IMG-LOGO
Nasional
FORUM SUFI DUNIA

Stand Pameran Buku Kemenag di Forum Sufi Dunia Diserbu Pengunjung


Kamis 11 April 2019 17:00 WIB
Bagikan:
Stand Pameran Buku Kemenag di Forum Sufi Dunia Diserbu Pengunjung
Warga Kunjungi Stand Pameran Kemenag di Pekalongan
Jakarta, NU Online
Stand Pameran Buku Kementerian Agama RI di arena Forum Sufi Dunia (al-Muntada al-Shufi al-'Alami) diserbu para pengunjung. Mereka mengunjungi stand pameran sejak hari pertama perhelatan internasional tersebut dibuka di Pendopo Kajen, Kabupaten Pekalongan, Senin (8/4) kemarin.

Kepala Subag Perpustakaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Rois Musthofa mengabarkan hal tersebut kepada NU Online di lantai 2 Kemenag Jl MH Thamrin No 6 Jakarta, Kamis (11/4).

Rois, sapaan akrabnya, mengatakan Perpustakaan Balitbang Diklat Kemenag turut serta meramaikan pameran itu. Sebagai perwakilan Unit Eselon 1 di lingkungan Kemenag, pihaknya menyuguhkan beberapa buku dan produk-produk unggulan Balitbang Diklat terkait sufi dan isu-isu keagamaan lainnya.

“Salah satu buku yang ditampilkan berjudul Sufi Perkotaan yang mengupas fenomena sufi di perkotaan. Untuk judul ini langsung habis begitu stand dibuka. Pokoknya laris manis,” ujar Rois senang.

Saat ditanya berapa jumlah buku yang dipamerkan, Rois menyebut totalnya 213 buku atau 37 judul. “Beberapa buku dan majalah dibagikan secara gratis kepada pengunjung. Sebagian lainnya hanya untuk display saja,” ungkapnya.

Dunia Sufi, menurut Rois, adalah dunia yang selalu menarik untuk ditelusuri. Ilmu tasawuf yang dipelajari dan dihayati oleh para salik (orang yang menjalani tasawuf) telah melahirkan banyak tokoh sufi dari berbagai belahan dunia. Kisah-kisahnya sungguh mengagumkan sekaligus menginspirasi.

Mempelajari tasawuf, lanjut dia, tidak terlepas dari buku. Para sufi juga banyak menuangkan perjalanan spiritualnya ke dalam buku. Sufisme yang merupakan bagian dari ilmu pengetahuan dan hakikat dari intisari ilmu dipelajari dari kitab-kitab sufi yang ada sebelumnya. Tidak banyak yang dapat dibicarakan tentang tasawuf dan sufi jika melepaskannya dari buku rujukan.

Sebagai Kepala Subag Perpustakaan, Rois berpendapat jika perpustakaan merupakan tempat paling ideal untuk mengeksplorasi buku dan sumber ilmu pengetahuan lainnya. "Jadi, Anda yang tertarik dunia sufi, mari ke perpustakaan Balitbang Diklat Kemenag. Siapa tahu Anda akan menjadi sufi terkenal suatu hari nanti,” ajaknya.

Tim pameran Balitbang Diklat yang terdiri dari Perpustakaan, LPMQ, dan Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi (LKKMO) bersama seluruh Unit Eselon 1 seperti Ditjen Bimas Islam dan Ditjen Pendidikan Islam mengikuti pameran selama tiga hari. Terhitung sejak gelaran forum sufi dunia dibuka Menhan Ryamizard Ryacudu pada Senin, 8 April 2019 hingga ditutup Menag Lukman Hakim Saifuddin pada Rabu, 10 April 2019. (Musthofa Asrori)
Bagikan:
IMG
IMG