IMG-LOGO
Humor

Ngabuburit di Pasar Kaget

Rabu 15 Mei 2019 16:15 WIB
Bagikan:
Ngabuburit di Pasar Kaget
Ilustrasi humor
Di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat kerap digelar pasar kaget setiap minggu. Memasuki bulan Ramadhan, pasar tersebut buka menjelang maghrib.

Melihat aneka produk yang tersedia, baik makanan, pakaian, dan lain-lain, pasar kaget di Kwitang seringkali menjadi tempat ngabuburit atau jalan-jalan menghabiskan waktu sambil menunggu buka puasa tiba.

Sabeni, warga asli Kwitang dengan beberapa temannya bermaksud ngabuburit di pasar tersebut.

Sampailah Beni ke seorang pedagang. Dia amat penasaran melihat orang berkerubung menyaksikan pedagang yang terdengar semangat meneriakkan barang dagangannya.

"Beli satu dapat dua, beli satu dapat dua," teriak pedagang.

Beni akhirnya mendekat ke pedagang tersebut dan bertanya. "Apa sih barangnya bang?" 

Pedagang: “Sepatu” (sambil menunjuk sepasang sepatu)

(Ahmad)
Tags:
Bagikan:
Sabtu 11 Mei 2019 16:30 WIB
Tidur dan Buka Puasa
Tidur dan Buka Puasa
Ilustrasi humor
Nikmat tidur di bulan puasa mengandung pahala. Karena menurut beberapa riwayat tidurnya orang berpuasa adalah ibadah.

Hal ini tentu jangan dimaknai pasif aktivitas ketika berpuasa karena tidur orang yang sedang puasa adalah ibadah menggambarkan mulianya bulan Ramadhan.

Suatu saat Baim sedang tidur, sedangkan di masjid terdekat sudah terdengar suara beduk dan adzan mengalun.

Seketika Odin, abangnya berusaha membangunkan Baim di dalam kamarnya yang sudah tersedia beberapa menu buka puasa kalau-kalau waktu maghrib tiba agar bisa menyegarakan berbuka.

“Baim, buka, buka...,” gedor Odin.

“Iya bang, ini saya sedang buka puasa,” jawab Baim beberapa menit kemudian yang juga mendengar sayup-sayup suara adzan.

“Maksudnya buka pintu, itu sudah masuk waktu ashar, ayo kita shalat,” seloroh Odin. (Fathoni)
Kamis 9 Mei 2019 13:15 WIB
Menulis Surat untuk Tuhan
Menulis Surat untuk Tuhan
Ilustrasi humor
Bocah rakyat jelata bernama Kipli sangat memerlukan uang 500.000. Ia tidak lupa unutk terus memanjatkan doa, tapi tak kunjung terkabul. Akhirnya Kipli putuskan untuk menulis surat untuk Tuhan.

Namanya Kipli, surat untuk Tuhan di Surga ia kirimkan lewar kantor pos terdekat. Melihat surat permintaan uang tersebut, petugas kantor pos memutuskan untuk mengirimkannya ke Kantor Wali Kota.

Wali Kota mau menerima dan membuka surat tersebut. Ia terharu dan terkesan dengan permohonan Kipli yang sedang membutuhkan uang.

Ia menginstruksikan Sekretaris Daerah untuk mengirimkan Kipli bantuan Rp100 ribu. Wali Kota berpikir bahwa ini akan menjadi uang yang cukup banyak untuk seorang anak kecil.

Budi sangat senang dengan uang Rp100 ribu itu dan mulai duduk untuk menulis surat balasan yang berisi terima kasih kepada Tuhan:

Ya Tuhan,

Terima kasih banyak untuk mengirim uang kepada saya. Namun, saya melihat bahwa untuk beberapa alasan Engkau harus mengirimnya melalui Pemda. Seperti biasa, orang-orang itu memotong Rp400 ribu.

Terima kasih,
Kipli 

(Ahmad)
Jumat 3 Mei 2019 10:0 WIB
Kecurangan Pemilu
Kecurangan Pemilu
Ilustrasi humor
Sore hari di bawah pohon kersem diselimuti angin sepoi-sepoi, dua pendukung calon kepala desa (cakades) bernama Juki dan Min sedang memperdebatkan kecurangan pemilihan umum kepala desa (pemilu kades) di desanya.

Cakades yang dikukung Juki membawa tanda gambar Padi, sedangkan cakades yang didukung Min membawa tanda gambar Jagung.

Masa-masa kampanye ditandai keramaian kampanye di berbagai sudut desa. Satu sama lain mengunggulkan calonnya. Tak jarang memunculkan kondisi batin yang tidak kondusif dan suasana yang tegang.

Namun demikian, masing-masing pendukung bisa menahan diri agar pilkades berjalan aman dan damai. Walau begitu, ada beberapa pendukung ‘arus pendek’. Salah satunya si Min.

Setelah dilakukan pemungutan suara yang dipusatkan di lapangan desa, cakades yang didukung si Min kalah telak. Ia pun tidak terima dan menganggap kubu Padi curang.

“Pokoknya kalian curang,” ucap Min setengah teriak kepada si Juki.

“Kecurangannya di mana?” tanya Juki tenang.

“Ya pokoknya curang, calon aku mendapat banyak dukungan kok bisa kalah? Berarti kalian curang,” kata Min makin meninggi.

“Kalau tak bisa menerima kekalahan, lain kali bikin pilkades sendiri aja, didukung sendiri, dicoblos sendiri, dijamin menang sendiri,” ujar si Juki sambil ngloyor. (Ahmad)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG