IMG-LOGO
Daerah

Peduli Kesehatan Warga, Banser Surabaya Gelar Pengobatan Gratis

Sabtu 18 Mei 2019 7:0 WIB
Peduli Kesehatan Warga, Banser  Surabaya Gelar Pengobatan Gratis
Banser Surabaya gelar pengobatan gratis di masjid
Surabaya, NU Online
Sebagai wujud kepedulian atas kesehatan masyarakat yang ada di Surabaya, Jawa Timur, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satuan Kordinasi Cabang (Satkorcab) Kota Surabaya menggelar kegiatan bakti sosial pada Kamis (16/5) malam.

Kegiatan yang menerjunkan satuan khusus Banser yang menangani bidang kesehatan, Banser Husada (Basada) ini diadakan di Masjid Al-Ihsan Sutorejo Mulyorejo, Kota Surabaya, seusai pelaksanaan Shalat Tarawih yang diadakan di masjid itu.

Menurut Ketua Takmir Masjid Al-Ihsan, H Ah Zaini Ilyas, kegiatan ini merupakan kerjasama antara pihak takmir masjid dengan Satkorcab Banser Kota Surabaya sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.

“Kegiatan ini diadakan sebagai wujud kepedulian Banser terhadap kesehatan warga. Selama ini kita hanya melihat bahwa yang melakukan bakti sosial kesehatan adalah selain dari kalangan nahdliyin, tapi ternyata dari nahdliyin sendiri juga ada,” jelasnya.

Dikatakan, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa  Ansor dan Banser bukan hanya sebagai penjaga gereja dan tanggap bencana saja, tapi juga bisa sebagai pelayan masyarakat dalam bidang kesehatan. “Yang terlibat dalam kegiatan ini dari petugas kesehatan sebanyak empat orang dan teman-teman Banser sebanyak lima orang. Alhamdulillah berhasil memeriksa hampir 50 jamaah,” bebernya.

Atas terselenggaranya kegiatan ini, masyarakat di sekitar masjid memberikan respons yang cukup baik. Sebab selama ini saat ingin melakukan cek kesehatan harus mengeluarkan biaya. “Respons masyarakat cukup bagus, karena selama ini saat mereka ingin melakukan cek kesehatan harus pergi ke Puskesmas atau apotik dan mereka perlu mengeluarkan biaya untuk itu,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini bisa berjalan secara berkala, sehingga para jamaah masjid bisa mengetahui perkembangan kesehatannya.

“Harapan kami, kegiatan ini bisa dilakukan secara periodik di masjid ini, sehingga jamaah dapat mengetahui perkembangan kesehatannya. Karena bukan hanya sekedar cek tekanan darah, tapi juga cek gula darah, asam urat serta kolestrol. Setelah itu juga diberi obat secara gratis,” tukasnya. (Hanan/Muiz)
Sabtu 18 Mei 2019 23:30 WIB
NU Kabupaten Blitar Terbitkan Sertifikat Amil Syar’i
NU Kabupaten Blitar Terbitkan Sertifikat Amil Syar’i
Madrasah Amil MWCNU Kademangan, Kabupaten Blitar.
Blitar, NU Online
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kademangan Kabupaten Blitar, Jawa Timur menggelar Madrasah Amil. Kegiatan dipusatkan di Kampung Coklat Hall, Plosorejo, Kademangan, Sabtu (18/5).

Acara dihadiri lebih dari seribu calon amil utusan ranting NU, badan otonom, lembaga NU, takmir masjid dan lembaga pendidikan di wilayah MWCNU Kademangan.                        

Menurut panitia penyelenggara H Kholid Musthofa, madrasah amil merupakan tindak lanjut atas pelaksanaan turun ke bawah atau Turba Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar di MWCNU Kademangan pekan lalu. 

“Berangkat dari banyaknya pertanyaan sehubungan dengan pengelolaan zakat fitrah dan mal di ranting, maka madrasah amil ini digelar,” katanya. 

Menurutnya, seluruh materi terkait zakat fitrah dan mal disampaikan dalam kegiatan ini. Di akhir kegiatan, peserta akan diuji dengan menjawab beberapa pertanyaan seputar materi. 

"Jawaban tersebut akan menjadi penentu apakah peserta lolos atau tidak. Peserta yang lolos akan mendapatkan sertifikasi amil syar’i," ungkap Kholid yang juga pengelola Kampung Coklat.

Rais PCNU Kabupaten Blitar, KH Ardani Ahmad yang menjadi pemateri utama didampingi tim dari Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama atau LAZISNU Kabupaten Blitar. (Imam Kusnin Ahmad/Ibnu Nawawi)

Sabtu 18 Mei 2019 22:45 WIB
Pesantren Literasi, Cara NU Bondowoso Lahirkan Penulis Andal
Pesantren Literasi, Cara NU Bondowoso Lahirkan Penulis Andal
Kegiatan Pesantren Literasi oleh PC LTNNU Bondowoso.
Bondowoso, NU Online
Sejumlah anak muda mendapatkan pembekalan terkait literasi. Mereka dibimbing secara intensif selama tiga hari yang diharapkan menjadi kader utama bagi tersebarnya konten positif. 

Kegiatan yang dinamakan dengan Pesantren Literasi ini diselenggarakan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Bondowoso, Jawa Timur. Pelaksanaannya sejak Sabtu hingga Ahad (18-20/5) di kediaman Ketua PC Aswaja NU Center Bondowoso, KH Anwar Syafi'i  di kawasan Pakisan, Tlogosari.

“Saya sangat mengapresiasi gagasan PC LTNNU Bondowoso yang mengadakan pesantren literasi ini untuk pemuda NU,” kata KH Mas'ud Ali, Sabtu (18/5). 

Karena menurut Wakil Ketua PCNU Bondowoso tersebut, kegiatan yang menyasar anak muda NU sejatinya menunjukkan kegelisahan intelektual. “Lantaran anak muda zaman now makin disibukkan dengan urusan yang tidak berdampak pada masa depan,” jelasnya. 

Dalam pandangannya, kebanyakan anak muda lebih betah dengan gawai dan membaca WhatsApp (WA) daripada membaca buku. “Baca buku paling lima sampai sepuluh menit sudah ngantuk. Tapi kalau baca WA bisa berjam-jam," tukasnya.

Menurut dosen Institut Agama Isalam Negeri (IAIN) Jember tersebut, sejumlah ulama zaman dulu memiliki karya luar biasa. “Spirit literasi para ulama ditopang oleh kekayaan literatur, kemampuan membaca dan menulis,” urainya. 

Diharapkan dengan kegiatan ini, akan lahir penulis andal di masa mendatang. “Pesantren literasi mengimpikan generasi penerus bangsa yang memiliki tingkat literasi bagus dan andal. Ini harus kita dukung," sergahnya.

Di hadapan peserta, dirinya memberi motivasi agar terus mengembangkan kemampuan membaca serta menulis. “Jika harimau meninggalkan belang, maka manusia jangan sampai meninggalkan utang. Tapi yang mestinya ditinggalkan adalah karya,” tegasnya. 

Dengan pesantren literasi, peserta dilatih menulis. "Lewat tulisan, maka karya anda bisa dibaca dan terus diingat oleh anak cucu. Anda juga bisa berdakwah, mengajak kebaikan dengan tulisan," pintanya.

KH Asy’ari Fasya selaku Rais PCNU Bondowoso turut mendorong PC LTNNU untuk terus menggalakkan pesantren literasi. 
"Jika anak muda NU tidak dilatih dan diajak mengembangkan gerakan membaca dan menulis, mereka akan mengonsumsi referensi dari internet saja," katanya. 

Kondisi tersebut tentu saja akan sangat memprihatinkan. “Di mana anak-anak kita yang dibaca bukan dari kitab asli, tapi dari Google. Ini menjadi keprihatinan kita,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Nurut Tholabah tersebut. 

Oleh sebab itu, pesantren literasi jangan berhenti di angkatan pertama. “Harus ada angkatan kedua, ketiga, dan seterusnya. Biar semangat membaca dan menulis ini terus menyebar dan merata," pintanya.

Ketua PC LTNNU Bondowoso Andiono Saputra mengatakan, dengan pesantren literasi diharapkan bisa menggugah semangat anak muda NU untuk kembali giat membaca dan menulis.

Apalagi belakangan ini, tidak sedikit dari nahdliyin yang termakan provokasi dari tulisan-tulisan yang sengaja disebarkan oleh mereka yang tidak berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah. “Usai pesantren literasi, diharapkan akan ada karya yang bisa diterbitkan dan layak dibaca masyarakat luas, khususnya wong NU," pungkasnya. (Ade Nurwahyudi/Ibnu Nawawi)

Sabtu 18 Mei 2019 22:30 WIB
IAIN Madura Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
IAIN Madura Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
Pamekasan, NU Online
Bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pamekasan, Unit Pengumpul Zakat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura menggelar buka bersama sekaligus santunan anak yatim dan kaum dhuafa, Sabtu (16/5). Kegiatan ini mengusung tema Meriahkan bulan suci dengan berbagi setulus hati, bertempat di Auditorium kampus setempat.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Muhammad Kosim Rektor, Elman Duro Ketua Umum UPZ, Pengurus Baznas Pamekasan, Korps Suka Rela (KSR), Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, Pengurus dan panitia UPZ dan 100 dari anak yatim dan kaum dhuafa di Pamekasan.

Ketua Umum UPZ IAIN Madura, Elman Duro mengatakan bahwa UPZ sampai saat ini bergerak dalam tiga sektor. Sektor pertama adalah kesehatan. "Teman-teman UPZ sudah membantu masyarakat di pendopo yang dikena musibah," tuturnya.

Elman menambahkan, sektor yang kedua dalam bidang kesejahteraan. "Kami kemarin juga telah membantu adik-adik yang tidak mampu untuk masuk sekolah. Di UPZ ini direncanakan ada beasiswa bagi mahasiswa yang tidak mampu namun nominalnya kami masih belum bisa tentukan," ujar Elman.

Lebih lanjut, Elman menambahkan, UPZ bergerak dalam pengabdian. "Kemarin UPZ juga melakukan kunjungan ke lembaga SMA di Pamekasan jadi yang tarbiyah sudah kami godok sejak semester 2,4, dan 6," paparnya.

Ia berharap, kedepannya UPZ semakin besar. "Melalui pengabdian, UPZ  semoga semakin besar," harapnya. 

Sebelum acara santunan dimulai, UPZ menggelar kuliah Tujuh Menit (Kultum) bersama Fakhrur Rozi dan dimeriahkan dengan penampilan Al-Banjari UKM IQDA IIAN Madura.

Sementara itu, Moh Roni ketua panitia dalam acara tersebut membeberkan, acara tersebut sebagai pengabdian UPZ kepada anak yatim. "Dengan harapan nanti kita mendapatkan keberkahan karena menghormati anak yatim apalagi dibilang Ramadhan ini sangat mulia," bebernya. (Ach. Syarofi/Kendi Setiawan)
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG