Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Seorang Nahdliyin di Tiongkok Tempuh 972 Kilometer untuk Nyoblos

Seorang Nahdliyin di Tiongkok Tempuh 972 Kilometer untuk Nyoblos
Imron Rosyadi Hamid saat persiapan berangkat ke Beijing dari Cangcun.
Imron Rosyadi Hamid saat persiapan berangkat ke Beijing dari Cangcun.
Jakarta, NU Online
Seorang warga negara Indonesia yang juga Nahdliyin yang tengah berada di Tiongkok rela menempuh perjalanan 972 kilometer untuk dapat mengikuti pemilihan umum dan menggunakan hak suaranya.

Adalah Rais Syuriyah PCINU Tiongkok, Imron Rosyadi Hamid, melakukan perjalanan dari Changcun ke Beijing. Perjalanan sendiri ditempuh dengan kereta ekspres, sehingga jarak Cangcun ke Beijing yang setara Jakarta-Surabaya, ditempuh dalam enam jam.

Dalam unggahan di akun facebook miliknya, Ahad (14/4), Imron menuliskan dirinya telah membeli tiket (kereta cepat) 'untuk sebuah ritual lima tahunan' yang pertama kali diikutinya di  luar negeri.

"Saya akan meninggalkan Changcun menuju Beijing dengan menempuh jarak 972 km menuju TPS di KBRI. Early voting di TPS akan diselenggarakan tanggal 14 April 2019 dan ditutup sore hari di KBRI Beijing," tulisnya.

Salah seorang pengguna facebook, Kari Tri Adji membuat unggahan terkait aksi Imron Hamid tersebut. "Hormat setinggi-tingginya. Kawan saya, mas Yai Imron Hamid yang saat ini sedang belajar di China, harus menempuh hampir 1000 km untuk nyoblos ke TPS.." tulis Kari Tri Adji.

Dihubungi NU Online, Selasa (16/4) dini hari, Imron Hamid mengakui perjalanan tersebut dilakukan karena ingin berpartisipasi dalam Pemilu dan tidak Golput. Ia juga berharap, Pemilu kali ini membawa Indonesia tetap berada dalam kepemimpinan yang terus sibuk bekerja dan terus memajukan bangsa ini.

Di Tiongkok sendiri, sebutnya, ada beberapa lokasi TPS. Ada juga yang melakukan pencoblosan menggunakan pos. Untuk WNI, di Beijing ada sekitar 2800 orang, belum lagi di kota-kota lain di Tiongkok. Jumlah itu belum termasuk mahasiswa yang mencapai 14 ribu di seluruh Tiongkok. (Kendi Setiawan)
Posisi Bawah | Youtube NU Online