IMG-LOGO
Daerah

UPZISNU Kepatihan Kembali Berikan Santunan kepada Warga

Kamis 25 April 2019 15:30 WIB
Bagikan:
UPZISNU Kepatihan Kembali Berikan Santunan kepada Warga
Jombang, NU Online
Unit Pengelola Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Desa Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa Timur santuni tiga warganya dalam satu waktu. Santunan diberikan kepada tiga warga di RW yang berbeda.

"Semalam tiga kali santunan di RW berbeda dengan petugas yang berbeda pula," kata Ketua UPZISNU Kepatihan, H Muhammad Manshur kepada NU Online, Rabu (24/4).

Ia memaparkan, UPZISNU Kepatihan memiliki petugas-petugas yang bisa mengkoordinir di beberapa RW. Koordinasi mereka juga langsung terkoniksi dengan warga. Hal ini dinilai sangat pentimg guna mempercepat terealisasinya program-program UPZISNU Kepatihan.

"Artinya UPZISNU Kepatihan sudah punya perwakilan di beberapa RW untuk menunjang tugas yang diamanatkan warga yang nantinya  kembali untuk warga sendiri," jelasnya.

Sejumlah pendanaan program UPZISNU Kepatihan, termasuk program santunan bersumber dari sedekah warga Kepatihan sendiri yang dikelola oleh petugas UPZISNU. Sedekah warga ditampung melalui kaleng kotak infaq (koin) sedekah. 

"Alhamdulillah lewat penggerak UPZISNU di masing-masing RW, jumlah kaleng semakin banyak tersebar. Saat ini kaleng UPZISNU Kepatihan tidak kurang dari 500 kaleng," tuturnya.

Pria yang kerap disapa H Manshur ini bersyukur, lantaran melalui program kaleng Koin sedekah itu, warganya kian gemar bersedekah. Ia menyatakan, UPZISNU Kepatihan juga akan terus berbenah menyusun program-program baru demi bisa terus memberikan manfaat kepada warga.

"Alhamdulillah semakin banyak kaleng, kita berani memunculkan inovasi-inovasi progran baru yang dipastikan kemanfaatanya untuk masyarakat kembali," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)
Tags:
Bagikan:
Kamis 25 April 2019 22:30 WIB
HARLAH KE-85 GP ANSOR
Ketua PCNU Minta Ansor Terus Majukan Kota Banjar
Ketua PCNU Minta Ansor Terus Majukan Kota Banjar
Ketua PCNU Kota Banjar, KH Supriyatna.
Kota Banjar, NU Online
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Banjar, Jawa Barat, KH Supriyana berpesan kepada seluruh anggota GP Ansor Kota Banjar agar bersama-sama dengan komponen masyarakat untuk mengisi serta terus memperjuangakan kemajuan Kota Banjar.

Pesan tersebut disampaikannya pada peringatan hari lahir ke-58 Gerakan Pemuda Ansor yang diselenggarakan oleh PC GP Ansor Kota Banjardi PUSDAI Kota Banjar, (24/4) malam.

Kiai Supriyana juga mengungkapkan rasa syukurnya karena disadari atau tidak, kehadiran GP Ansor dan kehadiran kepengurusan Nahdlatul Ulama dari waktu ke waktu, tidak berhenti.

"Tetap bersama dengan pemerintah daerah mewujudkan Kota Banjar ini semakin hari semakin memberikan makna positif bagi warga masyarakat," ungkpanya.

Pada kesempatan tersebut ia mengatakan GP Ansor Kota Banjar ikut mengambil peran penting dalam proses berdirinya Kota Banjar dan perkembangan Kota Banjar.

Kota Banjar adalah sebagai bagian ujung timur Provinsi Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

"Sebelum Kota Banjar berdiri pada tahun 2003 waktu itu masih berbentuk Kota Administratif, secara  kebetulan saya orang yang pertama mengurus Gerakan Pemuda Ansor selama dua periode," jelasnya.

Semakin pesatnya perkembangan Banjar sebagai kota Administratif sejak tahun 1992, masyarakat mendesak kepada pemerintah untuk menjadikan Banjar sebagai kota karena dinilai Banjar sudah layak menjadi sebuah kota.

"Pada saat itu masyarakat memiliki keinginan yang kuat untuk menjadikan Banjar sebagai kota. Dengan kekuatan masyarakat Banjar, para politisi Banjar, para birokrat, organisasi masyarakat dan pada saat itu pula Gerakan Pemuda Ansor turut ikut serta dalam membidangi proses berdirinya Kota Banjar dengan menandatangi dan memberikan rekomendasi berdirinya Kota Banjar," paparnya.

Mengacu pada undang-undang nomor 22 Tahun 1999  tentang pemerintahan dan segala upaya yang telah dilakukan oleh tim presidium akhirnya tepat pada tanggal 21 Februari 2003 Banjar menjadi Pemerintahan Kota yang ditandai dengan dilantikanya pejabat Walikota sementara HM Effendi Taufikurrahman. Momentum tersebut sekaligus dijadikan Hari Jadi Kota Banjar.

HM Effendi Taufikurrahman menjabat dari tanggal 21 Februari 2003 sampai dengan 5 Januari 2004 dan dilanjutkan oleh Wali Kota terpilih, Herman Sutrisno.

"Selain menjadi bagian atas upaya berdirinya Kota Banjar, GP Ansor Kota Banjar berperan dalam perkembangan Kota Banjar melalui kegiatan-kegiatan kepemudaan, sosial masyarakat, kegamaan dan kerja sama dengan Pemerintah Kota untuk mewujudkan visi dan misi Kota Banjar," ungkapnya.

Peringatan Harlah diawali dengan pembacaan Maulid Al-Barzanji, dihadiri oleh puluhan anggota Banser, pengurus PC IPNU Kota Banjar, PMII Kota Banjar, pejabat pemerintah, dan tokoh masyarakat. (Agus Ahmad Fauzi/Kendi Setiawan)
Kamis 25 April 2019 21:30 WIB
Kopri PMII Al-Farabi Pangandaran Tegaskan Peran Perempuan di Ranah Publik
Kopri PMII Al-Farabi Pangandaran Tegaskan Peran Perempuan di Ranah Publik
Diskusi Hari Kartini Korp PMII Al-Farabi Pangandaran.
Pangandaran, NU Online
Korp PMII Putri (Kopri) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama (STITNU) Al-Farabi Pangandaran, Jawa Barat menggelar refleksi Hari Hartini dengan tema Perempuan dan Pendidikan. Acara yang dilaksanakan pada Selasa (23/04) berlangsung mulai pukul 13.00 WIB di Alun-Alun Parigi, Kabupaten Pangandaran.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pemantapan gerakan perempuan di ruang lingkup sosial kemasyarakatan. Kegiatan ini diisi dialog interkaktif bersama komisi Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Pangandaran serta orasi tentang perempuan dan pendidikan.

Rima Malida, Ketua Kopri Komisariat STITNU Al-Farabi Pangandaran menyampaikan bahwa acara ini dilaksanakan salah satunya untuk meningkatkan semangat juang para kaum perempuan khususnya generasi penerus di Kabupaten Pangandaran.

"Diselenggarakannya acara ini bermaksud dapat memotivasi dan menumbuhkan rasa percaya diri seorang perempuan, siap dalam mengusung kesuksesannya yang tidak hanya di ranah domestik, tetapi juga di ranah publik," ungkapnya.

Rima menambahkan perjuangan sosok RAy Kartini merupakan bagian daripada perjuangan kita sebagai penerus salah satunya dalam sektor pendidikan.

"Kaum muda khususnya perempuan nantinya akan menjadi sosok ibu bagi anaknya, maka penting kiranya sektor pendidikan di perhatikan dalam hal ini," tambahnya.

Nunik Yudaningsih dari KPAD Pangandaran mengatakan saat ini para perempuan diharapkan lebih maju, cerdas dan intelektualnya semakin bagus.

"Peran perempuan mulai semakin terbuka dan tidak terisolir. Salah satunya dengan adanya beberapa program dari Pemerintah. Dan ini merupakan dampak dari kecerdasan kalangan perempuan yang semakin diperhitungkan," ujarnya. (Soleh Hidayat/Kendi Setiawan)
Kamis 25 April 2019 18:30 WIB
Mantapkan Aswaja, MWCNU Balung Gelar Safari Ramadhan
Mantapkan Aswaja, MWCNU Balung Gelar Safari Ramadhan

Jember, NU Online
MWCNU Balung, Kabupaten Jember, Jawa Timur akan menggelar  Safari Ramadhan selama bulan Ramadhan mendatang. Safari Ramadhan yang akan dimulai tanggal 8 hingga 26 Mei 2019 tersebut dilaksanakan sebanyak 13 kali sesuai dengan jumlah Ranting NU Balung.

"Jadi kami berkeliling ke setiap ranting sambil buka puasa bersama,” tukas Ketua MWCNU Balung, H Asri Wakin saat memberiklan sambuan dalam Rapat Koordinasi dan Konsolidasi MWCNU Balung di kediaman H Syamsul, Balung, Jember, Jawa Timur, Rabu (24/4).

Dalam setiap kali acara, panitia menghadirkan kiai dan pengurus teras NU untuk memberikan penguatan soal Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) kepada para pengurus ranting dan warga sekitarnya. Menurut Wakin, itu penting untuk menambah pengetahuan dan keyakinan mereka terhadap Aswaja. Diharapkan, pengurus Ranting NU juga bisa memberian pencerahan kepada masyarakat tentang Aswaja, termasuk Islam Nusantara.

“Beberapa persoalan yang selama ini sempat mencuat,  kami beri pencerahan, diantaranya adalah soal Islam Nusantara,” tambahnya.

Wakin menjelaskan, Islam Nusantara mungkin masih agak asing bagi telinga warga desa, meskipun ajarannya sudah dilakoni sejak lama. Ia khawatir jika tidak ada pencerahan, bisa jadi mereka menganggap bahwa Islam Nusantara benar-benar ‘barang’ baru.

“Yang juga penting, kami berharap agar masyarakat tidak ikut terpengaruh polemik Pilpres di tingkat elit. Ini juga perlu pemahaman,” pungkasnya (Aryudi AR)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG