IMG-LOGO
Nasional

Kemendes Kirim Tiga Kepala Desa Ikuti Forum ASEAN di Tiongkok

Jumat 3 Mei 2019 22:45 WIB
Bagikan:
Kemendes Kirim Tiga Kepala Desa Ikuti Forum ASEAN di Tiongkok
Kemendes Kirim Tiga Kepala Desa Ikuti Forum ASEAN di Tiongkok
Jakarta, NU Online
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengirimkan tiga perwakilan kepala desa untuk mengikuti forum the 8th ASEAN Plus Three Village Leaders Exchange Programme yang digelar di Yunnan, Tiongkok pada tanggal 5 - 11 Mei mendatang.

Ketiga perwakilan dari kepala desa tersebut masing-masing yakni Kades Poleonro, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Hardi), Kades Margasakti, Bengkulu Utara, Bengkulu (Sumaryono) dan Kades Kandolo, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur (Alimuddin).

Forum the 8th ASEAN Plus Three Village Leaders Exchange Programme ini bertujuan untuk membangun kapasitas para pemimpin-pemimpin yang ada di desa-desa dengan berbagi pengetahuan tentang pembangunan ekonomi, pengembangan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia agar dapat lebih meningkatkan pengembangan masyarakat pedesaan di negara-negara ASEAN.

"Dengan digelarnya forum ini, saya berterima kasih kepada Pemerintah Tiongkok yang telah memfasilitasi kegiatan yang melibatkan banyak pimpinan-pimpinan desa atau kepala desa di seluruh negara ASEAN," kata Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi yang didampingi Dirjen Pembanguna Kawasan Perdesaan (PKP) Kemendes PDTT Herlina Sulistyorini saat melepas keberangkatan ketiga kepala desa di Kantor Kemendes PDTT pada Jumat (3/5).

Anwar menyakini bahwa forum yang diikuti oleh para peserta dari negara-negara ASEAN ini dapat membawa manfaat bagi para peserta. Dengan forum ini, para peserta dapat berbagi pengetahuan tentang pengalaman dan praktik terkait vitalisasi pedesaan dan pengurangan kemiskinan serta perencanaan pengembangan masyarakat. Apalagi,  para pesertanya tidak hanya negaraasean. Namun, selain Tiongkok, juga ada negara asia seperti Republik Korea dan Jepang yang diharapkan dapat berbagi praktik dan pengalaman terbaiknya.

"Saya yakin dengan forum ini akan tercapai banyak sekali kesempatan untuk saling bertukar pikiran mengenai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Dari hasil forum ini akan diciptakan sebuah jejaring kerja antara pemerintah yang mengikuti pelatihan ini. Semoga ke depan mereka saling tukar menukar ide dan gagasan serta inovasi pedesaan sehingga pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa bisa kita tingkatkan," katanya.

Salah satu kepala desa yang mengikuti forum ini yakni Sumaryono, Kepala Desa Margasakti, Bengkulu Utara mengaku bangga dapat mewakili seluruh kepala desa di Indonesia dalam mengikuti forum the 8th ASEAN Plus Three Village Leaders Exchange Programme. Dirinya berharap, dengan mengikuti kegiatan ini akan dapat berdampak baik bagi desa-desa di Indonesia khususnya desa yang mengikuti forum tersebut.

"Alhamdulillah, saya senang dapat mewakili indonesia untuk mengikuti program ini. Mudah-mudahan ini dapat berdampak baik bagi desa-desa di Indonesia khususnya desa kami yang nantinya dapat mengambil manfaat dari progam ini dan dapat kita lakukan di desa kami. Selain itu, juga dapat kita jadikan sebagai pemacu pembangunan di desa kami masing-masing," katanya. (Red-Zunus)

Bagikan:
Jumat 3 Mei 2019 23:0 WIB
Ketum PBNU Lantik Ridwan Tohopi sebagai Rektor UNU Gorontalo
Ketum PBNU Lantik Ridwan Tohopi sebagai Rektor UNU Gorontalo
Pelantikan Rektor UNU Gorontalo di Gedung PBNU
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj melantik H Ridwan Tohopi sebagai Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo di Gedung PBNU Jl Kramat Raya No 164 Jakarta Pusat, Jumat (3/5). 

Pelantikan tersebut disaksikan Katib Syuriyah KH Mujib Qulyubi, Ketua PBNU H Eman Suryaman, Robikin Emhas, Wasekjen PBNU Sultonul Huda, Ketua LPTNU H Muhammad Nasir, dan Ketua PWNU Gorontalo Zulkarnain Sulaeman.

Kiai Said berpesan kepada rektor yang baru dilantik agar meningkatkan pengabdiannya dalam membangun UNU, yakni dengan niat yang ikhlas dan terus berjuang dalam koridor Ahlussunnah wal Jamaah.

Hingga kini, telah ada lima Universitas Nahdlatul Ulama yang memiliki akreditasi B. Melihat data tersebut, Kiai Said berharap, sebelum Muktamar NU 2020 ada PTNU yang akreditasinya menjadi A.

“Syukur semuanya. (Tapi) paling tidak, sebagian dari lima ini ada yang sudah (akreditasi A),” harap Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Ciganjur ini.

Namun demikian, doktor jebolan Universitas Ummul Quro Mekah ini mensyukuri keberadaan perguruan tinggi di lingkungan NU yang dinilainya merupakan lompatan besar. Ia mengaku, sejak dulu dirinya dan PBNU menginginkan berdirinya perguruan tinggi di lingkungan NU.

“Insya Allah merupakan mimpi saya pribadi dan PBNU yang ingin mendirikan perguruan tinggi NU,” ucap Kiai Said. (Husni Sahal/Musthofa Asrori)

Jumat 3 Mei 2019 22:30 WIB
Kepala SMK NU Bondowoso Raih Juara 'Best Practices'
Kepala SMK NU Bondowoso Raih Juara 'Best Practices'
Daris, kedua dari kiri (pakai kacamata)

Bondowoso, NU Online,
Semangat pantang menyerah dari Kepala SMK NU Tenggarang, Bondowoso, Jawa Timur,  Daris Wibisono Setiawan layak menjadi inspirasi bagi semua sekolah, khususnya lembaga pendidikan swasta. Betapa tidak, sebuah sekolah kecil yang didirikan dan di nahkodainya selama 10 tahun secara konsisten melaksanakan pendidikan gratis sampai lulus bagi semua peserta didiknya.

Meskipun gratis, namun kepala sekolah yang juga Koordinator Jaringan GusDurian Bondowoso ini mempunyai semangat dan komitmen tinggi untuk menciptakan pendidikan berkualitas. Salah satu kiatnya untuk menghasilkan lulusan yang kompeten adalah dengan membangun mental wirausaha sebagai bekal siswa setelah lulus nantinya.

Akhirnya, Daris memetik hasil. Dalam ajang Pemilihan Best Practices Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Widyaiswara, ia terpilih sebagai kepala sekolah menginspirasi nasional, dengan mengusung naskah berjudul Membangun Jiwa Entrepreneurship Siswa Melalui Program SMK Mini. Penyerahan sertifikat dan hadiah dilakukan di Hotel Millenium, Jakarta, Jumat (3/5).

“Alhamdulilah sujud syukur bisa terpilih dalam kategori kepala sekolah menginspirasi. Semua ini adalah barokah NU dan doa-doa tulus ikhlas para santri SMK NU Tenggarang," katanya kepada NU Online via aplikasi WhatsApp

Daris yang juga pengurus LP Ma’arif NU Bondowoso ini berpesan agar semua kepala sekolah khususnya di bawah lembaga Ma’arif NU untuk selalu semangat menulis pengalamannya selama menjadi kepala sekolah.

Menurutnya, suatu pengalaman dapat dikategorikan sebagai Best Practices jika memiliki sesuatu yang unik,  yaitu mampu mengembangkan cara baru dalam mengatasi suatu masalah dalam pendidikan, mampu memberikan sebuah pembeda atas kreatifitas dan inovasi yang dilakukan, mampu mengatasi persoalan tertentu secara berkelanjutan.

“Dan mampu menjadi model dan memberi inspirasi dalam pendidikan, cara dan metode yang digunakan bersifat ekonomis dan efisien," jelasnya.

Kegiatan tesebut yang digelar oleh Kementrian Pendidikan Kebudayaan melalui Kasubdit Kesharlindung Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Dikdasmen, itu selalu mendapat respon yang besar dari para kepala sekolah se-Indonesia. (Ade Nurwahyudi/Aryudi AR).

Jumat 3 Mei 2019 22:15 WIB
Kiai Sya'roni Ahmadi Ingatkan Santri Cara Dakwah Walisongo
Kiai Sya'roni Ahmadi Ingatkan Santri Cara Dakwah Walisongo
Mustasyar PBNU KH M Sya’roni Ahmadi
Kudus, NU Online
Di tengah situasi sosial masyarakat akhir-akhir ini yang begitu mudah nyiyir dan mengolok-ngolok, Mustasyar PBNU KH M Sya’roni Ahmadi mengingatkan para santri akan perjuangan dan dakwah Walisongo yang penuh kesantunan.  Dakwah para wali bisa menjadi teladan sekaligus menjadi sumber strategi dalam menyiaarkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah. 

Demikian salah satu petuah dari kiai sepuh Kudus dalam acara muwadda’ah dan pelepasan Santri Madrasah Qudsiyyah, di aula kediaman KH M Sya’roni Ahmadi, Pagongan Kota Kudus Kamis (2/5).

Di hadapan dua ratus santri dan wali santri kelas XII MA Qudsiyyah, Kiai Sya’roni mengingatkan jasa Walisongo dan ajaran para wali yang masih relevan dengan era sekarang. Sunan Kudus mewariskan petuah Gusjigang bagi masyarakat Kudus.

"Para santri harus ingat Gusjigang yang bersumber dari Sunan Kudus. Artinya, para santri harus bagus akhlaknya, sregep (tekun) ngaji, dan pinter (pandai) berdagang," ujar kiai sepuh yang juga Nadhir Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah Kudus ini. 

Santri Kudus, kata dia, harus meneladani ajaran dan pesan dari Sunan Kudus tersebut. Artinya, santri Kudus harus terus berusaha untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas akhlak dan perilaku sehari-hari. Ngaji dan belajar setiap saat untuk meningkatkan kualitas keilmuan santri, serta terakhir pandai dalam berdagang ataupun bekerja dalam memenuhi kebutuhan di dunia serta dalam rangka mendukung dalam kegiatan berdakwah dan mensyiarkan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah. 

Lebih jauh, kiai yang kini berusia 87 tahun ini mengingatkan untuk meneladani para wali dalam berdakwah. Walisongo dikenal berdakwah dengan kesantunan dan kedamaian serta membaur di dalam masyarakat. "Sunan Kalijaga Demak menciptakan lagu Lir-ilir dalam berdakwah. Sampai kini, syair ini begitu dikenal luas masyarakat," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, melalui lagu, seni, dan budaya, Sunan Kalijaga dari Demak, mengajarkan Islam di tengah-tengah masyarakat. Hasilnya, masyarakat berduyun-duyun memeluk Agama Islam.

Oleh karena itu, sesepuh Kudus ini kembali mengingatkan kepada para santri, akan peran penting  dan strategi dakwah yang dulu dilakukan para wali dalam menyebarkan ajaran Islam. 

Petuah penting lainnya, adalah tentang pentingnya ngaji dan terus menerus belajar. Kyai yang dikenal sebagai Ahli Tafsir Kudus ini menyatakan, bahwa belajar dan ngaji tidak terhenti saat lulus sekolah. Ngaji serta belajar harus dilakukan terus menerus dan tidak terbatas dengan sekolah.

Ia berpesan, selagi masih muda, para santri agar melanjutkan mondok di pesantren dan melanjutkan pendidikan di jenjang perguruan tinggi. "Ojo kesusu nikah disek (jangan terburu-buru menikah)," katanya. (Muhammad Kharis/Kendi Setiawan)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG