IMG-LOGO
Daerah

Lakpesdam NU Mataram Ajak Jadikan Medsos Media Dakwah Strategis

Sabtu 18 Mei 2019 0:0 WIB
Lakpesdam NU Mataram Ajak Jadikan Medsos Media Dakwah Strategis
Ngaji teknologi Lakpesdam NU Mataram, NTB
Mataram, NU Online
Trend ketergantungan terhadap media sosial dewasa ini menjadi salah satu perhatian Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).   

"Keseharian kehidupan kita saat ini hampir separuhnya dihabiskan untuk memperhatikan perkembangan di media sosial, sejak bagun tidur sampai tidur lagi kita senantiasa terhubung dan sangat ketergantungan dengan media sosial," kata Ketua Lakpesdam Kota Mataram M Jayadi di sela-sela acara yang diadakan di kantor Lakpesdam NU Mataram, Jumat (17/10).

Media sosial lanjutnya sudah sangat mempengaruhi kehidupan manusia dewasa ini, maka menjadi penting bagi Lakpesdam NU mengkaji dan memanfaatkan media sosial untuk kepentingan penyebarluasan gagasan,  pemikiran, nilai-nilai, dan tokoh-tokoh NU. 

Di Nusa Tenggara Barat jelasnya, pengurus dan tokoh NU belum memberikan perhatian betapa pentingnya media sosial untuk pengembangan dan penyebarluasan gagasan dan nilai-islam moderat yang diusung oleh NU.  

"Mengingat saat ini trend masyarakat belajar agama dari media sosial, maka menjadi penting bagi NU di NTB untuk merumuskan dan menjadikan media sosial sebagai ruang dakwah strategis" jelas Jay sapaan akrabnya.

Lebih lanjut dia melihat strategisnya media sosial sebagai ruang dakwah, membuat pihaknya membuat kegiatan ngaji teknologi dengan mengundang videografer dan animator Taufik Rahman.  

"Kegiatan ini ditujukan untuk mencetak kader-kader NU di NTB yang memiliki keahlian khusus dalam pengelolaan media sosial di samping itu mewarnai media sosial di NTB dengan konten positif dan inspiratif berwawasan islam aswaja yang ramah, sejuk dan inklusif," harapnya. (Hadi/Muiz)

Sabtu 18 Mei 2019 23:30 WIB
NU Kabupaten Blitar Terbitkan Sertifikat Amil Syar’i
NU Kabupaten Blitar Terbitkan Sertifikat Amil Syar’i
Madrasah Amil MWCNU Kademangan, Kabupaten Blitar.
Blitar, NU Online
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kademangan Kabupaten Blitar, Jawa Timur menggelar Madrasah Amil. Kegiatan dipusatkan di Kampung Coklat Hall, Plosorejo, Kademangan, Sabtu (18/5).

Acara dihadiri lebih dari seribu calon amil utusan ranting NU, badan otonom, lembaga NU, takmir masjid dan lembaga pendidikan di wilayah MWCNU Kademangan.                        

Menurut panitia penyelenggara H Kholid Musthofa, madrasah amil merupakan tindak lanjut atas pelaksanaan turun ke bawah atau Turba Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar di MWCNU Kademangan pekan lalu. 

“Berangkat dari banyaknya pertanyaan sehubungan dengan pengelolaan zakat fitrah dan mal di ranting, maka madrasah amil ini digelar,” katanya. 

Menurutnya, seluruh materi terkait zakat fitrah dan mal disampaikan dalam kegiatan ini. Di akhir kegiatan, peserta akan diuji dengan menjawab beberapa pertanyaan seputar materi. 

"Jawaban tersebut akan menjadi penentu apakah peserta lolos atau tidak. Peserta yang lolos akan mendapatkan sertifikasi amil syar’i," ungkap Kholid yang juga pengelola Kampung Coklat.

Rais PCNU Kabupaten Blitar, KH Ardani Ahmad yang menjadi pemateri utama didampingi tim dari Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama atau LAZISNU Kabupaten Blitar. (Imam Kusnin Ahmad/Ibnu Nawawi)

Sabtu 18 Mei 2019 22:45 WIB
Pesantren Literasi, Cara NU Bondowoso Lahirkan Penulis Andal
Pesantren Literasi, Cara NU Bondowoso Lahirkan Penulis Andal
Kegiatan Pesantren Literasi oleh PC LTNNU Bondowoso.
Bondowoso, NU Online
Sejumlah anak muda mendapatkan pembekalan terkait literasi. Mereka dibimbing secara intensif selama tiga hari yang diharapkan menjadi kader utama bagi tersebarnya konten positif. 

Kegiatan yang dinamakan dengan Pesantren Literasi ini diselenggarakan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Bondowoso, Jawa Timur. Pelaksanaannya sejak Sabtu hingga Ahad (18-20/5) di kediaman Ketua PC Aswaja NU Center Bondowoso, KH Anwar Syafi'i  di kawasan Pakisan, Tlogosari.

“Saya sangat mengapresiasi gagasan PC LTNNU Bondowoso yang mengadakan pesantren literasi ini untuk pemuda NU,” kata KH Mas'ud Ali, Sabtu (18/5). 

Karena menurut Wakil Ketua PCNU Bondowoso tersebut, kegiatan yang menyasar anak muda NU sejatinya menunjukkan kegelisahan intelektual. “Lantaran anak muda zaman now makin disibukkan dengan urusan yang tidak berdampak pada masa depan,” jelasnya. 

Dalam pandangannya, kebanyakan anak muda lebih betah dengan gawai dan membaca WhatsApp (WA) daripada membaca buku. “Baca buku paling lima sampai sepuluh menit sudah ngantuk. Tapi kalau baca WA bisa berjam-jam," tukasnya.

Menurut dosen Institut Agama Isalam Negeri (IAIN) Jember tersebut, sejumlah ulama zaman dulu memiliki karya luar biasa. “Spirit literasi para ulama ditopang oleh kekayaan literatur, kemampuan membaca dan menulis,” urainya. 

Diharapkan dengan kegiatan ini, akan lahir penulis andal di masa mendatang. “Pesantren literasi mengimpikan generasi penerus bangsa yang memiliki tingkat literasi bagus dan andal. Ini harus kita dukung," sergahnya.

Di hadapan peserta, dirinya memberi motivasi agar terus mengembangkan kemampuan membaca serta menulis. “Jika harimau meninggalkan belang, maka manusia jangan sampai meninggalkan utang. Tapi yang mestinya ditinggalkan adalah karya,” tegasnya. 

Dengan pesantren literasi, peserta dilatih menulis. "Lewat tulisan, maka karya anda bisa dibaca dan terus diingat oleh anak cucu. Anda juga bisa berdakwah, mengajak kebaikan dengan tulisan," pintanya.

KH Asy’ari Fasya selaku Rais PCNU Bondowoso turut mendorong PC LTNNU untuk terus menggalakkan pesantren literasi. 
"Jika anak muda NU tidak dilatih dan diajak mengembangkan gerakan membaca dan menulis, mereka akan mengonsumsi referensi dari internet saja," katanya. 

Kondisi tersebut tentu saja akan sangat memprihatinkan. “Di mana anak-anak kita yang dibaca bukan dari kitab asli, tapi dari Google. Ini menjadi keprihatinan kita,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Nurut Tholabah tersebut. 

Oleh sebab itu, pesantren literasi jangan berhenti di angkatan pertama. “Harus ada angkatan kedua, ketiga, dan seterusnya. Biar semangat membaca dan menulis ini terus menyebar dan merata," pintanya.

Ketua PC LTNNU Bondowoso Andiono Saputra mengatakan, dengan pesantren literasi diharapkan bisa menggugah semangat anak muda NU untuk kembali giat membaca dan menulis.

Apalagi belakangan ini, tidak sedikit dari nahdliyin yang termakan provokasi dari tulisan-tulisan yang sengaja disebarkan oleh mereka yang tidak berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah. “Usai pesantren literasi, diharapkan akan ada karya yang bisa diterbitkan dan layak dibaca masyarakat luas, khususnya wong NU," pungkasnya. (Ade Nurwahyudi/Ibnu Nawawi)

Sabtu 18 Mei 2019 22:30 WIB
IAIN Madura Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
IAIN Madura Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
Pamekasan, NU Online
Bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pamekasan, Unit Pengumpul Zakat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura menggelar buka bersama sekaligus santunan anak yatim dan kaum dhuafa, Sabtu (16/5). Kegiatan ini mengusung tema Meriahkan bulan suci dengan berbagi setulus hati, bertempat di Auditorium kampus setempat.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Muhammad Kosim Rektor, Elman Duro Ketua Umum UPZ, Pengurus Baznas Pamekasan, Korps Suka Rela (KSR), Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, Pengurus dan panitia UPZ dan 100 dari anak yatim dan kaum dhuafa di Pamekasan.

Ketua Umum UPZ IAIN Madura, Elman Duro mengatakan bahwa UPZ sampai saat ini bergerak dalam tiga sektor. Sektor pertama adalah kesehatan. "Teman-teman UPZ sudah membantu masyarakat di pendopo yang dikena musibah," tuturnya.

Elman menambahkan, sektor yang kedua dalam bidang kesejahteraan. "Kami kemarin juga telah membantu adik-adik yang tidak mampu untuk masuk sekolah. Di UPZ ini direncanakan ada beasiswa bagi mahasiswa yang tidak mampu namun nominalnya kami masih belum bisa tentukan," ujar Elman.

Lebih lanjut, Elman menambahkan, UPZ bergerak dalam pengabdian. "Kemarin UPZ juga melakukan kunjungan ke lembaga SMA di Pamekasan jadi yang tarbiyah sudah kami godok sejak semester 2,4, dan 6," paparnya.

Ia berharap, kedepannya UPZ semakin besar. "Melalui pengabdian, UPZ  semoga semakin besar," harapnya. 

Sebelum acara santunan dimulai, UPZ menggelar kuliah Tujuh Menit (Kultum) bersama Fakhrur Rozi dan dimeriahkan dengan penampilan Al-Banjari UKM IQDA IIAN Madura.

Sementara itu, Moh Roni ketua panitia dalam acara tersebut membeberkan, acara tersebut sebagai pengabdian UPZ kepada anak yatim. "Dengan harapan nanti kita mendapatkan keberkahan karena menghormati anak yatim apalagi dibilang Ramadhan ini sangat mulia," bebernya. (Ach. Syarofi/Kendi Setiawan)
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG