Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Menikmati Tradisi Buka Puasa di Negeri Piramida

Menikmati Tradisi Buka Puasa di Negeri Piramida
Maidaturrahman, Tradisi Gamai di Mesir
Maidaturrahman, Tradisi Gamai di Mesir
Jakarta, NU Online
Setiap negara memiliki tradisi tersendiri untuk menikmati momentum buka puasa bersama. Kali ini Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Muhammad Nur Hayid (Gus Hayid) bercerita tentang kebiasaan masyarakat Negeri Piramida, Mesir dalam menikmati buka puasa bersama. 

Keunikan ini disampaikan Gus Hayid yang saat ini sedang memimpin rombongan para dai dan imam yang diutus PBNU untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Tadribut Du'at) di Al-Azhar Kairo, Mesir.

Kepada NU Online Gus Hayid menceritakan bahwa tradisi jamuan buka puasa ala Mesir di bulan Ramadhan dinamakan Maidaturrahman. Selama bulan suci Ramadhan, orang-orang Mesir berlomba-lomba untuk bisa melayani orang-orang yang berpuasa dengan jamuan terbaik saat berbuka puasa di sore hari.

"Mereka membuat tenda tenda di pinggir jalan dan bahkan membawa mobil untuk berkeliling mencari orang-orang yang akan diberikan ifthar (makanan buka)," katanya, Sabtu (12/5).

Foto: Lokasi Maidaturrahman di Kota Mesir

Tradisi ini menurut Gus Hayid adalah tradisi yang sangat luar biasa yang dilaksanakan dan dirasakan di kota Mesir, di Kota Kairo dan seantero Negeri Mesir. Buka puasa bersama yang dalam bahasa Mesir disebut sebagai Gamai ini menyuguhkan berbagai ragam makanan khas Mesir.

"Mengenai menu, sangat beragam. Ada menu 'Eisy yakni roti tipis bulat warna putih dengan paduan cocolan sayur kentang dan kacang yang berisi daging atau ayam. Ada juga menu nasi dengan campuran bihun yang hampir mirip dengan nasi goreng campur," ujarnya.

Makanan-makanan ini selalu disediakan dalam Gamai baik di masjid-masjid maupun di jalan-jalan. Selain menu khas Mesir tersebut tak ketinggalan tentu kurma dan juz yang dilengkapi dengan air putih. Semua diberikan secara gratis.

Foto: Menu Maidaturrahman

Tradisi Maidaturrahman ini sudah berlangsung sangat lama. Tradisi ini merupakan wujud menjalankan apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW bahwa orang yang memberikan buka puasa kepada orang yang berpuasa dengan semata-mata mengharap ridha Allah SAW, maka orang itu akan mendapatkan pahala orang puasa dan tidak berkurang sedikitpun pahalanya.

Hal inilah yang menjadikan orang Mesir berlomba-lomba untuk memberikan makanan untuk berbuka. Semua umat Islam tentu ingin meraih kemuliaan bulan Ramadhan dengan bersedekah kepada orang berpuasa di bulan suci Ramadhan. Selain akan mendapatkan pahala sedekah yang berlipat ganda di bulan suci, orang yang bersedekah juga akan mendapatkan pahala berpuasa sebanyak orang-orang yang kita berikan makanan untuk berbuka.

"Kalau kita memberikan 100 boks nasi maka selain ibadah kita sendiri berpuasa di bulan suci Ramadhan, kita juga akan mendapatkan pahalanya 100 orang berpuasa yang menikmati nasi tersebut. Tidak berkurang sedikitpun. Selain pahala yang berpuasa orang itu tidak diambil. Mereka pun akan tetap dapat pahalanya," kata Gus Hayid.

Tradisi Maidaturrahman tidak hanya dilakukan oleh perorangan saja. Namun segenap keluarga, kelompok, yayasan, organisasi juga membagi takjil untuk Gamai. (Muhammad Faizin)

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya