::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Bupati Brebes Ajak Warganya Makmurkan Masjid

Ahad, 21 April 2019 21:15 Daerah

Bagikan

Bupati Brebes Ajak Warganya Makmurkan Masjid
Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti (kanan)
Brebes, NU Online
Bupati Brebes Jawa Tengah Hj Idza Priyanti mengaja warganya untuk memakmurkan Masjid Multazam Dukuh Karangjati, Desa Laren, Kecamatan Bumiayu Brebes yang baru diresmikan.  

Hal itu disampaikan saat dirinya meresmikan masjid baru yang dikelola warga NU di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Sabtu (20/4).

"Masjid bukan hanya sebagai tempat menunaikan ibadah shalat saja, tetapi juga berperan sebagai pusat penyebaran syiar islam,  dan juga bisa didayagunakan untuk membina dan mendidik anak-anak dalam pendalaman agama," jelasnya. 

Bupati mengatakan, masjid merupakan tempat ibadah kaum muslimin yang memiliki peran strategis dalam pertumbuhan peradaban umat islam.   Bahkan masjid pada masa rasulullah, di samping digunakan sebagai tempat menyelesaikan berbagai persoalan umat, juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat.

"Ini menunjukan adanya keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan mental," ucapnya. 

Bupati Idza menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar besarnya pada keluarga besar H Ahmad Gozali yang telah mewakafkan tanahnya untuk membangun masjid Multazam. Juga kepada seluruh warga masyarakat Dukuh Karangjati yang sudah berpartisipasi dalam pembangunan masjid Multazam. 

Ketua Panitia Widagdo menceritakan, awalnya perencanaan pembangunan masjid Multazam diprakarsai H Ahmad Gozali sejak 1988 saat menunaikan ibadah haji. Ketika bermunajat kepada Allah SWT di depan Kabah, H Ghozali ingin membangun masjd.

Tujuan dibangun masjid, kata Widagdo, antara lain sebagai upaya  turut serta membangun jiwa bangsa dan mewujudkan syiar islam secara nyata.

Tahun 1998, H Ahmad Gozali mengganti dan merubah nama sertifikat tanah tidak atas nama dirinya tetapi langsung menggunakan nama masjid Multazam  dan di wakafkan kepada pemerintah desa. "Alhamdulillah, sekarang sudah resmi sertifikatnya menjadi  masjid Multazam," ujar Widagdo. 

Pelaksanaan pembangunan dimulai November 2018 hingga akhir Maret 2019. "Sambil menunggu kesempurnaan, akhirnya pada 19 April 2019 masjid Multazam diresmikan," terangnya.

Masjid Multazam di bangun diatas areal tanah seluas 420 meter persegi dengan luas bangunan 150 meter persegi. "Masih banyak yang harus di tata, mulai dari pengurugan halaman depan dan samping masjid yang nantinya akan di paving," terangnya.

Sebentar lagi, lanjutnya,  Ramadhan tiba, sehingga warga masyarakat bisa shalat tarawih berjamaah di Multazam.

Pembangunan Masjid Multazam menelan biaya sekitar Rp400 juta. Dana tersebut berasal dari para donatur, masyarakat khususnya warga  Karangjati dan Bumiayu secara swadaya. "Sumbangan terkumpul selama proses pembangunan," papar Widagdo. (Wasdiun)