IMG-LOGO
Nasional

LPBI NU Terus Kampanyekan Kesiapsiagaan Bencana

Sabtu 27 April 2019 7:0 WIB
Bagikan:
LPBI NU Terus Kampanyekan Kesiapsiagaan Bencana
Workshop pengurangan risiko bencana di Unusia, Jumat (26/4).
Jakarta, NU Online
Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana 26 April kemarin, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), mengadakan workshop dan diskusi kesiapsiagaan bencana.

Ketua LPBI NU DKI Jakarta, M Wahib Emha mengatakan pada dasarnya masyarakat bisa meningkatkan kesiapsiagaan bencana untuk pribadi, keluarga, dan lingkungan keluarganya.

"Tahun ini Hari Kesiapsiagaan Bencana mengambil tema Ibu, Guru Kesiapsiagaan Bencana, dan Rumah sebagai Sekolahnya," kata Wahib, Jumat (26/4) malam.

Workshop dan diskusi salah satunya dilakukan bekerjasama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta. Pada kegiatan workshop pengurangan risiko bencana, kata Wahib, dilakukan penyadaran bagaimana menghadapi seandainya terjadi bencana di kampus.

"Selain itu dan standardisasi penanganan darurat, kesiapsiagaan serta pencegahan untuk para mahasiswa. Jika terjadi gempa, masyarakat kampus termasuk mahasiswa dapat segera melakukan evakuasi secara mandiri," imbuhnya.

Dengan pengetahuan tersebut, nantinya mahasiswa dan kampus mengembangkan dengan berbagai pengetahuan dan mahasiswa dapat mengimplementasikannya di masyarakat.

Pada hari yang sama, LPBI NU DKI Jakarta bekerjasama dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta mengadakan apel kesiapsiagaan serta simulasi jika terjadi gempa.

"Ini dilakukan (sosialisasi kepada publik) bahwa masyarakat, pemerintah, dunia usaha harus bersama-sama melakukan keksiapsiagaan terhadap bencana," tegasnya. (Kendi Setiawan)
Bagikan:
Sabtu 27 April 2019 23:59 WIB
Kisah Habib Ali Kwitang yang Begitu Cinta kepada Ibundanya
Kisah Habib Ali Kwitang yang Begitu Cinta kepada Ibundanya
Jakarta, NU Online
Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi atau lebih dikenal Habib Ali Kwitang adalah orang yang sangat berbakti kepada orang tuanya. Salah satu sikap berbakti Habib Ali Kwitang adalah selalu datang ketika ibundanya memanggilnya, apapun kondisinya. Dikisahkan, pada saat Habib Ali Kwitang mengajar murid-murid di majelisnya, ibundanya, Nyai Salmah, tiba-tiba memanggilnya untuk diantarkan ke kamar mandi. Habib Ali Kwitang kemudian meminta izin kepada para jamaahnya dan langsung menemui ibundanya. 

Dia kemudian menggendong ibundanya ke kamar mandi hingga balik ke kamarnya lagi. Setelah ‘urusannya’ dengan ibundanya selesai, Habib Ali Kwitang baru melanjutkan mengajar murid-muridnya. Kejadian seperti ini tidak hanya terjadi sekali atau dua kali, namun berkali-kali selama ibundanya hidup.    

“Dan itu berlangsung selama ibunya masih ada,” kata Kolektor Arsip Habib Ali Kwitang Anto Jibril saat mengisi acara Kajian Manuskrip Ulama Nusantara yang diselenggarakan Islam Nusantara Center (INC) di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Sabtu (27/4).

Anto menceritakan, pada kesempatan lain Habib Ali Kwitang pernah diundang untuk memberikan ‘sebuah pengajaran’ di Singapura. Ketika itu Habib Ali Kwitang hendak meminta izin kepada ibundanya, Nyai Salmah, untuk menghadiri undangan tersebut. Namun ibundanya tertidur. Karena takut ketinggalan, maka Habib Ali Kwitang langsung naik kapal di Tanjung Priok dan ikut berlayar ke Singapura.

Beberapa saat setelah itu, lanjut Anto, Nyai Salmah terbangun dan bertanya kepada Syarifah Aisyah Assegaf –istri Habib Ali Kwitang- tentang keberadaan anaknya. Maka dijawab kalau Habib Ali Kwitang sedang dalam perjalanan ke Singapura untuk menghadiri undangan. Karena anaknya tidak kunjung pulang hingga sore hari, Nyai Salmah kemudian meminta Habib Ali Kwitang untuk segera pulang.

“Sorenya (Nyai Salmah) tanya lagi, mana Habib Ali? Mungkin karenanya ibunya lugu, menyangka kalau Singapura itu Tanah Abang mungkin. Jadi kata Nyai Salmah kepada menantunya, 'bilang sama Ali, pulang,” katanya.

Nyai Salmah kemudian langsung mengirim telegram kepada panitia agar Habib Ali Kwitang diminta untuk segera pulang. Ketika Habib Ali Kwitang turun dari kapal di pelabuhan Singapura, panitia memberitahu kalau ada telegram dari ibudanya yang menyuruhnya pulang. Seketika itu pula, Habib Ali Kwitang langsung meminta tiket pulang ke Batavia. Tidak jadi menghadiri undangan di Singapura.
 
“Jadi Habib Ali itu sangat cinta kepada ibunya. Habib Ali kalau buka kitab tentang bakti kepada orang tua, (dia) nangis dan yang mendengarkan juga nangis,” tukasnya. (Red: Muchlishon)
Sabtu 27 April 2019 23:0 WIB
Pentingnya Akuntansi Forensik Dibahas di UNU Yogyakarta
Pentingnya Akuntansi Forensik Dibahas di UNU Yogyakarta
Kuliah umum Akuntansi Forensik di UNU Yogyakarta.
Yogyakarta, NU Online
Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta mengelar kuliah umum Akuntansi Forensik. Kegiatan ini berlangsung Jumat (26/4) di kampus UNU Yogyakarta dengan mengambil tajuk Masa Depan dan Tantangan Akuntan Forensik di Indonesia.

"Tema ini diambil karena semakin meningkatnya jumlah kebutuhan akuntan forensik di Indonesia. Termasuk meningkatnya tindak pidana white collar crime (kejahatan kerah putih), fraud (kecurangan), korupsi dan suap," jelas Melvin Rahma Sayuga, selaku dosen Akuntansi UNU Yogyakarta.

Ia menjelaskan, selama ini teknik penerapan Akuntansi Forensik dilaksanakan oleh berbagai lembaga seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Bank Dunia (untuk proyek-proyek pinjamannya), dan kantor-kantor Akuntan Publik (KAP) di Indonesia.

"Akuntansi forensik adalah auditor yang lebih khusus lagi spesialisasinya, yakni pada terjadinya fraud," katanya lagi.

Kegiatan kuliah umum menghadirkan Direktur Pusat Studi Akuntansi Forensik (PSAF) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia, Hendi Yogi Prabowo. Menurut Hendi Yogi Prabowo, akuntansi forensik merupakan penerapan disiplin akuntansi, termasuk auditing, untuk penyelesaian hukum di dalam atau di luar pengadilan, baik itu sektor publik maupun privat.

"Akuntansi forensik merupakan ilmu yang dapat membantu upaya pemberantasan tindak pidana korupsi yang sudah mengakar di negeri ini. Oleh sebab itu, hal ini seharusnya menjadi peluang bagi profesi akuntan forensik untuk menjadi lebih maju, dan memberikan manfaat bagi pemberantasan tindak pidana korupsi," katanya.

Meski demikian, tantanganya terbesar adalah masih minimnya ahli akuntansi forensik di Indonesia. Selain itu, kata Hendi, untuk menjadi akuntan forensik harus bisa menguasai beberapa disiplin ilmu hukum, teknologi, komunikasi, psikologi, krimonologi, dan ilmu forensik lainnya. (Bambang Arianto/Kendi Setiawan)

Sabtu 27 April 2019 22:30 WIB
Kuota Haji Tambah 10 Ribu, Ini Daftar Pembagian Jatahnya Per Provinsi
Kuota Haji Tambah 10 Ribu, Ini Daftar Pembagian Jatahnya Per Provinsi
Ilustrasi (news.at)
Jakarta, NU Online
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin telah menandatangani Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang pembagian alokasi tambahan kuota haji untuk tiap provinsi. Hal ini menyusul adanya penambahan kuota sebanyak 10 ribu jemaah pada musim haji 1440 H/2019 M yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia, saat kunjungan Presiden Jokowi April 2019 lalu.

Presiden Jokowi melakukan kunjungan resmi sekaligus umrah pada 13-15 April 2019. Dalam kesempatan itu, ia meminta kepada Raja Salman penambahan kuota yang sebetulnya sudah lama diajukan tapi belum kunjung terkabul. Jatah tambahan 10 ribu yang disetujui Pemerintah Saudi pun segera ditindaklanjuti Kemenag. 

Dalam KMA Nomor 176 Tahun 2019 tentang Penetapan Kuota Haji Tambahan disebutkan bahwa 10 ribu kuota tambahan tersebut terbagi dalam 5000 jemaah haji berdasarkan nomor urut porsi, serta jemaah haji lansia beserta pendamping sebanyak 5000 jemaah.

“Sesuai KMA, batasan usia jemaah lansia, paling rendah berusia 75 tahun per tanggal 7 Juli 2019. Jemaah lansia dan pendamping, telah memiliki nomor porsi, dan terdaftar sebagai jemaah haji sebelum 1 Januari 2017,” jelas Direktur Pengelolaan Dana Haji Maman Saepulloh seperti dilansir situs resmi Kemenag, Sabtu.

Berikut ini adalah pembagian alokasi kuota tambahan untuk masing-masing provinsi:



(Red: Mahbib)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG