IMG-LOGO
Internasional

Darul Ghufran, Masjid Terbesar di Singapura dengan Fasilitas Pusat Dakwah

Ahad 21 April 2019 23:0 WIB
Bagikan:
Darul Ghufran, Masjid Terbesar di Singapura dengan Fasilitas Pusat Dakwah
Interior Masjid Ddarul Ghufran. Foto: Jason Quoh/ST
Singapura, NU Online
Masjid Darul Ghufran kini menjadi masjid terbesar di Singapura. Setelah dua tahun mengalami pemugaran, Masjid Darul Ghufran yang sekarang terdiri dari tiga lantai itu mampu menampung jamaah hingga 5.500 orang, atau naik 1500 orang dari sebelum perbaikan. Sementara masjid terbesar kedua adalah Masjid Assyakirin di Taman Jurong dengan kapasitas 5000 orang. 

Masjid yang terletak di wilayah Tampines ini dilengkapi dengan Pusat Dakwah. 'Fasilitas' ini bukan hanya tempat di mana umat Islam bisa mendapatkan bimbingan dan nasihat tentang Islam dari guru agama yang kredibel, tetapi juga terbuka bagi non-Muslim yang mencari informasi lebih lanjut tentang Islam.

Menteri yang bertanggung jawab atas Urusan Muslim Singapura Masagos Zulkifli menilai, Masjid Darul Ghufran inovatif karena telah membuat Pusat Dakwah bagi Muslim dan non-Muslim. Dia menghimbau, masyarakat yang memiliki pemahaman yang salah tentang Islam bisa datang ke Pusat Dakwah di Masjid Darul Ghufran untuk mendapatkan pencerahan.

“Saya berharap, melalui interaksi ini, kesalahpahaman dapat dihindari dan bahwa kita terus menikmati kedamaian dan harmoni yang kita miliki satu sama lain,” kata Zulkifli, dikutip laman The Straits Times, Ahad (21/4).

Masjid Darul Ghufran dibuka pada 1990. Total dana yang dihabiskan untuk perbaikan selama dua tahun ini adalah 25 juta dollar. Dana tersebut berasal dari Yayasan Mosque Building dan Mendaki. Setelah direnovasi, kini Masjid Darul Ghufran memiliki tempat parkir bawah tanah, teras atap, dan tingkat empat. Masjid ini juga memiliki dua bangunan baru yang difungsikan untuk kantor dan ruang kelas untuk pendidikan Islam. (Red: Muchlishon)
Bagikan:
Ahad 21 April 2019 14:25 WIB
Perluas Jaringan, Sarbumusi NU akan Daftar Jadi Anggota Serikat Buruh ASEAN
Perluas Jaringan, Sarbumusi NU akan Daftar Jadi Anggota Serikat Buruh ASEAN
Jakarta, NU Online
Pengurus Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia NU (K-Sarbumusi) Eka Fitri Rohmawati menyatakan bahwa seusai dirinya mengikuti forum Serikat Pekerja (SP) internasional di Turki akan langsung menyampaikan hasilnya kepada pengurus. Ia akan menyampaikan rencana Sarbumusi itu untuk masuk menjadi anggota ASEAN Trade Union Council (ATUC).

“Mungkin nanti salah satu hasil yang kubawa dari Turki sebagai langkah pertama bisa ngurus agar Sarbumusi masuk di ATUC,” kata perempuan yang kerap disapa Afi kepada NU Online melalui sambungan telepon, Ahad (21/4).

Ia mengatakan, selama ini Sarbumusi NU telah aktif menghadiri agenda tahunan Organisasi Buruh Internasional (ILO) di Geneva. Namun dalam upaya memperluas jaringan serikat pekerja, organisasinya perlu bergabung ke ATUC. Ia sendiri mengaku melalui forum tersebut berkesempatan bertemu dengan Sekjen ATUC Rubben Tores.

“(Dengan bergabung ke ATUC) Banyak jaringan yang bisa kita manfaatkan untuk jaringan internasional,” ucapnya.

Apalagi, sambungnya, selama ini Sarbumusi NU telah banyak mengadvokasi berbagai kepentingan pekerja baik pekerja yang ada di Indonesia maupun di luar negeri, yaitu di Arab Saudi dan Malaysia.

“Sarbumusi mengadvokasi pekerja tidak hanya di Indonesia, di luar negeri juga banyak TKI-TKI kita. Kita juga punya basis, di Makkah kita punya basis-basis TKI, yang besar itu kita basisnya di Malaysia,” jelasnya.

Forum yang berlangsung selama empat hari ini diikuti serikat pekerja dari dari ratusan negara. Mereka berkumpul mengikuti International Conference yang bertajuk Future of Work: Challenges and Opportunities pada 18-19 April dan Ordinary Kongress 20-21 April 2019 di Turki.

Selain K-Sarbumusi NU, forum yang dibuka oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan ini juga diikuti perwakilan serikat pekerja lainnya dari Indonesia, yakni Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani. (Husni Sahal/Alhafiz K)
Ahad 21 April 2019 14:10 WIB
Sarbumusi NU dan Serikat Pekerja Internasional Bahas Ketenagakerjaan di Turki
Sarbumusi NU dan Serikat Pekerja Internasional Bahas Ketenagakerjaan di Turki
Jakarta, NU Online
Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (K-Sarbumusi NU) mendapatkan kehormatan mengikuti pertemuan serikat pekerja dari ratusan negara di Ankara, Turki.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Memur Sen Turki ini berlangsung selama empat hari, dengan dua sesi, yakni sesi International Conference bertajuk Future of Work: Challenges and Opportunities pada 18-19 April dan sesi Ordinary Kongress 20-21 April2019.

“Jadi ini kongres serikat pekerja, tapi sebelum kongres, mereka mengadakan semacam seminar, prakongres. Pembukaannya oleh Presiden (Turki) Erdogan,” kata pengurus DPP K-Sarbumusi NU Eka Fitri Rohmawati kepada NU Online melalui sambungan telepon, Ahad (21/4).

Perempuan yang kerap disapa Afi ini menjelaskan bahwa forum tersebut mendiskusikan berbagai persoalan ketenagakerjaan yang ada di berbagai negara dan merumuskan gagasan-gagasan untuk perbaikan dunia pekerja.

“Intinya bahwa memang berbagai macam persoalan ketenagakerjaan, persoalan buruh itu bisa diselesaikan dengan harmonisasi hubungan industrial,” kata Eka.

Ia melanjutkan, upaya menjaga hubungan industrial yang harmonis tersebut harus melibatkan tiga elemen, yakni pemerintah, pengusaha dan pekerja.

“Jadi tripartit nasional itu hubungan industrial yang harmonis untuk kesejahteraan buruh kesejahteraan bersama,” jelasnya.

Lebih lanjut Afi mengemukakan bahwa melalui forum tersebut, dirinya berkesempatan memperkenalkan tentang Indonesia, NU, dan Sarbumusi kepada serikat pekerja dari negara-negara lain.

“Di sini banyak bertemu dengan serikat pekerja di seluruh dunia. Di sini juga bisa mengenalkan apa itu Indonesia, mengenalkan Sarbumusi, Sarbumusi itu bagian dari Nahdlatul Ulama,” terangnya. (Husni Sahal/Alhafiz K)
Sabtu 20 April 2019 13:0 WIB
Otoritas Transportasi Saudi Informasikan Kabar Terbaru Kereta Haramain
Otoritas Transportasi Saudi Informasikan Kabar Terbaru Kereta Haramain
Saudi Arabia
Riyadh, NU Online
Kereta Api Berkecepatan Tinggi Haramain yang menghubungkan Mekah dan Madinah, dan peran strategisnya dalam mengembangkan industri transportasi Saudi dibahas selama pertemuan bulanan Otoritas Angkutan Umum di markas besarnya di Riyadh.

Rayan Al-Harbi, Direktur Jenderal Operasi dan Pemeliharaan Kereta Api, yang mulai beroperasi lebih dari enam bulan lalu, membahas fitur-fitur utama megaproyek yang terbesar di wilayah tersebut dan yang terbesar keenam di dunia, dan bagaimana mgaproyek itu membantu mempromosikan industri transportasi di Kerajaan.

Menurutnya, lokasi strategis yang dipilih untuk lima stasiun yang dilayani oleh kereta api, antara lain Mekah, Madinah, Jeddah, Bandara Internasional Raja Abdul Aziz dan Kota Ekonomi Raja Abdullah di Rabigh. Stasiun Jeddah adalah yang terbesar di dunia, yang memberikan nilai tambah proyek melalui layanan canggih yang disediakannya untuk para penumpang.

Seperti dilansir arabnews.com, Al-Harbi memuji penggunaan teknologi dalam proses operasional kereta api dan layanan elektronik, termasuk pemesanan online. Proyek besar nasional bergantung pada tenaga kerja nasional yang sangat berkualitas, dan banyak pekerjaan penting telah dimujudkan melalui tim kerja dan pemimpin hingga staf pemeliharaan dan operasi.

Dia mengatakan, proyek tersebut adalah salah satu proyek transportasi cepat terbesar di dunia dalam hal infrastruktur. Termasuk di dalamnya enam generator listrik raksasa dan banyak jembatan yang dirancang khusus agar aman dan nyaman jika terjadi badai pasir atau banjir.

Lebih dari 700 perjalanan telah selesai dan lebih dari 300.000 penumpang telah melakukan perjalanan dengan kereta Haramain sejak dibuka secara resmi oleh Raja Salman pada bulan September 2018. Diperkirakan dapat mengangkut hingga 60 juta penumpang per tahun. (Masdar)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG