IMG-LOGO
Internasional

Ingin Lihat Tanaman yang Disebut dalam Al-Qur’an? Datang ke Taman Ini

Senin 22 April 2019 19:0 WIB
Bagikan:
Ingin Lihat Tanaman yang Disebut dalam Al-Qur’an? Datang ke Taman Ini
Taman Botani Islami di UEA (Emirates News Agency)
Sharjah, NU Online
Sebuah taman botani di Uni Emirat Arab (UEA) menampilkan tanaman-tamanan yang disebutkan dalam Al-Qur-an dan hadits Nabi. Taman yang terletak di Sharjah Desert Park sebetulnya diresmikan Otoritas Lingkungan dan Kawasan Lindung (EPAA) UEA pada 2014 lalu.

Pada saat itu, taman botan tersebut disebut sebagai taman botani islami pertama di dunia. Sementara Sharjah, kota dimana taman tersebut berada, dinobatkan sebagai ibu kota Kebudayaan Islam. Banyak siswa yang datang ke taman ini untuk mempelajari tentang tanaman-tanaman yang disebutkan di dalam Al-Qur'an dan hadits nabi. 

Anggota Dewan Tertinggi dan Penguasa Sharjah, Sheikh Sultan bin Muhammad Al Qasimi, mengatakan, pihaknya menggandeng UNESCO untuk membuat taman botani islami tersebut pada 2006. Menurut Sheikh Sultan, visi pembangunan taman tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang pembangunan berkelanjutan, lingkungan dan pentingnya melestarikan budaya Islam.

Sementara Ketua EPAA Hana Saif Al Suwaidi mengungkapkan, taman ini dibuat agar para pengunjung bisa melihat tanaman-tanaman yang disebutkan di dalam Al-Qur’an dan hadits nabi. “Pohon-pohon, semak-semak, dan jamu disajikan dengan cara yang inovatif dengan nama ilmiah mereka dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris dan daftar khasiat obat-obatan serta manfaat kesehatan dan gizinya," kata Al Suwaidi, dikutip NU Online dari Emirates News Agency, Senin (22/4).

Ada 50 tanaman yang disebutkan dalam Al-Qur’an yang ditampilkan di taman botani islami ini. Diantaranya anggur, buah ara, zaitun, pisang, kemangi, kayu putih, jahe, pohon palem, delima (duri kristuspunica granatum), acacia tortilis, tamarisk, buxus dioica, salvadora persica dan lawsonia inermis. Di samping itu, ada 42 jenis tanaman yang disebutkan dalam hadits nabi, termasuk lidah buaya, kunyit, mustar, dan jintan hitam. 

Hanya dua jenis tanaman yang disebutkan Al-Qur’an yang tidak ditampilkan  di taman botani islami, yaitu al-Gharqad (Nitraria) yaitu 'pohon orang Yahudi', yang hanya tumbuh di Palestina dan al-Zaqqum (pohon yang tumbuh di Neraka. 

Taman botani islami ini dilengkapi dengan layar pintar yang memuat informasi tentang nama, manfaat, dan kegunaan masing-masing tanaman. Di samping itu, ada ruang kelas dan perpustakaan dengan beberapa referensi dan buku tentang pengobatan kenabian dan tentang tanaman yang disebutkan dalam Al-Qur’an. (Red: Muchlison)
Bagikan:
Senin 22 April 2019 20:50 WIB
Manfaatkan Program Amnesti, Pemerintah Pulangkan 51 Pekerja Migran dari Yordania
Manfaatkan Program Amnesti, Pemerintah Pulangkan 51 Pekerja Migran dari Yordania
Tangerang, NU Online
Sebanyak 51 Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMI-B) yang berasal dari  Yordania akhirnya berhasil pulang ke tanah air dengan selamat pada Sabtu (20/4) malam. Proses pemulangan (repatriasi) 51 TKIB dilakukan dengan memanfaatkan program amnesti (pengampunan atas pelanggaran/kesalahan hukum) yang sedang diberlakukan pemerintah Yordania.

Pemulangan  51 PMIB ini merupakan tahap ketiga dengan jumlah terbesar pemulangan WNI sejak dua tahun terakhir. Pada bulan sebelumnya proses repatriasi telah dilakukan dalam dua tahap yang seluruhnya berjumlah 38 orang. 

"Program amnesti tahun 2019 ini dimanfaatkan pemerintah untuk mempercepat proses pemulangan para pekerja migran yang bermasalah di Yordania," kata  Kasubdit Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Kementerian Ketenagakerjaan,  Yuli Adiratna di Jakarta pada Ahad (21/4).
 
Dikatakan Yuli, mayoritas peserta program ini adalah pekerja migran bermasalah yang berstatus ilegal (tidak berdokumen), yang telah berdomisili di Yordania lebih dari delapan tahun.

"Di sana masih ada sekitar 1.040 orang PMI  yang menunggu program amnesti. Pemerintah melakukan berbagai upaya agar proses repatriasi berjalan lancar. Ini bentuk perlindungan bagi pekerja migran, " kata Yuli.

Yuli mengungkapkan ke-51 PMI-B itu terbanyak berasal dari provinsi Jabar yakni 35 orang. Yakni dari Indramayu (9), Cirebon dan Karawang (5), Subang (4), Sukabumi dan Purwakarta (3) dan Bekasi, kabupaten Bandung, Cianjur (2). Sepuluh pekerja migran dari provinsi Banten yakni Tangerang (8) dan Serang (2). Berikutnya dua pekerja migran masing-masing dari provinsi NTB (Sumbawa dan Lombok Tengah), Jawa Tengah (Pekalongan) dan Provinsi Jawa Timur (Jember dan Banyuwangi).

Sementara itu,  Dubes KBRI Amman, Andy Rachmianto mengatakan program amnesti pemerintah Yordania ini harus dimanfaatkan sebenar-benarnya, karena program ini tidak selalu ada setiap tahunnya. 

"Kami menargetkan setidaknya 50 persen dari WNI yang berstatus illegal dapat dibantu kepulangannya," kata Dubes Andy. 

Kebijakan amnesti ini diberlakukan selama enam bulan, terhitung sejak tanggal 12 Desember 2018 dan akan berakhir nanti tanggal 12 Juni 2019. Dalam rangka optimalisasi pemanfaatan program ini, KBRI Amman telah melakukan berbagai sosialisasi baik dengan pertemuan langsung, telepon, maupun melalui media sosial.

Menurut Atase Ketenagakerjaan KBRI Amman, Suseno Hadi, hampir seluruh WNI yang memanfaatkan program amnesty ini adalah para pahlawan penyumbang devisa, yang seluruhnya perempuan dan telah menetap di Yordania selama belasan tahun. 
 
Karena itu, diharapkan mereka dapat memanfaatkan program amnesti ini untuk dapat kembali ke Indonesia. Bagi mereka yang tidak memanfaatkan program ini, denda ijin tinggalnya akan dihitung sejak masa ijin tinggal resminya habis, dengan perhitungan 1.5 Jordan Dinnar (sekitar Rp 29.500) perhari. Setelah diumumkannya program amnesti ini jumlah pekerja migran bermasalah yang mendaftarkan diri ke KBRI terus bertambah setiap harinya.

Dengan kebijakan amnesti ini diharapkan dapat menjaring seluruh WNI yang bermasalah terhadap pelanggaran ijin tinggalnya di Yordania.  "KBRI telah berkoordinasi dengan pihak imigrasi dan beberapa institusi pemerintah terkait agar bisa membantu kepulangan mereka ke tanah air," kata Atase Suseno.

Suasana haru tercipta saat para PMIB bertemu keluarganya yang menjemput di bandara. "Alhamdulillah bisa pulang melalui amnesti Yordania. Jadi bisa pulang gratis dan proses kepulangannya pun sangat cepat," kata Altarmini (35) asal Bandung yang telah bekerja lima tahun di Yordania. 

Altarmini terharu dan terisak saat anak dan orangtuanya menjemput di Bandara Soetta. Sementara Tania (31) pekerja migran dari Cianjur mengaku senang bisa kembali ke tanah air. "Saya senang bisa kembali ke tanah air dengan cepat dan tanpa beaya. Semua hak-hak kami pun sudah dilunasi. Tak ada masalah, " ujar Tania yang telah tujuh tahun berpisah dengan keluarganya. (Red: Kendi Setiawan)
Senin 22 April 2019 8:45 WIB
PBNU: Bom Sri Lanka Adalah Kejahatan Kemanusiaan
PBNU: Bom Sri Lanka Adalah Kejahatan Kemanusiaan
Salah satu gereja yang dibom di Sri Lanka. Foto: Reuters
Jakarta, NU Online
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H. A. Helmy Faishal Zaini mengecam bom yang terjadi di Sri Lanka pada Minggu Paskah kemarin. Menurutnya, segala perilaku dan tindak kekerasan tidak sesuai dengan ciri-ciri Islam yang ramhatan  lil ‘alamin.

Helmy mengingatkan, di samping tujuan syariat (maqashid syariah) yang lima, yaitu menjaga jiwa, akal, harta, keluarga, dan martabat, perdamaian, kebebasan, dan juga toleransi adalah prinsip utama dalam menjalankan kehidupan. Oleh sebab itu, kelimanya merupakan prinsip utama yang harus ditegakkan di manapun.

Untuk ikut serta dalam upaya menciptakan perdamaian di Sri Lanka, Helmy mendorong agar pemerintah Indonesia mengambil langkah-langkah diplomatis. “Upaya ini penting dilakukan sebagai bagian dari tanggungjawab Internasional yakni turut berperan dalam usaha menciptakan perdamaian dan keamanan dunia,” katanya dalam rilis yang diterima NU Online, Senin (22/4).

Dia juga mendesak agar Persetikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan penyelidikan siapa pelaku di balik insiden berdarah itu.  Sehingga situasi dan kondisi di Sri Lanka kembali kondusif kembali. Di samping itu, Helmy mengajak masyarakat internasional untuk bersama-sama menggalang bantuan kemanusiaan untuk masyakarat Sri Lanka. 

Senada dengan itu, Ketua PBNU Robikin Emhas menyebut, pengeboman yang terjadi di Sri Lanka sebagai kejahatan terorisme yang melawan nilai kemanusiaan dan bertentangan dengan ajaran agama. Dia menegaskan, dalam pandangan Islam pelaku pengeboman bukan pahlawan dan tidak mati syahid. 

Menurutnya, agama dan ideologi apapun harus dikembangkan untuk mewujudkan perdamaian dunia dan kehidupan masyarakat yang harmonis. Bukan malah dijadikan sebagai ‘legitimasi’ untuk meniadakan mereka yang berbeda. 

“Menghargai perbedaan, menjunjung tinggi martabat kemanusiaan, menjaga kelangsungan hidup setiap manusia adalah beberapa prinsip utama yang dipegang teguh oleh seluruh masyarakat dunia,” katanya. 

Sebagaimana diketahui, pada Minggu Paskah kemarin terjadi serangan bom di delapan lokasi di Sri Lanka; tiga di kebaktian gereja, tiga di hotel, satu di luar kebun binatang di selatan Ibu Kota Kolombo, dan satu lagi di pinggiran kota.  Akibatnya, sedikitnya 290 orang meninggal dunia dan 500 orang lainnya terluka, termasuk luka parah. Jumlah itu kemungkinan akan terus bertambah

Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan sporadis yang terjadi di Sri Lanka itu. Namun sebagaimana diberitakan abc.net.au, Senin (22/4), sebanyak tujuh orang ditangkap setelah serangkaian ledakan bom di delapan lokasi di Sri Lanka itu. Hingga saat ini, belum ada informasi yang rinci terkait siapa-siapa saja yang menjadi pelaku pengeboman di Sri Lanka. Namun salah satu pelaku bom bunuh diri di Hotel Cinnamon Sri Lanka diketahui bertama Mohamed Azzam Mohamed. (Red: Muchlishon)
Ahad 21 April 2019 23:0 WIB
Darul Ghufran, Masjid Terbesar di Singapura dengan Fasilitas Pusat Dakwah
Darul Ghufran, Masjid Terbesar di Singapura dengan Fasilitas Pusat Dakwah
Interior Masjid Ddarul Ghufran. Foto: Jason Quoh/ST
Singapura, NU Online
Masjid Darul Ghufran kini menjadi masjid terbesar di Singapura. Setelah dua tahun mengalami pemugaran, Masjid Darul Ghufran yang sekarang terdiri dari tiga lantai itu mampu menampung jamaah hingga 5.500 orang, atau naik 1500 orang dari sebelum perbaikan. Sementara masjid terbesar kedua adalah Masjid Assyakirin di Taman Jurong dengan kapasitas 5000 orang. 

Masjid yang terletak di wilayah Tampines ini dilengkapi dengan Pusat Dakwah. 'Fasilitas' ini bukan hanya tempat di mana umat Islam bisa mendapatkan bimbingan dan nasihat tentang Islam dari guru agama yang kredibel, tetapi juga terbuka bagi non-Muslim yang mencari informasi lebih lanjut tentang Islam.

Menteri yang bertanggung jawab atas Urusan Muslim Singapura Masagos Zulkifli menilai, Masjid Darul Ghufran inovatif karena telah membuat Pusat Dakwah bagi Muslim dan non-Muslim. Dia menghimbau, masyarakat yang memiliki pemahaman yang salah tentang Islam bisa datang ke Pusat Dakwah di Masjid Darul Ghufran untuk mendapatkan pencerahan.

“Saya berharap, melalui interaksi ini, kesalahpahaman dapat dihindari dan bahwa kita terus menikmati kedamaian dan harmoni yang kita miliki satu sama lain,” kata Zulkifli, dikutip laman The Straits Times, Ahad (21/4).

Masjid Darul Ghufran dibuka pada 1990. Total dana yang dihabiskan untuk perbaikan selama dua tahun ini adalah 25 juta dollar. Dana tersebut berasal dari Yayasan Mosque Building dan Mendaki. Setelah direnovasi, kini Masjid Darul Ghufran memiliki tempat parkir bawah tanah, teras atap, dan tingkat empat. Masjid ini juga memiliki dua bangunan baru yang difungsikan untuk kantor dan ruang kelas untuk pendidikan Islam. (Red: Muchlishon)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG