IMG-LOGO
Nasional

Kalangan Tarekat Paling Ditakuti Penjajah Belanda

Ahad 12 Mei 2019 19:30 WIB
Bagikan:
Kalangan Tarekat Paling Ditakuti Penjajah Belanda
lukisan penangkapan Pangeran Diponegoro (nationalgeographic.grid.id)
Tangerang Selatan, NU Online
Persebaran pasukan Diponegoro yang terdiri dari para ulama menimbulkan gejolak baru di masa berikutnya. Murid-murid Pangeran Diponegoro terus bertambah dan tumbuh semakin banyak. Mereka melakukan perlawanan dengan menumbuhkan tunas-tunas baru.

Ribuan ulama dan santri itu berada dalam satu komando. Tak ayal, Belanda paling takut dengan kelompok tersebut dan kaum tarekat.

“Yang paling ditakuti Belanda adalah kalangan kiai santri utamanya kalangan tarekat karena tarekat itu punya masa tadi itu,” kata Ahmad Ginanjar Sya’ban, Direktur Islam Nusantara Center (INC), saat kajian rutin di INC, Jalan Ir H Juanda, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (11/5).

Meskipun Jawa secara militer memang sudah ditaklukkan dengan berakhirnya perang Jawa dan tunduknya pecahan kesultanan Mataram kepada otoritas Belanda pada tahun 1830. Namun, Belanda tidak mampu menaklukkan Jawa dalam hal lainnya.

“Tetapi Jawa tidak bisa ditaklukkan secara pemikiran, identitas, kebudayaan, dan keagamaan,” kata pengajar Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta itu.

Jejaring santri Diponegoro itu tersebar dari ujung barat Jawa di Banten hingga ujung timur Jawa Surabaya dan Banyuwangi. Jaringan tersebut mulai dirajut kembali saat para santri kiai tersebut belajar bersama di Haramain.

Sejarahwan Zainul Milal Bizawie menyebut sosok Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari sebagai perajut jejaring yang sempat terputus itu di Mekah. “Sudah membangun semua itu di Haramain,” katanya. (Syakir NF/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Ahad 12 Mei 2019 23:35 WIB
MUDIK BARENG NU 2019
Tiga Ribu Pemudik Gratis PBNU Tukarkan Tiket di Masjid Raya Hasyim Asy’ari
Tiga Ribu Pemudik Gratis PBNU Tukarkan Tiket di Masjid Raya Hasyim Asy’ari
Pengambilan tiket mudik gratis PBNU, Ahad (12/5)
Jakarta, NU Online
Sebanyak tiga ribu calon pemudik gratis PBNU mendapatkan tiket asli mudik gratis PBNU di Masjid Raya Hasyim Asy’ari Daan Mogot, Cengkareng Jakarta Barat, Ahad (12/5). Para calon pemudik tersebut hadir pada hari pengambilan tiket asli yang merupakan salah satu prosedur yang harus dipenuhi, setelah sebelumnya mengikuti pendaftaran pada tahap 1 dan 2.

Pengambilan tiket asli dilakukan dengan menukarkan tiket sementara, untuk memverifikasi peserta mudik agar tidak terjadi kesalahan data. Pantauan NU Online, ribuan pemudik memadati Masjid Raya Hasyim Asy’ari sejak pukul 11.00 WIB. Peserta yang didominasi oleh pasangan suami istri tersebut dilayani panitia secara bergantian. 

Mereka adalah warga yang berdomisili di Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, Banten dan sekitarnya yang hendak mudik ke kota atau daerah-darah di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Lampung.

Informasi yang diperoleh NU Online, keberangkatan Mudik Gratis NU-Mandiri akan dilaksanakan pada Rabu 30 Juni 2019 mendatang. Meski kuota telah habis dan pendaftaran telah ditutup, masyarakat masih banyak yang mendatangi panitia untuk mendftar menjadi peserta mudik 2019. Tahun-tahun sebelumnya, kegiatan yang dikelola oleh Lembaga Takmir Masjid (LTM) PBNU itu juga telah dilakukan.

Ketua LTM PBNU, H Mansyur Saerozy, mengatakan kegiatan dilakukan semata-mata untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang hendak pulang kampung. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, peserta mudik tahun 2019 telah dijamin asurani sebagai antisipasi panitia dalam menyikapi berbagai masalah yang akan terjadi. 

"Tahun ini kita sediakan 3000 kursi, 60 bus. Dan pendaftarnya sudah lebih dari itu. Sudah berapa kali saya berangkatkan, setiap tahun kami selalu membantu pemudik. Nah, untuk tahun ini kami juga memberikan fasilitas asuransi," kata Mansyur Saerozi saat melakukan pertemuan dengan ribuan pemudik. 

Ia berharap kegiatan yang digagas oleh LTM PBNU itu berjalan dengan baik tanpa ada kendala yang berarti, sehingga para pemudik selamat sampai kampung halaman masing masing. 

