IMG-LOGO
Internasional

Ini Langkah PCINU Hadapi Dua Respon Warga Jerman terhadap Islam

Jumat 10 Mei 2019 8:0 WIB
Bagikan:
Ini Langkah PCINU Hadapi Dua Respon Warga Jerman terhadap Islam
M Nuh (tiga dari kanan) saat di PCINU Jerman
Jakarta, NU Online
Kehadiran Islam ke Jerman membelah masyarakat tersebut ke dua kelompok, yaitu sebagian masyarakat yang menerima dan sebagian lainnya yang menolak. Hal tersebut menimbulkan dinamika tersendiri terhadap Islam di negara tersebut.

"Adanya penerimaan agama Islam dan masyarakat muslim sebagai bagian dari Jerman dapat dilihat dari munculnya kebutuhan akan nilai-nilai Islam yang moderat serta dapat terintegrasi dengan nilai-nilai dasar dan nilai-nilai tradisional masyarakatnya," kata Muhammad Rodlin Billah, Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jerman, kepada NU Online pada Kamis (9/5).

Kebutuhan-kebutuhan tersebut, katanya, mulai dituangkan dalam banyak dialog berbagai pihak. Bahkan, lanjutnya, juga mulai dituangkan ke dalam aturan-aturan resmi pemerintah.

Di samping itu, terdapat juga sebagian masyarakat Jerman yang ragu dan cenderung menolak kehadiran Islam atau masyarakat muslim ke negerinya. Hal tersebut, kata Oding, utamanya disebabkan karena munculnya tindakan ekstremisme yang mengatasnamakan Islam di Eropa akhir-akhir ini.

Penolakan mereka diperparah dengan masuknya gelombang imigran pengungsi dari negara-negara konflik baru-baru ini. "PCI NU Jerman diharapkan dapat berkontribusi dalam pemecahan permasalahan-permasalahan ini melalui konsep-konsep Islam Nusantaranya," ucap mahasiswa doktoral bidang Komunikasi Fiber Optik di Institut Teknologi Karlsruhe itu.

Oleh karena itu, dalam upaya melakukan pendekatan persuasif, PCINU Jerman menggelar diskusi atau seminar bekerjasama dengan lembaga-lembaga lain untuk diseminasi nilai-nilai Islam Nusantara.

"Setiap momen atau acara yang kami adakan, kami berusaha untuk mengundang berbagai pihak baik ormas Indonesia di Jerman lainnya, baik muslim dan non-muslim, juga rekan-rekan muslim dari negara lain yang juga tinggal di Jerman," jelasnya.

Oding mencontohkan Konferensi Cabang yang digelar pada April lalu. Dalam rangkaian kegiatan yang menghadirkan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Mohammad Nuh digelar diskusi bersama komunitas muslim yang berbahasa Jerman di Karlsruhe, Deutschsprachiger Muslimkreis Karlsruhe (DMK).

Ketua DMK, kata Oding, Rüstü Aslandur, sangat menyambut baik kehadiran PCINU Jerman. Sebab, ia memiliki ide dasar yang sama dengan Islam Nusantara, nilai-nilai Islam sejatinya dapat berdialog dengan nilai-nilai atau tradisi lokal.

"Saking senangnya, tiap kali Rüstü hadir di acara kami, beliau mengenakan pin dengan logo PCINU Jerman sebagaimana terlihat di foto," ujarnya.

Demikian pula saat pembukaan Konfercab di Berlin, PCINU Jerman mengundang Habib Ubaydullah bin Muhsin Alatas, mertua Habib Umar bin Hafidz. Ulama Mekah yang dalam waktu yang sama diundang oleh Ustadz Mahmud Kellner dan Islamische Akademie di Berlin.

Di samping itu, PCINU Jerman juga membangun NU Global Connection sebagai salah satu bentuk nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Aswaja Center PWNU Jawa Timur, dan Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU).

"Kami berinisiatif untuk membuat NU Global Connection yang diharapkan dapat menjadi wadah Nahdliyin di Indonesia dan luar negeri untuk bertukar pikiran," katanya.

Salah satu program NU Global Connection, katanya, ialah webinar dengan berbagai topik sekitar sains teknologi dengan pembicara dari Jerman dan topik keislaman dengan narasumber dari Indonesia dan Jerman.

PCI NU Jerman, jelas Oding, terbantu dengan adanya PCINU Belanda dan Belgia sebagai tetangganya. Ketiganya telah menjalin kerjasama dalam berbagai bidang dan kegiatan. Ia berharap besar agar pertalian kolaborasi ketiganya dapat diperluas bersama PCINU lainnya, seperti Inggris dan Perancis.

Lebih jauh, ia berharap hubungan PCI NU di Eropa dapat melahirkan PCINU baru di negara-negara lainnya. "Atau bahkan dapat membantu munculnya embrio-embrio PCINU baru di negara-negara Eropa lainnya, seperti Austria, Polandia, Swiss, dan lain-lain," ungkap pria yang kembali terpilih sebagai Ketua PCI NU Jerman itu.

Oding telah memimpin PCINU Jerman sejak April 2017. Nahdliyin di sana kembali mempercayakan amanah tersebut kepadanya bersama KH Syaeful Fatah sebagai Rais Syuriyah sampai tahun 2021 mendatang. (Syakir NF/Muiz)
Bagikan:
Jumat 10 Mei 2019 23:59 WIB
Masjid-masjid di Sri Lanka Dikontrol Ketat setelah Serangan Bom
Masjid-masjid di Sri Lanka Dikontrol Ketat setelah Serangan Bom
Masjid Raya Mohideen Meththai di Kattankudy, Sri Lanka (Asanka Brendon Ratnayake/The Washington Post)
Colombo, NU Online
Pemerintah Sri Lanka mewajibkan para pengurus masjid untuk menyerahkan salinan materi khutbah yang disampaikan di tempat mereka. Selain itu, masjid-masjid juga diperintahkan untuk mendesak ekstremisme. Peraturan ini dikeluarkanp oleh pemerintah Sri Lanka pada Jumat (10/5).

Kebijakan ketat pemerintah Sri Lanka ini dimaksudkan untuk menekan persebaran ajaran dan kelompok ekstremisme Islam di sana, terutama setelah serangan bom yang menewaskan 258 orang pada Hari Paskah bulan lalu.

Kementerian Urusan Agama dan Kebudayaan Muslim Sri Lanka menegaskan, di masjid tidak boleh diselenggarakan kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada ekstremisme, terorisme, dan ujaran kebencian.

"Mengingat situasi yang terjadi di negara saat ini, kementerian mengarahkan kepada seluruh pengurus masjid untuk tidak terlibat atau mengizinkan pertemuan yang mempromosikan atau menyebarkan kebencian atau ekstremisme dalam bentuk apa pun," kata kementerian dalam pernyataannya, sebagaimana dikutip AFP.

Sebelumnya, pemerintah Sri Lanka juga menerapkan kebijakan ketat bagi Muslim di sana menyusul serangkaian yang terjadi di negeri itu. Diantaranya melarang Muslimah Sri Lanka mengenakan cadar, mengusir 200 ulama asing yang visanya kedaluarsa, menutup media sosial, dan memberlakukan jam malam.

"Larangan (mengenakan cadar bagi Muslimah) ini diberlakukan untuk memastikan keamanan nasional terjaga. Tidak seorang pun harus mengaburkan wajah mereka untuk membuat identifikasi menjadi sulit," bunyi pernyataan Kantor Kepresidenan Sri Lanka saat itu.

Sebagaimana diketahui, pada Hari Paskah Ahad, 21 April lalu terjadi serangan bom di delapan lokasi di Sri Lanka; tiga di kebaktian gereja, tiga di hotel, satu di luar kebun binatang di selatan Ibu Kota Kolombo, dan satu lagi di pinggiran kota. Akibatnya, sedikitnya 258 orang meninggal dunia dan ratusan orang lainnya terluka, termasuk luka parah.

Pemerintah Sri Lanka menuding kelompok radikal lokal, National Thowheed Jamaath (NTJ), sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu. (Red: Muchlishon)
Jumat 10 Mei 2019 23:30 WIB
Burj Khalifa Dihiasi Lampu LED Menawan selama Ramadhan
Burj Khalifa Dihiasi Lampu LED Menawan selama Ramadhan
(Screenshot/ Burj Khalifa Twitter)
Dubai, NU Online
Banyak cara yang dilakukan umat Muslim di seluruh dunia untuk menyambut bulan Ramadhan. Setiap daerah memiliki tradisi dan keunikan masing-masing untuk merayakan datangnya bulan suci umat Islam itu. Salah satu contohnya adalah di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). 

Di sana, bulan suci Ramdhan dirayakan dengan pertunjukan LED yang mengagumkan. Burj Khalifa, menara paling tinggi di dunia dengan tinggi mencapai 828 meter dan 163 lantai, dilengkapi dengan lampu yang berwarna-warni selama bulan Ramadhan. Pancaran sinar lampu LED tersebut menghiasi seluruh badan gedung.

Struktur lampu LED diprogram untuk menerangi Burj Khalifa dengan simbol-simbol bernuansa Ramadhan seperti bulan sabit, masjid, dan bintang berujung delapan. Pertunjukan lampu LED di Burj Khalifa selama Ramadhan tersebut bisa dinikmati di Downtown atau Dubai Mall, pusat perbelanjaan terbesar di dunia. 

Dikutip Gulf News UAE, Rabu (8/5), pertunjukan ini ditampilkan setiap malam. Para pengunjung bisa melihat pertunjukan tersebut pukul 19.45-22.45 waktu setempat untuk hari Ahad sampai Rabu. Sementara untuk hari Kamis hingga Sabtu, pertunjukan bisa dinikmati 20.45-20.45 waktu setempat. 

Yang perlu ditekankan adalah pertunjukan itu bukan hanya menampilkan hiburan semata, namun ada pesan tersirat di dalamnya. Pertunjukan pertama yang berdurasi tiga menit menampilkan bulat sabit yang bersisian dengan lentera Arab. Ini dimaksudkan sebagai tampilan inspiratif untuk menyambut nilai spiritual Ramadhan.

Pertunjukan kemudian diteruskan dengan rentetan pola geometris Arab yang dipenuhi dengan warna emas. Tidak kalah ketinggalan, musik oriental diputar untuk mengiringi pertunjukan tersebut. Sementara pada pertunjukan kedua, ditampilkan karya terkenal dari pelukis Art Noor yang terinspirasi dari Asmaul Husna. 

Tidak hanya itu, At The Top, lantai tertinggi di Burj Khalifa, dibuka dengan waktu yang lebih lama selama bulan Ramadhan. Yaitu mulai pukul 10.00 hingga 01.00 waktu setempat. Tentu itu akan memberikan pengalaman yang menakjubkan bagi para pengunjung. Mereka bisa menikmati pemandangan dari puncak tertinggi gedung di dunia pada tengah malam hari. (Red: Muchlishon)
Jumat 10 Mei 2019 16:0 WIB
Palestina setelah Dibombardir Israel Menjelang Ramadhan Kemarin
Palestina setelah Dibombardir Israel Menjelang Ramadhan Kemarin
Aksi bela Palestina di Jakarta (NU Online)
Yerusalem, NU Online
Pertempuran terbaru Palestina dan Israel terjadi pada Sabtu hingga Ahad, 4-5 Mei kemarin atau sehari sebelum tiba bulan Ramadhan 1440 H yang jatuh hari Senin, 6 Mei 2019. Dalam pertempuran itu, Israel berhasil serangan udara mengenai 260 sasaran di Gaza. Israel mengklaim, serangan itu dilancarkan sebagai balasan setelah sebelumnya milisi Gaza melancarkan serangan ke wilayah mereka. 

Diantara yang menjadi target serangan Israel adalah terowongan yang membentang dari Gaza selatan ke wilayah Israel, dua gedung bertingkat di Gaza, kantor intelijen dan keamanan militer Hamas, dan kantor berita Anadolu. 

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (6/5), Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan bahwa ada 19 warga Palestina tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza pada Minggu (5/5) waktu setempat. Salah satu korban tewas dari pihak Palestina adalah seorang bayi berusia 14 bulan dan ibunya. Sementara di pihak Israel, ada empat orang tewas.

Pihak Palestina dan Israel dilaporkan sepakat untuk gencatan senjata pada Senin (6/5) atau pada hari pertama bulan Ramadhan 1440 H. Meski demikian, ancaman serangan lanjutan dari kedua belah pihak telah menimbulkan kekhawatiran perang baru selama bulan Ramadhan. Kabar tentang gencatan senjata itu mengemuka setelah pihak internasional, termasuk PBB, mendesak agar kedua belak pihak saling menahan diri. 

Lebih dari setahun terakhir, warga Palestina menggelar demonstrasi di sepanjang jalur Gaza. Mereka mendesak Israel agar menghentikan blokade atas Gaza. Mereka juga menuntut hak mereka untuk kembali ke rumahnya setelah terusir puluhan tahun lalu. Sejak Maret 2018, sedikitnya 269 warga Palestina meninggal di tangan tentara Israel ketika mengikuti aksi-aksi demo tersebut. Sementara di pihak Israel, dalam kurun waktu yang sama, dua orang tewas. 

Gaza diambang bencana kemanusiaan

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan, saat ini Gaza sedang ‘diambang bencana kemanusiaan’ karena hampir sejuta warga Palestina terancam kelaparan. Pernyataan PBB itu didasarkan pada kondisi keuangan Badan Pengungsi Palestina (UNRWA). Anggaran keuangan UNRWA dilaporkan akan habis dalam waktu sebulan, sementara di sisi lain UNRWA dalam keadaan darurat untuk mendapatkan dana tambahan. 

"Skenario terburuknya kita tidak akan dapat memberi makan setengah populasi Gaza," kata Direktur kantor UNRWA di Washington, Elizabeth Campbell, dikutip The Independent, Jumat (10/5). 

Setiap tahunnya, UNRWA setidaknya butuh sekitar 1,2 miliar dollar AS atau setara Rp 117,2 triliun untuk dana operasional sekolah, program pangan, dan fasilitas kesehatan. Dana itu juga digunakan untuk menyantuni lima juta pengungsi Palestina di beberapa wilayah seperti Gaza, Tepi Barat, Yordania, Lebanon, dan Suriah.

Sebelumnya, Amerika Serikat (AS), selaku donator terbesar, memutuskan untuk memangkas dana untuk UNRWA. Akibatnya, UNRWA mengalami defisit keuangan hingga 440 juta dollar AS atau Rp 6,3 triliun. 

Krisis yang dialami UNRWA itu juga mengancam ribuan warga Palestina yang menderita luka tembak. Dikutip Reuters, Kamis (9/5), sekitar 1.700 orang di Gaza yang ditembak Israel terancam kehilangan anggota badannya akibat krisis UNRWA tersebut. Saat ini, PBB menyatakan bahwa untuk mencegah krisis layanan kesehatan yang melanda warga Gaza maka dibutuhkan dana sekitar 20 juta dollar AS atau sekitar Rp 287,3 miliar. 

Koordinator Kemanusiaan PBB di Palestina Jamie McGoldrick menuturkan, ada 29.000 warga Palestina yang terkena luka tembak ketika bentrok dengan pasukan Israel sepanjang tahun ini. Sebagian besar dari mereka menderita luka di bagian bawah tubuh. Oleh karenanya, mereka harus dioperasi untuk rekonstruksi tulang. Mengingat tidak adanya dana untuk operasi, McGoldrick memperingatkan mereka akan diamputasi. 


Bahas kondisi terkini, PM Palestina bertemu utusan Swiss

Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayeh bertemu dengan utusan Swiss bagi Proses Perdamaian Timur Tengah Roland Stinger di Ramallah, Rabu (8/5). Pada kesempatan itu, kedua pejabat itu membahas tentang kondisi terkini Palestina. Mereka juga mendiskusikan tentang upaya untuk menggerakkan dukungan keuangan dan politik sehubungan dengan perang keuangan yang dilancarkan AS dan Israel terhadap rakyat Palestina.

Dilaporkan kantor berita Palestina, WAFA, Shtayeh juga mendesak komunitas internasional untuk tidak menerima ‘Kesepakatan Abad Ini’ usulan AS. Ia menyerukan agar mereka membuat konferensi perdamaian internasional untuk mengakhiri pendudukan Israel dan menyelamatkan penyelesaian dua negara.

Shtayeh menerima surat dari Presiden Swiss Ueli Maurer. Dalam surat itu disebutkan kalau Swiss mendukung penyelesaian dua negara dan sejalan dengan resolusi hukum internasional. Swiss juga mendukung pendirian negara Palestina yang berdaulat. (Red: Muchlishon)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG