IMG-LOGO
Daerah

Bendera Organisasi Boleh Berbeda, Tujuan Tetap Indonesia

Sabtu 4 Mei 2019 10:0 WIB
Bagikan:
Bendera Organisasi Boleh Berbeda, Tujuan Tetap Indonesia
Mempawah, NU Online
Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mempawah, Kalimantan Barat memperingati hari lahir ke-59. Kali ini tema yang dijadikan rujukan adalah Revitalisasi Nilai Juang PMII yang dipusatkan di gedung wisma Candramidi, Mempawah, Jumat (3/5).

Sekretaris Jenderal PC PMII Mempawah, Wahid Hasyim menjelaskan revitalisasi penting untuk membangkitkan dan mengingatkan kembali semangat kader dalam memegang erat nilai dasar pergerakan. 

“Yakni komitmen kepada Allah, sesama manusia, dan kepada alam yang seharusnya menjadi pegangan hidup,” katanya. 

Menurutnya, jangan sampai warga PMII melupakan itu semua karena akan terjadi kekacauan yang tidak terduga, bahkan keluar dari koridor gerakan. “Jalankan pula ukhuwah kita walaupun beda wadah beda bendera, tapi satu tujuan yaitu Indonesia,” tuturnya. 

Rahmat Efendi sebagai perwakilan dari Bupati Mempawah mengajak hadirin mendukung peran pemuda sebagai pelopor dan calon pemimpin bangsa.

"Fakfor yang mempengaruhi kesuksesan adalah kejujuran, kedisiplinan, mudah bergaul, kerja keras, dan sifat kepemimpinan,” jelasnya. 

Dalam pandangannya, selain untuk orang lain, warga PMII juga berjuang untuk diri sendiri menyongsong kesuksesan.  “Kader PMII melalui harlah PMII tentunya PMII juga membentengi diri dari budaya- budaya luar,” tegasnya. 

Kegiatan tidak hanya diramaikan kader PMII Mempawah, juga tamu undangan seperti perwkilan dari bupati,  Kodim, Polri,  PC PMII Pontianak Raya, Sambas, Singkawang, Kubu Raya, IPNU-IPPNU, Banser, IKA PMII, KNPI, serta HMI.

Acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Rahmat Efendi, Danwil, Kapolri, serta diisi hiburan persembahan  dari warga PMII. (Maulida Rahmah/Ibnu Nawawi)
Bagikan:
Sabtu 4 Mei 2019 23:30 WIB
Di Kuburan, Orang Wafat seperti Orang Tenggelam
Di Kuburan, Orang Wafat seperti Orang Tenggelam
Kegiatan ziarah kubur jelang Ramadhan
Jombang, NU Online
Warga di Dusun Bajang, Desa Karanglo, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur berbondong-bondong mendatangi makam masing-masing leluhurnya untuk membacakan tahlil, istighotsah juga ayat-ayat Al-Qur'an, Sabtu (4/5).

Kegiatan yang biasa disebut nyekar bersama ini dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan 1440 Hijriyah. Sekitar pukul 16:00 WIB pemakaman umum yang berada di area persawahan sebelah utara Dusun Bajang mulai dipenuhi warga.

"Ini kegiatan rutin, yakni ziarah tiap akan memasuki bulan Ramadhan," ungkap tokoh masyarakat, Ustadz Sumarli Syafi'i Al-Hafidz.

Kegiatan dimulai dari pembacaan surat Yasin, kemudian dilanjutkan dengan Tahlil. Di sela-sela nyekar berlangsung, Ustadz Sumarli Syafi'i Al-Hafidz menyampaikan tazdkirah dengan tema "Ahli Kubur Seperti Orang Tenggelam".

Ia menyampaikan bahwa penghuni kubur seperti orang-orang tenggelam yang meminta pertolongan berupa doa. Mereka menanti datangnya doa dari anaknya, saudara, atau temannya. "Ketika mereka mendapatkannya, maka itu lebih ia sukai ketimbang dunia dengan seluruh isinya," tuturnya.

Ia kemudian mengutip Hadits nabi yang berbunyi 

رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ مَا الْمَيِّتُ فِي قَبْرِهِ إِلَّا كَالْغَريقِ الْمُغَوَّثِ

Artinya, "Diriwayatkan dari Nabi SAW, beliau bersabda, tidak ada mayit yang berada dalam kuburnya kecuali ia seperti orang tenggelam yang meminta pertolongan seperti ghariqil mughawwats.

بِفَتْحِ الْوَاوِ الْمُشَدَّدَةِ أَيْ الطَّالِبِ لِأَنْ يُغَاثَ يَنْتَظِرُ دَعْوَةً تَلْحُقُهُ مِنِ ابْنِهِ أَوْ أَخِيهِ أَوْ صَدِيقٍ لَهُ فَإِذَا لَحِقَتْهُ كَانَتْ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا.

"Dengan diharakati fathah pada huruf wawunya yang bertasdid, yaitu orang yang meminta pertolongan ia menunggu setetes doa yang yang dikirimkan anaknya, saudara, atau temannya. Karenanya ketika ia mendapatkan doa, maka hal itu lebih ia sukai dibanding dunia dengan seluruh isinya," lanjutnya menjelaskan.

Dari penjelasan itu, imbuh dia, dapat dipahami betapa orang yang telah meninggal itu sebenarnya mengharapkan kiriman atau hadiah doa dari orang yang masih hidup. 

"Dengan kata lain, kiriman atau hadiah doa itu akan sangat berarti baginya, bahkan pahalanya pun akan sampai," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Muiz)
Sabtu 4 Mei 2019 22:30 WIB
Lesbumi Batang Gali Potensi Sineas Muda melalui Lomba Film Pendek
Lesbumi Batang Gali Potensi Sineas Muda melalui Lomba Film Pendek
Lesbumi Batang gelar lomba film pendek
Batang, NU Online
Pengurus Cabang (PC) Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Kabupaten Batang, Jawa Tengah menggali potensi sineas muda Kabupaten Batang melalui lomba Anugerah Lesbumi Movie Competition 2019.

Kegiatan bertemakan cinta tanah air dalam bingkai kearifan lokal di Kabupaten Batang, puluhan anak muda saling bersaing melalui karya filmnya. Alhasil lomba yang sudah digelar mulai Februari 2019 ini, telah melahirkan masing-masing pemenang. 

Di antaranya Juara terbaik 1 judul film 'Mengenang Tempo Dulu Di Minggon Jatinan' karya Muhammad Ikmalul Amam, terbaik 2 'Kliwonan' karya Efrianda, juara terbaik 3 film 'Siapa Lagi?' karya Variasi Film.

Kemudian Juara Harapan 1 judul 'Lestari' karya predator Movie. Juara Harapan 2 'Hubbul Wathan' karya Middlelow short movie, dan juara harapan 3 'Galangan Kapal' karya Selfi. 

Pemberian Hadiah diberikan Ketua PC Lesbumi Batang, Ahmad Zaenuri didampingi Ketua LTNNU, Jabir Al-Faruqi dengan hadiah berupa piagam penghargaan, plakat, dan uang pembinaan, di Rumah Makan Gayeng Proyonanggan Selatan Kecamatan Batang, Sabtu (04/05).

Ketua PC Lesbumi Batang Ahmad Zaenuri mengatakan, tujuan dari dilaksanakan lomba ini dalam rangka memperingati Harlah Ke-93 NU dan HUT Ke-53 Batang sekaligus upaya Lesbumi dalam berkontribusi ke daerah dengan cara mengenalkan Kabupaten Batang kepada masyarakat luas melalui film. 

"Kami ingin anak muda Batang merekam sisi lain potensi dan kearifan lokal di daerahnya yang patut dikembangkan melalui film yang berkualitas," katanya. 

Dijelaskan, antusias peserta sudah cukup bagus, ini tampak dari panitia yang menerima 19 karya film. Puluhan film tersebut kemudian diseleksi dengan kriteria seperti kesesuaian tema, teknik pengambilan gambar atau teknik kamera, editing, dan orisinalitas karya. 

"Saya sangat berharap di Batang sering digelar lomba film agar para sineas muda Batang lebih banyak kesempatan untuk menguji kemampuannya," terangnya. 

Ketua LTNNU Batang, Jabir menambahkan kepada para peserta yang belum menjadi juara agar tidak lekas menyerah. Sebaliknya menjadi pemicu semangat dalam berkarya lebih baik lagi. 

"Masih banyak kesempatan, teruslah berkarya khususnya kepada para pemuda NU untuk terus mengembangkan diri dalam kegiatan positif," tutupnya. (Iwan/Muiz)
Sabtu 4 Mei 2019 22:0 WIB
Tingkatkan Layanan, LAZISNU Pekalongan Kunjungi LAZISNU Batang
Tingkatkan Layanan, LAZISNU Pekalongan Kunjungi LAZISNU Batang
Kunjungan LAZISNU Pekalongan ke Batang
Batang, NU Online
Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakai Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Pekalongan Jawa Tengah melakukan kunjungan silaturrahim atau studi banding ke LAZISNU Batang di Jalan Ahmad Dahlan, Sabtu 04/05).

Kegiatan tersebut diawali dengan sharing pengalaman dari LAZISNU Batang seperti melakukan perencanaan strategis, membuat program, sampai upaya menjalankan program. Dalam paparan tersebut, LAZISNU Kota Pekalongan tertarik dengan program Batang berupa program pengadaan Mobil Layanan Umat. 

Ketua LAZISNU Kota Pekalongan, Abdul Basir mengatakan,  kunjungan ini dimaksudkan untuk menimba ilmu ke PCNU Batang tentang bagaimana mengelola LAZISNU. 

"Karena kami mendengar LAZISNU Batang sudah cukup maju dalam pengelolaannya, terutama  pengadaan mobil layanan umat yang menurut kami sangat mendesak kebutuhannya," ucapnya. 

Dia menuturkan mobil layanan umat perlu digalakkan. Pasalnya, untuk Kota Pekalongan saat ini bencana banjir dan rob masih seringkali terjadi. Sehingga perlu pelayanan untuk umat yang bersifat mobile.  "Kita belajar di sini bagaimana cara untuk mengelola dana umat agar benar-benar bermanfaat untuk umat," tuturnya. 

Basir mengakui pengurus LAZISNU yang dipimpinnya beranggotakan wajah-wajah baru. Maka ingin belajar banyak ke Batang. Sebab  menurutnya, di Batang sudah bagus dari manajemen, profit dan asetnya.  "Bahkan LAZISNU Batang di setiap ranting dan MWC sudah jalan, maka kita belajar ke sini," ujarnya. 

Ketua LAZISNU Kabupaten Batang M Masykuri mengatakan, pengurus LAZISNU Batang memulai dengan menganggap apa yang telah diberikan adalah amanah dari NU. Dalam menjalankan berpedoman pada ibda’ binafsik atau mulailah dari diri kamu sendiri. 

”Kami  ketika diberi amanah selau yakin dan berusaha berangkat dari diri kami sendiri. Adakalanya memang selalu tidak mulus, tetapi terus berusaha untuk memperbaiki sesuai dengan hasil perencanaan," paparnya. 

Menurutnya, mobil layanan umat berfungsi untuk antar jemput pasien, kegiatan sosial, dan Siaga Bencana. Mobil layanan umat, Gerakan NU Peduli Umat, warga bisa menyalurkan infaq dan sedekah rekening BRI 0156-0100-9247-53-9 atas nama UPZIS LAZISNU Batang. 

"Kita sudah punya empat mobil pelayanan umat di Ranting Sempu, Ranting Subah, Ranting candi, dan MWC wonotunggal," tandasnya. (Iwan/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG