IMG-LOGO
Daerah

Peringati Harlah NU, NU Backpacker Batang Kibarkan Bendera NU di Puncak Gunung Prau

Rabu 10 April 2019 6:0 WIB
Bagikan:
Peringati Harlah NU, NU Backpacker Batang Kibarkan Bendera NU di Puncak Gunung Prau
Kegiatan NU Backpakher Batang Jateng
Batang, NU Online
Ratusan pemuda dan pemudi dari komunitas NU Backpacker Kabupaten Batang Jawa Tengah mengibarkan 96 bendera bertuliskan lambang Nahdlatul Ulama (NU) di Puncak Gunung Prau Wonosobo, Ahad (7/4).

Koordinator NU Backpacker Kabupaten Batang M Rosyid Arifuddin mengataakan, kegiatan ke Gunung Prau Wonosobo itu dilakukan dalam rangka memperingati harlah NU. "Kegiatan pengibaran 96 bendera NU ini termasuk bentuk cinta dan salah satu ikhtiar kami remaja-remaja NU, dalam mentasarufkan diri mengabdi kepada NU," ujarnya.

Rosyid juga bersyukur karena acara tersebut berlangsung sangat meriah dan lancar. "Alhamdulillah, kami juga memperoleh respons yang sangat baik dari para pendaki lain yang ada di puncak gunung prau" kata Rosyid.

Kegiatan yang juga bertujuan menumbuhkan nilai-nilai Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) khususnya dalam relasi dengan alam ini, juga diisi dengan orasi kebangsaan serta orasi ke NU-an. 

Koordinator Pusat NU Backpacker Naufa, dalam orasinya mengatakan, banyak orang yang setuju bahwa Negara Indonesia ini adalah surganya dunia. 

"Karena surganya dunia ini, banyak yang tertarik dengan Indonesia. Ratusan tahun bangsa kita ini dijajah, maka dengan kemerdekaan yang sudah diraih oleh para pahlawan-pahlawan, kita harus  menjaganya," Naufa menegaskan.

Mengenai alasan memperingati harlah NU dengan mengibarkan bendera NU di Puncak Gunung Prau, kepada NU Online Selasa (9/4) Rosyid mengatakan, tujuannya adalah memperingati harlah NU dengan cara yang berbeda.

"Karena temen-teman ini adalah pecinta alam, maka kita mengekpresikan peringatan harlah dengan mengibarkan bendera NU di alam bebas," kata Rosyid. (Iwan/Muiz)

Bagikan:
Rabu 10 April 2019 22:30 WIB
Ansor Sulteng: Pengkaderan adalah Roh Penyemangat Organisasi
Ansor Sulteng: Pengkaderan adalah Roh Penyemangat Organisasi
Palu, NU Online
Ketua Pengurus WilayahGP Ansor Sulteng, Alamsyah Paleng mengatakan pengkaderan bagi GP Ansor adalah roh dan pendorong semangat dari organisasi.

Hal tersebut disampaikannya kepada NU Online saat ditemui di Warkop Ansor, Jalan Lasoso, Kota Palu, Sulteng, Selasa (9/4).

Alamsyah menyebutkan pentingnya pengkaderan, GP Ansor Sulteng sering mengadakan PKD.

"Betapa tidak, pekan lalu dilaksanakan dua kali PKD di Kota Palu, dan pekan ini kembali dilaksanakan dua diklat yang sama di Lalundu, Kecamatan Rio Pakava, Donggala; dan di Kabupaten Buol, Sulteng di waktu yang bersamaan," paparnya.

"Masa boleh berganti, hiruk pikuk pilpres boleh terjadi. Namun komitmen kami tetap sama, tidak berubah.
Demi melindungi ajaran Aswaja, demi cinta kami pada Indonesia," sambung Alamsyah. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua GP Ansor Kota Palu, Erwin Samangka, juga mengungkapkan rekrutmen dan peningkatan kapasitas kader juga akan dilakukan di Poso pada 12-14 April 2019. PKD lalu dihentikan di sela libur Pemilu 17 April. Selain itu pada 25- 28 April 2019 telah disiapkan DTD di Kecamatan Toili, Banggai, Sulawesi Tengah. (Ibrahim/Kendi Setiawan)
Rabu 10 April 2019 20:0 WIB
IAIN Jember Mantap Sebagai Pusat Kajian Islam Nusantara
IAIN Jember Mantap Sebagai Pusat Kajian Islam Nusantara

Jember, NU Online
IAIN Jember bertekad akan terus berupaya memantapkan diri sebagai kampus ‘rujukan’ kajian Islam Nusantara, khususnya untuk lingkungan Jawa Timur. Tekad tersebut dikemukakan Rektor IAIN Jember, Babun Suharto di sela-sela sebuah acara Jember, Rabu (10/4).

Menurutnya, IAIN Jember mempunyai segala fasilitas yang diperlukan untuk menjadi pusat kajian Islam Nusantara. Dari sisi administrasi, akademik, dan SDM (sumber daya manusia) IAIN Jember sudah ‘unggul’ di bidang kajian tersebut.

Di luar itu, kondisi sosio-kultural masyarakatnya juga mendukung. Selain  sejumlah pesantren besar yang bertebaran di Jember, juga tidak sedikit tokoh dan kiai Jember yang punya reputasi nasional di bidang kajian Islam Nusantara.

“Ini (kajian Islam Nusantara) sudah kami mulai sejak periode lalu. Di periode ini kami tinggal meneruskan. Nanti akan kami perbanyak seminar dan kajian-kajian seputar Islam  Nusantara,” ujarnya kepada NU Online.

Mantan Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Jember itu menegaskan, Islam Nusantra tetap menarik untuk dikaji dan disosialisasikan. Apalagi hingga detik ini masih ada orang yang gagal paham terhadap Islam Nusantara. Bahkan, katanya, ada pihak-pihak yang secara gegabah menolak Islam Nusantara dengan alasan bahwa Islam hanya satu, tidak terkotak-kotak dalam lebel tertentu.

“Itu butuh penjelasan. Islam Nusantara ‘kan hanya konsep. Isinya sudah lama menjadi amalan turun- temurun mayoritas Muslim Indonesia. Tahlilan, yasinan dan sebagainya, itu adalah bagian dari Islam Nusantara,” urainya.

Babun Suharto saat ini menjalani periode kedua kepemimpinannya di IAIN Jember setelah dilantik oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin di Operation Room gedung Kementerian Agama di Jakarta, Senin (8/4) lalu. Babun menjadi Rektor IAIN Jember untuk periode 2019-2023. (Aryudi AR)

Rabu 10 April 2019 18:45 WIB
RSI Siti Hajar Sidoarjo Raih Akreditasi Bintang Lima
RSI Siti Hajar Sidoarjo Raih Akreditasi Bintang Lima
Salah satu ruangan di RSI Sidoarjo, Jatim.
Sidoarjo, NU Online
Salah satu rumah sakit kebanggaan warga Nahdlatul Ulama meraih prestasi yang membanggakan. Kali ini Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Jawa Timur mendapatkan akreditasi Bintang Lima versi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS). Pengakuan tersebut diperoleh dari sebuah lembaga independen akreditasi kementerian kesehatan. 

“Pemberian akreditasi kerena telah menjaga mutu pelayanan dan menjaga keselamatan pasien,” kata H Hidayatullah, Rabu (10/4). Kedua unsur utama tersebut dinilai secara komprehensif, untuk menempatkan indikator dalam pelayanan, lanjut Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo ini.

Akreditasi rumah sakit yang dikeluarkan lembaga independen akreditasi kementerian kesehatan merupakan sebuah proses penilaian dan penetapan kelayakan rumah sakit berdasarkan standar pelayanan. “Untuk melaksanakan proses akreditasi rumah sakit, kementerian  kesehatan kemudian menetapkan komisi akreditasi rumah sakit atau disingkat dengan KARS,” jelas Dokter Dayat, sapaan akrabnya. 

RSI Siti Hajar Sidoarjo telah Terakreditasi Bintang Lima versi SNARS edisi satu tahun 2019. “Hal tersebut juga telah meraih akreditasi pada tahun 2012 dengan nilai tertinggi di antara rumah sakit di Sidoarjo pada waktu itu,” ungkapnya.

Di tahun 2019 ini, ada 16 bab penilain terkait akreditasi Bintang Lima versi SNARS. Namun yang paling utama adalah tentang mutu rumah sakit dan terkiat mutu keselamatan pasien. 

“Dua unsur utama inilah yang menjadi rujukan penilaian pihak SNARS yang harus dijaga dengan baik oleh fasilitas kesehatan RSI Siti Hajar Sidoarjo,” urainya.

Atas diraihnya penghargaan tersebut, pihak rumah sakit kemudian menggelar syukuran. atas keberhasilan terkait menjaga mutu pelayanan rumah sakit dan menjaga pelayanan pasien. Acara dipusatkan di ruang pertemuan Darun Na’im rumah sakit setempat. (Moh Kholidun/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG