Halaqah di Kemayoran Bahas Peran NU Benteng Indonesia

Halaqah di Kemayoran Bahas Peran NU Benteng Indonesia
Jakarta, NU Online
Sedikitnya 150 peserta memadati ruang utama Masjid Fatahillah Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (6/4). Forum yang diadakan oleh MWCNU Kecamatan Kemayoran bekerjasama dengan Kapolsek Kemayoran dan seluruh badan otonom NU di Kecamatan Kemayoran untuk mengkaji dan berdiskusi tentang NU dengan narasumber KH Zulfa Mushtofa, katib Syuriyyah PBNU.

Selama kajian berlangsung, peserta halaqah tampak khusyuk menyimak penjelasan kiai yang alumni pesantren di Kajen Pati, Jawa Tengah ini. Pada kesempatan itu, Kiai Zulfa  secara khusus membahas peran Nahdlatul Ulama dalam menghadapi orang-orang yang tidak suka dengan NU.

Menurut Ketua Komisi Fatwa MUI DKI Jakarta itu, NU sudah berbuat banyak untuk Indonesia, secara khusus NU selalu menjadi garda terdepan dalam membela NKRI dan Pancasila. Sehingga, tak boleh satu pun organisasi apa pun mengubah ideologi negara Indonesia Pancasila.

"NU dengan ide Islam Nusantara adalah bukti nyata NU berbuat untuk Islam dan untuk Indonesia. Hal ini diwujudkan atas keprihatinan melihat orang di luar agama Islam berpandangan negatif kepada Islam, sehingga banyak yang mengganggap Islam itu agama penyebab konflik dan sarang teroris. Oleh karena itu, lahirlah ide Islam Nusantara untuk menyuguhkan agama Islam kepada dunia sebagai agama yang damai dan toleran," terang Kiai Zulfa.

"Hal ini menjadi berbeda dengan beberapa kelompok yang baru saja hadir di Indonesia dan  kerap teriak-teriak penegakan negara Islam, namun mereka belum berbuat apa-apa, dan konsepnya juga masih belum jelas," tambahnya.

Sementara itu, Ketua MWCNU Kecamatan Kemayoran, Ustadz Ahmad Muhajir menyampaikan tentang pentingnya mengadakan acara halaqah NU ini untuk mengenalkan NU kepada masyarakat umum lebih dekat lagi. Menurutnya, pengenalan NU lewat halaqah adalah cara jitu dan menjadi forum tabayun terhadap mereka yang selalu berfikiran negatif kepada NU akibat mengkonsumsi berita tentang NU melalui media sosial yang kurang benar.

"Maka sudah menjadi kewajiban kita sebagai pengurus NU untuk membekali anggotanya, seluruh badan otonom, dan warga NU di Kemayoran dengan pemahaman NU yang lebih jelas lagi," tegasnya.

Ketua Panitia Halaqah Aswaja Annahdliyah, Farhan Maksudi mengapresiasi materi yang disampaikan pemateri dan menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama MWCNU Kemayoran dengan Kapolsek Kemayoran.

"Materi yang disampaikan pembicara sangat mengena dan sangat jelas. Ini yang kami impikan. Panitia bersama badan otonom di naungan NU Kemayoran bekerjakeras membuat wadah halaqah ini untuk menjelasakan segala kabar hoaks yang menimpa NU sampai hari ini," tegasnya.

Ia menilai apa yang disampaikan Kiai Zulfa dapat menjadi bekal berharga bagi warga NU untuk membentengi diri dan organisasi dari mereka yang selalu berfikiran negatif tentang NU. (Fahmi Saifudin/Kendi Setiawan)

BNI Mobile