Selain itu, akomodasi pemudik selama dalam perjalanan ditanggung panitia dari mulai makan minum dan bebrapa akomodasi lain. 

Sementara itu, peserta warga Kebon Sirih Jakarta Pusat, Arka, mengatakan berterimakasih kepada LTM PBNU karena telah memfasilitasi  masyarakat untuk mudik secara gratis. Menurutnya, program NU itu sangat menyentuh masyarakat dan sangat membantu. 

"Kegiatan ini sangat menyentuh masyarakata. Tahun ini keluarga saya ada tujuh orang akan ikut mudik bersama NU ke Jawa," ucapnya.
 
Ia berharap kegiatan semacam itu dapat dilanjutkan agar banyak warga yang terbantu dengan kehadiran mudik gratis tersebut. (Abdul Rahman Ahdori/Kendi Setiawan)
Ahad 12 Mei 2019 23:30 WIB
Ramadhan Momentum Kendalikan Hawa Nafsu
Ramadhan Momentum Kendalikan Hawa Nafsu
Jakarta, NU Online
Wakil Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Misbahul Munir menekankan agar bulan suci ramadhan menjadi momentum bagi setiap orang untuk mengendalikan hawa nafsu.

"Ibadah puasa sejatinya adalah mengekang hawa nafsu, pengendalian diri," Kiai Misbah, di Masjid Nurus Salam Sunter, Jakarta Pusat, Ahad (12/5).

Menurut Kiai Misbah, hawa nafsu harus dikendalikan karena di dalam setiap orang terhadap hawa nafsu hawa nafsu yang tidak mungkin dihilangkan. Seseorang dikatakan manusia karena memiliki unsur hewan, dan malaikat.

"Persoalannya adalah bukan membuang hawa nafsu, tetapi mengendalikan hawa nafsu," ucapnya

Ia mengatakan, hawa nafsu harus dikendalikan karena kalau tidak, maka dapat mengantarkan manusia melakukan kejahatan. Hal itu sebagaimana yang tertera dalam Al-Qur'an Surat Yusuf ayat 53.

"Yang namanya nafsu itu menggedor terus, menggelitik kita untuk melakukan kejahatan," ucapnya.

Menurutnya, muslim tidak dilarang untuk menjadi orang kaya dan berpangkat tinggi. Hanya saja, jangan sampai kelebihan tersebut tidak dimanfaatkan untuk kebaikan.

"(Seperti kekayaan) jangan sampai uangnya ditelan semua, harus dikeluarkan untuk zakat," ucapnya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Ahad 12 Mei 2019 22:30 WIB
Ini Tiga Penyakit Hati yang Dapat Binasakan Manusia
Ini Tiga Penyakit Hati yang Dapat Binasakan Manusia
Jakarta, NU Online
Wakil Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama(PBNU) KH Misbahul Munir mengingatkan siapa pun agar tidak hanya memperhatikan kesehatan fisiknya, tetapi juga kesehatan jiwanya karena keadaan jiwa seseorang memengaruhi perilakunya.

"Sering di antara kita kalau sakit buru-buru cari dokter: sakit kepala mana obat, sakit perut mana dokter, tetapi ketika jiwa kita ada sakit, ada penyakit hati, kita gak sadar. Padahal kalau jiwa kita kotor, maka memengaruhi kepada perilaku yang lain," kata Kiai Misbah di Masjid Nurus Salam Sunter, Jakarta Pusat, Ahad (12/5).

Tentang penyakit hati ini, menurutnya, Rasulullah mengingatkan agar menghindari tiga penyakit hati yang dapat membinasakan manusia, yakni pelit (kikir) yang diikuti, hawa nafsu yang tak terkendali, dan ujub (bangga terhadap dirinya).

"Mari kita jaga jangan sampai tiga penyakit ini merasuk (dalam hati kita)," ucapnya.

Pertama, pelit yang diikuti. Menurutnya, jika seseorang sekadar pelit tidak dipersoalkan karena Allah sendiri menyatakan bahwa manusia memiliki karakter pelit. Namun, ketika seseorang yang memiliki harta, tetapi tidak mau dikeluarkan untuk zakat, maka itu yang tidak diperbolehkan.

"Yang dilarang itu pelit yang dituruti," ucapnya.

Kedua, hawa nafsu yang tak terkendali. Ia mengatakan, puasa merupakan momentum bagi setiap orang untuk mengekang hawa nafsu dan bukan mematikannya. Seseorang dikatakan manusia karena memiliki unsur hewan, dan malaikat.

"Persoalannya adalah bukan membuang hawa nafsu, tetapi mengendalikan hawa nafsu," ucapnya.

Ketiga, ujub. Beberapa contoh ujub seperti seseorang yang bangga terhadap ibadahnya atau nasabnya. Menurutnya, penyakit ujub dapat membuat hidup siapa pun terperosok. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG