IMG-LOGO
Internasional

Setelah Lima Tahun, Pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi Muncul Lagi

Selasa 30 April 2019 12:30 WIB
Bagikan:
Setelah Lima Tahun, Pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi Muncul Lagi
Abu Bakar al-Baghdadi (AFP)
Baghdad, NU Online
Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) merilis sebuah video baru yang menampilkan Abu Bakar al-Baghdadi, pemimpin mereka. Video dengan durasi 18 menit itu dirilis Al-Furqan, sebuah jaringan media milik ISIS pada Senin (29/4). Video itu diberi judul ‘Di Tengah Keramahan Emir Orang Percaya.’

Ini merupakan penampilan pertama Abu Bakar al-Baghdadi setelah lima tahun yang lalu, ketika dia mengumumkan kekhalifahan ISIS di Kota Mosul, Irak. Tidak diketahui secara jelas kapan video itu direkam dan dimana tempatnya. Namun ISIS menyebut kalau video itu dibuat pada April.  

Al-Baghdadi terakhir kali muncul di publik pada Agustus silam, namun saat itu dia hanya terdengar suaranya saja dalam sebuah rekaman, bukan video seperti saat ini dan lima tahun lalu. Pada saat itu, sebagaimana dikutip BBC, Selasa (30/4), al-Baghdadi berusaha mengalihkan perhatian setelah ISIS mengalami kekalahan.

Diberitakan The Independent, Senin (29/4), video baru terbaru ini menampilkan al-Baghdadi yang sedang menghadapi tiga laki-laki dengan wajah yang disamarkan. Al-Baghdadi menyinggung kekalahan ISIS di banteng terakhir mereka di Baghouz, Suriah. Namun demikian, dia bersumpah akan melancarkan serangan balas dendam atas kekalahan itu dan setiap anggotanya yang terbunuh.

“Pertempuran untuk mempertahankan Baghouz telah usai. Masih banyak lagi anggota yang akan datang setelah pertempuran ini,” kata al-Baghdadi. 

Sebagaimana diketahui, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pimpinan Kurdi yang didukung Amerika Serikat (AS) berhasil mengalahkan markas terakhir ISIS di Baghouz itu pada Maret lalu. 

Dalam video itu, al-Baghdadi juga memuji serangan yang terjadi di Sri Lanka pada Hari Paskah, Ahad (21/4) lalu. Dia mengklaim, serangan itu merupakan aksi balasan atas kekalahan mereka di Baghouz. Namun, Mina al-Lami, wartawan BBC, mengatakan, klaim ISIS terhadap serangan di Sri Lanka tidak merujuk kepada Kota Baghouz.

“Teruntuk saudara kita di Sri Lanka, saya begitu senang ketika mendengar serangan bom bunuh diri. Membalaskan kaum kita di Baghouz,” ucapnya. 

Ibrahim Awwad Ibrahim al-Badri merupakan nama asli Abu Bakar al-Baghdadi. Dia lahir pada 1971 di Samarra, Irak. Dia mendapatkan gelar doktor bidang studi Al-Qur’an. Pada 2000, al-Baghdadi menjadi jihadis Salafi setelah terlibat dengan kelompok-kelompok Islam garis keras. Sebelum menjadi pimpinan ISIS, al-Baghdadi pernah terlibat dengan al-Qaeda. (Red: Muchlishon)
Bagikan:
Senin 29 April 2019 22:45 WIB
Konjen RI Jeddah Perkuat Kerja Sama Pendidikan
Konjen RI Jeddah Perkuat Kerja Sama Pendidikan
Makkah, NU Online 
Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah Mohamad Hery Saripudin kembali melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Fathur Rokhman Senin, 29 April 2019di Makkah, Arab Saudi.
 
Dalam kesempatan tersebut, Konjen menyampaikan apresiasi atas komitmen kerja sama antara Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah dan UNNES, antara lain, pengiriman pengajar program kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (UNNES) dan penjajakan penerimaan siswa lulusan Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) dan Sekolah Indonesia Makkah (SIM) melalui jalur khusus.
 
Dalam  pertemuan singkat tersebut, Konjen juga mengungkapkan rencana KJRI Jeddah untuk menyelenggarakan reuni akbar para lulusan BIPA dalam rangka mengoptimalkan keberadaan alumni sebagai salah satu sarana diplomasi sosial budaya RI di Arab Saudi.
 
Dinyatakan Konjen bahwa permintaan terhadap layanan kursus BIPA cukup tinggi.
 
"Terakhir pihak Kadin Makkah meminta KJRI menyiapkan program tailor untuk para anggotanya, semacam Indonesian Language for business purposes." ucap Konjen.
 
Konjen menambahkan, tujuan besar dari pengembangan program BIPA adalah membentuk Pusat Budaya Indonesia di kampus-kampus Arab Saudi.
 
Menggapi penerimaan calon mahasiswa dari kalangan anak-anak mukimin Indonesia yang berada di Jeddah dan Makkah, Rektor UNNES mengungkapkan pihaknya mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atas langkahnya yang ditempuh untuk menerima anak-anak Pekerja Migran Indonesia di luar negeri, terutama dari Malaysia dan Arab Saudi.
 
Terkait program BIPA, UNNES telah menyelenggarakan program BIPA for business di Korea Selatan.
 
Kehadiran Rektor dan rombongan dari UNNES di Arab Saudi adalah dalam rangka untuk memperkuat kerja sama perguruan tinggi, antara lain dengan Arab Open University (AOU).
 
"Kemarin delegasi   Arab Open University ikut menghadiri seminar internasional di UNNES, International Conference of Science, Education and Technology., "ungkap Rektor.
 
Kerja sama perguruan tinggi akan terus dijajaki oleh UNNES dengan berbagai Universitas di Arab Saudi, antara lain, dalam waktu dekat dengan Taif University yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Kota Suci Mekkah. (Fauzy Chusny/Abdullah Alawi)

Senin 29 April 2019 18:45 WIB
Buntut Bom Paskah, Sri Lanka Larang Pemakaian Cadar
Buntut Bom Paskah, Sri Lanka Larang Pemakaian Cadar
Ilustrasi (Reuters)
Kolombo, NU Online
Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena melarang pemakaian segala hal yang menutupi muka atau cadar bagi Muslimah. Larangan dikeluarkan pada Ahad (28/4) kemarin, sepekan setelah kejadian serangkaian teror bom di beberapa lokasi di Sri Lanka pada saat Hari Paskah, Ahad (21/4) lalu.

"Larangan ini diberlakukan untuk memastikan keamanan nasional terjaga. Tidak seorang pun harus mengaburkan wajah mereka untuk membuat identifikasi menjadi sulit," bunyi pernyataan Kantor Kepresidenan Sri Lanka, dikutip AFP.

Sirisena mengatakan, kebijakan larangan pamakaian cadar tersebut mulai efektif hari ini, Senin (29/4). Dia menyebut, dirinya sengaja menggunakan kewenangan daruratnya untuk menerapkan kebijakan itu guna memastikan keamanan nasional. 

Umat Islam di Sri Lanka hanya 10 persen dari total penduduk negeri itu, yaitu 21 juta. Sebagian besar Muslimah Sri Lanka tidak memakai cadar atau penutup muka, hanya sedikit saja yang menutup mukanya dengan cadar. 

Beberapa hari sebelumnya, para tokoh Islam Sri Lanka juga mendesak agar Muslimah di sana tidak mengenakan penutup muka. Hal itu dilakukan untuk mengindari serangan balasan setelah serangkaian serangan bom di beberapa lokasi di Sri Lanka.

“Ulama All Ceylon Jamiyyathuul Ulama (ACJU) -semacam dewan cendekiawan Muslim- menyerukan Muslimah untuk tidak memakai cadar karena alasan keamanan. Jika mereka ingin mengenakan cadar, mereka diimbau untuk tidak keluar rumah, kata Wakil Presiden ACJU Hilmy Ahmed, dikutip BBC, Senin (29/4).

Sebagaimana diketahui, pada Hari Paskah 21 Ahad lalu terjadi serangan bom di delapan lokasi di Sri Lanka; tiga di kebaktian gereja, tiga di hotel, satu di luar kebun binatang di selatan Ibu Kota Kolombo, dan satu lagi di pinggiran kota. Akibatnya, sedikitnya 250 orang meninggal dunia dan ratusan orang lainnya terluka, termasuk luka parah. 

Atas insiden berdarah itu, pihak Kepolisian Sri Lanka National Thowheed Jamaath (NTJ) dan Jemaah Agama Ibrahim (JMI) sebagai organisasi terlarang. Sementara pimpinanya, Zahra Hashim, diduga sebagai dalang di balik serangan bom –yang juga tewas- di Hotel Shangri-La. (Red: Muchlishon)
Senin 29 April 2019 18:25 WIB
Para Menaker ASEAN Siapkan Strategi Hadapi Pekerjaan Masa Depan
Para Menaker ASEAN Siapkan Strategi Hadapi Pekerjaan Masa Depan
Sigapura, NU Online
Para Menteri Tenaga Kerja yang berasal dari negara-negara anggota ASEAN  mendiskusikan  strategi menghadapi future of work (pekerjaan masa depan) yang mempengaruhi sektor ketenagakerjaan di masing-masing negara.

Menteri Ketenagakerjaan RI, M Hanif Dhakiri mengatakan, Indonesia terus memperkuat kerja sama dengan seluruh anggota ASEAN dalam memberikan respons dan menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi dalam era future of work.

"Dengan mengedepankan semangat kebersamaan ASEAN, kita  akan mampu mengatasi segala tantangan sekaligus memanfaatkan peluang-peluang untuk  memajukan kejayaan ASEAN," kata Menaker Hanif  saat memberikan sambutan dalam pertemuan khusus Menteri Tenaga Kerja ASEAN tentang future of work di Singapura, Senin (29/4).

Untuk merespons perubahan-perubahan yang terjadi dalam sektor ketenagakerjaan di era future of works, Menteri Hanif mengatakan, pemerintah Indonesia telah menyiapkan beberapa strategi khusus di bidang ketenagakerjaan.

Strategi pertama adalah meningkatkan employability angkatan kerja Indonesia melalui penerapan pelatihan vokasi yang masif dan sesuai dengan kebutuhan Industri. 

"Pelatihan vokasi dalam bentuk hard dan soft skills diberikan secara masif tanpa memandang usia dan latar belakang pendidikan untuk menjamin adanya skilling, upskilling, dan reskilling bagi SDM Indonesia,"

Skilling berarti mendorong dan memfasilitasi para angkatan kerja, khususnya angkatan kerja muda untuk berpartisipasi dalam program pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK). Upaya tersebut didukung dengan program reskilling dan upskilling agar pekerja yang terdampak job-shifting mendapat keterampilan sesuai dengan tuntutan perkembangan teknolongi pada era future of work.

Pemerintah Indonesia juga membangun BLK Komunitas Keagamaan. Tujuannya adalah untuk memberi bekal kompetensi selain ilmu agama yang mereka pelajari dan juga akan berdampak pada masyarakat sekitar.

Kedua, dalam menghadapi adanya new form of work di era digital ini, termasuk telework, yang diyakini akan memberi dampak pada beberapa elemen dalam hubungan industrial, pemerintah sudah siapkan solusi.

"Pemerintah Indonesia sudah, sedang dan terus memperkuat dialog sosial dengan Tripartit Nasional dan mitra sosial. Selan itu, pemerintah akan meastikan bahwa seluruh pekerja telah terlindungi melalui jaminan sosial dan jaminan kesehatan, termasuk bagi pekerja migran Indonesia di seluruh negara penempatan," kata Hanif.

Strategi ketiga, lanjut Hanif, memperluas pasar kerja yang fleksibel namun mampu menyerap SDM Indonesia untuk bekerja secara produktif dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. 

Keempat, meminimalisir kesenjangan antara partisipasi kerja perempuan dan laki-laki dalam iklim ketenagakerjaan Indonesia. "Kita juga melakukan promosi nasional tentang implementasi equal employment opportunity (EEO) baik di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota guna memastikan tidak ada diskriminasi gender di tempat kerja," kata Hanif.

Kelima, menyadari di era ekonomi digital ini diperlukan kreatifitas dan inovasi produktif dari kaum muda. Pemerintah Indonesia menyediakan berbagai fasilitas, sarana dan kemudahan bagi kaum muda untuk berkreasi yang disesuaikan dengan minat, bakat, dan kepentingan bangsa.

"Berbagai skema beasiswa sekolah, baik di dalam dan di luar negeri, kami sediakan dan permudah. Para anak muda juga diajak untuk mengembangkan industri kreatif dan industri dengan inovasi teknologi seperti animasi dan motor listrik melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja," kata hanif.

Strategi keenam, kata Hanif guna mendukung iklim ketenagakerjaan yang kondusif bagi investasi asing di wilayah Indonesia, pemerintah memperkuat penerapan occupational safety and health (OSH) di semua sektor industri. Hal ini guna memastikan terwujudnya kepatuhan hukum ketenagakerjaan yang diselaraskan dengan prinsip-prinsip decent work dan standar ketenagakerjaan baik domestik maupun standar internasional. (Red: Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG