IMG-LOGO
Trending Now:
Internasional

Menu Buka dan Sahur yang Wajib Ada di Turki


Senin 13 Mei 2019 05:00 WIB
Bagikan:
Menu Buka dan Sahur yang Wajib Ada di Turki
gambar: Fimela.com
Jakarta, NU Online
Senja merapat ke langit-langit Turki. Taman masjid telah ramai oleh umat Islam lintas generasi dan golongan, mulai dari para santri, wali santri, para musafir, dan warga sekitar. Semuanya berkumpul dalam tempat tersebut.

Abdussami Makarim menjadi salah satu bagian di antara orang-orang di sana. Santri di Ulucami Arifiye Kuran Kursu, Umraniye, Uskudar Istanbul, Turki itu menceritakan bahwa saban Maghrib mereka berbuka bersama.

"Setiap hari menjelang Maghrib juga kita membuat program iftar," kata alumnus Pondok Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat itu kepada NU Online pada Ahad (12/5).

Hidangan pembuka pada buka puasa di sana, katanya, adalah kurma. Namun tidak hanya itu, Sami, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa ada pula baklava, makanan ringan khas Ottoman yang terbuat dari kacang walnut atau pistache yang dicincang dan diberi pemanis gula atau madu dan dibungkus adonan roti tipis. Selain itu juga tersaji osmanli icecek, minuman yang mengandung kayu manis khas Turki.

Sementara makan beratnya, kata Sami, berupa corba, sebuah sup khas Turki, dengan potongan roti. Lalu, dilanjut nasi dengan lauk daging-dagingan dan salad yang bercampur yogurt.

Untuk menu sahur di sana, sangat berbeda dengan di Indonesia. Pasalnya, nasi tidak menjadi menu makan sahur di Negeri al-Fatih itu. "Sahurnya nggak pakai nasi sama sekali," ujarnya.

Masyarakat Turki menikmati santapan sahur berupa roti yang disebut pide. Roti tersebut, katanya, hanya diproduksi di bulan Ramadhan, dengan selai cokelat dan madu. 

Selain itu, buah zaytun dan peynir, sejenis keju putih semi yogurt, juga menjadi sajian yang tak ketinggalan saat sahur. Hal wajib lain dalam menjalankan kesunnahan puasa di Turki itu juga adalah minum cay, teh khas Turki.

"Di sini, teh itu minuman wajib. Nggak sahur namanya kalo nggak ada minum teh," terang alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Bagi orang Indonesia, sahur tanpa nasi itu serasa ada yang ganjil sehingga, sebagian masyarakat Indonesia di sana selalu menyediakan nasi untuk santap sahur, meskipun sebetulnya, roti sudah cukup.

"Jadi sebagian temen ada yg selalu sedia nasi untuk sahur. Tapi sebenarnya roti juga ternyata cukup, tinggal porsinya disesuaikan saja," pungkasnya. (Syakir NF/Abdullah Alawi)

Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG