IMG-LOGO
Daerah

Sistem Perpustakaan Unusa Jadi Rujukan Sejumlah Sekolah

Kamis 9 Mei 2019 23:30 WIB
Bagikan:
Sistem Perpustakaan Unusa Jadi Rujukan Sejumlah Sekolah
Kepala Sekolah SMAN 5 Surabaya bersama rombongan di Unusa.
Surabaya, NU Online
Keberadaan Serbuk atau sharing e-book, aplikasi perpustakaan digital Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) makin dilirik banyak sekolah. Setelah tiga SMA di Gresik yang mengadopsi serbuk, kini giliran SMAN 5 Surabaya yang juga tertarik.

Hal ini dinyatakan para guru SMA favorit di Surabaya tersebut saat berkunjung ke Unusa Kampus B, Jemursari, Rabu (9/5). Rombongan yang dipimpin langsung Kepala Sekolah SMAN 5 Surabaya Sri Widiati diterima Ketua Bidang 5 LPPM Unusa Rer Nat Nasori didampingi Direktur Perencanaan Pengembangan dan Kerjasama Unusa, Wiwik Afridah.

“SMAN 5 memiliki banyak karya tulis para siswa. Sayangnya belum bisa dipublikasikan, minimal publikasi intern mereka. Karena, mereka belum memiliki software yang memadai. Makanya setelah mengetahui informasi adanya sharing e- book yang dikembangkan Unusa, mereka sangat tertarik,” kata Nasori.

Nasori mengatakan keinginan SMAN 5 Surabaya untuk mengadopsi serbuk akan ditindaklanjuti dalam sebuah kerja sama bulan ini. “Saat ini sedang kami persiapkan untuk sebuah workshop serbuk bagi guru dan murid sebanyak 40 orang. Rencananya kerja sama dilakukan sebelum hari raya. Karena selain serbuk, mereka juga berminat mengadopsi sistem informasi dan digitalisasi perpustakaan,” jelas Nasori.

Wiwik Afridah menambahkan SMAN 5 Surabaya mengembangkan program literasi, termasuk di dalamnya publikasi karya tulis para siswa. Sehingga sangat memerlukan update sistem perpustakaan dan sistem informasi yang didukung keberadaan teknologi yang memadai.

“Mereka ingin agar data tidak hilang. Keberadaan perpustakaan di SMA tersebut sangat strategis karena minat baca siswa sangat tinggi. Sehingga sekolah perlu meningkatkan mutu perpustakaan termasuk pustakawan (pengelola perpustakaan) yang terakreditasi,” kata Wiwik.

Untuk mewujudkan hal itu, lanjut Wiwik, Unusa siap membantu dalam pengembangan perpustakaan di SMAN 5 Surabaya “Mereka ingin memiliki sistem software digilib.unusa.ac.id, detail seperti yang ada di perpustakaan Unusa,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 5 Surabaya, melalui Humasnya, Bambang Eko Purnomo mengatakan sekolah memiliki program pengembangan literasi yang menjadi model literasi nasional. Karenanya mereka mengembangkan melalui pendataan buku yang selalu update. Tujuannya agar siswa mudah mengakses dan selalu mendapat informasi terbaru.

“Kami pernah melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi ternama. Sayangnya mandeg, bahkan banyak data kami yang hilang. Kami berharap keberadaan serbuk milik Unusa ini bisa menjadi solusi,” katanya.

Setelah meninjau dan melihat langsung sarana prasana serta proses belajar di kampus Unusa, Bambang emiian terkesan. "Kami tertarik untuk menjajaki kerja sama dengan Unusa lebih luas," tandasnya. (Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Kamis 9 Mei 2019 21:30 WIB
Belajar dari Puasanya Ular dan Ulat
Belajar dari Puasanya Ular dan Ulat
Ilustrasi (Ist.)
Pringsewu, NU Online
Ular dan ulat memiliki cara yang sama dalam merubah diri mereka menjadi lebih baik. Keduanya harus berdiam diri beberapa waktu dengan berpuasa tanpa makan dan minum. Hal ini dilakukan dengan susah payah, menahan diri dari keinginan yang dapat menggagalkan proses perubahan tersebut.

Namun setelah semuanya dilalui, ada perbedaan yang sangat kentara antara puasanya ular dan ulat. Hasil yang didapat oleh ular hanya terlihat dari tampilan fisik yang lebih mengkilap kulitnya. Namun sifat dan kebiasaan ular masih tetap sama.

Sementara ulat mendapatkan suatu yang sempurna dari puasanya. Ia mampu merubah dirinya menjadi seekor kupu-kupu nan cantik dengan warna yang indah. Ia pun lincah saat terbang dan hinggap di pohon bunga tanpa mematahkan rantingnya. Setelah bermetamorfosis, kupu-kupu pun memiliki karakter yang berbeda dan selalu mendekati bunga yang harum baunya.

"Contohlah kupu-kupu dalam berpuasa khususnya di bulan Ramadhan. Berpuasa dengan iman dan semata-mata mencari ridho Allah SWT. Insyaallah pascapuasa kita benar-benar menjadi insan yang berubah ke arah yang lebih baik dan dosa kita terdahulu diampuni Allah SWT," kata KH Munawar Kholil, Ketua Majelis Wakil Cabang NU Kecamatan Banyumas, Pringsewu, Lampung, Kamis (9/5).

Keimanan dan ridho Allah lanjutnya, menjadi dasar niat yang akan menghantarkan puasa seseorang benar-benar berkualitas. Jauh dari puasa yang hanya menahan rasa lapar dan dahaga. Oleh karena itu usaha untuk memunculkan keimanan harus terus dipatri dalam diri umat Islam.

"Memang keimanan seseorang selalu fluktuatif. Kadang tinggi kadang rendah. Kadang kenceng, kadang kendor. Kadang semangat, kadang males. Dan kita sendiri yang harus terus menambah agar iman cenderung tidak merosot," jelasnya saat didaulat menjadi pengisi materi Safari Ramadhan Pemerintah Daerah di kediaman Wakil Bupati Pringsewu.

Ada tiga cara menurutnya yang bisa dilakukan untuk terus meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Cara itu adalah dengan terus memperbaharuinya melalui kalimat tauhid, selalu hadir di majelis ilmu dan sering membaca hikayat atau sejarah para Nabi.

Safari Ramadhan 1440 H perdana Pemda Pringsewu ini mengangkat tema Dengan Safari Ramadhan Mari Pererat Tali Silaturahmi Seluruh Masyarakat dan Aparat Sipil Negara Demi Pringsewu yang Bersahaja.

Selain taushiyah dari Ketua MWCNU Banyumas, pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis bantuan dana dari Pemda untuk masjid dan mushala serta kegiatan-kegiatan keagamaan di Kabupaten Pringsewu.

Hadir pada kegiatan tersebut Kapolres Tanggamus, Dandim Tanggamus, Kajari Pringsewu, Kepala Kemenag Pringsewu, Ketua MUI Kabupaten Pringsewu, segenap pejabat dan ASN Pemda Pringsewu serta masyarakat Kabupaten Pringsewu. (Muhammad Faizin).
Kamis 9 Mei 2019 21:0 WIB
IPNU-IPPNU Isi Ramadhan dengan Kursus Bahasa Inggris
IPNU-IPPNU Isi Ramadhan dengan Kursus Bahasa Inggris
Sumenep, NU Online
Kesempatan bertemu dengan bulan Ramadhan hendaknya diisi kegiatan sarat manfaat. Seperti yang dilakukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Ganding, Sumenep, Jawa Timur menggelar kursus bahasa Inggris. 

“Kegiatan diikuti sejumlah siswa tingkat MTs hingga kalangan mahasiswa ini dilaksanakan sejak Rabu hingga Jumat yaitu 8 sampai 17 Mei di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Ganding,” kata M Khotib, Kamis (9/5).

Menurut Ketua PAC IPNU Ganding ini, kegiatan bertujuan mengajak pemuda mengisi bulan Ramadhan dengan hal positif.

"Melalui kursus bahasa Inggris ini kami berharap para santri dan pemuda mengisi Ramadhan dengan hal positif, utamanya pengembangan bahasa Inggris untuk melengkapi kemampuan yang ada," jelasnya.

Untuk melengkapi kegiatan, tutor diambilkan dari pengurus sendiri. “Kami melihat banyak potensi, dan ini sebagai bentuk apresiasi pada mereka yang memiliki kelebihan dalam bidang bahasa," tuturnya. 

Agus Nurfaizin selaku ketua panitia mengemukakan seluruh peserta mengikuti kegiatan selama sepuluh hari secara mandiri.

"Seluruh peserta diasramakan selama kurang lebih sepuluh hari ke depan. Mulai dari berbuka, tarawih, tadarus nanti kita akan lakukan bersama untuk menanamkan nilai kemandirian dan solidaritas yang kuat di antara sesama," jelasnya.

Menurutnya, konsep kursus bahasa Inggris dipadukan dengan nilai sosial dan kemanusiaan. "Selain penempaan bahasa Inggris, peserta mengikuti dengan beberapa kegiatan seperti kajian fiqih, bhakti sosial, khatmil Qur'an hingga bagi-bagi takjil dan santunan anak yatim menjelang akhir program nanti," ungkapnya.

Kegiatan yang dinamai dengan Ramadhan English Program mendapat perhatian dari sejumlah pihak. “Mulai dari lembaga di NU sendiri, hingga beberapa pesantren yang ikut membantu pelaksanaan acara,” pungkasnya. (Rofiki/Ibnu Nawawi)

Kamis 9 Mei 2019 18:0 WIB
Pesantren Al-Farhan Lebak Gelar 'Ngaji Pasaran' Selama Ramadhan
Pesantren Al-Farhan Lebak Gelar 'Ngaji Pasaran' Selama Ramadhan
Kegiatan ngaji Ramadhan di Pesantren Al-Farhan, Lebak, Banten
Jakarta, NU Online
Pesantren Al-Farhan Cipanas, Kabupaten Lebak-Banten menggelar 'Ngaji Pasaran' atau pengajian rutin Kitab Tafsir Jalalain dan Tankihul Qoul selama Ramadhan 1440 Hijriah. Pengajian dilaksanakan setiap hari pukul 21.30 sampai dengan pukul 01.30 dan pukul 11.00 sampai dengan 14.00 siang.

Pengajian kitab tafsir karya Imam Jalaludin Al-Mahalli dan Jalaludin Asuyuthi itu dibuka untuk masyarakat umum. Sementara, untuk pengajian kitab tankihul qoul karya Syekh Nawawi Al-Bantani hanya untuk santri Al-Farhan.

Direktur Eksekutif Pesantren Al-Farhan, Deden Z Farhan mengatakan, sejak dimulainya Ramadhan 1440 Hijriyah, masyarakat dan santri telah ramai mengikuti pengajian Tafsir Jalalain pada malam hari. Kedua rangkaian pengajian pasaran itu lansung diajar oleh pimpinan Pesantren Al-Farhan, KH Holil Abdul Kholik.

"Bulan Ramadhan adalah bulan dengan nilai sejarah literasi tertinggi, oleh karenanya Ngaji Pasaran Ramadhan menjadi kekhasan di Pesantren pesantren selama bulan Ramadhan," kata Deden kepada NU Online, Kamis (9/5).

Ia menuturkan, pada pengajian itu lebih difokuskan pada gambaran umum isi kandungan dari masing masing kitab. Sebab ada target waktu yang harus ditempuh. Rencananya, lanjut pengajar yang juga Ketua Ansor Kabupaten Lebak ini, pada 23 Ramadhan mendatang pengajian pasaran tersebut sudah selesai.

"Kami bersyukur sejak dibentuk pada tahun 2003 lalu Pesantren Al-Farhan selalu ramai oleh masyarakat, ini membuktikan kehadiran pesantren oleh masyarakat direspon positif," tuturnya.

Ia mengungkapkan, Pesantren Al-Farhan komitmen menggunakan kurikulum paduan salafiyah dan modern dengan tidak meninggalkan kajian kitab kuning, Ulumul Qur'an, dan budaya salafiyah lainnya. Namun konsepnya lebih kepada basis pesatren modern yakni kajian bahasa asing, ekstrakulikuler, dan penguatan minat bakat

"Makanya sejak awal kita pakai brand Pesantren terpadu Al Farhan, sekalipun semuanya kita kemas seperti pesantren modern, tapi kita tetap beda. Salah satu perbedaannya dengan pesantren modern bisa di lihat dari struktur kurikulum. Kalau modern itu sekolah dan pondok terintegritas (jadi satu), kalau di Al-Farhan itu terpisah, kurikulum sekolah ya sesuai dengan kurikulum dari Kemendikbud (belajar sampai dzuhur) selepas dzuhur masuk kurikulum pondok (sorogan kitab, dll)," ucapnya. (Abdul Rahman Ahdori/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG