IMG-LOGO
Nasional

Ngaji Pasanan, Habib Luthfi Bahas Potensi Masjid

Jumat 10 Mei 2019 0:0 WIB
Bagikan:
Ngaji Pasanan, Habib Luthfi Bahas Potensi Masjid
Habib Luthfi ngaji pasanan bersama santrinya
Pekalongan, NU Online
Rais 'Aam Idarah Aliyah Jam'iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya memberikan pengajian kepada jamaah yang digelar di rumahnya pada Selasa (7/5) malam dengan kajian masalah shalat Jumat.

Di sela-sela pengajian, Habib Luthfi menilai bahwa peran masjid yang ada sekarang ini belum optimal, terutama dalam pemberdayaan masyarakat di sekitar masjid. Masjid, menurut Habib Luthfi mesti bisa berperan aktif dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat atau jamaah melalui program yang strategis.

Ulama yang selalu berbicara tentang martabat dan jati diri bangsa dalam ceramahnya memberi contoh, bahwa uang yang masuk masjid, misalnya, tidak seluruhnya atas nama waqaf dan sedekah jariyah. 

“Agar uang masjid yang rata-rata jumlahnya besar-besar bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat sekaligus untuk kemakmuran masjid,” ucap pimpinan organisasi dunia, Forum Ulama Sufi ini.

Jika uang itu tidak diatasnamakan waqaf dan sedekah jariyah, tambah Habib Luthfi, maka bisa digunakan untuk membentuk lembaga usaha atas nama masjid bentuknya bisa pertanian, bisa perdagangan, atau yang lainnya.

Selain itu, menurut ulama asal Pekalongan ini, masjid bisa mempunyai supermarket, minimarket yang hasil keuntungannya bisa digunakan untuk beasiswa pendidikan, santunan kesehatan, termasuk untuk perawatan dan pengembangan fasilitas masjid.

Namun perlu dipisahkan, uang yang diterima sebagai waqaf dan jariyah serta uang yang arahnya pada pemberdayaan masyarakat tersebut.

Habib Luthfi bin Yahya juga mengingatkan bahwa umat bukan saatnya lagi ribut masalah khilafiyah seperti qunut, terawih 8 atau 20, hisab rukyah. “Seakan tema-tema seperti ini dijadikan alat untuk mencegah umat Islam fokus memandang ke depan untuk kemajuan umat,” tegas Habib. (Muiz)
Bagikan:
Jumat 10 Mei 2019 22:45 WIB
Penjelasan Romo Benny soal Komitmen Gus Dur Membangun Bangsa
Penjelasan Romo Benny soal Komitmen Gus Dur Membangun Bangsa
Romo Benny Susetyo (kedua dari kanan/foto: Ardiansyah)
Jakarta, NU Online
Sosok KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur merupakan orang yang memiliki komitmen dalam membangun bangsa Indonesia. Salah satunya, ialah mengajak agamawan untuk selalu menjalin kebersamaan dan menerima kemajemukan.

Romo Benny Susetyo mengatakan hal tersebut pada  diskusi bertajuk The Gus Dur Code: Pemikiran dan Tindakan di Kantor Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathan, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (10/5).

Menurut Romo Benny di antara wujud konkret Gus Dur dalam menerima kemajemukan, adalah dengan mengakomodir Konghucu sebagai agama.

"Maka pada waktu itu temen-temen Konghucu itu ngomong, 'Kalau kita lihat, Konghucu itu berkat Gus Dur jadi agama' karena bagi Gus Dur, agama itu urusan rakyat, bukan urusan negara. Jadi kalau rakyat mengakui, ya sudah diakui," kata Romo.

Dengan adanya pengakuan terhadap Konghucu, sambung dia, membuktikan bahwa Gus Dur tidak mengenal diskriminasi. Sebaliknya,bagi Gus Dur, konstitusi merupakan dasar hidup bersama di Indonesia.

"Maka acuannya konstitusi. Karena konstitusi memberikan jaminan, maka Gus Dur harus melaksanakan, sehingga apa pun yang bertentangan dengan konstitusi, Gus Dur pasang badan," ucapnya.

Romo Benny pun mencontohkan bagaimana komitmen Gus Dur terhadap konstitusi, yakni dalam salah satu kasus pada acara dialog Forum Lintas Agama dan Etnis di Purwakarta, Jawa Barat tahun 2016. Saat itu, sekelompok umat Islam yang mengatasnamakan Front Pembela Islam (FPI) menggerebek forum tersebut. 

Menurutnya, Gus Dur yang menjadi salah satu pembicara di forum itu merespons dengan memilih untuk menghindari kekerasan. Padahal waktu itu, Banser telah turun, namun Gus Dur menahannya.

"Gus Dur menghentikan (Banser), nyetop kekerasan. Bagi Gus Dur, negara ini adalah negara konstitusi yang semua masalah itu harus diselesaikan dengan dialog," ucapnya.

Selain Romo Benny, hadir juga menjadi pembicara, yakni penulis buku Gus Dur dan Ilmu Sosial Transformatif Syaiful Arif, dan Ketua Perkumpulan Jarkom Desa Anom Surya Putra. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)
Jumat 10 Mei 2019 21:55 WIB
Romo Benny Tegaskan Gus Dur Pelopor 'Dialog Lintas Agama'
Romo Benny Tegaskan Gus Dur Pelopor 'Dialog Lintas Agama'
Diskusi The Gus Dur Code, Jumat (10/5)
Jakarta, NU Online
Romo Benny Susetyo menyatakan bahwa peristiwa kerusuhan, termasuk kasus pembakaran sejumlah gereja di Situbondo pada 1996 merupakan tonggak awal kesadaran dalam membangun dialog lintas agama. Menurut Romo Benny, tokoh yang berperan besar dalam terciptanya dialog itu tak lain adalah KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Demikian disampaikan Romo Benny pada diskusi bertajuk The Gus Dur Code: Pemikiran dan Tindakan di Kantor Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathan di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (10/5).

Menurut Romo Benny, saat itu Gus Dur mengajak tokoh-tokoh agama untuk meredam konflik SARA mengingat pemerintah mulai kehilangan kendali dan menjadikan SARA sebagai alat politik. Sementara Gus Dur sangat menyadari bahwa membangun dialog lintas agama dapat menyelamatkan bangsa Indonesia.

"Maka cara Gus Dur adalah mengajak kita turun ke bawah (berkunjung ke pesantren-pesantren untuk berdialog)," ucapnya.

Menurutnya, ketegangan yang terjadi pada 1996 dapat ditarik pada konteks pemilu hari ini, yang sama-sama memunculkan politik identitas dan ketegangannya sangat terasa. Sehingga, kehadiran figur seperti Gus Dur yang mampu mencairkan suasana melalui dialog sangat didambakan.

"Nah, Gus Dur mampu mencairkan suasana, baik di tingkat elit maupun di tingkat akar rumput," ucapnya.

Gus Dur, katanya, mempunyai kekuatan untuk menyatukan, yakni melalui bangunan komunikasi secara sederhana sehingga tokoh-tokoh agama, seperti kiai dapat menerimanya. 

Selain Romo Benny, hadir juga menjadi pembicara, yakni Penulis Buku 'Gus Dur dan Ilmu Sosial Transformatif' Syaiful Arif, dan Ketua Perkumpulan Jarkom Desa Anom Surya Putra. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)

Jumat 10 Mei 2019 18:20 WIB
Mendes Minta Pemda Perbaiki Jalan Provinsi dan Kabupaten
Mendes Minta Pemda Perbaiki Jalan Provinsi dan Kabupaten
Jakarta, NU Online
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo meminta pemerintah daerah segera memperbaiki jalan kabupaten dan provinsi yang tak layak. Menurutnya, jalan yang telah dibangun oleh dana desa tidak akan efektif bila jalan kabupaten dan provinsi masih rusak.

"Yang jalan kabupaten dan provinsinya baik, ini kelihatan sekali biaya-biaya produksi dan distribusi di desa itu menurun. Tapi dana desa kurang efektif di desa yang jalan provinsi dan kabupaten yang kurang baik," ujarnya saat menjadi pembicara pada Forum Perencanaan Musrenbangnas 2019 untuk Menyusun RKP 2020 di Jakarta, Kamis (9/5).

Eko mengatakan, kolaborasi antara pembangunan dana desa dan pembangunan infrastruktur daerah sangat berpengaruh pada peningkatan pendapatan masyarakat. Desa di kawasan transmigrasi saja misalnya, pendapatan masyarakat bisa meningkat hingga Rp2 juta per bulan.

"Bayangkan saja jika ada 5 juta masyarakat transmigran di seluruh Indonesia, kalau jalan desa sudah diperbaiki kemudian jalan kabupaten dan provinsi bisa kita perbaiki, ada tambahan income di desa transmigran saja sebesar Rp10 Triliun per bulan atau Rp120 Triliun per tahun," ujarnya.

Menurutnya, perbedaan biaya pasca panen di daerah yang infrastrukturnya terpenuhi dan daerah dengan infrastruktur kurang baik sangat mencolok. Terutama di daerah berbasis perkebunan seperti halnya kelapa sawit. Biaya pasca panen yang rendah, lanjutnya, akan meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Infrastruktur sangat penting untuk kemajuan ekonomi. Bagaimana kita mau tarik investasi kalau biaya logistik dan distribusi masih mahal," ujarnya.

Ia mengungkapkan, dana desa dalam empat tahun terakhir telah mampu membangun infrastruktur dengan skala yang sangat masif. Seperti membangun sepanjang 191.600 kilometer jalan desa, 58.931 unit irigasi, 5.371 unit tambatan perahu, dan ribuan infrastruktur dasar lainnya.

"Tentunya ini prestasi besar dari kepala daerah baik gubernur maupun bupati. Terimakasih sudah mengawal dana desa dengan baik," ujarnya. (Red-Zunus)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG