IMG-LOGO
Daerah

Gusdurian Bekasi Raya Ajak Masyarakat Apresiasi Kinerja KPU

Rabu 24 April 2019 13:0 WIB
Bagikan:
Gusdurian Bekasi Raya Ajak Masyarakat Apresiasi Kinerja KPU
Gusdurian Bekasi Raya (Foto: Aru Elgete/NUO)
Bekasi, NU Online
Pesta demokrasi sudah selesai. Namun, sesungguhnya Pemilihan Umum (Pemilu) belum selesai karena masih harus menunggu hingga 22 Mei 2019 mendatang.

"Hasil Pemilu harus kita serahkan dan percayakan kepada KPU sepenuhnya. Tapi kita juga harus tetap mengawal," kata Koordinator Jaringan Gusdurian Bekasi Raya, M Shofiyulloh, pada Selasa (23/4) malam.

Pria yang akrab disapa Kang Opi ini, mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak curiga secara berlebihan kepada KPU. Sebab, para penyelenggara pemilu itu sudah teruji kinerjanya.

"Mengutip pernyataan Gus Dur bahwa yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan, maka seharusnya kita sebagai warga bangsa mengedepankan rasa kemanusiaan terhadap pejuang demokrasi yang gugur dalam tugas," kata Alumni Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur ini.

Keluarga Besar Gusdurian Bekasi Raya, lanjut dia, turut berbelasungkawa atas banyaknya korban jiwa yang wafat saat bertugas dalam proses demokrasi. 

"Itulah sebenar-benarnya pejuang. Maka, mari kita apresiasi kerja-kerja KPU hingga panitia di TPS yang bekerja semaksimal mungkin," katanya.

Ia mengajak masyarakat untuk sama-sama memberikan atau menyebarkan pesan-pesan positif dalam rangka menjaga kondusivitas. 

"Bukan malah memprovokasi dengan dalih ketidakpercayaan terhadap penyelenggara pemilu. Tempatkan kemanusiaan di atas politik. Karena itu yang lebih utama dan paling penting," tegas Kang Opi.

Karena Indonesia negara hukum, maka ia meminta seluruh pihak agar melaporkan berbagai kecurangan yang terjadi. Tidak justru membangun opini yang dapat memecah-belah persatuan. "Mari kita jaga persatuan sebagaimana yang telah diajarkan Gus Dur," pungkasnya. (Aru Elgete/Musthofa Asrori)

Bagikan:
Rabu 24 April 2019 23:0 WIB
Komitmen Gusdurian Bekasi Kawal Pesta Demokrasi 2019
Komitmen Gusdurian Bekasi Kawal Pesta Demokrasi 2019
foto: ilustrasi
Bekasi, NU Online
Sejak awal, Gusdurian Bekasi Raya sudah turut serta membangun komitmen untuk mengawal pesta demokrasi tahun 2019. Mulai dari ajakan memilih agar tidak golput, hingga mengimbau masyarakat agar tidak termakan dan menyebarkan berita bohong (hoaks).

Demikian diungkapkan Penggerak Jaringan Gusdurian Bekasi Raya, Suci Amaliyah mengomentari hiruk-pikuk pascapemilu 17 April 2019 lalu. 

"Atas instruksi Jaringan Gusdurian Pusat, kami mengimbau masyarakat juga untuk membantu menginput data form C1 melalui situs kawalpemilu.org. itu kita lakukan untuk mengatasi indikasi kecurangan," katanya kepada NU Online, Rabu (24/4).

Selain itu, bersama Jaringan Gusdurian Bekasi Raya, ia juga mengajak masyarakat untuk bisa mengapresiasi semua pihak yang berjasa dalam proses pesta demokrasi lima tahunan ini. "Terutama para relawan yang telah menghibahkan waktu dan tenaga untuk membantu KPU menyelesaikan proses penghitungan suara dalam pemilu serentak kali ini," jelas perempuan asal Tegal, Jawa Tengah ini.

Dikatakan, adanya hitung cepat dan lembaga survey itu berfungsi sebagai alat kontrol serta pembanding bagi KPU. Tujuannya agar KPU berhati-hati dalam proses penghitungan. "Karena itu, mari kita percayakan saja kepada hasil penghitungan yang dilakukan secara resmi oleh KPU pada 22 Mei 2019 mendatang," kata Suci.

Terakhir, Kader IPPNU Kabupaten Tegal ini berharap agar masyarakat dapat bersama-sama menjaga keutuhan NKRI, dengan menghargai kerja keras seluruh pihak yang berjasa dalam suksesi pemilu serentak kali ini. "Tumbuhkanlah jiwa kemanusiaan kita, marilah kembali menjalin persaudaraan dengan damai. Karena Gus Dur mengatakan, yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan," pungkas Suci. (Aru Elgete/Muiz)
Rabu 24 April 2019 22:30 WIB
Kapolres Jepara Ajak Masyarakat Rajut Kembali Persatuan
Kapolres Jepara Ajak Masyarakat Rajut Kembali Persatuan
Penghargaan PC Ansor Jepara kepada senior
Jepara, NU Online
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jepara mengajak masyarakat pascapilpres untuk merajut kembali agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta tidak mudah terprovokasi yang dapat memecah belah keutuhan bangsa. 

Hal itu ditandaskan Kapolres Jepara, AKBP Arif Budiman saat memberikan sambutan dalam tasyakuran Harlah Ke-85 Ansor yang diselenggarakan PC GP Ansor Jepara berlangsung di Gedung NU Jepara lantai 2, Selasa (23/4) malam. 

Di hadapan  forkopimda, banom, lembaga, Ansor, dan Banser Arif mengatakan bahwa pesta demokrasi pilpres dan pileg di Indonesia merupakan pesta terbesar di dunia. 

"Kegiatan coblosan diselenggarakan dalam kurun 1 hari yang membutuhkan tenaga dan pikiran ekstra. Termasuk keterlibatan SDM yang begitu banyak baik penyelenggara maupun pengawasnya membutuhkan energi ekstra, bahkan sampai ada korban jiwa bagi petugas," katanya. 

Ketua PCNU Jepara KH Hayatun mengatakan, berpolitik itu untuk membesarkan NU bukan sebaliknya, memanfaatkan NU untuk dijadikan alat politik. Dirinya mengapresiasi kader NU yang ikut mengampanyekan tolak politik uang sebagai upaya awal dalam memberantas korupsi. 

Kiai yang akrab disapa Mbah Yatun itu menandaskan 'ngopeni' NU beda dengan 'ngopeni' di pemerintahan. "Bila di pemerintahan sudah ada petugas masing-masing yang teranggarkan dan tinggal instruksi dan koordinasi saja beres, kalau tidak jalan tinggal ganti," tandasnya. 

Hal itu beda dengan 'ngopeni' NU yang anggarannya tidak jelas adanya, manusianya banyak namun susah ditemui, apalagi orang-orangnya bandel kalau diajak gerak. "Jadinya repot, tentunya problemnya lebih kompleks daripada di pemerintahan," pungkasnya. 

Kegiatan tasyakuran yang juga dibarengkan dengan Doa Bersama untuk Kedamaian NKRI itu juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada Ketua Ansor dan Satkorcab terdahulu yang telah mengabdi untuk Ansor dan Banser. (Syaiful Mustaqim/Muiz)
Rabu 24 April 2019 19:30 WIB
Ketua MUI Lampung: Tidak Ada Lagi 01, 02, yang Ada 03 Persatuan Indonesia
Ketua MUI Lampung: Tidak Ada Lagi 01, 02, yang Ada 03 Persatuan Indonesia
KH Khairuddin Tahmid, Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung
Pringsewu, NU Online
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung KH Khairuddin Tahmid mengajak segenap elemen bangsa Indonesia untuk kembali bersatu fokus membangun Indonesia usai pemungutan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) yang telah dilaksanakan pada 17 April 2019 lalu.

Siapapun Presiden dan Wakil Presiden yang menjadi pemenang dan ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggaran Pemilu nanti harus didukung bersama. Perbedaan pilihan saat Pilpres tidak boleh diteruskan. Yang ada hanyalah persatuan dan kesatuan membangun bangsa.

"Tidak Ada Lagi 01, 02, yang Ada 03 Persatuan Indonesia," tegasnya saat hadir pada Pelantikan Pengurus Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Se-Kabupaten Pringsewu periode 2019-2024 dan Rapat Kerja MUI Kabupaten Pringsewu Tahun 2019 di aula Kantor Bupati Pringsewu, Rabu (24/4).

Ia mengajak segenap elemen masyarakat untuk berdoa dan tawakal agar pemimpin yang terpilih pada pemilu tahun ini bisa menjalankan tugasnya dengan penuh amanah dan adil demi kemajuan bangsa Indonesia ke depan lebih baik lagi.

Menurut Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung ini, yang harus dipahami adalah bagaimana bisa memupuk rasa persaudaraan, baik antar kelompok, suku ataupun saudara seiman dan sebangsa agar tercipta kondisi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang baik, yang memperoleh ridla dan ampunan Allah SWT.

"Kita tentu mendambakan baldatun thayibatun wa rabbun ghafur dan masyarakat yang berkualitas (khaira ummah) dan juga kejayaan Islam dan kaum muslimin, izzul Islam wal muslimin dalam wadah NKRI," ingatnya.

Untuk mencapai tujuan dan harapan ini lanjutnya, perlu ikhtiar-ikhtiar seperti menggerakkan kepemimpinan dan kelembagaan umat secara efektif dengan menjadikan ulama sebagai panutan (qudwah hasanah).

"Seluruh ormas Islam harus melaksanakan dakwah Islam, amar ma’ruf nahi munkar dalam mengembangkan akhlakul karimah agar terwujud masyarakat berkualitas dalam berbagai aspek kehidupan, dan mengembangkan ukhuwah Islamiyah, Wathaniyah dan Insaniyah dan kebersamaan dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan umat Islam diseluruh NKRI," ajaknya. (Muhammad Faizin)