::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Di Sampang, Mursyid Naqsabandiyah Minta Warga Jaga Persatuan

Selasa, 23 April 2019 21:30 Nasional

Bagikan

Di Sampang, Mursyid Naqsabandiyah Minta Warga Jaga Persatuan
Haul Akbar Masyayikh Tarekat Naqsyabandiyah di Sampang
Sampang, NU Online
Usai pemilihan umum 17 April 2019 lalu, Mursyid Tarekat Naqsabandiyah, KH Ahmad Ja'far Abdul Wahid Qs meminta masyarakat untuk saling memaafkan, menjaga kedamaian, keamanan serta persatuan.

Menurutnya saat ini sudah tidak ada lagi kosong satu maupun kosong dua, yang ada hanya kosong kosong. "Dan siapapun yang ditakdirkan sebagai presiden, atau aggota legislatif, semuanya kita pasrahkan kepada Allah Swt," katanya pada Haul Akbar Masyayikh Tarekat Naqsyabandiyah dan Haul Al-Maghfurlah Sayyidina Abdul Wahid Khudzaifah Qs, Sabtu (20/4) di Pondok Pesantren Darul Ulum II Al-Wahidiyah Gersempal Omben Sampang, Jawa Timur.

Pasrah dan menyerahkan semuanya kepada Allah, kata dia, sebab sebenarnya hal itu (jadi presiden atau legislatif) dari zaman azali sudah ada ketetapan.

Dihadiri oleh puluhan ribu jamaah dari seluruh Indonesia, mereka bersama-sama menyanyikan Ya Lal Wathon karya KH Abdul Wahab Chasbullah. Hal itu sebagai bentuk kecintaan terhadap NKRI.

Acara juga diisi dengan pembacaan Shalawat Robithoh, karya Al-Maghfurlah Syeikh Abdul Adhim Al-Maduri, seorang ulama Makkah, pembawa Tarekat Naqsyabandiyah Ahmadiyah Mudzhariyah ke Indonesia.

Hadir dalam kegiatan ini para habaib, masyayikh, pejabat pemerintah, dan pimpinan organisasi di antaranya KH Zubaidi Muhammad, KH Syafiuddin Abd Wahid, dan KH Ahmad Ja'far Abd Wahid Qs, Habib Ahmad, Kapolres Sampang, Dandim 0828 Sampang.

Jama'ah yang terwadah dalam organisasi Silaturrahim Ikhwan Akhwat dan Simpatisan Naqsyabandiyah Gersempal (SITQON) hadir dari berbagai cabang yang tersebar di Indonesia, di antaranya Pulau Sapudi, Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Pulau Mandangin, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Tuban, Lumajang, Situbondo, Jember, Bondowoso, Bali, dan Jakarta. (Dedi Haryono/Kendi Setiawan)