::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

NU PEDULI NTB

LAZISNU Latih Guru NTB 'Self-Therapy Healing'

Selasa, 23 April 2019 22:35 Nasional

Bagikan

LAZISNU Latih Guru NTB 'Self-Therapy Healing'
Pelatihan Self Healing
Jakarta, NU Online
Untuk memberikan semangat kepada para guru di wilayah terdampak bencana NTB, NU Care-LAZISNU mengadakan pelatihan Self-Therapy Healing. Program ini berlangsung selama dua hari, yakni Senin-Selasa, 22-23 April 2019 di Hotel Arum Jaya, Kota Mataram.

Ketua NU Care-LAZISNU NTB, H Saprudin mengatakan sebanyak 50 guru madrasah, guru SD negeri, para asatidz pesantren yang berasal dari empat kabupatan dan kota di NTB mengikuti program tersebut.

"Peserta dari seluruh wilayah kabupaten dan kota di Pulau Lombok dengan koordinasi PCNU Lombok Timur, Lombok Tengah Utara, Lombok Barat dan Kota Mataram," katanya dihubungi dari Jakarta, Senin (23/4) malam.

"Selain itu hadir juga perwakilan Muslimat NU NTB. Acara dibuka Ketua PWNU NTB H Masnun, dan dihadiri Ketua NU Care-LAZISNU Pusta, H Achmad Sudarajat," imbuhnya.

Program tersebut merupakan pemanfaatan penggalangan bantuan pelanggan masyarakat melalui toko Indomaret.

Ketua NU Care-LAZISNU, H Achmad Sudrajat mengatakan usai bencana gempa bumi di Lombok tahun lalu, NU Peduli terus mengawal dan mendampingi masyarakat dengan beragam program termasuk pemberdayaan.

"NU Peduli tidak akan meninggalkan Lombok," tegasnya.

Ia menambahkan atas dukungan dan kepedulian Sahabat Peduli, sampai saat ini sudah dilakukan beragam kegiatan, mulai dari tanggap darurat pada saat bencana terjadi, recovery, pembangunan hunian untuk warga, hingga beragam pelatihan," kata Achmad Sudrajat.

Pembangunan untuk NTB dengan dukungan NU Pedulu, imbuhnya, akan diteruskan melalui program penguatan ekonomi. (Kendi Setiawan)