::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ngaji Metodologi Fiqih Nusantara, IAIN Madura Gelar Kuliah Tamu

Jumat, 26 April 2019 06:30 Daerah

Bagikan

Ngaji Metodologi Fiqih Nusantara, IAIN Madura Gelar Kuliah Tamu
Kuliah tamuProdi AHS di IAIN Madura, Kamis (25/4).
Pamekasan, NU Online
Guna menajamkan pengetahuan mahasiswa tentang Metodologi Fiqh Nusantara, Program Studi Al-Ahwal Al-Syakhshiyyah (AHS) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, sukses menggelar kuliah tamu. Menghadirkan M Noor Harisuddin, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum sekaligus Guru Besar Ushul Fiqh IAIN Jember, kuliah tamu bertema  Metodologi Fiqh Nusantara dalam Dinamika Hukum Keluarga Islam.

Berlangsung di Gedung Auditorium 1 IAIN Madura, Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (25/4), kuliah yang dipimpin langsung oleh Abdul Jalil, Kaprodi AHS tersebut, dihadiri oleh Dekan Fakultas Syariah, para dosen AHS, serta mahasiswa dari Fakultas Syariah.

Maimun selaku dekan Fakultas Syariah membeberkan, acara tersebut untuk menajamkan pengetahuan mahasiswa tentang tema yang telah diusung.

Pria berkelahiran Pamekasan tersebut menambahkan, kuliah tamu merupakan rutinitas setiap semester. "Sengaja setiap semester di masing-masing Prodi Fakultas Syariah mengadakan agenda kuliah tamu seperti sekarang ini dalam rangka menyegarkan keilmuan Islam di IAIN Madura," beber Maimun.

Maimun juga mengatakan, kuliah tamu seperti itu sangat penting untuk ditanamkan. "Karena melalui kegiatan seperti ini bisa meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan Mahasiswa yang telah diraih dalam kelas," imbuh Maimun.

Sementara itu, Salman Al-Farisi selaku ketua HIMA AHS memaparkan, acara kuliah tamu tersebut sebagai solusi bagi mahasiswa hari ini.

"Saya rasa tema acara ini sangat pas untuk kembali meningkatkan intelektual mahasiswa AHS karena saya rasa melihat kondisi intelektual dalam keislaman terlebih Ushul Fiqih itu sangat minim bagi mahasiswa sekarang, jadi acara ini bisa dikatakan solusi terhadap hal itu," ucapnya.

Ia berharap, ke depan mahasiswa AHS bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. "Karena penegakan hukum di Indonesia saat ini sudah sangat kacau dan perlu dibenahi lagi maka dengan adanya acara itu semoga kita semua bisa menegakkan Hukum Islam lebih baik lagi," pungkas aktivis PMII tersebut. (Ach Syarofi/Kendi Setiawan)