IMG-LOGO
Daerah

Sebelum Pemilu, NU Jatim Instruksikan Gelar Lailatul Ijtima

Senin 15 April 2019 21:30 WIB
Bagikan:
Sebelum Pemilu, NU Jatim Instruksikan Gelar Lailatul Ijtima
Gus Salam (memegang mik) bersama Pengurus Harian PWNU Jatim di hadapn insan media.
Surabaya, NU Online
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengajak masyarakat khususnya warga NU atau nahdliyin menyukseskan penyelenggaraan pemilihan umum 17 April 2019 yang bersih, jujur, dan adil dengan menggunakan hak pilih. 

Pernyataan ini disampaikan Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Abdusalam Sokhib di hadapan sejumlah insan media, Senin (15/4).

Gus Salam, sapaan akrabnya menyampaikan peran masyarakat Jawa Timur khususnya warga NU sangat penting dalam Pemilu. “Yakni dengan cara datang ke Tempat Pemungutan Suara atau TPS dan melaksanakan kewajiban bernegara, untuk memberikan hak suara,” katanya.

Sebelum pelaksanaan Pemilu, PWNU Jatim menginstruksikan kepada nahdliyin dan umat Islam untuk melaksankan lailatul ijtima di mushalla, masjid, pesantren dan kantor NU terdekat pada Selasa 16 April 2019 malam.

Setelah itu diusahakan melaksanakan Shalat Subuh berjamaah dilanjutkan istighatsah untuk kesuksesan Pemilu 2019. “Berikutnya mengingatkan dan mengajak masyarakat menggunakan hak pilih ke TPS dan pengamanan lingkungan TPS pada Rabu 17 April 2019,” tutur Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang ini.

Warga NU laki-laki disarankan mengenakan baju putih serta bersarung dan memakai kerudung hijau serta baju putih bagi perempuan di semua tingkatan.

Gus Salam juga meminta kepada pengurus NU di semua tingkatan untuk melakukan koordinasi dengan pihak KPU, Bawaslu, Polri dan TNI dalam rangka membantu penyelenggaraan pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS yang luber, jurdil, aman dan demokratis. 

“Pemilu berbartabat adalah cerminan bangsa yang berbudaya dan beradab,” pungkasnya. (Rof Maulana/Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Senin 15 April 2019 20:20 WIB
Sebanyak 16 Siswa BBPLK Ikuti Pelatihan Safety Riding
Sebanyak 16 Siswa BBPLK Ikuti Pelatihan Safety Riding
Bandung, NU Online
Sebanyak 16 siswa kejuruan sepeda motor Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bandung menggikuti kegiatan Crash Free Driving Training (safety riding) di workshop BBPLK Bandung, Jawa Barat, Sabtu (13/4).

Menurut instruktur produktivitas BBPLK Bandung, Melvia Yunita, pelatihan safety riding adalah pelatihan atau bentuk pola perilaku untuk berkendara yang nyaman dan aman, baik untuk diri sendiri maupun pengguna jalan yang lain. 

"Pelatihan singkat sehari ini, dalam rangka menindaklanjuti kerja sama antara Coca Cola Amatil dengan BBPLK Bandung, untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja di Indonesia, khususnya di provinsi Jawa Barat," kata Melvia.(Red: Kendi Setiawan)
Senin 15 April 2019 18:30 WIB
Tekan Golput, Kader Penggerak NU Bondowoso Dirikan Posko
Tekan Golput, Kader Penggerak NU Bondowoso Dirikan Posko
Salah satu posko yang didirikan di Kecamatan Bondowoso.
Bondowoso, NU Online
Upaya menjadikan pemilihan umum tahun ini meriah dan jauh dari golongan putih alias Golput, alumni Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur mendirikan posko. Keberadaannya sebagai sarana mengurangi kalangan yang tidak akan memilih pada hajatan Pemilu, 17 April nanti.

“Karena kita sebagai warga negara Indonesia yang baik, wajib ikut menyukseskan dan berpartisipasi dalam pesta demokrasi yang digelar lima tahunan sekali ini,” kata Didik Purwanto, Senin (15/4).

Menurutnya, keberadaan Posko Relawan Anti Golput sebagai ikhtiar agar pemilih berkenan menyalurkan suaranya sesuai hati nurani. "Agar pemilih atau masyarakat tidak Golput dan datang ke Tempat Pemungutan Suara atau TPS yang ada untuk memberikan hak suaranya," kata kader pengerak Nahdlatul Ulama ini.

Dalam pandangan Bendahara Pimpinan Cabang Lembaga Pendidikan Ma'arif  Nahdlatul Ulama Bondowoso tersebut, warga negara Indonesia yang baik tentunya wajib mencoblos. 

“Oleh sebab itu, silakan menggunakan hak suara atau hak pilih menyesuaikan dengan hati nurani. Yang penting bangsa Indonesia aman, tentram, damai dan nyaman,” ungkapnya.

Untuk menarik pengunjung, di posko disediakan sejumlah makanan dan minuman ringan seperti kopi, teh, air yang diberikan secara cuma-cuma. “Semua disediakan di sekitar TPS," jelasnya.

Menurut Didik, sejumlah posko sudah dirikan di seluruh kecamatan. “Alhamdulillah tadi malam sudah didirikan yang diisi dengan istighatsah bersama untuk kedamaian dan ketentraman Negara Kesatuan Rebupubik Indonesia ini," katanya.

Dirinya berharap  dengan didirikan posko relawan tersebut tingkat kehadiran pemilih lebih besar. “Sekali lagi kami berharap kehadiran posko bisa mengurangi angka Golput,” pungkasnya. (Ade Nurwahyudi/Ibnu Nawawi)

Senin 15 April 2019 17:30 WIB
Ingin Membangun Keluarga Bahagia? Ini Resepnya
Ingin Membangun Keluarga Bahagia? Ini Resepnya
Ilustrasi (Ist.)
Bojonegoro, NU Online
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ikhlas Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur KH Hasyim Yusuf memberikan beberapa resep membina keluarga yang bahagia bagi umat Islam, terkhusus pengantin baru.

“Resep pertama yaitu banyak membaca, membaca karakter suami-istri agar tidak terjadi salah paham dalam bersikap dan menjalani rumah tangga,”katanya dalam pernikahan santrinya di Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (15/4).

Ia menambahkan, resep kedua yang perlu dilaksanakan yaitu istiqomah dalam menjalankan ibadah shalat. Hal ini dikarenakan shalat adalah tindakan nyata dari bukti keimanan seorang muslim kepada Allah SWT. Shalat juga sebagai ukuran amal seseorang kelak di akhirat nanti.

”Shalat yang berkualitas yakni shalat yang bisa membuat kita menjadi baik. Shalat tersebut bisa memberikan dampak positif pada pelakunya,” tambah Kiai Hasyim.

Alumni Pondok Pesantren Langitan Tuban ini melanjutkan, resep ketiga membangun keluarga bahagia ialah selalu ingat Allah dalam segala hal. Terlebih akan melakukan sesuatu. Karena Allah tidak pernah melupakan hamba-Nya. Hanya saja hamba-Nya lupa bersyukur dan memuji Allah.

“Ingat kepada Allah hal yang penting, dengan ingat kepada Allah hati menjadi tenang,” ungkapnya.

Selain itu, seorang muslim juga harus terus bergerak dan berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dan merawat isi rumahnya. Karena Allah melihat seseorang dari usahanya. Terlebih usaha untuk mencapai bahagia dunia dan akhirat.

“Allah akan tahu hasil dari jerih payah kita. Tergantung dari kesungguhan kita. Maka hasilnya akan bahagia di dunia dan akhirat,” pungkas Kiai Hasyim. (Syarif Abdurrahman/Muhammad Faizin)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG