::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pesan Kiai Tolchah Mansur untuk Seluruh Pelajar NU

Sabtu, 20 April 2019 22:00 Daerah

Bagikan

Pesan Kiai Tolchah Mansur untuk Seluruh Pelajar NU
IPNU-IPPNU Mojosongo Boyolali
Boyolali, NU Online
Pelajar NU Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali Jawa Tengah berziarah ke makam pendiri organisasi IPNU-IPPNU pada Jumat (19/04). Kegiatan ini merupakan kali pertama mereka berkunjung ke makam KH Tolchah Mansur dan Hj Umroh Mahfudzoh.

Menariknya, dalam kunjungannya kali ini, PAC IPNU-IPPNU Mojosongo dapat bertemu dengan Pengasuh Pesantren Sunni Darussalam yang merupakan putri ketiga dari pendiri IPNU-IPPNU, Hj Nisrin Ni’mah. Pesantren yang terletak di Dusun Tempelsari, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta ini merupakan pesantren peninggalan sang ibu yang beliau kelola bersama sang suami, KH Ahmad Fattah.

Dalam kesempatan tersebut Hj Nisrin Ni’mah menyampaikan 5 pesan mendiang sang ayah untuk seluruh pelajar Nahdlatul Ulama. Pertama, tidak menyia-nyiakan waktu yang dimiliki. "Salah satu upaya kita yaitu dengan mengisinya dengan kegiatan bermanfaat, seperti mengaji, belajar, berolahraga, juga dengan mengikuti organisasi seperti IPNU dan IPPNU," ungkapnya.

Kedua, menuntut ilmu dengan seimbang baik ilmu umum maupun ilmu agama, di manapun, kapan pun, dan dengan siapapun. Karena kita juga telah mengetahui banyak sekali ketamaan-keutamaan dari orang yang berilmu, maka KH Tolhah Mansur juga menginginkan generasi penerusnya menjadi generasi yang ‘alim. 

Ketiga, terus jalin silaturahim karena itulah yang akan menguatkan di saat kita sulit. Dengan menjaga silaturahim, kita berharap untuk dimudahkan di setiap usaha, misalnya dengan menjenguk orang sakit.

“Menjaga silaturahim dengan cara jika ada yang sakit ditengok, jika ada yang senang tetap kita support, ya. Dengan begitu silaturahim akan selalu terjalin,” ucap Hj Nisrin. 

Kemudian keempat, bermanfaat bagi orang lain. Jadilah orang bermanfaat bagi orang lain meski hanya lewat goresan tanda tangan. Khairunnas anfa’uhum li naas, jadi meskipun kecil, kita bisa memberi manfaat di lingkungan sekitar. 

“IPNU-IPPNU programnya di lingkungan adik-adik tinggal, baik di Boyolali maupun Wonogiri dekat dengan masyarakat ya, jadi masyarakat itu akan banyak mendapatkan manfaat dari adik-adik IPNU-IPPNU. Jangan sampai jauh dari masyarakat,” imbuhnya.

Kemudian kelima, jangan pernah berputus asa. Dalam keadaan apapun, jangan pernah beputus asa atas apa yang telah kita usahakan. Jika merasa sulit atau kurang mampu dalam menghadapi rintangan, berdoalah, mohon pertolongan dari Allah. 

"Selain itu, tetaplah berikhtiar untuk memaksimalkan upaya kita meraih apa yang kita impikan," tuturnya.

Ia juga berpesan kepada anak muda NU untuk senantiasa menggaungkan semangat Belajar, Berjuang, Bertakwa yang menjadi trilogi IPNU dan IPPNU. (Nurma/Muiz)