Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download
MUDIK BARENG NU 2019

Ketua LTM PBNU Bagikan Jurus 9 Langkah Percepatan Rezeki

Ketua LTM PBNU Bagikan Jurus 9 Langkah Percepatan Rezeki
Seminar Sembilan Langkah Percepatan Rezeki bersama H Mansyur Syaerozy, Ahad (12/5)
Seminar Sembilan Langkah Percepatan Rezeki bersama H Mansyur Syaerozy, Ahad (12/5)
Jakarta, NU Online
Ketua Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU), H Mansyur Saerozy mendorong masyarakat terutama umat Islam untuk melakukan usaha-usaha melawan kesusahan hidup yang disebabkan kendala ekonomi. Menurutnya, jika masyarakat hidup dalam keadaan susah berarti ada yang salah dalam manajemen kehidupannya.

Di depan para pemudik gratis bareng NU 2019, ia menjabarkan poin-poin sembilan langkah mendapatkan rezeki yang baik dan halal. Kesembilan jurus atau langkah itu adalah menulis cita-cita dengan jelas, membayangkan cita-cita, menyalaraskan dengan pasangan, meminta doa orang tua, memantaskan dengan cita cita, memantaskan di hadapan Allah, rajin berinfak, ikhlas, dan yakin. 

"Untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga harus ada cara khusus yang tidak dilakukan oleh orang-orang pada umumnya," ujarnya dalam seminar atau ngaji ekonomi Sembilan Langkah Percepatan Rezeki di Masjid Raya Hasyim Asy’ari di Jl Daan Mogot di Cengkareng Jakarta Barat, Ahad (12/5).

Pada kegiatan yang digelar oleh LTM PBNU dalam rangka pengambilan tiket asli mudik gratis NU tersebut, ia menjelaskan ada unsur ketidaktahuan masyarakat terkait dengan cara membangun ekonomi keluarga sehingga melahirkan kemiskinan atau kesusahan hidup. 

"Membangkitkan ekonomi keluarga, ekonomi itu apa? Ekonomi itu uang dan keuangan kenapa harus duit? Karena semuanya pakai duit. Hari ini saya cerahkan, jika setiap hari kalian nyari duit tapi tidak dapat dan merasa kekurangan berarti ilmunya tidak tahu," katanya.

Haji Mansyur menjelaskan, uang memang bukanlah segalanya. Tetapi tidak munafik semuanya membutuhkan uang, sehingga harus ada perbedaan cara mencari uang yang dilakukan orang lain dengan cara mencari uang yang dilakukan kita sebagai umat manusia yang diberikan banyak ide.  

"Yaitu mencari uang harus menggunakan cara-cara yang diajarkan oleh agama, siapa yang nyuruh nyari duit? Allah," ucapnya. 

Kemudian, cara agar cepat mendapatkan uang, kata dia adalah tahu tempatnya uang dan tahu cara mengambilnya. Menurutnya, semua bisa menjadi tempat yang menghasilkan uang. Namun, 90 persen uang itu ada pada bidang perdagangan. 

Hal itu berdasarkan hadits yang disampaikan Nabi Muhammad Saw kepada umatnya, sekaligus menjadi landasan bahwa umat Nabi Muhammad dititah untuk terus membangun ekonomi keluarga. 

"Karena Nabi Muhammad juga kaya. Beliau saat menikahi Khadijah itu mas kawinnya 22 ekor unta," ungkapnya.

Seminar tersebut melengkapi rangkain pengambilan tiket asli mudik gratis NU 2019. Pada hari yang sama juga dilakukan santunan anak yatim dan buka puasa bersama, serta tausiyah bersama Ketua PBNU, KH Abdul Manan Abdul Ghani. (Abdul Rahman Ahdori/Kendi Setiawan)
Posisi Bawah | Youtube NU Online