumat 5 April 2019 21:0 WIB
Pengasuh Pesantren Besongo Semarang: Keadilan Gender Merupakan Visi Islam
Pengasuh Pesantren Besongo Semarang: Keadilan Gender Merupakan Visi Islam
Studi banding Pesantren Besongo ke Pesantren dan Ma'had Aly Kebon Jambu.
Semarang, NU Online
Pondok Pesantren Darul Falah, Besongo, Semarang, Jawa Tengah mengadakan ziarah dan studi banding ke Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy, Babakan, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat. Tujuannya, belajar tentang sejumlah hal kepada pesantren yang terbilang unik ini.

"Karena itu kami mengajak ke sini untuk belajar tentang kedisiplinan, kebersihan, ketertiban, dan kesenian yang ternyata lebih banyak," tutur KH Imam Taufiq, Jumat (5/4)

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Besongo ini juga mengemukakan tujuan kunjungan untuk mendapatkan inspirasi ilmu pengelolaan pesantren dan Ma'had Aly Kebon Jambu yang konsen pada keadilan gender. 

"Tapi, lebih dari itu yang ingin kami dapatkan adalah inspirasi ilmu tentang bagaimana pengelolaan dan visi pondok dan ma'had aly yang punya konsen di bidang keadilan gender,” ungkapnya.

Menurut KH Imam Taufiq, keadilan gender merupakan visi Islam. Visi Islam yang menyatukan peran laki-laki dan perempuan harus adil, sejajar, seimbang yang untuk diperjuangkan semua lapisan masyarakat.

KH Marzuki Wahid selaku Direktur Ma'had Aly Kebon Jambu berpendapat bahwa ulama perempuan itu bukan semata mereka yang berjenis kelamin perempuan. “Tapi ulama yang ahli dan memperjuangkan hak-hak perempuan,” katanya. 

Ulama perempuan juga ada yang berjenis kelamin laki-laki, dan harus ada yang laki-laki karena perempuan dan laki-laki diciptakan untuk saling melengkapi. “Kata Gus Mus (KH Mustofa Bisri, red), laki-laki dan perempuan itu memang berbeda, tapi bukan untuk dibeda-bedakan. Justru karena perbedaan itu dapat saling melengkapi dalam kesempurnaan,” jelasnya.

Sekarang sedang ramai Islam Indonesia tanpa feminis. Gender dan feminis sering dikaitkan dengan barat. Itu merupakan cara pandang yang merendahkan terhadap Islam. “Padahal Nabi Muhammad itu juga seorang feminis,” ungkap Direktur Ma'had Aly Kebon Jambu ini.

Menurutnya, umat Islam harus membangun kesadaran sehingga menemukan nur kesetaraan dan keadilan gender dari rahim Islam itu sendiri. “Bukan dari barat, timur, utara, maupun selatan," tandas Kiai Marzuki. (Naila Daris Salamah/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG