IMG-LOGO
Daerah

Cara PMII Kota Depok Berkontribusi bagi Kader dan Organisasi

Rabu 8 Mei 2019 2:30 WIB
Bagikan:
Cara PMII Kota Depok Berkontribusi bagi Kader dan Organisasi
Konfercab PMII Kota Depok.
Depok, NU Online
Selama satu tahun ke depan PMII Cabang Kota Depok akan memberikan kontribusi terbaik bagi anggota, kader, dan organisasi.

Ketua PMII Kota Depok, Jawa Barat, Qiwamudin mengatakan upaya-upaya yang dilakukan seperti merekatkan hubungan antaranggota, kader dan alumni; mengapresiasi dan meberikan penghargaan kepada kader anggota dan alumni; membuat kurikulum kaderisasi; program PMII Mengajar, PMII Mengaji, digitalisasi PMII, dan membuat rencana jangka panjang salah satunya markas permanen.

"Untuk merekatkan anggota dengan diskusi bulanan, kunjungan tokoh, outbond bersama," katanya kepada NU Online, Selasa (7/5) malam.

Qiwamudin adalah mahasiswa Universitas Indonesia (UI) asal Kresek, Tangerang, Banten. Ia terpilih sebagai Ketua PMII Kota Depok 2019-2020 dalam Konferensi Cabang (Konfercab) ke-20 yang berlangsung di Majelis Taklim Nurul Iman, Pondok Cina Beji, Ahad (28/4) yang lalu.

Qiwamudin menyebutkan sudah 20 tahun PC PMII Kota Depok berkiprah dan memberikan sumbangsih terbaik bagi bangsa Indonesia khusunya para anggota dan kader PMII dari Universitas Indonesia.

"Untuk itu amanah ini tidak bisa saya pikul dan jalankan sendiri. Mari kita sambung simpul-simpul PMII yang masih berserakan. Kita rajut kembali PMII agar memiliki tujuan bersama. Berikan sumbangsih terbaik untuk PMII karena saya yakin sahabat-sahabati anggota dan kader PC PMII Kota Depok memiliki kemampuan untuk melengkapi dan membersamai kepengurusan PMII 2019-2020," terang Qiwam sapaan akrabnya.

Konfercab ke-20 PMII Kota Depok mengusung tema Merangkai Ikatan Menyatukan Perbedaan, menjadi ajang pemilihan ketua umum dengan sistem musyawarah secara mufakat. "Musyawarah tersebut diikuti dan dihadiri oleh seluruh anggota dan kader PMII dari komisariat dan rayon yang ada dilingkungan PC PMII Kota Depok," kata Ketua Panitia Konfercab, Candra.

Konfercab tersebut juga dihadiri M Agus Fuat mewakili PB PMII, Labib Zain Wildansyah mewakili Pengurus Kordinator Cabang, serta beberapa alumni dan ketua umum demisioner Ahmad Luthfi dan Ahmad Muzayin. (Kendi Setiawan)
Bagikan:
Rabu 8 Mei 2019 21:30 WIB
Ramadhan, Santri Nuris Wajib Khatam Safinatun Najah
Ramadhan, Santri Nuris Wajib Khatam Safinatun Najah

Jember, NU Online
Bulan Ramadhan dijadikan momentum oleh Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur untuk memberi pengajian kitab safinatun najah kepada santrinya. Tidak sekadar mengaji, tapi santri diwajibkan paham betul kata perkata dari kitab tersebut.

“Standarnya tinggi. Santri harus bisa membaca, paham makna dan maksudnya, nanti juga ada evaluasi,” tukas pengasuh Pondok Pesantren Nuris,  Gus Raobith Qashidi kepada NU Online di Nuris, Rabu (8/5).

Menurutnya, pemilihan kitab kuning seperti safinatun najah  merupakan bagian dari upaya Nuris untuk mengembalikan tradisi pesantren seperi semula, yaitu akrab dengan kitab-kitab kuning yang menjadi rujukan paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).Selain itu, juga untuk membentengi santri dari pengaruh radikalisme.

“Itu bekal bagi santri dalam menghadapi tantangan  zaman yang dipenuhi dengan paham-paham yang kian menjauhkan umat Islam dari nilai-nilai keislaman, keaswajaan dan kepesantrenan,” jelasnya.

Khataman mengaji kitab Safinatun Najah itu diikuti oleh 2.000 santri, dimulai sejak awal Ramadhan hingga beberapa hari kedepan. Mereka berasal dari SMP, SMA, MA dan SMK Nuris. Pengajarnya mencapai 35 ustadz pilihan, yang nota bene sudah mendapat binaan langsung dari KH Muhyiddin Abdusshomad (pengasuh utama pesantren).

“Untuk khatam ngaji kitab itu (Safinatun Najah) dibutuhkan dua hingga tiga pekan kedepan. Bagi mereka yang lulus (khatam), bisa mengikuti wisuda kitab kuning di bulan Maulid Nabi,” urainya. (Aryudi AR).

Rabu 8 Mei 2019 21:15 WIB
Innalillahi, Pengasuh Al-Muhajirin 2 Tambakberas Ning Ima Yahya Wafat
Innalillahi, Pengasuh Al-Muhajirin 2 Tambakberas Ning Ima Yahya Wafat
Almarhumah Chalimatus Sa'diyah Yahya
Jombang, NU Online
Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun, kabar duka datang dari keluarga besar Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin 2, Tambakberas, Chalimatus Sa'diyah Yahya (Ning Ima Yahya) dikabarkan wafat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang sekira pukul 14.35 WIB, Rabu (8/5). 

Wakil Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (YPPBU) Tambakberas, KH Azam Choiruman Najib mengatakan, istri dari Zainul Mahmudi itu sebelumnya mengalami sakit gagal ginjal sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD. "Sakit gagal ginjal," katanya.

Salah satu putri dari KH Abdul Yahya dan Yai Chafsoh itu saat ini meninggalkan 3 anak, satu laki-laki dan dua perempuan. 

Sementara aktivitas keseharian almarhumah kelahiran Desember 1975 itu selain aktif mengelola pesantren, ia juga Dosen di UIN Tulungagung, Jawa Timur. "Saat ini juga sedang S3 UIN Malang," Imbuh pria yang akrab disapa Gus Heru ini.

Gus Heru menambahkan, almarhumah adalah anak pertama dari 6 bersaudara. Ia juga diketahui aktif di berbagai organisasi. Di antaranya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), IKABU, HIMABU, Fatayat NU.

Sebelum berita kabar duka ini diterbitkan, informasi yang sama juga telah menyebar luas di lingkungan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Kabar duka juga beredar di sosial media. (Syamsul Arifin/Muiz)

Rabu 8 Mei 2019 17:15 WIB
UPZISNU Kepatihan Jombang Istiqamah Santuni Ahli Waris Warga yang Wafat
UPZISNU Kepatihan Jombang Istiqamah Santuni Ahli Waris Warga yang Wafat
UPZISNU Jombang berikan santunan kematian
Jombang, NU Online
Unit Pengelola Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Desa Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa Timur hingga kini masih istiqamah memberikan santunan duka kepada warganya yang meninggal dunia. Santunan berupa uang dan sejumlah air mineral diberikan kepada keluarga duka.

Terbaru santunan duka diberikan kepada keluarga almarhum Moh Sodiq di kawasan Kepatihan. "Santunan duka sudah kami berikan kepada keluarga almarhum Bapak Moh Sodiq," kata Ketua UPZISNU Kepatihan, H Muhammad Manshur, Selasa (7/5).

Almarhum mendapat dua santunan sekaligus dari UPZISNU. Santunan pertama berupa santunan kesehatan, lantaran almarhum sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit, kemudian yang kedua adalah santunan duka.

"Selain santunan duka 500 ribu rupiah, juga santunan untuk warga yang sakit 200 ribu rupiah, kemudian kami berikan air mineral 10 karton," ujarnya.

Pria yang kerap disapa H Manshur ini menambahkan, almarhum merupakan salah satu warga yang juga ambil bagian untuk menyukseskan Gerakan Koin Sedekah (GKS). Ia juga menjadi donatur GKS yang intens menyisihkan sebagian rezekinya untuk kemudian disedekahkan melalui kaleng kotak infaq (Koin) yang disebar oleh pengurus UPZISNU setempat.

Dengan demikian, kata dia, almarhum berhak mendapat dua santunan sekaligus. "Aturan di UPZISNU Kepatihan, bagi peserta GKS yang sakit dan opname sampai 3 hari mendapat santunan 200 ribu rupiah. 

Ia berharap kegiatan berbagi bisa terus istiqamah. Terlebih pada bulan Ramadhan ini. "Alhamdulillah semoga kegiatan yang manfaat ini bisa istiqamah," harapannya. (Syamsul Arifin/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG