IMG-LOGO
Nasional

Habib Luthfi: Mari Kita Sambut Pemilu dengan Suka Cita

Senin 15 April 2019 20:30 WIB
Bagikan:
Habib Luthfi: Mari Kita Sambut Pemilu dengan Suka Cita
Habib Luthfi bin Yahya (pegang mic)
Pekalongan, NU Online
Ketua Forum Ulama Sufi Dunia Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menyambut pesta demokrasi Pemilu 2019 dengan suka cita, bertoleransi, dan senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan.

Hal itu disampaikan saat memberikan taushiyah di acara doa bersama menjelang Pemilihan Umum Presiden dan Legislatif pada 17 April 2019, yang digelar Pemkab Pekalongan, Pemkot Pekalongan bersama TNI-Polri dan masyarakat sekaligus memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di halaman Makodim 0710 Pekalongan, Ahad (14/4) malam.

“Pesta demokrasi dilaksanakan lima tahun sekali. Kita harapkan sejuk tanpa adanya gesekan atau hal tidak diinginkan yang dapat memecah kesatuan dan persatuan bangsa,” ujar Habib Luthfi.

Lebih lanjut, Maulana Habib Luthfi menjelaskan karena Pemilu ini adalah sejarah di Indonesia, jangan sampai rakyat mau dipecah-belah dengan berbeda pendapat. “Mari kita jaga persatuan dan kesatuan karena kita adalah saudara. Walaupun kita ada perbedaan tapi jangan mau dipecah belah,” tandas Habib Luthfi.

Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Arfan Johan Wihananto dalam sambutannya mengatakan, memasuki hari tenang dalam pemilu hendaknya seluruh masyarakat untuk menjaga kondusifitas Pemilu agar berjalan aman dan damai.

“Harapannya dengan kegiatan doa bersama ini, pesta demokrasi yang sudah memasuki masa tenang dan sebentar lagi pencoblosan bisa tercipta suasana di Pekalongan menjadi aman, sejuk, dan kondusif,” jelasnya.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, dalam sambutannya menyampaikan acara doa bersama digelar sebagai upaya mendekatkan diri dengan Tuhan. Salah satunya yaitu gelaran doa bersama menyambut pesta demokrasi 17 April pekan ini.

“Jaga kondusifitas Pemilu agar berjalan dengan aman dan damai. Saya juga berpesan agar setiap warga untuk datang ke TPS memilih sesuai hati dan pikirannya,” katanya.

Bupati berharap semoga Pemilu ini berlangsung damai, sukses dan lancar. Maka ada istilah manusia merencanakan Allah yang menentukan. “Maka kegiatan kali ini kita serahkan kepada Allah. Mudah-mudahan damai dan terpilihnya Presiden dan wakil rakyat yang berintegritas, peduli kepada kesejahteraan masyarakat, dan kemajuan pembangunan,” imbuhnya.

Doa bersama dalam rangka mewujudkan pemilu 2019 yang aman, damai, dan kondusif ini dihadiri oleh Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Wakil Walikota Pekalongan yang baru Achmad Afzan Arslan Djunaid, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan dan tuan rumah Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, dan perwakilan Forkopimda lainnya. (Muiz)
Bagikan:
Senin 15 April 2019 23:40 WIB
Sekjen Kemendes Imbau ASN di Lingkungnya Gunakan Hak Pilih dan Jaga Netralitas
Sekjen Kemendes Imbau ASN di Lingkungnya Gunakan Hak Pilih dan Jaga Netralitas
Jakarta, NU Online
Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Sekjen Kemendes PDTT) Anwar Sanusi mengimbau kepada seluruh pegawai di lingkungan Kemendes PDTT untuk menjaga netralitasnya dan menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu pada 17 April mendatang.

"Dua hari lagi tanggal 17 April kita laksanakan pesta demokrasi yakni pemilu untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden dan memilih Calon Legislatif DPR RI, Provinsi dan kota atau Kabupaten serta DPD RI. Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) saya ingatkan kepada semuanya untuk jaga netralitas kita, gunakan hak pilih anda dan jangan golput," kata Anwar Sanusi saat menjadi pembina upacara dilingkungan Kemendes PDTT pada Senin (15/4/2019) di halaman parkir Kantor Kemendes PDTT.

Sekjen Anwar Sanusi memberikan kebebasan kepada aparatur di Kemendes PDTT untuk memilih Presiden, Wakil Presiden, anggota DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi dan kabupaten/kota.

"Golput itu hak Anda, Tapi sayang, pesta demokrasi ini menentukan pemimpin lima tahun kedepan," katanya.

Anwar meminta kepada segenap ASN di lingkungan Kemendes PDTT untuk menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani masing-masing dan tanpa intervensi. Karena masyarakat yang memiliki hak suara dijamin undang-undang dalam menyalurkan hak pilihannya.

"Jika perlu, ajak masyarakat untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Karena ini merupakan harapan bangsa dan untuk kemajuan bangsa. Mari sukseskan Pemilu, kita harapkan pemilu berjalan lancar, aman, tertib, dan berkualitas," katanya.

Senin 15 April 2019 21:0 WIB
Pemilu Miliki Prinsip Syura dalam Islam, Kaum Khawarij Menolaknya
Pemilu Miliki Prinsip Syura dalam Islam, Kaum Khawarij Menolaknya
Jakarta, NU Online 
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, warga NU wajib mengikuti pemilihan umum (pemilu) yang diselenggarakan negara yang telah dimusyawarahkan dan disepakati sistemnya. Namun, kewajiban tersebut bukan sebagai kewajiban syariat. 

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah Ciganjur, Jakarta Selatan, ini para alim ulama NU pernah membahas dan memutuskan hal itu pada masa Reformasi.

“Pada Munas NU 1997 di Pesantren Lirboyo, para ulama mengambil keputusan bahwa pemilu memiliki prinsip syura dan syura merupakan perintah Al-Qur'an dan warga negara wajib melaksanakannya. Sementara,” katanya pada konferensi pers terkait imbauan agar pemilu 2019 berlangsung damai, jujur, dan adil, di Gedung PBNU, Jakarta, Senin, (15/4). 

Menurut Kiai Said, dalam sejarah Islam, syura dilakukan pada zaman khulafaur rasyidin. Namun, pada masa Ali bin Abi Thalib ada kalangan dari dalam umat Islam sendiri yang menolaknya.   

“Ada kaum radikal, kelompok Khawarij namanya,” kata kiai yang pernah menuntut ilmu selama 13 tahun di Arab Saudi.

Kaum Khawarij tersebut mengatakan bahwa Ali bin Abi Thalib telah kafir karena menggunakan sistem syura, bukan dari Al-Qur'an. Padahal syura tersebut ada di dalam Al-Qur’an. 

Penyebab cara pandang Khawarij tersebut, sambung kiai yang pernah menjadi santri di Kempek, Lirboyo, dan Krapyak ini dilandasi penafsiran Al-Qur’an yang tekstual dan rigid. (Abdullah Alawi) 

Senin 15 April 2019 20:15 WIB
PBNU: Jaga Keamanan dan Ketertiban Pemilu
PBNU: Jaga Keamanan dan Ketertiban Pemilu
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj
Jakarta, NU Online
Tensi tinggi dan menguras energi selama masa kampanye pemilihan umum 2019 jangan sampai menjadikan proses demokrasi rusak dan tidak bermartabat. Sebab itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menegaskan agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban, terutama menjelang pemungutan suara pada Rabu (17/4/2019).

“Nahdlatul Ulama mengimbau kepada semua pihak agar menjaga keamanan dan ketertiban, berpartisipasi dan berperan aktif memastikan penyelenggaraan pemilu yang damai, bersih, jujur, dan adil,” Kiai Said, Senin (15/4) dalam konferensi pers menjelang pemilu 2019 di Kantor PBNU Jakarta Pusat.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan itu menyebut, pemilu 2019 ini merupakan pemilu serentak pertama yang digelar bangsa Indonesia dan menjadi batu uji kesiapan bangsa Indonesia berdemokrasi secara maju dan beradab.

Menurutnya, kesuksesan penyelenggaraan pemilu tahun ini akan mengokohkan persepsi dunia bahwa Indonesia—yang menyoritas Muslim—dapat menyandingkan Islam dan demokrasi dalam satu tarikan nafas.

“Pemilu bermartabat adalah cerminan bangsa yang berbudaya dan beradab. Mari kita wujudkan bersama,” ajak Kiai Said. (Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG