IMG-LOGO
Daerah

Tips Hemat Keuangan di Bulan Ramadhan Ala Muslimat NU

Sabtu 11 Mei 2019 1:0 WIB
Bagikan:
Tips Hemat Keuangan di Bulan Ramadhan  Ala Muslimat NU
Ketua PW Muslimat NU Riau, Hj Dinawati
Riau, NU Online
Bulan Ramadhan menjadi momentum tersendiri bagi kalangan Ibu Rumah Tangga (IRT), banyak  ibu-ibu yang menyebut pengeluaran di Bulan Ramadhan bisa membengkak dua kali lipat bahkan lebih. Untuk itu harus ada pengelolaan keuangan yang terukur agar pengeluarannya tetap terkontrol dengan baik.

Tahukan Anda, ternyata bulan yang penuh barokah ini menjadi hikmah tersendiri bagi kalangan emak-emak tersebut. Konon, bulan puasa bisa menyadarkan ibu-ibu betapa pentingnya mengelola keuangan dengan cara-cara yang efisien. Ibu-ibu itu harus punya inisiatif menyodorkan makanan yang lezat agar puasanya lebih semangat tetapi tidak boleh mengeluarkan anggaran yang boros.

Pemikiran itu pasti sudah terbayang dalam benak para ibu rumah tangga yang biasa mengurus anak-anak dan suaminya. Di sisi lain mereka harus mengikuti saran suaminya untuk tidak boros dan membeli kebutuhan keluarga yang belum diperlukan.

Kembali ke masalah awal, apakah hidangan lezat yang harus dihidangkan ibu rumah tangga membutuhkan biaya yang mahal?, jawabannya tidak, sudah banyak ibu rumah tangga yang telah membuktikan bahwa Ramadhan tidak berdampak terhadap keuangan rumah tangga, justru Ramadhan bisa menambah keuangan semakin bertambah jika anggota keluarga kreatif untuk melakukan hal yang bernilai ekonomi.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat Nahdlatul Ulama Provinsi Riau, Hj Dinawati, misalnya, perempuan yang tinggal di Pekanbaru, Riau ini punya tips tersendiri untuk ibu-ibu yang merasa kesulitan mengatur keuangan rumah tangga di Bulan Ramadhan. Menurut dia, berbuka dan sahur dengan menu yang mewah sangat bisa dilakukan meski keuangan sangat minimalis.

Itu bisa diupayakan para ibu rumah tangga dengan membeli bahan bukaan dan menu sahur yang harganya murah tetapi berfavariasi. Ia menilai, yang membuat santapan lezat bukan karena harganya yang tinggi melainkan variasi dan cara memasak hidangan tersebut.

Selain itu ia menyarankan, takaran masakan di Bulan Ramadhan jangan disamakan dengan hari hari biasa bahkan harus bisa dikurangi, sebab, biasanya di Bulan Ramadhan anggota keluarga lebih sedikit santap makanan pokok, Ramadhan lebih cocok menyantap makanan ringan seperti kue dan munuman segar.

"Karena makan ketika  berbuka lebih sedikit ketimbang di hari biasa hanya perlu ditambah menu kue dan kolak serta minuman," katanya kepada NU Online, Jumat (10/5).

Bulan Ramadhan menjadi tantangan tersendiri bagi seorang ibu rumah tangga, karena mereka harus menahan godaan-godaan yang kira-kira berpotensi mengurangi keuangan keluarga. Untuk itu harus ada pengendalian yang kuat dari seorang ibu rumah tangga seperti saat belanja, harus membedakan mana kebutuhan dan mana kemauan.

Menurut Danati, beda antara kemauan dan kebutuhan, kemauan itu adalah keinginan yang jika tidak dipenuhi mempengaruhi kehidupan keluarga. Sementara kebutuhan jika tidak dipenuhi akan sangat berdampak untuk keluarga.

Atas dasar itu maka kunci pertama yang mesti diperhatikan adalah ibu rumah tangga membuat perencanaan keuangan yang matang. Ada berapa keuangan rumah tangga, berapa anggaran untuk setiap berbuka, makan malam, dan makan sahur.

"Semua bisa dilakukan, hanya memang harus benar benar sangat dikendalikan dengan baik, se efisien mungkin. Seperti saat memilih menu berbuka, semua harus sesuai dengan anggaran yang sudah direncanakan sebelumnya, tidak boleh lebih," ujarnya.

Ia yakin dengan perencanaan yang matang maka satu bulan penuh buka puasa, kebutuhan sehari hari dan kebutuhan makan sahur Ramadhan tidak akan berdampak membengkaknya keuangan keluarga.

"Misalnya, untuk membuat kolak, rinciannya Ubi Rp3.000, gula Rp3.000, santan Rp2.000, nah itu modal Rp8.000 sampai Rp10.000 sudah bisa dimakan satu keluarga," tuturnya.

Begitupun dalam menghadapi Lebaran nanti, semua harus diperhitungkan jangan sampai keuangan keluarga tidak terkendali. Harus direncanakan sejak dini, dengan merinci kebutuhan untuk baju keluarga, untuk jajan, untuk mudik, untuk kebutuhan selama pulang kampung, untuk angpau keluarga, dan untuk tamu.

Dengan begitu tentu semua akan bisa disiasati, karena ada perencanaan yang matang dan memprioritaskan kebutuhan bukan kemauan. Tidak lupa kata dia, anggota keluarga harus lebih giat dalam mencari keuangan keluarga karena untuk meperkuat ekonomi keluarga selama Ramadhan dan usai Ramadhan.

"Untuk berbelanja keperluan lebaran tentu kita punya anggaran THR dan juga pemasukan lain-lainnya yang tentunya juga bisa diperkirakan mana yang menjadi kebutuhan utama dan tambahan. Jika diatur dengan baik Insyaallah akan terkendali dengan baik pula," pungkasnya. (Abdul Rahman Ahdori/Muiz)
Bagikan:
Sabtu 11 Mei 2019 23:15 WIB
Semarakkan Ramadhan, Al-Maliki Center Tegal Gelar Amazing Kareem 2019
Semarakkan Ramadhan, Al-Maliki Center Tegal Gelar Amazing Kareem 2019
foto: ilustrasi
Tegal, NU Online
Mengisi Ramadhan 1440 H sebagai upaya menguatkan wawasan keagamaan generasi milenial, Al-Maliki Center Kabupaten Tegal menggelar kongkow ngaji dan buka puasa bersama yang dikemas dalam acara Amazing Ramadhan Kareem 2019.

Kegiatan bakal digelar, Ahad (26/5) mendatang di Grand Dian Hotel Slawi Kabupaten Tegal Jawa Tengah mulai pukul 13.30 WIB sampai waktu berbuka puasa.

Direktur Al-Maliki Center Gus HM Aqib Malik kepada NU Online, Sabtu (11/5) mengatakan, sebagai generasi milenal sekarang ini, memiliki tantangan yang besar. Di mana revolusi digital membuat kita menjadi gampang mengakses apa aja, bahkan info hoaks dan fakta, irisannya sangat tipis. 

Untuk itu, menurut Gus Aqib, kita harus menguatkan ilmu agama, serta wawasan yang luas supaya bisa menyikapinya dengan baik. "Maka dari itu, Al-Maliki Center mengajak kaum milenial untuk ikut kongkow ngaji dan juga buka bersama dalam acara Amazing Ramadhan Kareem 2019," ujarnya.

Acara yang mengusung tema Yuk Ngaji Asik, Menjadi Muslim Milenial Energik bakal dikemas dalam dua sesi dan menyuguhkan sejumlah materi serta narasumber keren.

Materi sesi 1 Menguatkan karakter generasi muda harapan Agama dan Bangsa dengan narasumber Ustadz Atana Ridhoka Alumni Zaituna University Tunisia dan Ustadzah Ufti adenda Aulia Penceramah Milenial 

"Sedangkan Sesi 2 menyajikan materi Milenial keren, menjadi agen kebaikan dan penebar nilai keislaman dengan narasumber Abdul Wahab Founder Santri Online dan peraih penghargaan Kemenpora dan Ki Firman Haryo Enthus Dalang Muda Wayang Santri asal Tegal," terangnya.

Dai Muda Asal Pesantren Babakan Lebaksiu Tegal itu menambahkan, melalui kongkow ngaji ini diharapkan generasi milenial akan memahami sebenarnya bagaimana sih Islam memposisikan generasi muda, dan bagaimana seharusnya milenial muslim berperan dalam perkembangan zaman saat ini?

"Selain Ilmu yang berharga, peserta juga akan diberikan dan menikmati sajian musik akustik "Migunani" asal Slawi Kabupaten Tegal," pungkasnya. (Nurkhasan/Muiz)

Sabtu 11 Mei 2019 23:0 WIB
Isi Ramadhan, Pesantren Al-Ghozali Tambakberas Sajikan Ngaji Tafsir Yasin
Isi Ramadhan, Pesantren Al-Ghozali Tambakberas Sajikan Ngaji Tafsir Yasin
Pengasuh Pesantren Al-Ghozali, H Jauharuddin Al-Fatich
Jombang, NU Online
Selama bulan Ramadhan 1440 Hijriyah, Pesantren Al-Ghozali Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur rutin kaji Tafsir Yasin karya Syekh Hamami Zadah. Kajian berlangsung setiap hari usai shalat Subuh.

Kajian dipimpin langsung oleh Pengasuh Pesantren Al-Ghozali, H Jauharuddin Al-Fatich, dan diikuti oleh sejumlah santri di pesantren ini. "Kita siarkan langsung melalui fanpage Facebook Alghozali Tambakberas dan Instagram alghozalibu juga," kata salah seorang santri Al-Ghozali, Syafi'udin, Sabtu (11/5).

Ia menjelaskan terkait alasan kenapa para santri harus mengkaji tafsir Yasin dengan rutin. Menurut dia surat Yasin merupakan salah satu surat Al-Qur'an yang terdapat banyak hikmah atau keistimewaan.

"Makanya Nabi Muhammad SAW menyuruh umatnya memperbanyak membaca surat Yasin karena di dalamnya penuh dengan keistimewaan," jelasnya.

Di antara hikmahnya, ia mengatakan dengan mengutip pendapat Syekh Hamami, bahwa barang siapa membaca Yasin pada pagi hari, maka Allah akan memberi rasa aman hingga sore hari.

Sudah barang tentu, para santri lebih memahami hikmah atau keistimewaan yang ada pada surat Yasin itu. Ia berpandangan, untuk mengetahui sejumlah keistimewaan tersebut, maka tak ada pilihan lain kecuali dengan ngaji tafsir Yasin.

"Untuk lebih lengkapnya mari ikuti pengajian Kitab Tafsir Yasin karya Syekh Hamami Zadah di Pondok Pesantren Al-Ghozali Tambakberas," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Muiz)
Sabtu 11 Mei 2019 22:30 WIB
Rapimwil IPNU Jatim Antisipasi Dampak Revolusi Industri
Rapimwil IPNU Jatim Antisipasi Dampak Revolusi Industri
Rapimwil PW IPNU Jatim di Pesantren Al-Yasini, Pasuruan.
Pasuruan, NU Online
Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat, revolusi industri 4.0 menjadi era di mana teknologi menjadi ikon utamanya. Tentu banyak kelebihan dan kekurangan di industri 4.0. Salah satu kelebihanya adalah semua pelajar saat ini tidak lagi gagap teknologi, namun pemanfaatan negatif pada teknologi menjadi ancaman tersendiri.

Hal tersebut disampaikan Choirul Mubtadiin pada Rapat Pimpinan Wilayah atau Rapimwil Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur. “Ada beberapa dampak era revolusi industri 4.0 munculnya hoaks, Sara, dan penyelewengan ideologi di media sosial,” kata Ketua PW IPNU Jatim ini, Sabtu (11/5).

"Era revolusi industri 4.0 memiliki ancaman di lingkungan kita di antaranya banyaknya hoaks, fitnah, individualistik, no interaction each other, candu teknologi dan masih banyak lagi dampak lain,” jelasnya. Maka dari itu Rapimwil IPNU Jawa Timur ini mengambil tema Transformasi Pelajar Menyongsong Era Sociaty 5.0, lanjutnya.

Dalam Rapimwil ini akan membahas tiga komisi untuk menjawab problematika pelajar. Pertama adalah komisi jaringan sekolah dan pesantren. “Dalam hal ini pelajar dan santri harus bisa menjawab tantangan zaman, mulai revolusi industri pertama hingga era sociaty 5.0,” ungkapnya. 

Kemudian komisi organisasi yang akan membahas isu setrategis di kalangan pelajar saat ini.
Rapimwil yang diadakan di Pondok Pesantren Terpadu Al- Yasini Kabupaten Pasuruan dan dihadiri seluruh Pimpinan Cabang IPNU se-Jawa Timur. 

Menurut Diin, sapaan akrabnya, pelajar saat ini tidak boleh ketinggalan dengan isu era society 5.0. “Di mana sebuah era yang mengedepankan integrasi antara dunia maya dengan ruang fisik,” urainya.

Acara dihadiri Pimpinan Pusat IPNU, Aswandi. Ia ikut menyampaikan bahwa IPNU harus bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai cara untuk menyongsong 5.0. “Salah satunya adalah dalam ranah pendidikan,” katanya.

Sedangkan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jatim yang diwakili H Misbah Munir juga ikut mendukung atas terselenggaranya Rapinwil ini.

“Pelajar NU saat ini adalah pelajar yang akan menggantikan posisi kita di jajaran Pengurus Cabang, Pengurus Wilayah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” ungkapnya.

Pembukaan Rapinwil ditutup buka bersama dengan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pasuruan. Wakil Bupati Kabupaten Pasuruan juga sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Al-Yasini. (Rof Maulana/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG