IMG-LOGO
Nasional

Ramadhan Tahun Ini, Lembaga Dakwah PBNU Siapkan Sembilan Program

Jumat 26 April 2019 19:0 WIB
Bagikan:
Ramadhan Tahun Ini, Lembaga Dakwah PBNU Siapkan Sembilan Program
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui lembaga dakwahnya menyiapkan sembilan program yang akan dilaksanakan untuk syiar selama bulan Ramadhan.

"Insyaallah Lembaga Dakwah PBNU akan menyelenggarakan syiar ramadhan. Dalam syiar ramadhan itu ada sembilan program," kata Wakil Ketua LD PBNU Ustadz H Masruhin Abdul Majid di Gedung PBNU, Jumat (26/4).

Sembilan program yang dimaksud, ialah mengaji kitab kuning setiap selepas asar, buka bersama, shalat tarawih berjamaah, kultum, tadarus Al-Qur'an, pembagian sembako bagi fakir miskin, pelatihan dai milenial sekitar 200 khusus mahasiswa-mahasiswi, gema takbir, dan shalat idul fitri. Sembilan program tersebut diselenggarakan di Masjid An-Nahdlah Gedung PBNU.

"Semua kegiatan diselenggarakan di PBNU," kata Ustadz Masruhin.

Ia menambahkan, dalam memperluas jangkauan syiarnya, Lembaga Dakwah PBNU bekerja sama dengan Elshinta TV untuk menyiarkan program 'Ramadhan Bersama Ustadz' yang diadakan setiap sore hari.

Selain itu, ustadz-ustadz dari lembaganya akan mengisi pesantren kilat di Masjid Nurul Iman Rutan Cipinang Jakarta Timur setiap Senin sampai Kamis pukul 09.00-11.00 WIB.

Kerja sama juga dilakukan lembaganya dengan LAZISNU untuk membagikan zakat yang akan diberikan kepada jamaah masjid An-Nahdlah dan masyarakat yang ada di lingkungan PBNU.

Menurutnya, sejumlah kegiatan yang akan diselenggarakan pada ramadhan tahun ini terdapat perbedaan dengan ramadhan tahun-tahun sebelumnya, yakni keterlibatan media elektronik Elshinta TV dan pelatihan dai dan daiyah yang ditujukan untuk mahasiswa dan mahasiswi.

"Ada tambahan. Pertama, kita melalui media elektronik itu, yang tahun kemarin tidak ada. Kedua pelatihan dai-daiyah yang kemarin itu sasarannya adalah orang-orang NU, orang-orang yang sudah jadi dai-daiyah, kalau besok Itu benar-benar memberikan pendidikan dai milenial karena sasaran kita adalah mahasiswa dan mahasiswi," terangnya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Jumat 26 April 2019 20:0 WIB
NU Care Sidoarjo Gelar Pengobatan Gratis bagi Para Pejuang Demokrasi
NU Care Sidoarjo Gelar Pengobatan Gratis bagi Para Pejuang Demokrasi
Jakarta, NU Online
Sedikitnya, 225 petugas Pemilihan Umum (Pemilu) meninggal dunia karena berbagai faktor mengingat lamanya proses penghitungan. Hal ini menuai keprihatinan dari berbagai kelompok masyarakat.

Nahdlatul Ulama (NU) Sidoarjo Peduli, sebagai satu program terintegrasi lembaga-lembaga di Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo menggelar pengobatan gratis kepada para pejuang demokrasi itu sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian.

“Keprihatinan pengurus NU Sidoarjo Peduli, terhadap penyelenggara pemilu yang terkuras tenaga dan pikirannya, sehingga beberapa bertumbangan, ada yang sakit bahkan meninggal,” ujar Dodi Dyauddin, Direktur Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sidoarjo, kepada NU Online pada Jumat (26/4).

Sedikitnya, 100 orang turut memeriksakan kesehatannya yang selama ini telah diforsir demi suksesnya penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan itu.

“Jumlahnya sih ndak terlalu banyak, hanya sekitar 100an, terdiri dari penyelenggara pemilu ada PPK, PPS, PPD, dan PANWASCAM, pihak keamanan baik TNI maupun Polri, para saksi dari setiap partai, kepala desa juga ada, dan lainnya masyarakat sekitar,” terang Dodi.

Mereka, kata Dodi, umumnya sakit akibat kelelahan dan kurang tidur. Di antara mereka juga ada yang menderita flu. “(Mereka) dipersilahkan untuk memeriksakan dan mengobati keluhannya akibat penat dan lelahnya dalam menjalankan proses demokrasi,” kata pria asal Cirebon tersebut.

Pengobatan itu dilakukan di Balai Desa Kureksari, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo pada Jumat (26/4) sore. Tempat tersebut dipilih mengingat di situ pula rapat pleno terbuka dan rekapitulasi suara tingkat kecamatan dilaksanakan.

Selain pengobatan, NU Sidoarjo Peduli juga menyediakan sebuah mobil ambulans yang selalu siap jika terdapat kebutuhan yang mendesak perihal kesehatan para petugas di tempat rekapitulasi itu dilakukan. (Syakir NF/Abdullah Alawi)

Jumat 26 April 2019 19:5 WIB
Kemnaker Temukan 26 Calon Pekerja Migran Tak Sesuai Prosedur
Kemnaker Temukan 26 Calon Pekerja Migran Tak Sesuai Prosedur
Jakarta, NU Online
Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN), Kamis (25/4) mencegah upaya pemberangkatan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) secara nonprosedural di sebuah penampungan milik Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (P3MI) PT Balanta Budi Prima di daerah Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Melalui inspeksi mendadak, Kemnaker mendapati 26 CPMI yang terdiri dari 12 pekerja migran perempuan yang dititipkan oleh PT Mafan Samudera Jaya dan 14 pekerja migran laki-laki yang diproses oleh PT Balanta Budi Prima karena tidak berdokumen maupun tidak memiliki dokumen yang dipersyaratkan peraturan perundangan.

Lokasi penampungan yang berada di Jalan Pedurenan Depok, Cimanggis ini diduga belum melengkapi perizinan, namun telah melakukan aktivitas dan menampung calon pekerja migran. Selanjutnya seluruh calon pekerja migran ini dibawa ke Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Kementerian Sosial, Bambu Apus, Jakarta, untuk kemudian dipulangkan ke daerah asalnya.

"Sidak ini dilakukan untuk menindaklanjuti laporan calon pekerja migran yang tak kunjung berangkat ke Taiwan untuk bekerja sesuai yang dijanjikan walaupun telah menyetorkan sejumlah uang," kata Kasubdit Perlindungan TKI Kementerian Ketenagakerjaan Yuli Adiratna.

Sehari sebelumnya Kemenaker menerima pengaduan dari tujuh orang pekerja migran yang telah dimintai dan telah mentransfer uang kepada PT BBP sejumlah Rp131.000.000.

"Kemnaker akan memproses dan mengembangkan kasus ini, karena tidak tertutup kemungkinan terdapat korban lainnya yang mengakibatkan kerugian dalam jumlah lebih besar. Pihaknya akan bekerja sama dengan pihak yang berwenang apabila terdapat indikasi adanya tindak pidana pada kasus ini," lanjut Yuli.

Calon pekerja migran mengeluhkan ketidakjelasan dan lamanya proses keberangkatan. Calon pekerja migran tersebut telah menunggu antara tiga bulan sampai dua tahun dan belum diberangkatkan untuk bekerja ke luar negeri.

Sementara itu Eva Trisiana, Direktur PPTKLN mengatakan bahwa calon pekerja migran tidak boleh diminta biaya diluar ketentuan perundangan. Menurutnya, Kemnaker akan menindak tegas P3MI yang terbukti melanggar peraturan perundangan.

"Masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri diharapkan mencari informasi kepada instansi yang berwenang, baik Dinas Tenaga Kerja setempat, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) maupun Kementerian Ketenagakerjaan agar tidak terbujuk oleh rayuan sponsor maupun calo sehingga mendapatkan perlindungan maksimal," lanjut Eva. (Red: Kendi Setiawan)
Jumat 26 April 2019 16:30 WIB
Sebelum Dikirim ke Mesir, Lembaga Dakwah PBNU Berikan Pembekalan kepada 12 Dai
Sebelum Dikirim ke Mesir, Lembaga Dakwah PBNU Berikan Pembekalan kepada 12 Dai
Jakarta, NU Online
Sebanyak 12 dai yang akan mengikuti pendidikan dan pelatihan kilat (tadribut du'at) di Al-Azhar Kairo, Mesir, gelombang pertama mendapat pembekalan dari Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Pembekalan dilakukan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (26/4).

Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU Ustadz H Bukhori Muslim mengatakan, sebanyak 12 dai yang hari ini diberikan pembekalan merupakan peserta yang telah mengikuti penyeleksian yang diadakan oleh lembaganya, dari mulai seleksi lisan, tulis hingga persoalan ke-NU-an.

"Jadi yang dikirim itu dai-dai yang terpilih untuk dikuatkan kembali ke-NU-annya, (dan nanti) di Al-Azhar untuk peningkatan keilmuan," kata Bukhori.

Bukhori mengatakan, pembekalan yang berisi penguatan kembali tentang ke-NU-an ini agar seusai mengikuti pelatihan di Al-Azhar Kairo, Mesir, para dai tetap memegang teguh ke-NU-annya, bahkan lebih kuat.

"Jadi berangkat sudah NU, pulang semakin kuat, belain NU, dan Indonesia, terutama Islam Nusantara," ucapnya.

Hal itu sebagaimana ulama-ulama NU dulu, seperti Hadratusyyekh KH Hasyim Asy'ari dan KH Said Aqil Siroj yang belajar ke Timur Tengah, tetapi ketika pulang ke Indonesia tidak membawa paham-paham yang tidak cocok untuk diterapkan di Indonesia. Mereka tetap mempertahankan identitasnya sebagai orang Islam Indonesia. 

"Jadi jangan sampai paham-paham (selain NU) di bawah ke sini," jelasnya.

Sebanyak 12 dai itu rencananya berangkat ke Al-Azhar Kairo, Mesir pada 27 April 2019. Mereka akan mengikuti pendidikan dan pelatihan kilat tersebut selama dua bulan. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG