IMG-LOGO
Nasional

PBNU Yakin People Power Terkait Hasil Pilpres Tidak Akan Terjadi

Senin 22 April 2019 23:30 WIB
Bagikan:
PBNU Yakin People Power Terkait Hasil Pilpres Tidak Akan Terjadi
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meyakini people power yang didengungkan oleh pihak tertentu tidak akan terjadi.

“Insyaallah semuanya tidak akan terjadi,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat memberikan sambutan pada Silaturahim dan Penyampaian Gagasan Kebangsaan PBNU di Gedung PBNU lantai 8, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, Senin (22/4).

Kiai Said yakin karena masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim ini mempunyai Allah, mempunyai Rasulullah. Karenanya, Kiai Said berdoa kepada-Nya dengan wasilah Rasul agar dapat mengatasi berbagai problematika yang terjadi.

“Kita tetap memohon kepada Allah swt dan wasilah kepada Rasulullah agar kita mampu mengatasi segala masalah,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan itu.

Oleh karena itu, dengan berakhirnya Pemilu, Kiai Said mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali bersatu demi NKRI. “Ke depan, mari kita rajut kembali, mari kita perkuat kembali persatuan dan kesatuan kita,” kata Kiai Said.

Sementara itu, mengenai hasil, kiai asal Cirebon itu meminta masyarakat untuk tetap sabar menunggu keputusan resmi penyelenggara, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019 mendatang.

“Pemilu telah selesai, pilpres selesai, kita sabar menunggu hasil rekapitulasi perhitungan suara oleh KPU Nasional pada tanggal 22 Mei,” katanya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Mustasyar PBNU KH Ma'ruf Amin, Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, dan beberapa jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU. Hadir pula pengurus lembaga dan badan otonom pusat, serta Nahdliyin umum. (Syakir NF/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Senin 22 April 2019 23:45 WIB
PBNU Ajak Jaga Keutuhan dan Persatuan Indonesia
PBNU Ajak Jaga Keutuhan dan Persatuan Indonesia
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menilai pemilu 2019 berlangsung damai dan lancar, meskipun beda pilihan politik yang nantinya ada calon yang mendapat suara terbanyak. Karena itu semua pihak diajak untuk terus memelihara sikapnya yang dewasa dalam berbangsa dan bernegara agar Indonesia tetap utuh. Meskipun pilihan politi

"Maka kita harus jaga keutuhan, persatuan, dan kesatuan NKRI," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (22/4).

Sebab menurut Kiai Said, kesuksesan dalam menjalankan pemilu dengan damai akan menjadi contoh bagi negara-negara lain. Indonesia dengan mayoritas warganya yang menganut Islam mampu berdemokrasi dengan baik.

"Ke depan akan menjadi contoh, akan mendapatkan apresiasi dari dunia internasional. Mayoritas Indonesia penduduknya beragama Islam, mayoritas beragama Islam (organisasinya) Nahdlatul Ulama ternyata mampu berdemokrasi, berhasil berdemokrasi," terangnya.

Selain itu, Kiai Said melanjutkan, kesuksesan pemilu menunjukkan bahwa Islam dan sistem demokrasi tidak bertentangan, bahkan keduanya saling memperkuat. 

"Demokrasi diberi ruh, diberi spirit oleh agama Islam, (dan) Islam diperkuat oleh sistem berdemokrasi, namanya saling memperkuat," ucapnya.

Oleh karena itu, sambungnya, tidak benar jika ada yang menganggap bahwa Islam menolak demokrasi. Nabi Muhammad dan para sahabat pun, katanya, menggunakan sistem demokrasi. Sebab menjalankan sistem demokrasi diperintah Allah.

"Hanya formulanya beda demokrasi zaman Nabi Muhammad dan sekarang, tapi esensinya sama, yaitu wasyawirhum fil amr," ucapnya.

Oleh karena itu bagi Ahlussunnah wal jamaah, sistem demokrasi menjadi salah satu sistem terbaik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Senin 22 April 2019 21:45 WIB
BLK Komunitas MHM Dayamurni Efektif Ciptakan Tenaga Terampil
BLK Komunitas MHM Dayamurni Efektif Ciptakan Tenaga Terampil
Peserta BLK Komunitas di Tubaba.
Tulang Bawang Barat, NU Online
Kerja sama antara Kemenaker dengan pesantren terkait pembangunan BLK Komunitas berbasis pesantren terbukti mampu memberikan kontribusi positif bagi para santri dan masyarakat sekitar pesantren. Dengan adanya Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas di pesantren diharapkan santri dan masyarakat sekitar memiliki akses untuk mendapatkan pelatihan kerja sehingga menjadi tenaga terampil.

Hal itu disampaikan Ketua BLK Komunitas berbasis pesantren MHM Tulangbawang Barat M Syaifudin, saat penutupan pelatihan, Senin (22/4).

"Sesuai amanah Menaker, beliau titip agar BLK Komunitas tetap hidup dan eksis. Maka kami menggelar pendidikan dan pelatihan selama 30 hari," ujarnya.

Ia meminta kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pendidikan agar memanfaatkan BLK Komunitas sehingga akan tercipta angkatan kerja baru yang telah memiliki bekal yang cukup sebelum memasuki dunia kerja.

Program pemerintah tersebut, menurut Syaifudin akan menunjang percepatan pembangunan karena BLK Komunitas dapat menampung seluruh santri yang nantinya memiliki SDM yang andal.

"Dengan hadirnya BLK Komunitas di ponpes akan sangat efektif mendongkrak angkatan kerja yang terampil dan berkualitas. Sebab para santri memiliki waktu yang leluasa untuk melakukan serangkaian pelatihan kerja yang ada di BLK Komunitas," ungkap Syaifudin.

Sementara peserta pelatihan BLK Komunitas MHM Dayamurni Sutikno mengatakan, dirinya sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Karena dengan digelarnya pelatihan oleh BLK Komunitas berbasis pesantren sangat membantu memberikan berbagai keterampilan.

Kejuruan pelatihan yang akan diimplementasikan di BLK Komunitas pada tahun ini meliputi Kejuruan Teknik Otomotif (Teknik Sepeda motor), Kejuruan Teknik Las, dan Kejuruan Processing (Pengolahan hasil pertanian/pengolahan hasil perikanan), namun saat ini baru digelar pelatihan komputer berbasis.

Selain itu, nantinya juga akan digelar pelatihan dengan Kejuruan Wood Working, Kejuruan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Kejuruan Menjahit, Kejuruan Refrigeration dan Teknik Listrik, Kejuruan Industri Kreatif, dan Kejuruan Bahasa.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Presiden RI melalui Kemenaker, karena dengan adanya BLK Komunitas ini, telah terbukti memberikan bekal keterampilan kepada kami. Sehingga kami menjadi tenaga terampil dan siap pakai dalam menghadapi dunia kerja," pungkasnya.

Diketahui usai digelarnya pelatihan di BLK MHM Dayamurni, para santri dan masyarakat sekitar saat ini sudah memiliki keterampilan yakni keterampilan mengoperasikan komputer. (Gati Susanto/Kendi Setiawan)
 
Senin 22 April 2019 20:55 WIB
PB PMII Apresiasi Penyelenggara Pemilu dan Kepolisian
PB PMII Apresiasi Penyelenggara Pemilu dan Kepolisian
Ketua PB PMII Agus Herlambang
Jakarta, NU Online
Pemilihan Umum (Pemilu) serentak telah usai dilaksanakan. Kendati demikian, saat ini proses rekapitulasi masih berlangsung hingga 22 Mei mendatang KPU akan mengumumkan hasil pemilu serentak ini.

Selama proses pemilu ini, penyelenggara pemilu telah bekerja semaksimal mungkin. Di semua daerah, KPU dan Bawaslu terlihat all out dalam bekerja.

Menanggapi hal itu, Penguus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) memberikan apresiasi kepada penyelenggara pemilu.

Bagi PMII, menegakkan demokrasi dan menjalankan semua tahapan dalam pemilu bukanlah hal yang mudah. Terbukti, dalam proses pemilu serentak ini banyak penyelenggra pemilu yang meninggal dunia dan jatuh sakit. Hingga saat ini tercatat 90 anggota KPPS yang meninggal dunia. Kemudian 374 lainnya dalam keadaan sakit.

Duka ini tidak hanya dirasakan oleh penyeleggara pemilu. Namun, pihak kepolisian juga merasakan hal yang sama. Tercatat 15 anggota kepolisian yang gugur karena kelelahan menjalankan tanggung jawabnya dalam proses pemilu serentak ini.

"Keluarga besar PMII turut berbelasungkawa atas duka yang menimpa penyelenggara pemilu khususnya KPPS, dan juga aparat kepolisian yang harus gugur dalam menjalankan tugas kepemiluan ini," ucap Ketua Umum PB PMII, Agus Mulyono Herlambang, Senin (22/4).

Selain itu, Agus juga mengimbau kepada semua pihak agar tetap menjaga persatuan. Berbeda pilihan dalam pemilu adalah hal yang biasa. Namun sebagai sesama anak bangsa harus selalu menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan.

"Dengan menjaga persatuan, berarti kita telah menjaga NKRI ini. Kita tidak boleh terpecah belah atas dasar kepentingan apa pun," sambungnya.

Karena itu, dia meminta kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas pihak-pihak yang sekiranya ingin memecahbelah bangsa. "Aparat penegak hukum tidak usah ragu-ragu. Jika ada potensi yang mengarah kepada disintgrasi, maka segera ditindak. Kami siap mendukung," tegasnya.

Dia juga menyinggung terkait adanya wacana people poewer. Menurutnya, people power ini sebaiknya jangan dilakukan. Sebab, hal tersebut justru akan memunculkan potensi chaos sesama anak bangsa.

Dia menyaranakan, jika ada hal yang dianggap janggal selama proses pemilu ini, lebih baik menggunakan jalur konstitusional.

"Di NKRI ini setiap persoalan ada mekanisme hukum yang mengaturnya. Jadi lebih baik kita gunakan mekanisme hukum itu. Jangan melakukam hal-hal yang berpotensi membuat situasi bangsa menjadi tidak kondusif," pungkasnya. (Joni Satriawan/Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG