::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PCNU Kota Bekasi Kembalikan Tiga Orang Ini Memeluk Islam

Sabtu, 20 April 2019 21:00 Daerah

Bagikan

PCNU Kota Bekasi Kembalikan Tiga Orang Ini Memeluk Islam
PCNU Bekasi Islamkan Sumarni
Bekasi, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi Jawa Barat menerima tiga non muslim yang ingin masuk ke dalam agama Islam di Gedung NU Centre El-Said, Jalan Bambu Kuning 200, Sepanjangjaya, Rawalumbu, Sabtu (20/4).

Ketiganya adalah Sumarni (43), Hellen Bevivian Runtukahu (21), dan Fellycia (9) yang berdomisili di Cikunir Raya, Jakamulya, Bekasi Selatan.

Menurut penuturan Sumarni, ia semula beragama Islam. Namun sejak menikah dengan suaminya, ia memeluk agama lain dan kemudian diboyong ke Poso, Sulawesi Tengah. "Sejak 1996 saya menikah, saya ikut suami. Kemudian ke Poso dan melahirkan anak-anak yang otomatis agamanya non muslim," kata Sumarni.

Namun, lanjutnya, kini ia sudah berpisah dengan suami dan ingin kembali memeluk agama sebelumnya, yakni Islam. Prosesi masuk Islam dengan pembacaan syahadat dipimpin oleh Wakil Rais PCNU Kota Bekasi KH Umarhadi. Sebelumnya, ia menanyakan soal keinginan ketiga orang tersebut untuk kembali memeluk Islam. 

"Atas dasar keinginan sendiri dan tanpa paksaan siapa pun," kata Sumarni kepada Kiai Umarhadi.

Kiai Umarhadi menuntun mereka masuk ke dalam Islam. Setelahnya, ia mengatakan bahwa yang harus dilakukan kemudian adalah mandi besar. "Mandi besar dengan niat, saya niat mandi besar untuk masuk ke dalam Islam. Kemudian sudah boleh dan wajib melaksanakan shalat," jelas Kiai Umarhadi. 

Kiai Umarhadi mengungkapkan bahwa NU senantiasa melayani umat. Termasuk jika ada yang ingin memeluk Islam.  "Agar jangan sampai salah masuk Islam. NU melayani itu agar ketika berislam, menjadi Islam yang santun, bukan Islam yang gemar marah-marah," pungkasnya. (Aru Elgete/Muiz)