IMG-LOGO
Daerah

Isi Ramadhan, IPNU-IPPNU Jombang Gelar Kuliah Ashar hingga Bagi-bagi Takjil

Selasa 14 Mei 2019 21:30 WIB
Bagikan:
Isi Ramadhan, IPNU-IPPNU Jombang Gelar Kuliah Ashar hingga Bagi-bagi Takjil
Kegiatan IPNU-IPPNU Jombang di bulan Ramadhan
Jombang, NU Online
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Mojowarno dan Mojowangi, Jombang, Jawa Timur mengisi Ramadhan 1440 Hijriyah ini dengan beragam kegiatan bermanfaat. Di antaranya kuliah Ashar, buka bersama, bagi-bagi takjil gratis, dan tadarus keliling. 

Ketua IPPNU Mojowarno, Anisa Rahma mengatakan, bulan Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT. Beberapa kegiatan yang disusun di atas menurutnya, adalah semata untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama di bulan ramadhan ini.

"Yang menarik di sini adalah kegiatan kuliah Ashar yang rutin dilakukan bergiliran di setiap masjid dan mushala dengan narasumber yang berbeda-beda di dua desa tersebut," katanya, Selasa (14/5). 

Ia menambahkan, setidaknya ada 14 masjid dan mushala yang menjadi titik atau pusat giat kuliah Ashar. "Adak 14 narasumber mengisi dengan tema-tema Ramadhan yang cukup menarik," jelas dia.

Lebih lanjut, salah seorang penggerak IPNU Mojowangi menuturkan, kegiatan kuliah Ashar serta tadarus keliling tersebut juga untuk menggerakkan pengurus IPNU-IPPNU lebih sering ke mushala dan masjid. 

"Selain itu juga untuk meningkatkan silaturahim antar sesama, ke depan diharapkan menjadi hubungan yang lebih baik dan berkelanjutan," tutur Lindu.

Kegiatan ini sudah berjalan sejak beberapa hari sebelumnya. Pada Senin (13/5) kemarin adalah pertemuan yang ke-4 dengan tema Keutamaan Orang Berilmu

Kegiatan yang bertempat di Masjid Al-Hidayah KUA Mojowarno  mengundang narasumber Pimpinan Cabang (PC) IPNU Jombang,  Wira Suryadi. Dirinya memaparkan, pelajar IPNU-IPPNU memiliki waktu yang cukup untuk lebih giat mencari ilmu, kesempatan tersebut harus digunakan dengan sebaik mungkin.

"Siapapun yang menghendaki (keberhasilan) dunia maka ia harus berilmu, siapapun yang menghendaki (keberuntungan) akhirat, ia pun harus berilmu, dan siapapun yang menghendaki keduanya maka ia pun harus berilmu," ucapnya dengan mengutip Hadits Nabi. (Syamsul Arifin/Muiz
Bagikan:
Selasa 14 Mei 2019 12:0 WIB
IPNU-IPPNU Jombang Hidupkan Ranting yang Vakum Lewat Turba
IPNU-IPPNU Jombang Hidupkan Ranting yang Vakum Lewat Turba
IPNU-IPPNU Kesamben, Jombang saat gelar turba
Jombang, NU Online
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur intens turun ke bawah (Turba) keliling satu bulan dua kali. 

Ini dilakukan guna menghidupkan beberapa Pimpinan Ranting (PR) IPNU dan IPPNU yang vakum, juga sekaligus membentuk kepengurusan ranting yang belum terbentuk. Turba keliling terbaru mereka dilakukan di Ranting Kedungbetik, tepatnya di Masjid Ar-Rahmah Dusun Ngemprak, Senin (13/5) malam.

Ketua IPPNU Kesamben, Nuril Asmaul Husna mengatakan, di tahun pertama kepemimpinannya akan merevitalisasi PR yang vakum. Ia memaparkan, dari 14 desa di kesamben baru terbentuk 9 kepengurusan tingkat ranting, itu pun hanya 4 ranting yang diketahui aktif. 

"Empat ranting itu yakni Jombatan, Jatiduwur, Gumulan, dan Pojokkulon dan yang 5 masih vakum," katanya.

Dirinya berupaya secepat mungkin untuk menggerakkan kembali 5 kepengurusan ranting yang vakum itu. Ia mengaku sudah menginstruksikan kepada jajaran pengurus ranting yang bersangkutan agar segera berkoordinasi menyusun kegiatan.

"Kita fokus turba untuk mendahulukan 5 ranting yang vakum itu agar lekas bergerak untuk membuat kegiatan. Setelah itu selesai, kami akan turba untuk membentuk PR baru di 5 ranting yang ada," imbuhnya.

Setelah semua PR terbentuk, ia menargetkan adanya pelantikan secara serentak se-kecamatan di akhir tahun pertama kepemimpinannya. "Jadi kami instruksikan ke PR setelah terbentuk pengurusannya langsung membuat program kerja untuk direalisasikan di masing-masing wilayahnya, tidak harus menunggu pelantikan untuk bergerak mengadakan kegiatan atau membuat program," ucapnya.

Sekretaris PAC IPNU Kesamben, Muhammad Muis Juddin menegaskan, tak berhenti hanya sekedar menggerakkan sekaligus membentuk pimpinan ranting, namun keberadaan pengurus di masing-masing ranting perlu juga dibangun kesolidan, sehingga eksistensi IPNU-IPPNU Kesamben terus terjaga.

"Di tahun Kedua nanti PAC sudah memrogramkan kegiatan rutin sholing (sholawat keliling) ke tiap-tiap ranting guna membangun kesolidan antar pengurus," tuturnya.

Kegiatan itu juga sebagai upaya merekatkan silaturahim antara kepengurusan tingkat kecamatan dengan sejumlah kepengurusan di tingkat desa. (Syamsul Arifin/Muiz)
Selasa 14 Mei 2019 11:0 WIB
Rayakan Kelulusan, Pelajar NU Batang Berbagi Takjil
Rayakan Kelulusan, Pelajar NU Batang Berbagi Takjil
Rayakan kelulusan dengan berbagi takjil
Batang, NU Online
Mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang positif, acara kelulusan pelajar tingkat SMA dan sederajat di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dirayakan dengan membagikan makanan takjil. 

Salah satu lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Nahdlatul Ulama yang merayakan kelulusan dengan cara membagikan takjil di antarannya yakni dari SMK NU Bandar, MA Sunan Kalijaga (SUKA) Bawang, dan SMA Negeri 1 Bandar pada Senin (13/05) sore.

Mereka membagikan takjil kepada pengguna jalan yang melintas di beberapa titik yang ramai dilalui pengguna jalan. Kegiatan Pembagian takjil tersebut, bagian dari ungkapan rasa syukur para pelajar karena telah sukses melewati Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Salah satu Pelajar, Margaretha (17) kepada NU Online mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud syukur atas kelulusan yang telah diraih, juga untuk menanamkan rasa peduli terhadap sesama.

"Kami memilih merayakan kelulusan dengan kegiatan yang positif, apalagi kebetulan pengumuman tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadhan. Maka kami memilih bagi takjil gratis," ucapnya. 

Dijelaskan, perayaan kelulusan dengan cara konvoi sudah terlalu mainstream. Bahkan hanya menimbulkan keresahan masyarakat. Selain itu, imbuhnya, ekspresi perayaan dengan kegiatan positif merupakan cerminan mereka sebagai seseorang yang terdidik.

"Kami juga mengajak pelajar di sekolah lain untuk bersama-sama melakukan kegiatan positif ini. Harapannya kegiatan seperti ini bisa dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya," jelasnya. 

kepala Madrasah Aliyah (MA) SUKA, A Munir Malik menjelaskan, kegiatan berbagi takjil ini merupakan inisiatif dari para siswa yang bersyukur atas proses ujian yang telah dilakukan oleh para siswa di tahun ini. Dikatakan, angkatan sebelumnya juga selalu mengisi kegiatan kelulusan dengan hal-hal positif. Atas kegiatan tersebut, para guru memberikan apresiasi kepada pelajar yang merayakan kelulusan dengan berbagi. 

"Memang harusnya ya seperti itu, rayakan kelulusan dengan hal positif, bukan dengan hura-hura atau hal yang kurang manfaat lainnya," ungkapnya. 

Pihaknya selalu berpresan kepada anak didiknya, lulus itu harus disyukuri dengan hal-hal yang positif. Karena di luar sana masih banyak yang belum bisa merasakan pendidikan. Jadi bersyukur itu juga harus berempati dan menjaga perasaan teman-teman lainnya yang kurang beruntung.  (Iwan/Muiz)
Selasa 14 Mei 2019 10:30 WIB
Selama Ramadhan, Pelayanan Kesehatan Basada Lampung Tetap Jalan
Selama Ramadhan, Pelayanan Kesehatan Basada Lampung Tetap Jalan
Basada Lampung
Bandar Lampung, NU Online
Pelayanan kesehatan Satuan Khusus Wilayah (Satsuswil) Banser Husada Lampung pada Ramadhan 1440 H terus berlangsung guna membantu masyarakat yang membutuhkan. Hal ini ditegaskan Pelaksana Tugas Kepala Satuan Khusus Wilayah (Kasatsuswil) Basada Lampung, Gatot Arifianto.

Satsuswil Basada Lampung bekerjasama dengan Paguron Aji Tapak Sesontengan (ATS) Swarna Raya, secara berkelanjutan menggelar bakti sosial penyembuhan alternatif penyakit medis nonmedis tanpa modus jual obat dan tanpa memungut biaya sama sekali.

"Terima kasih kepada seluruh kader yang terus berkiprah, memenjarakan diam dengan gerakan," ujar Gatot, di Bandar Lampung, Selasa (14/5).

Ia menambahkan, nama depan organisasi Pemuda Nahdlatul Ulama (NU) yang dibanggakan kader sangat jelas. Gerakan Pemuda Ansor.

"Itu harus menjadi inspirasi kader Basada untuk selalu bergerak, berkarya, memberi manfaat bagi agama, bangsa dan sesama," katanya.

Pada Maret 2019, gerakan SehATS Bersama Ansor Banser Lampung membantu 1064 masyarakat. Pada April, membantu 1.452 masyarakat dengan metode ATS.

"Terima kasih kepada seluruh sahabat-sahabat Ansor-Banser di Lampung pada umumnya, dan pada khususnya di Lampung Selatan, Lampung Barat, Way Kanan, Pringsewu, dan Tanggamus yang memilih bergabung dengan Basada dan ATS yang tak kenal lelah membantu sesama. Semoga gerakan tersebut menjadi berkah untuk kita semua," ujar Gatot lagi.

Ia meminta, Banser yang telah memilih bergabung dengan Basada untuk terus memberi manfaat dengan pengetahuan dan keterampilan husada yang dimiliki.

"Karena berbagi untuk sesama itu semudah dan seasyik bermain HP. Tetap bergerak, membuka genggaman tangan kita masing-masing untuk berbuat kebaikan. Tetap seikhlas jembatan yang tak lelah menyeberangkan beragam kendaraan tanpa perlu ucapan terima kasih. Tetap berguru pada padi. Berbaiat, berbuat. Jangan pernah lelah untuk Indonesia," demikian Gatot Arifianto. (Erli Badra/Muhammad Faizin).
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG