IMG-LOGO
Daerah

Ini Kiat Pelajar NU UIN Surabaya Perkuat Ukhuwah Selama Ramadhan

Jumat 17 Mei 2019 23:28 WIB
Bagikan:
Ini Kiat Pelajar NU UIN Surabaya Perkuat Ukhuwah Selama Ramadhan
Surabaya, NU Online
Bulan Ramadhan merupakan bulan suci di mana semua orang berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan, tak terkecuali Pengurus Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Komisariat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

Sebagai langkah memupuk ukhuwah Islamiyah kepada sesama, PKPT IPNU-IPPNU UINSA menggelar kegiatan bagi takjil kepada pengguna jalan sekitar markas polisi sektor (Mapolsek) Wonocolo Surabaya. Total ada sekitar 500 takjil yang dibagikan kepada pengguna jalan yang lewat pada sore kemarin, Kamis (16/5).

Hal ini sebagaimana yang diutarakan oleh ketua PKPT IPNU UINSA, Najih Sa’dullah. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah dari PKPT IPNU-IPPNU UINSA dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah.

“Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Departemen Dakwah dan Pengabdian Masyarakat PKPT IPNU-IPPNU UIN Sunan Ampel Surabaya. Sekaligus untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan berbagi kepada sesama, serta untuk meningkatkan kebersamaan dan solidaritas,” ungkapnya, Jumat (17/5).

Selain membagikan takjil kepada para pengguna jalan, kegiatan yang diikuti oleh seluruh pengurus PKPT IPNU-IPPNU UINSA ini juga dilanjutkan dengan kegiatan lainnya seperti buka bersama, tarawih berjamaah, ziarah, dan terakhir bagi sahur.

“Kegiatan tersebut meliputi bagi takjil, buka bersama, shalat tarawih berjamaah, safari Ramadhan dengan berziarah ke makam Mbah Ud di Sidoarjo, makam Mbah mBungkul di Taman Bungkul dan makam Sunan Ampel Surabaya,” ujar mahasiswa jurusan Hukum Ekonomi Syariah angkatan 2016 ini.

“Kegiatan ini kami tutup dengan bagi-bagi sahur sebanyak 100 nasi saat di Ampel, Jumat dini hari,” imbuhnya.

Dengan diadakan kegiatan ini, ia berharap agar para anggota PKPT bisa semakin bermutu dan memiliki jiwa sosial yang tinggi.

“Kami berharap dengan terselenggaranya kegiatan ini, agar bisa menjadi pelajar yang bermutu islami dan berjiwa sosial yang tinggi,” pungkasnya. (Hanan/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Jumat 17 Mei 2019 23:30 WIB
Indonesia Butuh Orang Pintar Sekaligus Benar
Indonesia Butuh Orang Pintar Sekaligus Benar
Jember, NU Online 
Ketua Mahasiwa Ahlith  Thoriqoh Annahdliyyah (MATAN) Cabang Jember, Jawa Timur, Nurul Ghufron menegaskan pentingnya peningkatkan ghirah dalam mempelajari agama di semua level sekolah. Al-Quran dan Hadits Nabi yang merupakan sumber primer dari segala ilmu pengetahuan harus menjadi ruh dalam proses pendidikan. Tanpa ruh itu, maka proses pendidikan hanya akan menghasilkan orang pintar.

“Kalau kita cari orang pintar di Indonesia, banyak. Tapi orang pintar belum tentu benar. Ini yang sulit,” tuturnya saat melantik Pengurus Matan Komisariat IAIN Jember di Kampus setempat, Jumat (17/5).

Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember itu berharap agar kehadiran MATAN di Jember dapat memberikan kontribusi dalam menciptakan sosok atau insan-insan yang pintar sekaligus benar. Dengan demikian, maka Indonesia kedepan bisa terhindar dari keterpurukan.

“Itu harapan kita semua di tengah merebaknya persoalan bangsa yang semakin kompleks,” lanjutnya di hadapan 120-an mahasiswa.

Sementara itu, Ketua MATAN  Komisariat IAIN Jember, Zikal Okta Syahtria menyatakan bahwa kehadiran MATAN di IAIN Jember adalah untuk mewadahi keinginan-keinginan mahasiswa dalam memajukan bangsa berlandaskan akhlaq yang mulya.

“Kami hadir juga untuk bersinergi dengan organisasi lain, bukan untuk bersaing,” jelasnya. 

Pelantikan tersebut dilanjutkan dengan seminar yang menghadirkan pembicara antara lain KH Ahmad Nafi’ dan Ustadz Fathurrozi. (Aryudi AR).

Jumat 17 Mei 2019 23:0 WIB
Kampung Zakat Terpadu Rintis Pemberdayaan Warga
Kampung Zakat Terpadu Rintis Pemberdayaan Warga
Jember, NU Online 
Wakil Ketua PCNU Jember, HM Misbahus Salam menegaskan pentingnya zakat dikelola dan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan umat, khususnya mereka yang masuk dalam delapan ashnaf (golongan). Sebisa mungkin, dana zakat diberikan bukan cuma untuk memenuhi kebutuhan konsumtif tapi buat pemberdayaan ekonomi.

“Itu memang cita-cita ideal dari zakat. Jadi bagaimana zakat agar bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat, bukan sekadar cukup sesaat,” tukasnya saat memberikan santunan di Kampung Zakat Terpadu di Dusun Paceh, Desa Jamberum, Kecamatan Sumberjambe, Jember, Kamis (16/5).

Ia menambahkan, untuk memperoleh manfaat yang lebih luas dalam pelaksanaan zakat, maka pemanfaatan zakat perlu dilebarkan pada pemberdayaan. Misalnya,  dana zakat diberikan kepada warga  miskin yang punya kemauan berdagang dan sebagainya. 

“Sehingga dari situ, lambat laun usahanya si penerima zakat berkembang, dan akhirya tak berhak lagi menerima zakat, bahkan masuk pembayar zakat,” urainya.

Kampung Zakat Terpadu dibentuk oleh Kementerian Agama Kabupaten Jember sejak sekian tahun yang lalu. Di kampung itu, dana zakat, selain diberikan kepada anak yatim dan fakir miskin, juga telah ada bantuan modal usaha untuk ternak kambing, bantuan beasiswa, dan bantuan  pembangunan rumah tidak layak huni, dan sebagainya. 

“Di sini (Kampung Zakat Terpadu) pemberdayaan sudah jalan. Semoga sukses, dan kelak akan dikuti dengan pembentukan  Kampung Zakat Terpadu di desa lain. Insyaallah,” tukas Pelaksana Kampung Zakat Terpadu, Muhammad Muslim.

Hadir dalam acara tersebut,  Moh. Zuhri (dari Bidang Pembinaan Zawa Kemenag Provinsi Jawa Timur), H. Bustomi (Kepala Kemenag Jember) perwakilan BAZNAS Jember, LAZIZNU, LAZIZMU,  dan sebagainya. (Aryudi AR).
  

Jumat 17 Mei 2019 22:30 WIB
Pengobatan Gratis Plus Takjil ala LKNU Situbondo
Pengobatan Gratis Plus Takjil ala LKNU Situbondo
Situbondo, NU Online 
Pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis jarang terjadi di bulan Ramadhan, tapi inilah yang dilakukan Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (PC LKNU) Situbondo, Jawa Timur, Kamis (16/5).

Bertempat di aula Kantor PCNU Situbondo, Jalan Madura Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, bakti sosial yang kedua kalinya tersebut juga diminati banyak warga. Tidak sekadar berobat secara gratis, tapi panitia juga menyediakan takjil bagi ‘pasien’.

“Walaupun puasa menyehatkan, tapi tak ada salahnya kita menjaga kesehatan, mengontrol tekanan darah dan sebagainya. Sebab, hari-hari menjelang hari raya, biasanya kerja semakin meningkat,” jelas Ketua PC LKNU Situbondo,  KH Syaiful Badri seperti rilis yang diterima NU Online.

Menurutnya, kesehatan adalah hal utama yang harus dijaga. Kebugaran tubuh merupakan modal penting untuk melaksanakan puasa. Sehingga puasa tidak membebani dan tidak mengganggu aktifitas keseharian.

“Jangan sampai karena puasa, kita pas loyo bekerja,” tambahnya.

Kiai Syaiful menambahkan, sebagai bentuk kepedulian LKNU terhadap kesehatan masyarakat, bakti sosial serupa juga akan digelar di sejumlah tempat, khususnya di lingkungan yang jauh dari jangkauan layanan kesehatan pemerintah.

“Insyaallah akan ada lagi bakti sosial di tempat lain,” ucapnya. (Red: Aryudi AR) 

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG