IMG-LOGO
Daerah

Pesantren Literasi, Cara NU Bondowoso Lahirkan Penulis Muda

Rabu 8 Mei 2019 1:0 WIB
Bagikan:
Pesantren Literasi, Cara NU Bondowoso Lahirkan Penulis Muda
Bondowoso, NU Online 
Tidak sedikit anak muda yang memiliki keinginan menjadi penulis. Karenanya, selama Ramadhan ini, Pengurus  Cabang (PC) Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur mengadakan pesantren literasi selama tiga hari.

“Kegiatan nantinya dapat diikuti dari kalangan umum, mahasiswa, santri, pelajar dan organisasi yang ada di Bondowoso,” kata Andino Putra, Selasa (7/5).

Ketua PC LTNNU Bondowoso ini mengemukakan acara dilaksanakan Sabtu hingga Senin (18-20/5). “Kegiatan berlangsung di kediaman Ketua PC Aswaja NU Center Bondowoso, KH Anwar Syafi'i  di Pakisan, Tlogosari,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan ini memang dikhususkan bagi para calon penulis. “Tujuannya membantu para penulis pemula dalam mewujudkan keinginannya dan melahirkan karya tulis,” jelasnya.

Lebih lanjut, Andino Putra mengemukakan pesantren literasi melibatkan sejumlah kalangan. “Mereka adalah para kiai, ustadz dan tokoh muda NU sebagai narasumber,” terangnya. 

"Pesantren literasi ini dibatasi puluhan peserta, dan mereka diharuskan mengikuti seluruh rangkaian acara sehingga harus bermalam,” katanya.

Selama mengikuti kegiatan, peserta menerima materi seputar NU, keindonesiaan, juga Islam Nusantara serta Ahlussunnah wal Jamaah atau Aswaja an-Nahdliyah. 

“Nantinya mereka dibekali cara menulis yang karyanya dipublikasikan di website LTNNU Bondowoso dan disebarluarkan dalam bentuk jurnal santri,” ungkapnya.

Andiono berharap dengan strategi pendidikan orang dewasa atau andragogi dan pendidik sebaya, pesantren literasi mampu mendongkrak spirit para penulis pemula. “Baik pelajar maupun mahasiswa dan santri untuk terus menulis dan melahirkan karya,” harapnya.

Untuk dapat mengikuti pelatihan ini, peserta diharuskan mengirimkan tulisan, membawa komputer jinjing dan mendaftar kepada panitia. 

“Adapaun technical meeting dimulai Kamis (16/5) sore di kantor PCNU Bondowoso,” pungkasnya. (Ade Nurwahyudi/Ibnu Nawawi).

Bagikan:
Rabu 8 Mei 2019 21:30 WIB
Ramadhan, Santri Nuris Wajib Khatam Safinatun Najah
Ramadhan, Santri Nuris Wajib Khatam Safinatun Najah

Jember, NU Online
Bulan Ramadhan dijadikan momentum oleh Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur untuk memberi pengajian kitab safinatun najah kepada santrinya. Tidak sekadar mengaji, tapi santri diwajibkan paham betul kata perkata dari kitab tersebut.

“Standarnya tinggi. Santri harus bisa membaca, paham makna dan maksudnya, nanti juga ada evaluasi,” tukas pengasuh Pondok Pesantren Nuris,  Gus Raobith Qashidi kepada NU Online di Nuris, Rabu (8/5).

Menurutnya, pemilihan kitab kuning seperti safinatun najah  merupakan bagian dari upaya Nuris untuk mengembalikan tradisi pesantren seperi semula, yaitu akrab dengan kitab-kitab kuning yang menjadi rujukan paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).Selain itu, juga untuk membentengi santri dari pengaruh radikalisme.

“Itu bekal bagi santri dalam menghadapi tantangan  zaman yang dipenuhi dengan paham-paham yang kian menjauhkan umat Islam dari nilai-nilai keislaman, keaswajaan dan kepesantrenan,” jelasnya.

Khataman mengaji kitab Safinatun Najah itu diikuti oleh 2.000 santri, dimulai sejak awal Ramadhan hingga beberapa hari kedepan. Mereka berasal dari SMP, SMA, MA dan SMK Nuris. Pengajarnya mencapai 35 ustadz pilihan, yang nota bene sudah mendapat binaan langsung dari KH Muhyiddin Abdusshomad (pengasuh utama pesantren).

“Untuk khatam ngaji kitab itu (Safinatun Najah) dibutuhkan dua hingga tiga pekan kedepan. Bagi mereka yang lulus (khatam), bisa mengikuti wisuda kitab kuning di bulan Maulid Nabi,” urainya. (Aryudi AR).

Rabu 8 Mei 2019 21:15 WIB
Innalillahi, Pengasuh Al-Muhajirin 2 Tambakberas Ning Ima Yahya Wafat
Innalillahi, Pengasuh Al-Muhajirin 2 Tambakberas Ning Ima Yahya Wafat
Almarhumah Chalimatus Sa'diyah Yahya
Jombang, NU Online
Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun, kabar duka datang dari keluarga besar Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin 2, Tambakberas, Chalimatus Sa'diyah Yahya (Ning Ima Yahya) dikabarkan wafat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang sekira pukul 14.35 WIB, Rabu (8/5). 

Wakil Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (YPPBU) Tambakberas, KH Azam Choiruman Najib mengatakan, istri dari Zainul Mahmudi itu sebelumnya mengalami sakit gagal ginjal sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD. "Sakit gagal ginjal," katanya.

Salah satu putri dari KH Abdul Yahya dan Yai Chafsoh itu saat ini meninggalkan 3 anak, satu laki-laki dan dua perempuan. 

Sementara aktivitas keseharian almarhumah kelahiran Desember 1975 itu selain aktif mengelola pesantren, ia juga Dosen di UIN Tulungagung, Jawa Timur. "Saat ini juga sedang S3 UIN Malang," Imbuh pria yang akrab disapa Gus Heru ini.

Gus Heru menambahkan, almarhumah adalah anak pertama dari 6 bersaudara. Ia juga diketahui aktif di berbagai organisasi. Di antaranya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), IKABU, HIMABU, Fatayat NU.

Sebelum berita kabar duka ini diterbitkan, informasi yang sama juga telah menyebar luas di lingkungan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Kabar duka juga beredar di sosial media. (Syamsul Arifin/Muiz)

Rabu 8 Mei 2019 17:15 WIB
UPZISNU Kepatihan Jombang Istiqamah Santuni Ahli Waris Warga yang Wafat
UPZISNU Kepatihan Jombang Istiqamah Santuni Ahli Waris Warga yang Wafat
UPZISNU Jombang berikan santunan kematian
Jombang, NU Online
Unit Pengelola Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Desa Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa Timur hingga kini masih istiqamah memberikan santunan duka kepada warganya yang meninggal dunia. Santunan berupa uang dan sejumlah air mineral diberikan kepada keluarga duka.

Terbaru santunan duka diberikan kepada keluarga almarhum Moh Sodiq di kawasan Kepatihan. "Santunan duka sudah kami berikan kepada keluarga almarhum Bapak Moh Sodiq," kata Ketua UPZISNU Kepatihan, H Muhammad Manshur, Selasa (7/5).

Almarhum mendapat dua santunan sekaligus dari UPZISNU. Santunan pertama berupa santunan kesehatan, lantaran almarhum sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit, kemudian yang kedua adalah santunan duka.

"Selain santunan duka 500 ribu rupiah, juga santunan untuk warga yang sakit 200 ribu rupiah, kemudian kami berikan air mineral 10 karton," ujarnya.

Pria yang kerap disapa H Manshur ini menambahkan, almarhum merupakan salah satu warga yang juga ambil bagian untuk menyukseskan Gerakan Koin Sedekah (GKS). Ia juga menjadi donatur GKS yang intens menyisihkan sebagian rezekinya untuk kemudian disedekahkan melalui kaleng kotak infaq (Koin) yang disebar oleh pengurus UPZISNU setempat.

Dengan demikian, kata dia, almarhum berhak mendapat dua santunan sekaligus. "Aturan di UPZISNU Kepatihan, bagi peserta GKS yang sakit dan opname sampai 3 hari mendapat santunan 200 ribu rupiah. 

Ia berharap kegiatan berbagi bisa terus istiqamah. Terlebih pada bulan Ramadhan ini. "Alhamdulillah semoga kegiatan yang manfaat ini bisa istiqamah," harapannya. (Syamsul Arifin/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG