IMG-LOGO
Nasional

Menag Ajak Berantas Hoaks dengan Pendekatan Sufistik


Kamis 11 April 2019 07:30 WIB
Bagikan:
Menag Ajak Berantas Hoaks dengan Pendekatan Sufistik
Syech Adnan dan Menag di Pekalongan, Jateng
Pekalongan, NU Online
Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) H Lukman Hakim Saifuddin mengajak kepada umat Islam untuk memberantas maraknya hoaks dan ujaran kebencian melalui pendekatan sufisttik.

Hal itu disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim pada acara penutupan Konferensi Ulama Sufi Internasional, yang berlangsung di Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (10/4).

"Saya ingin mengajak kepada kita semua umat Islam dengan pendekatan sufistik yang cerdas dan cermat dengan cara menyebarkan Islam dengan akhlak yang mulia sehingga dakwah Islam menjadi lebih efektif," ujarnya.

Menag juga mengajak mengisi media sosial dengan arif dan bijaksana diisi dengan ngaji rasa, menjadi yang menopang semua orang, menjadi mendung yang menaungi semua insan menjadi air hujan sebagaimana pesan imam Junaid Al Baghdadi yang pernah mengatakan 'Kaum sufi itu seperti bumi, yang diinjak oleh orang saleh maupun pendosa; juga seperti mendung, yang memayungi segala yang ada; seperti air hujan, yang mengaliri segala sesuatu'.

Menag juga mengingatkan kepada semua pihak, di tahun politik ini bangsa Indonesia dijauhkan dari ancaman perpecahan. "Dengan kembali ke gerakan tarekat dan tasawuf mari kita berdoa semoga di tahun politik ini Indonesia dijaga dan diselamatkan dari perpecahan," ajaknya.

Meng Lukman mengucapkan selamat kepada Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya telah mendapatkan amanah untuk memimpin tharekat dunia, semoga umat Islam ddunia mndapatkan bimbingan-bimbingan dan segala yang kita butuhkan hari ini dan di masa-masa mendatang.

Kegiatan Konferensi Ulama Sufi Internasional yang berlangsung di Pekalongan Senin-Rabu (8-10/4) telah menghasilkan beberapa keptusan penting, yakni para ulama sepakat membentuk forum ulama sufi dunia dengan ketuanya yang telah ditetapkan yaitu Habib Muhammad Luthfi bin Yahya.

Keputusan lainnya adalah ulama sufi akan mendirikan Universitas Sufi Internasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya langsung menghibahkan tanahnya sebagai tempat dibangunnya kampus tersebut.

"Habib Luthfi berpesan jangan sampai lupa karena tadi disebut di dalam rekomendasi bahwa akan dibangun Universitas Sufi Internasional, Habib Luthfi sudah ada tanah 22 hektare dan siap dibangun Universitas Sufi Internasional," ujar Habib Ali bin Hasan al-Bahr meneruskan pesan Habib Luthfi.

Di samping membangun kampus, rekomendasi lainnya adalah pembuatan saluran TV internasional yang bermanhaj sufi, pertemuan sufi internasional mendunia, dan dokumentasi data tarekat, tasawuf, serta penjelasan sanad-sanadnya. (Muiz)
Bagikan:
IMG
IMG